Chapter 13

[Chapter 13.]

[Roh Elemen berkembang.]

[Silahkan Dibaca.]

Hutan Wujing, pepohonan yang hijau membuat hutan tersebut menjadi asri. Sosok anak kecil melintas melewati berbagai pohon-pohon yang rindang tersebut. Topeng aneh yang dipakai anak kecil itu memghilang, terlihat sosok mungil yang tampan, yaitu Xiao Fan.

Xiao Fan melesat menuju ke arah Utara, dirinya bertujuan untuk kembali ke gua masuk menuju Hutan Wujing. Dia selesai memberikan putri pertama kepada penjaga namun dirinya hanya meletakkan putri di bawah pohon dan melempar sebuah batu kecil ke arah prajurit agar mengerti.

Xiao Fan melihat bahwa prajurit dengan cepat membawa tuan putri menuju ke kamp dan salah satu dari mereka menuju ke dalam kediaman Tuan kota dari Gaoshan. Xiao Fan terus memantau, dia tidak mungkin meninggalkan begitu saja.

Di saat Xiao Fan melihat ada rombongan prajurit dari Kerajaan Ning. Hal itu membuat Xiao Fan yakin bahwa putri sudah aman. Dia pun berbalik dan pergi kembali ke tempat dia masuk Hutan Wujing sebelumnya.

Xiao Fan tiba di depan pintu gua jalan masuknya tadi. Dia masuk ke dalam, secara otomatis batu besar yang menghalangi gua bergeser menutup kembali ketika Xiao Fan sudah masuk ke dalam lorong gua.

Xiao Fan terus berjalan, dia menyebarkan persepsi angin miliknya. Persepsi angin adalah menyebarkan Qi berwujud angin, kemudian selama musuh masuk ke jangkauan persepsi tersebut, mereka tidak akan bisa leluasa dalam menyerang Xiao Fan.

Xiao Fan sendiri memiliki empat kemampuan dari teknik kultivasi yang dia gunakan. Teknik Kultivasi Xiao Fan adalah Ketenangan Angin. Namanya aneh karena itu buatan Xiao Fan sendiri dari hasil mengoleksi teknik-teknik kultivasi rendah.

Xiao Fan menamai teknik kultivasi tersebut bukan sembarangan, karena angin yang tenang dapat membahayakan alam sekitar, itu adalah kiasan yang selalu dia gunakan ketika di dunia sebelumnya.

Teknik Kultivasi ketenangan Angin, memiliki 5 kemampuan. Penguatan Angin, Bilah Angin, Persepsi Angin, Transformasi Angin, dan terakhir Angin Alam.

Masing-masing dari kemampuan itu tidak kuat, akan tetapi bagi pemegang yang ahli teknik itu akan menjadi ancaman. Seperti sebuah kiasan klasik, apapun yang tidak berguna jika dipoles oleh orang yang tepat pasti akan menjadi berguna.

Roh Elemen Xiao Fan hanya memiliki satu kemampuan untuk sekarang, itu adalah sangkar burung. Dia mengambil referensi dari sebuah buku kultivasi rendah dimana sangkar burung hanya digunakan untuk area, akan tetapi sangkar burung hanya bisa digunakan oleh teknik Kultivasi yang berkaitan dengan besi dan kayu.

Xiao Fan menyadari keunikan Roh Elemen. Kemampuan awal bisa ditentukan sendiri, akan tetapi kemampuan selanjutnya tergantung keberuntungan penggunanya. Hal itu menambah kesan minat Xiao Fan menjadi lebih jauh terhadap Roh Elemen.

Tiba di ujung jalan, Xiao Fan keluar dan menatap ke arah kursi goyang yang kosong. Xiao Fan kemudian merasakan ada orang di rak buku baris ke tiga dari kiri. Dia tahu orang itu siapa, orang itu adalah orang yang dia cari, Kakek Sha.

Kakek Sha yang sedang membaca buku, merasakan Xiao Fan masuk ke dalam tokonya. Dia menutup buku yang wujudnya tebal berwarna hijau tersebut. Kakek Sha mengembalikan buku ke tempat rak yang memiliki tulisan ‘Kehidupan.’

Kakek Sha berjalan menuju ke arah meja miliknya, dia berbelok dari tempat rak yang dia tuju berada. Kakek Sha dapat melihat seorang anak kecil yang duduk di depan meja miliknya, anak kecil itu tersenyum ketika melihat dirinya.

“Tuan Muda, selamat datang kembali.”

