Chapter 12

[Chapter 12.]

[Melawan Bandit Serigala.]

[Silahkan Dibaca.]

Hutan Wujing sebelah Timur, terlihat Xiao Fan berdiri di depan seorang Putri, Xiao Fan menatap ke arah Bandit Serigala yang sudah bergabung dengan Roh Elemen.

“Maju, serang anak kecil itu.” Pemimpin bandit tersebut berteriak dengan keras kepada para pasukan miliknya. Ke-9 pasukan miliknya mengangguk dan melesat menuju ke arah Xiao Fan dengan cepat.

Sesuai julukan mereka, Bandit Serigala. Bandit yang memiliki kelincahan mirip seperti Serigala, kecepatan mereka melebihi dari hal normal, bahkan Serigala dianggap ke-3 tercepat dari seluruh Hutan Wujing.

Namun, dalam hal kekuatan itu sudah lain. Serigala menempati peringkat di antara 10 Binatang terkuat di Hutan Wujing. Entah di hutan lain apakah Serigala lebih kuat atau lebih lemah, Author sendiri masih memikirkannya.

***

Para Bandit melesat ke arah Xiao Fan, salah satu dari mereka seketika berhenti tiba-tiba, membuat ke-8 Bandit lainnya bingung. Namun, mereka juga seketika terhenti di udara tanpa tahu apa yang terjadi.

Ke-9 Bandit itu merasa tubuhnya susah untuk digerakkan, entah kenapa gerakan mereka mati dan berjuangpun percuma. Namun, karena para bandit adalah kelompok orang yang keras kepala membuat mereka terus bergerak tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Xiao Fan melihat hal itu, dia menyeringai lebar di balik topeng miliknya. Dengan gerakan jari, benang-benang yang sudah mengunci tubuh para bandit mulai bergerak dan mengerat.

Para bandit terkejut ketika mereka merasa sesak di seluruh tubuhnya, kemudian mereka melirik ke arah tangan yang terlihat mendalam. Para bandit terkejut ketika melihat seluruh tubuh mereka, baik itu kaki, tangan, jari, badan, terlilit berbagai benang tipis.

Putri yang melihat hal itu juga terkejut, dia benar-benar tidak menyangka Roh Elemen sampah benar-benar bisa membuat langkah Roh Elemen Serigala berhenti dan tidak bisa bergerak sama sekali.

Putri tersebut kagum dengan kejadian tersebut. Dia merasa aman dan terlindungi oleh anak kecil tersebut. Namun, putri itu merasakan bahwa tubuhnya benar-benar lelah, luka di lengan dan kakinya memburuk, mengharuskan putri tersebut tak sadarkan diri.

Ketika putri itu akan jatuh, sebuah benang membentuk sebuah bantal untuk putri tersebut. Xiao Fan sudah menyadari putri tersebut akan pingsan, bagaimanapun juga luka yang dialami putri itu begitu parah.

Xiao Fan juga melilitkan benang ke arah luka putri tersebut. Benang melilit dan mulai menutupi seluruh luka. Xiao Fan memutuskan benang agar perban yang dia buat menempel di tangan putri tersebut.

Xiao Fan selesai melakukan pertolongan, menatap ke arah ke-9 orang yang perlahan-lahan wajahnya mulai berubah menjadi biru. Dia tersenyum dan menggerakkan jarinya membuat benang-benang yang mengikat para bandit lebih kencang.

Terlihat darah segar keluar dari lilitan benang tersebut. Darah terus keluar sangat banyak, membuat seluruh tubuh para bandit diselimuti darah. Xiao Fan terus menggerakkan jarinya sampai akhirnya, ke-9 bandit meledak.

Tangan, kaki, jari, bahkan tubuh dan kepala berceceran dimana-mana. Di saat mereka mati, Xiao Fan yang sudah melapisi matanya dengan Qi dapat melihat bola-bola cahaya yang bersinar terang. Bola itu ada 9 dan di dalam bola itu terdapat sebuah Serigala.

Xiao Fan melihat hal itu membelalakkan matanya. ‘Itu, apakah itu Roh Elemen? Namun kenapa bisa terlihat olehku?’

Xiao Fan terkejut dan dia akhirnya menyadari bahwa matanya diselimuti oleh Qi yang membuatnya dapat melihat bola-bola cahaya tersebut. Lalu, Xiao Fan dapat melihat bola itu akan terbang. Xiao Fan dengan cepat menyalurkan benang miliknya dan menangkap satu bola tersebut.

Pemimpin bandit melihat anak buahnya mati dengan mengenaskan, dirinya tidak terima. Pemimpin bandit melolong dengan keras dan menatap Xiao Fan dengan amarah. Dia mengambil botol yang berisi pil berwarna merah.

