Chapter 06

[Chapter 06.]

[Akhir Pertandingan.]

[Silahkan Dibaca.]

Arena pertandingan Klan Xiao, terlihat dua anak saling menatap satu sama lain. Kedua anak itu ialah Xiao Fan dan Xiao Shu, mereka berdua menunggu wasit memulai pertandingan keduanya. Xiao Fan sudah memunculkan benang miliknya, Xiao Shu sudah berubah menjadi setengah Macan Api.

Wasit melihat hal itu, tangannya turun dan berteriak, “Mulai.” Xiao Shu dengan cepat melesat ke arah Xiao Fan. Dia tidak peduli dengan jebakan yang akan dia hadapi. Xiao Fan sendiri tersenyum dengan misterius.

Tangan Xiao Fan bergerak, benang-benang miliknya mulai berderak untuk bergerak. Xiao Shu melihat hal itu, karena dia mendapatkan bantuan dari mata macan api miliknya. Anak itu menatap ke arah benang namun dia hanya bisa melihat siluet-siluet benang saja.

Sring Sring.

Suara benang yang bergerak mengelilingi Xiao Shu, benang terlihat mengurus seekor macan yang sangat nakal. Xiao Shu melihat hal itu, dia semakin meledak dengan amarah. Api miliknya berkumpul di cakar miliknya membuat cakar memerah.

“Rasakan kemampuan baruku, Cakar Api.” Xiao Shu berkata sambil mengayunkan cakar miliknya yang sudah memerah. Cakar itu terlihat melesat ke arah benang yang berada di depannya. Xiao Fan melihat hal itu tersenyum misterius.

Booommm.

Ledakan terjadi, tapi hal yang mengejutkan terlihat. Xiao Shu masih di dalam sangkar dan kuku miliknya tidak bisa menggores sama sekali benang milik Xiao Fan. Hal itu membuat seluruh penonton terkejut. Dalam fikirannya bagaimana bisa benang sekeras itu.

Xiao Shu terkejut melihat serangannya tidak dapat menggores sebuah benang. “Bagaimana bisa?” Xiao Shu bertanya dengan penuh keterkejutan. Namun, sebuah suara membuatnya sadar bahwa dirinya masih bertarung.

“Kau lengah, Seribu sayatan angin.” Xiao Fan berkata dengan nada santai. Seluruh benang miliknya mulai terlihat bersatu dan mengurung Xiao Shu ditengah. Tidak ada yang bisa masuk ke dalam sangkar tersebut, bahkan angin sekalipun.

Sring Sring Sring.

Benang berputar dengan keras dan cepat. Hal itu membuat Xiao Shu menjadi waspada, insting macan miliknya mengatakan bahaya. Xiao Shu fokus dengan tinggi, tapi dia merasakan rasa sakit di punggungnya.

“Arh.” Xiao Shu benar-benar merasakan rasa sakit di punggungnya. Dia menatap ke arah punggungnya dan ada bekas tebasan disana, kemudian dia merasakan rasa sakit yang kuat di seluruh tubuhnya.

“Arhhhhhh.” Xiao Shu berteriak dengan sangat keras. Seluruh penonton mendengar hal itu, mereka benar-benar terkejut ketika mendengar teriakan Xiao Shu. Semuanya tidak tahu apa yang terjadi di dalam sangkar burung itu, kecuali Xiao Fan sendiri.

Xiao Lou, ayah dari Xiao Shu menggertakkan giginya melihat hal itu. Dia sebagai ayah marah ketika melihat anaknya berteriak-teriak kesakitan, pria itu dengan cepat melesat ke arah anak yang berdiri tenang di Arena. Xiao Feng dan Xiao Hun mengetahui hal itu, mereka ingin menghentikan Xiao Lou namun terlambat.

Wushhhh

“Xiao Fan, lepaskan putraku atau mati.” Xiao Lou berteriak dengan keras, seluruh penonton melihat hal itu. Sementara Xiao Fan sendiri, menatap dengan datar. “Xiao Fan, hati-hati.” Xiao Feng berteriak dengan keras. Namun, putranya tersebut tetap diam dan menatap Xiao Lou dengan ringan dan dingin.