***

Xiao Fan menatap ke arah Kakek Sha, dirinya yang mendapatkan sapaan seperti itu hanya melambaikan tangannya dan berkata, “Seharusnya aku yang memberikan sapaan terlebih dahulu, bagaimanapun yang muda harus menghormati yang tua.”

Kakek Sha mendengar itu, dia tertawa kecil dan perlahan menuju ke kursinya. Dia duduk dan menggoyangkan kursi tersebut. “Jadi bagaimana keadaan disana, Tuan Muda?”

Xiao Fan menatap Kakek Sha yang sudah kembali ke kursi goyangnya, dia tersenyum dan menjawab, “Informasi tepat, apakah ada konflik yang terjadi dengan Kerajaan Ning?”

“Untuk masalah itu, saya kurang tahu, Tuan Muda. Hanya saja, aku mendengar perang akan pecah dengan Kerajaan tetangga.” Kakek Sha mengayunkan tangannya, buku di salah satu rak keluar.

Buku itu terbang menuju ke arah dirinya, kemudian buku itu jatuh tepat di depan Kakek Sha dan Xiao Fan. Buku itu jatuh di meja, Kakek Sha lalu memandang Xiao Fan dan berkata, “Itu adalah buku yang anda minta kemarin, Tuan Muda.”

Xiao Fan menatap buku tersebut dan mengangguk. “Terimakasih, Kakek Sha. Kalau begitu aku akan pergi terlebih dahulu, masih ada yang harus kulakukan hari ini.”

Xiao Fan turun dari kursinya, dia mengambil buku di depannya dan membawanya pergi. “Hati-hati di jalan, Tuan Muda.”

Xiao Fan mengangguk dan pergi. Kakek Sha menatap Xiao Fan yang sudah keluar dari toko, sudut mulutnya naik membentuk senyuman, dia melambaikan tangannya kembali sebuah angin memasuki sela-sela buku dan menciptakan sebuah nada yang merdu. Kakek Sha bersandar dan memejamkan matanya.

“Hidup itu benar-benar misterius, melangkah adalah pilihan, berhenti adalah hambatan. Semoga anda menemukan Kehidupan anda sendiri, Tuan Muda.”

Kursi bergoyang diiringi nada-nada yang indah. Seorang Kakek tua tertidur lelap, entah dia masih hidup atau sudah mati.

***

Xiao Fan berjalan menyusuri pasar. Dia hanya melihat-lihat sebentar sebelum tiba di rumahnya. Ketika Xiao Fan tiba di rumah, pintu masih terkunci yang berarti Ibunya masih di luar. Xiao Fan dengan ringan melompat di udara dan melewati kediaman miliknya.

Xiao Fan turun di tebing belakang rumah miliknya. Dia turun dan melihat bahwa matahari sudah melawati garis tengah yang berarti sudah memasuki siang hari. Xiao Fan mengabaikan hal itu dan dengan langkah cepat dia menyusuri Hutan Xiji untuk mencari pohon yang besar.

Xiao Fan akhirnya menemukan pohon tersebut, dia melihat bahwa daun-daun menghalangi sinar matahari, angin berhembus menambah kesan sejuk di tempat tersebut. Xiao Fan duduk dan dirinya mengeluarkan dua bola yang memiliki warna berbeda.

“Dua bola ini pasti Roh Elemen, akan tetapi kenapa warna keduanya berbeda, apakah setiap jenis Roh Elemen memiliki warna yang berbeda?” Xiao Fan masih bingung dan penasaran akan Roh Elemen tersebut.

Xiao Fan mencoba mengetes apakah dua bola itu akan bereaksi dengan energi roh atau tidak. Dengan aliran ringan, energi roh keluar dari telapak tangan kanan Xiao Fan. Bola berwarna putih yang berada di telapak tangan kanan Xiao Fan bereaksi.

Cahaya menyinari bola tersebut, Roh Elemen Xiao Fan keluar. Benang-benang keluar dan menutupi bola tersebut, perlahan-lahan Xiao Fan merasakan energi roh miliknya melonjak. Xiao Fan dengan cepat mengalirkan energi roh untuk menembus batas.

Cahaya putih menyelimuti Xiao Fan, seketika cahaya berubah menjadi kuning. Xiao Fan bisa merasakan bahwa energi rohnya sedikit lebih murni dari biasanya. Xiao Fan perlahan-lahan membuka matanya.

“Aku menembus batas dan sekarang Roh Elemen milikku berada di level 16.” Xiao Fan melihat ke arah telapak tangannya, simbol terlihat berbeda kembali. Garis gelombang sebelumnya mulai berbelok mengikuti lingkaran.