Xiao Fan yang selesai menangkap bola cahaya, dengan cepat memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan miliknya. Lalu, tatapannya berganti ke arah pemimpin bandit yang memegang pil berwarna merah.

“Pil amukan darah, tapi itu bukannya terlalu merah.” Xiao Fan terkejut melihat hal itu, dia tahu apa efek dari pil tersebut. Dengan cepat dirinya menjadi serius, karena musuh sudah menggunakan kartu as nya yaitu Pil amukan darah.

Pil amukan darah adalah pil yang dapat merangsang darah pada makhluk hidup. Pil itu membuat kinerja seluruh darah menjadi lebih cepat. Efeknya pemakai akan mengamuk dan membabi-buta. Namun, efek samping hal itu adalah penyerangan otak, jika bertahan pengguna akan gila, jika tidak maka Pemakai akan mati.

Xiao Fan menyiapkan benang-benang miliknya di depan. Kemudian, dia merasakan lonjakan Energi Roh di depannya. Energi Roh yang kacau dan mengerikan menjadi satu, membuat Xiao Fan menyusutkan matanya melihat apa yang akan terjadi kepada pemimpin bandit.

Pemimpin bandit mulai menjadi lebih besar, tingginya mencapai 3M. Bulu-bulu milik pemimpin bandit berubah warna menjadi merah, mata miliknya menghitam dan pupil matanya berwarna merah, rambut dari pemimpin bandit menjadi putih.

“Matilah kau, Bocah.”

Raungan pemimpin bandit benar-benar keras, burung-burung yang berada di sekitarnya terbang. Xiao Fan sendiri menatap dengan datar. Lalu, mengangkat tangannya ke atas dan siluet-siluet benang melesat ke arah pemimpin bandit tersebut.

“Sangkar Burung.”

Xiao Fan menggunakan teknik Roh Elemen pertamanya, dengan cepat benang-benang menancap di tanah dan mengelilingi pemimpin bandit.

Pemimpin bandit melihat hal itu, cakar miliknya berubah menjadi gelap. Kemudian dia menggunakan teknik Roh miliknya. “Cakar Neraka.”

Pemimpin bandit mengayunkan cakar miliknya ke arah benang yang mengelilinginya. Xiao Fan melihat itu mengangkat sudut mulutnya, jari-jari miliknya bergerak dengan cepat, membuat sangkar yang tenang mulai bergerak memutari pemimpin bandit.

Cakar melesat dan berhenti tepat mengenai sangkar. Namun, segera terpental ke belakang dan mengenai sangkar yang berada di belakangnya. Pemimpin bandit tidak memiliki ruang untuk melancarkan serangan. Dirinya dengan cepat mengayunkan tangannya ke tanah.

Sangkar seketika hilang, kelemahan dari serangan itu adalah pijakan yang ditanjam oleh benang menghilang. Pemimpin bandit tidak menyangka bahwa dirinya menghilangkan sangkar burung tersebut. Dia menjadi bangga dan tertawa dengan liar.

“Hahaha, keberuntungan sungguh menyertaiku.”

Pemimpin bandit menjadi sombong, dia tidak menyadari bahwa dirinya masih dalam pertempuran. Xiao Fan menggunakan benang-benang miliknya. Dia membuat sangkar kembali namun kali ini sangkar menjadi lebih besar dan benang yang menancap lebih banyak.

“Seribu tebasan angin.”

Pemimpin bandit menyadari hal itu, dia mengutuk dirinya sendiri karena lengah dalam pertempuran. Pemimpin bandit melihat dirinya dalam sangkar namun kali ini lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.

Sangkar yang tenang dengan cepat melepaskan Qi yang membentuk tebasan tebasan angin. Pemimpin bandit melihat hal itu terkejut dan berfikir, ‘Sangkarnya bisa menyerang, sebenarnya ini sankar apaan?’

Pemimpin bandit menghindari tebasan-tebasan tersebut. Xiao Fan yang melihat itu tersenyum lebar, jarinya bergerak kembali sambil berkata, “Mari naikkan kecepatan tebasan.”

Pemimpin bandit yang semula dapat menghindari seluruh tebasan, mulai merasakan kesulitan. Dirinya melihat bahwa tebasan angin menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Dia dengan marah melolong dan menggunakan teknik Roh keduanya.

“Gelombang Serigala.”

Terlihat pemimpin bandit melolong dan lingkaran-lingkaran berwarna hitam keluar dan melesat ke arah tebasan angin tersebut. Kedua serangan saling bertemu mengakibatkan ledakan besar terjadi di dalam sangkar.