Xiao Lou merasa direndahkan ketika ancaman miliknya tidak berguna. Dia segera bergabung dengan Roh Elemen miliknya yaitu Macan Api. Xiao Fan melihat hal itu, kemudian tangannya bergerak dan senyum di wajahnya muncul, tidak lebih tepatnya sebuah seringai terlihat di wajah Xiao Fan.

“Heh, seorang tetua berniat menyerang anak kecil. Kalau begitu, mari kita lihat pertunjukan yang menarik.” Xiao Fan berkata dengan nada misterius, membuat seluruh penonton penasaran dan merasa merinding, kecuali patriack klan dan tetua klan.

Xiao Feng melihat Xiao Fan bertindak misterius, entah kenapa dalam hatinya menjadi lega. Dia tahu, kalau putranya sudah bersifat misterius berarti putranya itu dapat menyelesaikan seluruh masalahnya.

Xiao Hun tertarik dengan hal itu, dia benar-benar menyukai keponakannya tersebut. Bersifat normal namun penuh akan misteri. ‘Anak ini, membuatku semakin merasa penasaran, setiap saat selalu saja mengejutkan diriku.’

***

Xiao Lou mendengar ucapan dari Xiao Fan, menjadi sangat marah. Cakar miliknya memerah diiringi kobaran api yang begitu kuat. Xiao Fan mengetahui hal itu, dia berfikir bahwa Roh Elemen milik pamannya tersebut sudah berada di tingkat 30 an.

“Rasakan ini bocah, Cakar Maut Api.” Xiao Lou berteriak sambil mengayunkan kobaran cakar api miliknya. Xiao Fan sendiri tersenyum ketika melihat benang tipis yang dilewati kobaran api meleleh. ‘Jadi begitu, benangku bisa bertahan selama 5 detik di Api itu.’

Wushhhh.

Cakar api melesat ke arah Xiao Fan. Melihat hal itu, sudut mulut Xiao Lou terangkat dan berfikir, ‘Satu hama untuk kesuksesanku nanti akhirnya menghilang.’ Xiao Fan melihat cakar itu, dia menggerakkan jari-jari miliknya dan tersenyum misterius.

Booommmmm.

Ledakan besar terjadi, membuat seluruh arena tertutupi oleh asap. Para penonton penasaran dengan apa yang terjadi di dalam asap tersebut. “Guakkkhhh.” Terdengar suara orang yang memuntahkan seteguk darahnya.

Asap perlahan-lahan mulai menghilang dan terlihat 3 sosok berdiri di arena. Dua sosok di sebelah kanan satu sosok di sebelah kiri. Asap menghilang sepenuhnya, mereka semua melihat hal yang begitu mengejutkan.

Terlihat Xiao Shu yang terluka parah dan terkena serangan dari Xiao Lou, ayahnya sendiri. Xiao Fan sendiri di belakang Xiao Shu dengan senyum kejam miliknya. Xiao Lou pucat ketika melihat dirinya menyerang Xiao Shu.

Xiao Lou tidak menyangka akan terjadi hal itu, dia hanya berfikir mengeksekusi Xiao Fan saja tanpa memikirkan hal yang terjadi tersebut. Dia menatap ke arah putranya yang entah masih hidup atau mati.

Xiao Lou menatap Xiao Shu yang terlilit benang di tangan dan kakinya. Lalu, pria itu mendengar suara tawa dari balik putranya tersebut. Tawa itu benar-benar membuatnya gemetar ketakutan, dia seolah-olah sedang bertatapan dengan seorang Iblis asli.

“Hehehaha,” tawa kecil aneh Xiao Fan membuat Xiao Lou merinding. Lilitan dalam kaki dan tangan Xiao Shu terlepas. Pria itu menangkap putranya yang jatuh dan mengecek jantung putranya tersebut.

Deg...Deg......Deg.

Xiao Lou mendengar suara jantung putranya yang masih berdetak dengan stabil, lalu dia mendengar suara dari musuh putranya tersebut. “Dia tidak mati, hanya saja dia mendapatkan luka luar. Suruh tabib mengobatinya.”