“Apakah aku mendapatkan kemampuan keduaku?” Xiao Fan bingung, apakah dirinya mendapatkan kemampuan baru? Xiao Fan mengeluarkan benang dari telapak tangannya.

Xiao Fan melihat bahwa benang-benang miliknya masih sama, hanya saja dirinya mendapatkan semacam informasi baru. Xiao Fan mencerna informasi tersebut dan tersenyum ketika selesai mencerna informasi itu.

“Jadi, itukah kemampuan baruku? Menarik, sungguh menarik. Aku akan mencoba ketika menghadapi seseorang nantinya.” Xiao Fan berkata dengan nada senang, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kemampuan yang menarik.

Xiao Fan menatap ke arah bola biru di telapak tangan kirinya. Dia tersenyum dan meletakkan bola tersebut ke arah telapak tangan kanannya. Benang-benang dengan senang mengelilingi bola biru tersebut.

Xiao Fan seketika merasakan energi rohnya meningkat. Roh Elemen miliknya terus meningkat. “17....18....19...20..21...”

Xiao Fan menghitung tingkat dirinya naik, sampai akhirnya dia berhenti menghitung tepat di angka 22. Xiao Fan merasa bahwa sudah hampir seperempat jalan menuju ke pusat energi.

Xiao Fan kemudian membuka matanya dan melihat telapak tangannya kembali, hal yang pertama dia lihat adalah simbol tangan membentuk pusaran yang belum sempurna. Xiao Fan yakin bahwa bentuk untuk kali ini adalah pusaran.

“Energi Roh milikku melimpah sekarang. Aku harus membuat fondasi ku lebih kuat sebelum melakukan peningkatan.” Xiao Fan berkata dan berdiri dari duduknya.

Xiao Fan menatap langit yang sudah mulai sore, dia dengan cepat pergi menuju ke arah rumahnya. Rencana untuk selanjutnya, dia sudah menentukan. Dia bersiap-siap sebelum pergi ke Akademi 3 tahun dari sekarang.

Tiba di tebing belakang rumah, Xiao Fan melihat ada rombongan prajurit menuju ke arah kediaman Klan Xiao. Dengan ringan dia turun dari tebing untuk memantau apa yang dilakukan rombongan prajurit tersebut.

Xiao Fan tiba di belakang rumahnya, kemudian dia masuk ke dalam rumah dan berkata, “Aku pulan..g.”

Xiao Fan terkejut ketika melihat seorang pria dengan wanita di sebelahnya, di depan pria dan wanita itu adalah ayah dan ibu Xiao Fan. Ke-4 orang itu menatap ke arah Xiao Fan yang baru saja masuk ke dalam.

“Kau sudah pulang ternyata, Nak.” Ayahnya berkata dengan nada berat, Xiao Fan sedikit memiringkan kepalanya mendengar nada suara tersebut.

Pria dan wanita yang berada di depan Ayah dan Ibu Xiao Fan menatap ke arah anak kecil yang bingung tersebut. Kedua orang itu menatap sambil tersenyum manis. Ibu Xiao Fan, Xiao Lin mengeluarkan aura miliknya.

Xiao Lin menatap ke arah Xiao Fan dengan tatapan mengerikan. Xiao Fan sedikit merinding ketika merasakan tatapan tersebut, dia dengan cepat bertanya, “Ada apa sebenarnya? Ceritakan terlebih dahulu agar aku paham kenapa Ayah dan Ibu marah.”

Xiao Lin berdiri dan berjalan ke arah putranya tersebut, dia menatap dengan dingin dan bertanya dengan nada serius. “Fan’er, apakah kau pergi ke Hutan Wujing?”

[To be Continued.]

Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

Thank you Minna-san.