Xiao Fan dengan cepat mengatur benangnya kembali dan membuat dirinya dan putri terlindungi dari hembusan angin yang begitu kuat. Kemudian, ketika hembusan surut. Xiao Fan menghilangkan pelindung benang miliknya.

Xiao Fan melihat ke depan dimana sebuah kawah besar tercipta dan sosok besar terbaring dengan penuh luka disana. Sosok itu adalah pemimpin bandit yang telah terkena ledakan besar tersebut.

Xiao Fan sudah mengira akan efek dari pil. Dia menghitung bahwa pil akan menunjukkan efek sebentar lagi. Semua pertarungan ini sudah berada di telapak tangan Xiao Fan sejak awal.

Berjalan ke samping kawah, Xiao Fan menatap ke arah pemimpin bandit yang terkapar entah hidup atau mati. Seluruh tubuh pemimpin bandit perlahan-lahan menyusut dan menjadi normal kembali. Namun, terlihat seluruh tubuhnya menjadi kering tanpa ada darah sama sekali.

Xiao Fan menatap hal itu dan mengangguk. “Pil kuat pasti akan memiliki efek samping yang mengerikan.”

Xiao Fan paham akan hal itu bagaimanapun juga, dirinya sudah pernah mengikuti berbagai profesi dan gelar di berbagai Dunia sebelumnya.

Mata Qi Xiao Fan menangkap sebuah bola cahaya kembali namun bola cahaya itu berwarna biru. Xiao Fan mengayunkan tangannya dan berbagai benang mengikat bola tersebut. Entah kenapa dirinya menjadi penasaran apa yang ada dibalik bola cahaya tersebut.

Xiao Fan selesai bertarung. Dia menatap ke arah sosok perempuan yang terbaring di belakangnya. Xiao Fan melihat seluruh tubuh perempuan itu dan memperkirakan bahwa usia perempuan itu sekitar 19 tahun.

Xiao Fan melambaikan tangannya, berbagai benang mulai membungkus perempuan yang dianggap Putri tersebut. Lalu, Xiao Fan melesat ke arah gerbang kota untuk menyerahkan putri tersebut agar segera dirawat.

***

Ibukota Lihua, Ibukota yang begitu luas dan lebar. Ibukota ini memiliki dinding yang begitu tinggi dan besar. Rumah-rumah di dalam Ibukota terlihat tersusun sangat rapi, pasar, toko, penginapan, dll menjadi terpisah di setiap jalur yang ada.

Pusat Ibukota berdiri sebuah Kediaman yang sangat besar, kediaman ini tinggi dengan gaya China kuno. Kediaman ini adalah tempat tinggal Raja dan para keluarganya berada.

“Apakah Ning Que sudah ditemukan?” seorang pria dengan pakaian khas bangsawan, dengan sebuah topi berwarna emas yang menandakan pria itu adalah Raja dari Kerajaan Ning.

“Kami be-“ sebelum orang yang di depannya menjawab penuh, seseorang menerobos masuk ke dalam ruang tersebut. Raja dan orang yang berada di depannya menatap ke arah orang yang menerobos.

“Lancang, berani sekali ka-“ Sebelum seorang pria gagah dengan pelindung kepala yang terdapat aksesoris rambut merah menyelesaikan ucapannya, Raja mengangkat tangannya.

“Apa yang membuatmu terburu-buru, Prajurit? Jika itu penting aku bisa memaafkanmu, jika itu tidak dirimu akan menjalani hukumannya yang sudah ditetapkan.”

Orang yang menerobos masuk itu segera menunduk dan menyatukan ke kedua tangannya. Dia berkata dengan lantang dan tegas. “Lapor Yang Mulia, Putri Ning Que berhasil ditemukan.”

[To be Continued.]

Note : Cara bertarungnya sekarang begitu. Bagaimana pendapat kalian, silahkan tulis di kolom komentar.

Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

Thank you Minna-san.