Xiao Lou menatap ke arah asal suara tersebut, suara itu adalah milik Xiao Fan. Entah bagaimana, perasaan Pria itu ketika melihat Xiao Fan. Ada rasa terimakasih, benci, syukur, marah. Dia benar-benar rumit, akan tetapi dia menjawab dengan anggukan.

Xiao Feng menatap putranya, dia tersenyum senang bahwa putranya tidak membunuh Xiao Shu. “Tabib segera rawat Xiao Shu.” Xiao Hun yang berada di sebalah Xiao Feng berteriak. Tabib dengan cepat menuju ke arah Xiao Shu tersebut.

Wasit kemudian menyatakan bahwa Xiao Fan pemenangnya. Seluruh penonton benar-benar senang bahwa Roh Elemen bisa menjadi kuat. Xiao Fan sendiri tidak peduli akan keputusan wasit tersebut. Dia berjalan keluar arena dengan datar. Namun, ketika di lorong dia menyeringai sebentar.

Entah apa yang difikirkan Xiao Fan, hal itu akan menjadi hal besar yang akan terjadi suatu hari nanti.

[To be Continued.]

Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

Thank you Minna-san.

Terpopuler

Comments

Jumadi 0707

Jumadi 0707

ini br mantap thor

2024-12-29

0

Harman LokeST

Harman LokeST

pada akhirnya Xiao Fan berhasil mengalahkan lawan lawannya

2023-07-29

3

Dzikir Ari

Dzikir Ari

Benang bisa dijadikan senjata.,.
keren Tor 👍

2023-05-28

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 - Reinkarnasi
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61 : Xiao Fan datang
62 Chapter 62 : Serigala berbulu domba.
63 Chapter 63 : Hutan Siken
64 Chapter 64 : Pertarungan Di Jembatan
65 Chapter 65 : Melawan Ular Besar
66 Chapter 66 : Telur
67 Chapter 67 : Cerita Zhu Lin
68 Chapter 68 : Xiao Fan Vs Raja Kera
69 Chapter 69 : Akhir Perjalanan
70 Chapter 70 : Kota Jingsen
71 Chapter 71 : Empat Budak Setia
72 Chapter 72 : Tiba Di Akademi
73 Chapter 73 : Keputusan Yu Hun Sha
74 Chapter 74 : Murid Spesial
75 Chapter 75 : Pertemuan
76 Chapter 76 : Ni Shan Jian
77 Chapter 77 : Penculikan
78 Chapter 78 : Kematian Xiao Fan
79 Chapter 79 : Bangkit - S1 End
80 Chapter 80 : Enam Tahun
81 Chapter 81 - Xian Nan
82 Chapter 82 - Kekuatan Perempuan Sadis
83 Chapter 83 - Desa Seren Tunduk
84 Chapter 84 - Penjara Tersembunyi
85 Chapter 85 - Datangnya Bandit Kalajengking
86 Chapter 86 - Mengalahkan Bandit Kalajengking
87 Chapter 87 - Negosiasi Dengan Pedagang Budak
88 Chapter 88 - Ning Bergerak
89 Chapter 89 : Kota Linkuen bergerak
90 Chapter 90 - Pertarungan
91 Chapter 91 - Sebelum Perjalanan
92 Chapter 92 - Tiba di Desa Shulai
93 Chapter 93 - Barang Menarik
94 Chapter 94 - Jebakan Berkedok Sayembara
95 Chapter 95 - Pion Dalam Pion
96 Chapter 96 - Meninggalkan Desa Shulai
97 Chapter 97 - Bencana Baru
98 Chapter 98 - Menyerang Kediaman Tuan Kota
99 Chapter 99 - Pembantaian Penjaga
100 Chapter 100 - Xiao Fan vs Jendral
101 Chapter 101 - Harta Karun Linkuen
102 Chapter 102 - Shan Yuan
103 Chapter 103 - Crocoar
104 Chapter 104 - Melawan Kelompok Berjubah Hitam
105 Chapter 105 - Pertarungan Berakhir
106 Chapter 106 - Memulihkan Diri
107 Chapter 107 - Desa Numa
108 Chapter 108 - Pelatihan Xian Nan