Terpopuler

Comments

I Dw Ny Manasamadhi

I Dw Ny Manasamadhi

Jelek banget anjing

2024-09-10

1

Harman LokeST

Harman LokeST

bisa bisa Xiao Fan kena marah

2023-07-31

2

Dzikir Ari

Dzikir Ari

Lanjut Tor 👍

2023-05-28

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 - Reinkarnasi
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61 : Xiao Fan datang
62 Chapter 62 : Serigala berbulu domba.
63 Chapter 63 : Hutan Siken
64 Chapter 64 : Pertarungan Di Jembatan
65 Chapter 65 : Melawan Ular Besar
66 Chapter 66 : Telur
67 Chapter 67 : Cerita Zhu Lin
68 Chapter 68 : Xiao Fan Vs Raja Kera
69 Chapter 69 : Akhir Perjalanan
70 Chapter 70 : Kota Jingsen
71 Chapter 71 : Empat Budak Setia
72 Chapter 72 : Tiba Di Akademi
73 Chapter 73 : Keputusan Yu Hun Sha
74 Chapter 74 : Murid Spesial
75 Chapter 75 : Pertemuan
76 Chapter 76 : Ni Shan Jian
77 Chapter 77 : Penculikan
78 Chapter 78 : Kematian Xiao Fan
79 Chapter 79 : Bangkit - S1 End
80 Chapter 80 : Enam Tahun
81 Chapter 81 - Xian Nan
82 Chapter 82 - Kekuatan Perempuan Sadis
83 Chapter 83 - Desa Seren Tunduk
84 Chapter 84 - Penjara Tersembunyi
85 Chapter 85 - Datangnya Bandit Kalajengking
86 Chapter 86 - Mengalahkan Bandit Kalajengking
87 Chapter 87 - Negosiasi Dengan Pedagang Budak
88 Chapter 88 - Ning Bergerak
89 Chapter 89 : Kota Linkuen bergerak
90 Chapter 90 - Pertarungan
91 Chapter 91 - Sebelum Perjalanan
92 Chapter 92 - Tiba di Desa Shulai
93 Chapter 93 - Barang Menarik
94 Chapter 94 - Jebakan Berkedok Sayembara
95 Chapter 95 - Pion Dalam Pion
96 Chapter 96 - Meninggalkan Desa Shulai
97 Chapter 97 - Bencana Baru
98 Chapter 98 - Menyerang Kediaman Tuan Kota
99 Chapter 99 - Pembantaian Penjaga
100 Chapter 100 - Xiao Fan vs Jendral
101 Chapter 101 - Harta Karun Linkuen
102 Chapter 102 - Shan Yuan
103 Chapter 103 - Crocoar
104 Chapter 104 - Melawan Kelompok Berjubah Hitam
105 Chapter 105 - Pertarungan Berakhir
106 Chapter 106 - Memulihkan Diri
107 Chapter 107 - Desa Numa
108 Chapter 108 - Pelatihan Xian Nan
109 Chapter 109 - Pembantaian
110 Chapter 110 - Xiao Fan Vs Kapten Prajurit
111 Chapter 111 - Tiba Di Ibukota Saint
112 Chapter 112 - Diskusi Yu Lin
113 Chapter 113 - Dewi Krisan Kuno
114 Chapter 114 - Rumah Lelang Saint
115 Chapter 115 - Yu Lin Luluh
116 Chapter 116 - Menghancurkan Hantu Gelap.
117 Chapter 117 - Penyusup
118 Chapter 118 - Perencanaan
119 Chapter 119 - Menyerang Kediaman Hong
120 Chapter 120 - Menyerang Kediaman Hong 2
121 Chapter 121 - Menyerang Kediaman Hong 3
122 Chapter 122 - Kemarahan Ning Zhingren
123 Chapter 123 - Sebelum Badai
124 Chapter 124 - Mulai Bergerak
125 Chapter 125 - Pertarungan Xian 1
126 Chapter 126 - Pertarungan Xian 2
127 Chapter 127 - Pertarungan Xian 3 Akhir
128 Chapter 128 - Pertarungan Ko 1
129 Chapter 129 - Pertarungan Ko 2
130 Chapter 130 - Pertarungan Ko 3
131 Chapter 131 - Pertarungan Ko 4
132 Chapter 132 - Pertarungan Ko 5
133 Chapter 133 - Situasi Kerajaan Ning Menjadi Serius
134 Chapter 134 - Akhir Kediaman Ko
135 Chapter 135 - Pertempuran Akhir Dimulai
136 Chapter 136 - Pertempuran Xiao Jun 1
137 Chapter 137 - Pertarungan Xiao Jun 2 Akhir
138 Chapter 138 - Pertarungan Xiao Jian 1
139 Chapter 139 - Pertarungan Xiao Jian 2 Akhir
140 Chapter 140 - Sebuah Pemikiran