Terpopuler

Comments

Note 2

Note 2

mau ke pantai kah kok pakai topi rajanya

2024-12-12

1

I Dw Ny Manasamadhi

I Dw Ny Manasamadhi

Sangat tidak Bagus anjing,,,

2024-09-10

1

Harman LokeST

Harman LokeST

Xiao Fan menolong seorang putri

2023-07-30

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 - Reinkarnasi
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61 : Xiao Fan datang
62 Chapter 62 : Serigala berbulu domba.
63 Chapter 63 : Hutan Siken
64 Chapter 64 : Pertarungan Di Jembatan
65 Chapter 65 : Melawan Ular Besar
66 Chapter 66 : Telur
67 Chapter 67 : Cerita Zhu Lin
68 Chapter 68 : Xiao Fan Vs Raja Kera
69 Chapter 69 : Akhir Perjalanan
70 Chapter 70 : Kota Jingsen
71 Chapter 71 : Empat Budak Setia
72 Chapter 72 : Tiba Di Akademi
73 Chapter 73 : Keputusan Yu Hun Sha
74 Chapter 74 : Murid Spesial
75 Chapter 75 : Pertemuan
76 Chapter 76 : Ni Shan Jian
77 Chapter 77 : Penculikan
78 Chapter 78 : Kematian Xiao Fan
79 Chapter 79 : Bangkit - S1 End
80 Chapter 80 : Enam Tahun
81 Chapter 81 - Xian Nan
82 Chapter 82 - Kekuatan Perempuan Sadis
83 Chapter 83 - Desa Seren Tunduk
84 Chapter 84 - Penjara Tersembunyi
85 Chapter 85 - Datangnya Bandit Kalajengking
86 Chapter 86 - Mengalahkan Bandit Kalajengking
87 Chapter 87 - Negosiasi Dengan Pedagang Budak
88 Chapter 88 - Ning Bergerak
89 Chapter 89 : Kota Linkuen bergerak
90 Chapter 90 - Pertarungan
91 Chapter 91 - Sebelum Perjalanan
92 Chapter 92 - Tiba di Desa Shulai
93 Chapter 93 - Barang Menarik
94 Chapter 94 - Jebakan Berkedok Sayembara
95 Chapter 95 - Pion Dalam Pion
96 Chapter 96 - Meninggalkan Desa Shulai
97 Chapter 97 - Bencana Baru
98 Chapter 98 - Menyerang Kediaman Tuan Kota
99 Chapter 99 - Pembantaian Penjaga
100 Chapter 100 - Xiao Fan vs Jendral
101 Chapter 101 - Harta Karun Linkuen
102 Chapter 102 - Shan Yuan
103 Chapter 103 - Crocoar
104 Chapter 104 - Melawan Kelompok Berjubah Hitam
105 Chapter 105 - Pertarungan Berakhir
106 Chapter 106 - Memulihkan Diri
107 Chapter 107 - Desa Numa
108 Chapter 108 - Pelatihan Xian Nan
109 Chapter 109 - Pembantaian
110 Chapter 110 - Xiao Fan Vs Kapten Prajurit
111 Chapter 111 - Tiba Di Ibukota Saint
112 Chapter 112 - Diskusi Yu Lin
113 Chapter 113 - Dewi Krisan Kuno
114 Chapter 114 - Rumah Lelang Saint
115 Chapter 115 - Yu Lin Luluh
116 Chapter 116 - Menghancurkan Hantu Gelap.
117 Chapter 117 - Penyusup
118 Chapter 118 - Perencanaan
119 Chapter 119 - Menyerang Kediaman Hong
120 Chapter 120 - Menyerang Kediaman Hong 2
121 Chapter 121 - Menyerang Kediaman Hong 3
122 Chapter 122 - Kemarahan Ning Zhingren
123 Chapter 123 - Sebelum Badai
124 Chapter 124 - Mulai Bergerak
125 Chapter 125 - Pertarungan Xian 1
126 Chapter 126 - Pertarungan Xian 2