109 Chapter 109 - Pembantaian
110 Chapter 110 - Xiao Fan Vs Kapten Prajurit
111 Chapter 111 - Tiba Di Ibukota Saint
112 Chapter 112 - Diskusi Yu Lin
113 Chapter 113 - Dewi Krisan Kuno
114 Chapter 114 - Rumah Lelang Saint
115 Chapter 115 - Yu Lin Luluh
116 Chapter 116 - Menghancurkan Hantu Gelap.
117 Chapter 117 - Penyusup
118 Chapter 118 - Perencanaan
119 Chapter 119 - Menyerang Kediaman Hong
120 Chapter 120 - Menyerang Kediaman Hong 2
121 Chapter 121 - Menyerang Kediaman Hong 3
122 Chapter 122 - Kemarahan Ning Zhingren
123 Chapter 123 - Sebelum Badai
124 Chapter 124 - Mulai Bergerak
125 Chapter 125 - Pertarungan Xian 1
126 Chapter 126 - Pertarungan Xian 2
127 Chapter 127 - Pertarungan Xian 3 Akhir
128 Chapter 128 - Pertarungan Ko 1
129 Chapter 129 - Pertarungan Ko 2
130 Chapter 130 - Pertarungan Ko 3
131 Chapter 131 - Pertarungan Ko 4
132 Chapter 132 - Pertarungan Ko 5
133 Chapter 133 - Situasi Kerajaan Ning Menjadi Serius
134 Chapter 134 - Akhir Kediaman Ko
135 Chapter 135 - Pertempuran Akhir Dimulai
136 Chapter 136 - Pertempuran Xiao Jun 1
137 Chapter 137 - Pertarungan Xiao Jun 2 Akhir
138 Chapter 138 - Pertarungan Xiao Jian 1
139 Chapter 139 - Pertarungan Xiao Jian 2 Akhir
140 Chapter 140 - Sebuah Pemikiran
141 Chapter 141 - Terungkap
142 Chapter 142 - Melawan Fu Yan dan Wu Long
143 Chapter 143 - Mulai Konfrontasi
144 Chapter 144 - Xiao Fan Vs Empat Jubah Hitam
145 Chapter 145 - Kemenangan
146 Chapter 146 - Raja Baru
147 Chapter 147 - Permintaan Yun Lanran
148 Chapter 148 - Yun Ling'er
149 Chapter 149 - Hutan Kegelapan
150 Chapter 150 - Ular hitam Vs Ular hijau
151 Chapter 151 - Menciptakan Dunia Kecil
152 Chapter 152 - Kutukan Malam Lemah?
153 Chapter 153 - Menghilangkan Kutukan Malam
154 Chapter 154 - Lan Shi An
155 Chapter 155 - Bahan Eksperimen Baru
156 Chapter 156 - Rencana Dimulai
157 Chapter 157 - Tiba Di Perbatasan
158 Chapter 158 - Bertemu kembali
159 Chapter 159 - Harta Kembali
160 Chapter 160 - Cinta Seorang Ayah
161 Chapter 161 - Ni Shan Jian Tunduk
162 Chapter 162 - Masalah Baru
163 Chapter 163 - Pertarungan Ni Shan Jian
164 Chapter 164 - Informasi Organisasi Bulan Merah
165 Chapter 165 - Keadaan Kerajaan Dong
166 Chapter 166 - Keanehan Desa Wu
167 Chapter 167 - Enkripsi Buatan Xiao Fan
168 Chapter 168 - Pertempuran Desa Wu 1
169 Chapter 169 - Pertempuran Desa Wu 2 Akhir
170 Chapter 170 - Bawah Tanah Desa Wu
171 Chapter 171 - Harta Desa Wu
172 Chapter 172 - Alam Langit
173 Chapter 173 - Ujian Lantai Pertama
174 Chapter 174 - Alam Misterius
175 Chapter 175 - Melewati Sungai Si
176 Chapter 176 - Pertempuran Pelabuhan 1
177 Chapter 177 - Pertarungan Pelabuhan 2 Akhir
178 Chapter 178 - Mulai Perang
179 Chapter 179 - Perang Kerajaan Dong 1
180 Chapter 180 - Perang Kerajaan Dong 2
181 Chapter 181 - Perang Kerajaan Dong 3
182 Chapter 182 - Perang Kerajaan Dong 4
183 Chapter 183 - Perang Kerajaan Dong 4 Akhir - S2 End
184 Chapter 184 - Perjalanan Menuju Benua Shansu
185 Chapter 185 - Luner
186 Chapter 186 - Melawan Iblis
187 Chapter 187 - Akhir Pulau Luner
188 Chapter 188 - Perjalanan Menuju Daratan Longling
189 Chapter 189 - Tiba Di Daratan Longling
190 Chapter 190 - Bandit Serigala Darah
191 Chapter 191 - Pertarungan dengan Bandit
192 Chapter 192 - Pertemuan
193 Chapter 193 - Lan Ling dan An Er
194 Chapter 194 - Perjalanan
195 Chapter 195 - Penyergapan
196 Chapter 196 - Penyergapan Akhir
197 Chapter 197 - Penyerang Alam Langit
198 Chapter 198 - Undead
199 Chapter 199 - Xiao Fan Vs Ketua Undead
200 Chapter 200 - Xiao Fan Vs Ketua Undead 2 Akhir
201 Chapter 201 - Iblis Bertindak?
202 Chapter 202 - Iblis
203 Chapter 203 - Tiba di Kediaman Yun
204 Chapter 204 - Menyembuhkan Kepala Keluarga Yun
205 Chapter 205 - Reuni
206 Chapter 206 - Keinginan Yang Terlupakan
207 Chapter 207 - Identitas Xiao Fan Terbongkar
208 Chapter 208 - Tanggapan Seluruh KerajaanTian
209 Chapter 209 - Membuka Gulungan Kedua
210 Chapter 210 - Penyerangan Kediaman Yun 1
211 Chapter 211 - Penyerangan Kediaman Yun 2 Akhir
212 Chapter 212 - Simpul Hati Shen Yu Ling
213 Chapter 213 - Hati Kedua Belas Pengikut
214 Chapter 214 - Lan Yansho
215 Chapter 215 - Permintaan Kerajaan Tian
216 Chapter 216 - Masalah Besar
217 Chapter 217 - Pohon Di Taman
218 Chapter 218 - Qi Raja
219 Chapter 219 - Tes Yun Shie
220 Chapter 220 - Akhir Tes
221 Chapter 221 - Masalah Desa Kembang Api?
222 Chapter 222 - Kerajaan Qian
223 Chapter 223 - Tragedi Kerajaan Qian
224 Chapter 224 - Keputusan Akhir
225 Chapter 225 - Cawan Emas
226 Chapter 226 - Bandit Serigala
227 Chapter 227 - Yun Lan Ran Vs Bos Bandit
228 Chapter 228 - Perpisahan
229 Chapter 229 - Masalah Kediaman Lan
230 Chapter 230 - Pemberontakan Kediaman Lan
231 Chapter 231 - Pembalikan
232 Chapter 232 - Kong Mu Terpojok
233 Chapter 233 - Berakhirnya Kong Mu
234 Chapter 234 - Peringatan Perang
235 Chapter 235 - Memperluas Kolam Qi
236 Chapter 236 - Dua Pembunuh Bayaran
237 Chapter 237 - Keputusasaan Lin Hua
238 Chapter 238 - Penyelamatan Xiao Fan
239 Chapter 239 - Lan Yansho Terkejut
240 Chapter 240 - Buah Lin Hua
241 Chapter 241 - Musuh Sudah Dekat
242 Chapter 242 - Rencana Yang Dipercepat
243 Chapter 243 - Makam Kuno
244 Chapter 244 - Kerajaan Tian Bergerak
245 Chapter 245 - Phoenix Es Lin Hua
246 Chapter 246 - Naga Laut Yun Shie
247 Chapter 247 - Menuju Lantai 2
248 Chapter 248 - Goliath
249 Chapter 249 - Lin Hua Terjebak
250 Chapter 250 - Ribuan Panah Es
251 Chapter 251 - Cacing Malam
252 Chapter 252 - Firasat Zhou Dan
253 Chapter 253 - Naik Alam Elementasi
254 Chapter 254 - Lingkaran Penuh
255 Chapter 255 - Monster Lahar
256 Chapter 256 - Ujian?
257 Chapter 257 - Terdesak
258 Chapter 258 - Qi Ilahi
259 Chapter 259 - Puncak Pertempuran
260 Chapter 260 - Warisan Kaisar Api
261 Chapter 261 - Long Yuyin
262 Chapter 262 - Perang Dimulai
263 Chapter 263 - Perang 1
264 Chapter 264 - Keadaan
265 Chapter 265 - Perang 2
266 Chapter 266 - Perang 3
267 Chapter 267 - Perang 4
268 Chapter 268 - Perang 5
269 Chapter 269 - Perang 6
270 Chapter 270 - Perang 7 - End
271 News, Novel.
Episodes