127 Chapter 127 - Pertarungan Xian 3 Akhir
128 Chapter 128 - Pertarungan Ko 1
129 Chapter 129 - Pertarungan Ko 2
130 Chapter 130 - Pertarungan Ko 3
131 Chapter 131 - Pertarungan Ko 4
132 Chapter 132 - Pertarungan Ko 5
133 Chapter 133 - Situasi Kerajaan Ning Menjadi Serius
134 Chapter 134 - Akhir Kediaman Ko
135 Chapter 135 - Pertempuran Akhir Dimulai
136 Chapter 136 - Pertempuran Xiao Jun 1
137 Chapter 137 - Pertarungan Xiao Jun 2 Akhir
138 Chapter 138 - Pertarungan Xiao Jian 1
139 Chapter 139 - Pertarungan Xiao Jian 2 Akhir
140 Chapter 140 - Sebuah Pemikiran
141 Chapter 141 - Terungkap
142 Chapter 142 - Melawan Fu Yan dan Wu Long
143 Chapter 143 - Mulai Konfrontasi
144 Chapter 144 - Xiao Fan Vs Empat Jubah Hitam
145 Chapter 145 - Kemenangan
146 Chapter 146 - Raja Baru
147 Chapter 147 - Permintaan Yun Lanran
148 Chapter 148 - Yun Ling'er
149 Chapter 149 - Hutan Kegelapan
150 Chapter 150 - Ular hitam Vs Ular hijau
151 Chapter 151 - Menciptakan Dunia Kecil
152 Chapter 152 - Kutukan Malam Lemah?
153 Chapter 153 - Menghilangkan Kutukan Malam
154 Chapter 154 - Lan Shi An
155 Chapter 155 - Bahan Eksperimen Baru
156 Chapter 156 - Rencana Dimulai
157 Chapter 157 - Tiba Di Perbatasan
158 Chapter 158 - Bertemu kembali
159 Chapter 159 - Harta Kembali
160 Chapter 160 - Cinta Seorang Ayah
161 Chapter 161 - Ni Shan Jian Tunduk
162 Chapter 162 - Masalah Baru
163 Chapter 163 - Pertarungan Ni Shan Jian
164 Chapter 164 - Informasi Organisasi Bulan Merah
165 Chapter 165 - Keadaan Kerajaan Dong
166 Chapter 166 - Keanehan Desa Wu
167 Chapter 167 - Enkripsi Buatan Xiao Fan
168 Chapter 168 - Pertempuran Desa Wu 1
169 Chapter 169 - Pertempuran Desa Wu 2 Akhir
170 Chapter 170 - Bawah Tanah Desa Wu
171 Chapter 171 - Harta Desa Wu
172 Chapter 172 - Alam Langit
173 Chapter 173 - Ujian Lantai Pertama
174 Chapter 174 - Alam Misterius
175 Chapter 175 - Melewati Sungai Si
176 Chapter 176 - Pertempuran Pelabuhan 1
177 Chapter 177 - Pertarungan Pelabuhan 2 Akhir
178 Chapter 178 - Mulai Perang
179 Chapter 179 - Perang Kerajaan Dong 1
180 Chapter 180 - Perang Kerajaan Dong 2
181 Chapter 181 - Perang Kerajaan Dong 3
182 Chapter 182 - Perang Kerajaan Dong 4
183 Chapter 183 - Perang Kerajaan Dong 4 Akhir - S2 End
184 Chapter 184 - Perjalanan Menuju Benua Shansu
185 Chapter 185 - Luner
186 Chapter 186 - Melawan Iblis
187 Chapter 187 - Akhir Pulau Luner
188 Chapter 188 - Perjalanan Menuju Daratan Longling
189 Chapter 189 - Tiba Di Daratan Longling
190 Chapter 190 - Bandit Serigala Darah
191 Chapter 191 - Pertarungan dengan Bandit
192 Chapter 192 - Pertemuan
193 Chapter 193 - Lan Ling dan An Er
194 Chapter 194 - Perjalanan
195 Chapter 195 - Penyergapan