Updated 271 Episodes

1
Chapter 01 - Reinkarnasi
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61 : Xiao Fan datang
62
Chapter 62 : Serigala berbulu domba.
63
Chapter 63 : Hutan Siken
64
Chapter 64 : Pertarungan Di Jembatan
65
Chapter 65 : Melawan Ular Besar
66
Chapter 66 : Telur
67
Chapter 67 : Cerita Zhu Lin
68
Chapter 68 : Xiao Fan Vs Raja Kera
69
Chapter 69 : Akhir Perjalanan
70
Chapter 70 : Kota Jingsen
71
Chapter 71 : Empat Budak Setia
72
Chapter 72 : Tiba Di Akademi
73
Chapter 73 : Keputusan Yu Hun Sha
74
Chapter 74 : Murid Spesial
75
Chapter 75 : Pertemuan
76
Chapter 76 : Ni Shan Jian
77
Chapter 77 : Penculikan
78
Chapter 78 : Kematian Xiao Fan
79
Chapter 79 : Bangkit - S1 End
80
Chapter 80 : Enam Tahun
81
Chapter 81 - Xian Nan
82
Chapter 82 - Kekuatan Perempuan Sadis
83
Chapter 83 - Desa Seren Tunduk
84
Chapter 84 - Penjara Tersembunyi
85
Chapter 85 - Datangnya Bandit Kalajengking
86
Chapter 86 - Mengalahkan Bandit Kalajengking
87
Chapter 87 - Negosiasi Dengan Pedagang Budak
88
Chapter 88 - Ning Bergerak
89
Chapter 89 : Kota Linkuen bergerak
90
Chapter 90 - Pertarungan
91
Chapter 91 - Sebelum Perjalanan
92
Chapter 92 - Tiba di Desa Shulai
93
Chapter 93 - Barang Menarik
94
Chapter 94 - Jebakan Berkedok Sayembara
95
Chapter 95 - Pion Dalam Pion
96
Chapter 96 - Meninggalkan Desa Shulai
97
Chapter 97 - Bencana Baru
98
Chapter 98 - Menyerang Kediaman Tuan Kota
99
Chapter 99 - Pembantaian Penjaga
100
Chapter 100 - Xiao Fan vs Jendral
101
Chapter 101 - Harta Karun Linkuen
102
Chapter 102 - Shan Yuan
103
Chapter 103 - Crocoar
104
Chapter 104 - Melawan Kelompok Berjubah Hitam
105
Chapter 105 - Pertarungan Berakhir
106
Chapter 106 - Memulihkan Diri
107
Chapter 107 - Desa Numa
108
Chapter 108 - Pelatihan Xian Nan
109
Chapter 109 - Pembantaian
110
Chapter 110 - Xiao Fan Vs Kapten Prajurit
111
Chapter 111 - Tiba Di Ibukota Saint
112
Chapter 112 - Diskusi Yu Lin
113
Chapter 113 - Dewi Krisan Kuno
114
Chapter 114 - Rumah Lelang Saint
115
Chapter 115 - Yu Lin Luluh
116
Chapter 116 - Menghancurkan Hantu Gelap.
117
Chapter 117 - Penyusup
118
Chapter 118 - Perencanaan
119
Chapter 119 - Menyerang Kediaman Hong
120
Chapter 120 - Menyerang Kediaman Hong 2
121
Chapter 121 - Menyerang Kediaman Hong 3
122
Chapter 122 - Kemarahan Ning Zhingren
123
Chapter 123 - Sebelum Badai
124
Chapter 124 - Mulai Bergerak
125
Chapter 125 - Pertarungan Xian 1
126
Chapter 126 - Pertarungan Xian 2
127
Chapter 127 - Pertarungan Xian 3 Akhir
128
Chapter 128 - Pertarungan Ko 1
129
Chapter 129 - Pertarungan Ko 2
130
Chapter 130 - Pertarungan Ko 3
131
Chapter 131 - Pertarungan Ko 4