196 Chapter 196 - Penyergapan Akhir
197 Chapter 197 - Penyerang Alam Langit
198 Chapter 198 - Undead
199 Chapter 199 - Xiao Fan Vs Ketua Undead
200 Chapter 200 - Xiao Fan Vs Ketua Undead 2 Akhir
201 Chapter 201 - Iblis Bertindak?
202 Chapter 202 - Iblis
203 Chapter 203 - Tiba di Kediaman Yun
204 Chapter 204 - Menyembuhkan Kepala Keluarga Yun
205 Chapter 205 - Reuni
206 Chapter 206 - Keinginan Yang Terlupakan
207 Chapter 207 - Identitas Xiao Fan Terbongkar
208 Chapter 208 - Tanggapan Seluruh KerajaanTian
209 Chapter 209 - Membuka Gulungan Kedua
210 Chapter 210 - Penyerangan Kediaman Yun 1
211 Chapter 211 - Penyerangan Kediaman Yun 2 Akhir
212 Chapter 212 - Simpul Hati Shen Yu Ling
213 Chapter 213 - Hati Kedua Belas Pengikut
214 Chapter 214 - Lan Yansho
215 Chapter 215 - Permintaan Kerajaan Tian
216 Chapter 216 - Masalah Besar
217 Chapter 217 - Pohon Di Taman
218 Chapter 218 - Qi Raja
219 Chapter 219 - Tes Yun Shie
220 Chapter 220 - Akhir Tes
221 Chapter 221 - Masalah Desa Kembang Api?
222 Chapter 222 - Kerajaan Qian
223 Chapter 223 - Tragedi Kerajaan Qian
224 Chapter 224 - Keputusan Akhir
225 Chapter 225 - Cawan Emas
226 Chapter 226 - Bandit Serigala
227 Chapter 227 - Yun Lan Ran Vs Bos Bandit
228 Chapter 228 - Perpisahan
229 Chapter 229 - Masalah Kediaman Lan
230 Chapter 230 - Pemberontakan Kediaman Lan
231 Chapter 231 - Pembalikan
232 Chapter 232 - Kong Mu Terpojok
233 Chapter 233 - Berakhirnya Kong Mu
234 Chapter 234 - Peringatan Perang
235 Chapter 235 - Memperluas Kolam Qi
236 Chapter 236 - Dua Pembunuh Bayaran
237 Chapter 237 - Keputusasaan Lin Hua
238 Chapter 238 - Penyelamatan Xiao Fan
239 Chapter 239 - Lan Yansho Terkejut
240 Chapter 240 - Buah Lin Hua
241 Chapter 241 - Musuh Sudah Dekat
242 Chapter 242 - Rencana Yang Dipercepat
243 Chapter 243 - Makam Kuno
244 Chapter 244 - Kerajaan Tian Bergerak
245 Chapter 245 - Phoenix Es Lin Hua
246 Chapter 246 - Naga Laut Yun Shie
247 Chapter 247 - Menuju Lantai 2
248 Chapter 248 - Goliath
249 Chapter 249 - Lin Hua Terjebak
250 Chapter 250 - Ribuan Panah Es
251 Chapter 251 - Cacing Malam
252 Chapter 252 - Firasat Zhou Dan
253 Chapter 253 - Naik Alam Elementasi
254 Chapter 254 - Lingkaran Penuh
255 Chapter 255 - Monster Lahar
256 Chapter 256 - Ujian?
257 Chapter 257 - Terdesak
258 Chapter 258 - Qi Ilahi
259 Chapter 259 - Puncak Pertempuran
260 Chapter 260 - Warisan Kaisar Api
261 Chapter 261 - Long Yuyin
262 Chapter 262 - Perang Dimulai
263 Chapter 263 - Perang 1
264 Chapter 264 - Keadaan
265 Chapter 265 - Perang 2
266 Chapter 266 - Perang 3
267 Chapter 267 - Perang 4
268 Chapter 268 - Perang 5
269 Chapter 269 - Perang 6
270 Chapter 270 - Perang 7 - End
271 News, Novel.
Episodes