132
Chapter 132 - Pertarungan Ko 5
133
Chapter 133 - Situasi Kerajaan Ning Menjadi Serius
134
Chapter 134 - Akhir Kediaman Ko
135
Chapter 135 - Pertempuran Akhir Dimulai
136
Chapter 136 - Pertempuran Xiao Jun 1
137
Chapter 137 - Pertarungan Xiao Jun 2 Akhir
138
Chapter 138 - Pertarungan Xiao Jian 1
139
Chapter 139 - Pertarungan Xiao Jian 2 Akhir
140
Chapter 140 - Sebuah Pemikiran
141
Chapter 141 - Terungkap
142
Chapter 142 - Melawan Fu Yan dan Wu Long
143
Chapter 143 - Mulai Konfrontasi
144
Chapter 144 - Xiao Fan Vs Empat Jubah Hitam
145
Chapter 145 - Kemenangan
146
Chapter 146 - Raja Baru
147
Chapter 147 - Permintaan Yun Lanran
148
Chapter 148 - Yun Ling'er
149
Chapter 149 - Hutan Kegelapan
150
Chapter 150 - Ular hitam Vs Ular hijau
151
Chapter 151 - Menciptakan Dunia Kecil
152
Chapter 152 - Kutukan Malam Lemah?
153
Chapter 153 - Menghilangkan Kutukan Malam
154
Chapter 154 - Lan Shi An
155
Chapter 155 - Bahan Eksperimen Baru
156
Chapter 156 - Rencana Dimulai
157
Chapter 157 - Tiba Di Perbatasan
158
Chapter 158 - Bertemu kembali
159
Chapter 159 - Harta Kembali
160
Chapter 160 - Cinta Seorang Ayah
161
Chapter 161 - Ni Shan Jian Tunduk
162
Chapter 162 - Masalah Baru
163
Chapter 163 - Pertarungan Ni Shan Jian
164
Chapter 164 - Informasi Organisasi Bulan Merah
165
Chapter 165 - Keadaan Kerajaan Dong
166
Chapter 166 - Keanehan Desa Wu
167
Chapter 167 - Enkripsi Buatan Xiao Fan
168
Chapter 168 - Pertempuran Desa Wu 1
169
Chapter 169 - Pertempuran Desa Wu 2 Akhir
170
Chapter 170 - Bawah Tanah Desa Wu
171
Chapter 171 - Harta Desa Wu
172
Chapter 172 - Alam Langit
173
Chapter 173 - Ujian Lantai Pertama
174
Chapter 174 - Alam Misterius
175
Chapter 175 - Melewati Sungai Si
176
Chapter 176 - Pertempuran Pelabuhan 1
177
Chapter 177 - Pertarungan Pelabuhan 2 Akhir
178
Chapter 178 - Mulai Perang
179
Chapter 179 - Perang Kerajaan Dong 1
180
Chapter 180 - Perang Kerajaan Dong 2
181
Chapter 181 - Perang Kerajaan Dong 3
182
Chapter 182 - Perang Kerajaan Dong 4
183
Chapter 183 - Perang Kerajaan Dong 4 Akhir - S2 End
184
Chapter 184 - Perjalanan Menuju Benua Shansu
185
Chapter 185 - Luner
186
Chapter 186 - Melawan Iblis
187
Chapter 187 - Akhir Pulau Luner
188
Chapter 188 - Perjalanan Menuju Daratan Longling
189
Chapter 189 - Tiba Di Daratan Longling
190
Chapter 190 - Bandit Serigala Darah
191
Chapter 191 - Pertarungan dengan Bandit
192
Chapter 192 - Pertemuan
193
Chapter 193 - Lan Ling dan An Er
194
Chapter 194 - Perjalanan
195
Chapter 195 - Penyergapan
196
Chapter 196 - Penyergapan Akhir
197
Chapter 197 - Penyerang Alam Langit
198
Chapter 198 - Undead
199
Chapter 199 - Xiao Fan Vs Ketua Undead
200
Chapter 200 - Xiao Fan Vs Ketua Undead 2 Akhir
201
Chapter 201 - Iblis Bertindak?
202
Chapter 202 - Iblis
203
Chapter 203 - Tiba di Kediaman Yun
204
Chapter 204 - Menyembuhkan Kepala Keluarga Yun
205
Chapter 205 - Reuni
206
Chapter 206 - Keinginan Yang Terlupakan
207
Chapter 207 - Identitas Xiao Fan Terbongkar
208
Chapter 208 - Tanggapan Seluruh KerajaanTian
209
Chapter 209 - Membuka Gulungan Kedua
210
Chapter 210 - Penyerangan Kediaman Yun 1
211
Chapter 211 - Penyerangan Kediaman Yun 2 Akhir
212
Chapter 212 - Simpul Hati Shen Yu Ling
213
Chapter 213 - Hati Kedua Belas Pengikut
214
Chapter 214 - Lan Yansho
215
Chapter 215 - Permintaan Kerajaan Tian
216
Chapter 216 - Masalah Besar
217
Chapter 217 - Pohon Di Taman
218
Chapter 218 - Qi Raja
219
Chapter 219 - Tes Yun Shie
220
Chapter 220 - Akhir Tes
221
Chapter 221 - Masalah Desa Kembang Api?
222
Chapter 222 - Kerajaan Qian
223
Chapter 223 - Tragedi Kerajaan Qian
224
Chapter 224 - Keputusan Akhir
225
Chapter 225 - Cawan Emas
226
Chapter 226 - Bandit Serigala
227
Chapter 227 - Yun Lan Ran Vs Bos Bandit
228
Chapter 228 - Perpisahan
229
Chapter 229 - Masalah Kediaman Lan
230
Chapter 230 - Pemberontakan Kediaman Lan
231
Chapter 231 - Pembalikan
232
Chapter 232 - Kong Mu Terpojok
233
Chapter 233 - Berakhirnya Kong Mu
234
Chapter 234 - Peringatan Perang
235
Chapter 235 - Memperluas Kolam Qi
236
Chapter 236 - Dua Pembunuh Bayaran
237
Chapter 237 - Keputusasaan Lin Hua
238
Chapter 238 - Penyelamatan Xiao Fan
239
Chapter 239 - Lan Yansho Terkejut
240
Chapter 240 - Buah Lin Hua
241
Chapter 241 - Musuh Sudah Dekat
242
Chapter 242 - Rencana Yang Dipercepat
243
Chapter 243 - Makam Kuno
244
Chapter 244 - Kerajaan Tian Bergerak
245
Chapter 245 - Phoenix Es Lin Hua
246
Chapter 246 - Naga Laut Yun Shie
247
Chapter 247 - Menuju Lantai 2
248
Chapter 248 - Goliath
249
Chapter 249 - Lin Hua Terjebak
250
Chapter 250 - Ribuan Panah Es
251
Chapter 251 - Cacing Malam
252
Chapter 252 - Firasat Zhou Dan
253
Chapter 253 - Naik Alam Elementasi
254
Chapter 254 - Lingkaran Penuh
255
Chapter 255 - Monster Lahar
256
Chapter 256 - Ujian?
257
Chapter 257 - Terdesak
258
Chapter 258 - Qi Ilahi
259
Chapter 259 - Puncak Pertempuran
260
Chapter 260 - Warisan Kaisar Api
261
Chapter 261 - Long Yuyin
262
Chapter 262 - Perang Dimulai
263
Chapter 263 - Perang 1
264
Chapter 264 - Keadaan
265
Chapter 265 - Perang 2
266
Chapter 266 - Perang 3
267
Chapter 267 - Perang 4
268
Chapter 268 - Perang 5
269
Chapter 269 - Perang 6
270
Chapter 270 - Perang 7 - End
271
News, Novel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!