Updated 271 Episodes

1
Chapter 01 - Reinkarnasi
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61 : Xiao Fan datang
62
Chapter 62 : Serigala berbulu domba.
63
Chapter 63 : Hutan Siken
64
Chapter 64 : Pertarungan Di Jembatan
65
Chapter 65 : Melawan Ular Besar
66
Chapter 66 : Telur
67
Chapter 67 : Cerita Zhu Lin
68
Chapter 68 : Xiao Fan Vs Raja Kera
69
Chapter 69 : Akhir Perjalanan
70
Chapter 70 : Kota Jingsen
71
Chapter 71 : Empat Budak Setia
72
Chapter 72 : Tiba Di Akademi
73
Chapter 73 : Keputusan Yu Hun Sha
74
Chapter 74 : Murid Spesial
75
Chapter 75 : Pertemuan
76
Chapter 76 : Ni Shan Jian
77
Chapter 77 : Penculikan
78
Chapter 78 : Kematian Xiao Fan
79
Chapter 79 : Bangkit - S1 End
80
Chapter 80 : Enam Tahun
81
Chapter 81 - Xian Nan
82
Chapter 82 - Kekuatan Perempuan Sadis
83
Chapter 83 - Desa Seren Tunduk
84
Chapter 84 - Penjara Tersembunyi
85
Chapter 85 - Datangnya Bandit Kalajengking
86
Chapter 86 - Mengalahkan Bandit Kalajengking
87
Chapter 87 - Negosiasi Dengan Pedagang Budak
88
Chapter 88 - Ning Bergerak
89
Chapter 89 : Kota Linkuen bergerak
90
Chapter 90 - Pertarungan
91
Chapter 91 - Sebelum Perjalanan
92
Chapter 92 - Tiba di Desa Shulai
93
Chapter 93 - Barang Menarik
94
Chapter 94 - Jebakan Berkedok Sayembara
95
Chapter 95 - Pion Dalam Pion
96
Chapter 96 - Meninggalkan Desa Shulai
97
Chapter 97 - Bencana Baru
98
Chapter 98 - Menyerang Kediaman Tuan Kota
99
Chapter 99 - Pembantaian Penjaga
100
Chapter 100 - Xiao Fan vs Jendral
101
Chapter 101 - Harta Karun Linkuen
102
Chapter 102 - Shan Yuan
103
Chapter 103 - Crocoar
104
Chapter 104 - Melawan Kelompok Berjubah Hitam
105
Chapter 105 - Pertarungan Berakhir
106
Chapter 106 - Memulihkan Diri
107
Chapter 107 - Desa Numa
108
Chapter 108 - Pelatihan Xian Nan
109
Chapter 109 - Pembantaian
110
Chapter 110 - Xiao Fan Vs Kapten Prajurit
111
Chapter 111 - Tiba Di Ibukota Saint
112
Chapter 112 - Diskusi Yu Lin
113
Chapter 113 - Dewi Krisan Kuno
114
Chapter 114 - Rumah Lelang Saint
115
Chapter 115 - Yu Lin Luluh
116
Chapter 116 - Menghancurkan Hantu Gelap.
117
Chapter 117 - Penyusup
118
Chapter 118 - Perencanaan
119
Chapter 119 - Menyerang Kediaman Hong
120
Chapter 120 - Menyerang Kediaman Hong 2
121
Chapter 121 - Menyerang Kediaman Hong 3
122
Chapter 122 - Kemarahan Ning Zhingren
123
Chapter 123 - Sebelum Badai
124
Chapter 124 - Mulai Bergerak
125
Chapter 125 - Pertarungan Xian 1
126
Chapter 126 - Pertarungan Xian 2
127
Chapter 127 - Pertarungan Xian 3 Akhir
128
Chapter 128 - Pertarungan Ko 1
129
Chapter 129 - Pertarungan Ko 2
130
Chapter 130 - Pertarungan Ko 3
131
Chapter 131 - Pertarungan Ko 4
132
Chapter 132 - Pertarungan Ko 5
133
Chapter 133 - Situasi Kerajaan Ning Menjadi Serius
134
Chapter 134 - Akhir Kediaman Ko
135
Chapter 135 - Pertempuran Akhir Dimulai
136
Chapter 136 - Pertempuran Xiao Jun 1
137
Chapter 137 - Pertarungan Xiao Jun 2 Akhir
138
Chapter 138 - Pertarungan Xiao Jian 1
139
Chapter 139 - Pertarungan Xiao Jian 2 Akhir
140
Chapter 140 - Sebuah Pemikiran
141
Chapter 141 - Terungkap
142
Chapter 142 - Melawan Fu Yan dan Wu Long
143
Chapter 143 - Mulai Konfrontasi
144
Chapter 144 - Xiao Fan Vs Empat Jubah Hitam
145
Chapter 145 - Kemenangan
146
Chapter 146 - Raja Baru
147
Chapter 147 - Permintaan Yun Lanran
148
Chapter 148 - Yun Ling'er
149
Chapter 149 - Hutan Kegelapan
150
Chapter 150 - Ular hitam Vs Ular hijau
151
Chapter 151 - Menciptakan Dunia Kecil
152
Chapter 152 - Kutukan Malam Lemah?
153
Chapter 153 - Menghilangkan Kutukan Malam
154
Chapter 154 - Lan Shi An
155
Chapter 155 - Bahan Eksperimen Baru
156
Chapter 156 - Rencana Dimulai
157
Chapter 157 - Tiba Di Perbatasan
158
Chapter 158 - Bertemu kembali
159
Chapter 159 - Harta Kembali
160
Chapter 160 - Cinta Seorang Ayah
161
Chapter 161 - Ni Shan Jian Tunduk
162
Chapter 162 - Masalah Baru
163
Chapter 163 - Pertarungan Ni Shan Jian
164
Chapter 164 - Informasi Organisasi Bulan Merah
165
Chapter 165 - Keadaan Kerajaan Dong
166
Chapter 166 - Keanehan Desa Wu
167
Chapter 167 - Enkripsi Buatan Xiao Fan
168
Chapter 168 - Pertempuran Desa Wu 1
169
Chapter 169 - Pertempuran Desa Wu 2 Akhir
170
Chapter 170 - Bawah Tanah Desa Wu
171
Chapter 171 - Harta Desa Wu
172
Chapter 172 - Alam Langit
173
Chapter 173 - Ujian Lantai Pertama
174
Chapter 174 - Alam Misterius
175
Chapter 175 - Melewati Sungai Si
176
Chapter 176 - Pertempuran Pelabuhan 1
177
Chapter 177 - Pertarungan Pelabuhan 2 Akhir
178
Chapter 178 - Mulai Perang
179
Chapter 179 - Perang Kerajaan Dong 1
180
Chapter 180 - Perang Kerajaan Dong 2
181
Chapter 181 - Perang Kerajaan Dong 3
182
Chapter 182 - Perang Kerajaan Dong 4
183
Chapter 183 - Perang Kerajaan Dong 4 Akhir - S2 End
184
Chapter 184 - Perjalanan Menuju Benua Shansu
185
Chapter 185 - Luner
186
Chapter 186 - Melawan Iblis
187
Chapter 187 - Akhir Pulau Luner
188
Chapter 188 - Perjalanan Menuju Daratan Longling
189
Chapter 189 - Tiba Di Daratan Longling
190
Chapter 190 - Bandit Serigala Darah
191
Chapter 191 - Pertarungan dengan Bandit
192
Chapter 192 - Pertemuan
193
Chapter 193 - Lan Ling dan An Er
194
Chapter 194 - Perjalanan
195
Chapter 195 - Penyergapan
196
Chapter 196 - Penyergapan Akhir
197
Chapter 197 - Penyerang Alam Langit
198
Chapter 198 - Undead
199
Chapter 199 - Xiao Fan Vs Ketua Undead
200
Chapter 200 - Xiao Fan Vs Ketua Undead 2 Akhir
201
Chapter 201 - Iblis Bertindak?
202
Chapter 202 - Iblis
203
Chapter 203 - Tiba di Kediaman Yun
204
Chapter 204 - Menyembuhkan Kepala Keluarga Yun
205
Chapter 205 - Reuni
206
Chapter 206 - Keinginan Yang Terlupakan
207
Chapter 207 - Identitas Xiao Fan Terbongkar
208
Chapter 208 - Tanggapan Seluruh KerajaanTian
209
Chapter 209 - Membuka Gulungan Kedua
210
Chapter 210 - Penyerangan Kediaman Yun 1
211
Chapter 211 - Penyerangan Kediaman Yun 2 Akhir
212
Chapter 212 - Simpul Hati Shen Yu Ling
213
Chapter 213 - Hati Kedua Belas Pengikut
214
Chapter 214 - Lan Yansho
215
Chapter 215 - Permintaan Kerajaan Tian
216
Chapter 216 - Masalah Besar
217
Chapter 217 - Pohon Di Taman
218
Chapter 218 - Qi Raja
219
Chapter 219 - Tes Yun Shie
220
Chapter 220 - Akhir Tes
221
Chapter 221 - Masalah Desa Kembang Api?
222
Chapter 222 - Kerajaan Qian
223
Chapter 223 - Tragedi Kerajaan Qian
224
Chapter 224 - Keputusan Akhir
225
Chapter 225 - Cawan Emas
226
Chapter 226 - Bandit Serigala
227
Chapter 227 - Yun Lan Ran Vs Bos Bandit
228
Chapter 228 - Perpisahan
229
Chapter 229 - Masalah Kediaman Lan
230
Chapter 230 - Pemberontakan Kediaman Lan
231
Chapter 231 - Pembalikan
232
Chapter 232 - Kong Mu Terpojok
233
Chapter 233 - Berakhirnya Kong Mu
234
Chapter 234 - Peringatan Perang
235
Chapter 235 - Memperluas Kolam Qi
236
Chapter 236 - Dua Pembunuh Bayaran
237
Chapter 237 - Keputusasaan Lin Hua
238
Chapter 238 - Penyelamatan Xiao Fan
239
Chapter 239 - Lan Yansho Terkejut
240
Chapter 240 - Buah Lin Hua
241
Chapter 241 - Musuh Sudah Dekat
242
Chapter 242 - Rencana Yang Dipercepat
243
Chapter 243 - Makam Kuno
244
Chapter 244 - Kerajaan Tian Bergerak
245
Chapter 245 - Phoenix Es Lin Hua
246
Chapter 246 - Naga Laut Yun Shie
247
Chapter 247 - Menuju Lantai 2
248
Chapter 248 - Goliath
249
Chapter 249 - Lin Hua Terjebak
250
Chapter 250 - Ribuan Panah Es
251
Chapter 251 - Cacing Malam
252
Chapter 252 - Firasat Zhou Dan
253
Chapter 253 - Naik Alam Elementasi
254
Chapter 254 - Lingkaran Penuh
255
Chapter 255 - Monster Lahar
256
Chapter 256 - Ujian?
257
Chapter 257 - Terdesak
258
Chapter 258 - Qi Ilahi
259
Chapter 259 - Puncak Pertempuran
260
Chapter 260 - Warisan Kaisar Api
261
Chapter 261 - Long Yuyin
262
Chapter 262 - Perang Dimulai
263
Chapter 263 - Perang 1
264
Chapter 264 - Keadaan
265
Chapter 265 - Perang 2
266
Chapter 266 - Perang 3
267
Chapter 267 - Perang 4
268
Chapter 268 - Perang 5
269
Chapter 269 - Perang 6
270
Chapter 270 - Perang 7 - End
271
News, Novel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!