141 Chapter 141 - Terungkap
142 Chapter 142 - Melawan Fu Yan dan Wu Long
143 Chapter 143 - Mulai Konfrontasi
144 Chapter 144 - Xiao Fan Vs Empat Jubah Hitam
145 Chapter 145 - Kemenangan
146 Chapter 146 - Raja Baru
147 Chapter 147 - Permintaan Yun Lanran
148 Chapter 148 - Yun Ling'er
149 Chapter 149 - Hutan Kegelapan
150 Chapter 150 - Ular hitam Vs Ular hijau
151 Chapter 151 - Menciptakan Dunia Kecil
152 Chapter 152 - Kutukan Malam Lemah?
153 Chapter 153 - Menghilangkan Kutukan Malam
154 Chapter 154 - Lan Shi An
155 Chapter 155 - Bahan Eksperimen Baru
156 Chapter 156 - Rencana Dimulai
157 Chapter 157 - Tiba Di Perbatasan
158 Chapter 158 - Bertemu kembali
159 Chapter 159 - Harta Kembali
160 Chapter 160 - Cinta Seorang Ayah
161 Chapter 161 - Ni Shan Jian Tunduk
162 Chapter 162 - Masalah Baru
163 Chapter 163 - Pertarungan Ni Shan Jian
164 Chapter 164 - Informasi Organisasi Bulan Merah
165 Chapter 165 - Keadaan Kerajaan Dong
166 Chapter 166 - Keanehan Desa Wu
167 Chapter 167 - Enkripsi Buatan Xiao Fan
168 Chapter 168 - Pertempuran Desa Wu 1
169 Chapter 169 - Pertempuran Desa Wu 2 Akhir
170 Chapter 170 - Bawah Tanah Desa Wu
171 Chapter 171 - Harta Desa Wu
172 Chapter 172 - Alam Langit
173 Chapter 173 - Ujian Lantai Pertama
174 Chapter 174 - Alam Misterius
175 Chapter 175 - Melewati Sungai Si
176 Chapter 176 - Pertempuran Pelabuhan 1
177 Chapter 177 - Pertarungan Pelabuhan 2 Akhir
178 Chapter 178 - Mulai Perang
179 Chapter 179 - Perang Kerajaan Dong 1
180 Chapter 180 - Perang Kerajaan Dong 2
181 Chapter 181 - Perang Kerajaan Dong 3
182 Chapter 182 - Perang Kerajaan Dong 4
183 Chapter 183 - Perang Kerajaan Dong 4 Akhir - S2 End
184 Chapter 184 - Perjalanan Menuju Benua Shansu
185 Chapter 185 - Luner
186 Chapter 186 - Melawan Iblis
187 Chapter 187 - Akhir Pulau Luner
188 Chapter 188 - Perjalanan Menuju Daratan Longling
189 Chapter 189 - Tiba Di Daratan Longling
190 Chapter 190 - Bandit Serigala Darah
191 Chapter 191 - Pertarungan dengan Bandit
192 Chapter 192 - Pertemuan
193 Chapter 193 - Lan Ling dan An Er
194 Chapter 194 - Perjalanan
195 Chapter 195 - Penyergapan
196 Chapter 196 - Penyergapan Akhir
197 Chapter 197 - Penyerang Alam Langit
198 Chapter 198 - Undead
199 Chapter 199 - Xiao Fan Vs Ketua Undead
200 Chapter 200 - Xiao Fan Vs Ketua Undead 2 Akhir
201 Chapter 201 - Iblis Bertindak?
202 Chapter 202 - Iblis
203 Chapter 203 - Tiba di Kediaman Yun
204 Chapter 204 - Menyembuhkan Kepala Keluarga Yun
205 Chapter 205 - Reuni
206 Chapter 206 - Keinginan Yang Terlupakan
207 Chapter 207 - Identitas Xiao Fan Terbongkar
208 Chapter 208 - Tanggapan Seluruh KerajaanTian
209 Chapter 209 - Membuka Gulungan Kedua
210 Chapter 210 - Penyerangan Kediaman Yun 1
211 Chapter 211 - Penyerangan Kediaman Yun 2 Akhir
212 Chapter 212 - Simpul Hati Shen Yu Ling
213 Chapter 213 - Hati Kedua Belas Pengikut
214 Chapter 214 - Lan Yansho
215 Chapter 215 - Permintaan Kerajaan Tian
216 Chapter 216 - Masalah Besar
217 Chapter 217 - Pohon Di Taman
218 Chapter 218 - Qi Raja
219 Chapter 219 - Tes Yun Shie
220 Chapter 220 - Akhir Tes
221 Chapter 221 - Masalah Desa Kembang Api?
222 Chapter 222 - Kerajaan Qian
223 Chapter 223 - Tragedi Kerajaan Qian
224 Chapter 224 - Keputusan Akhir
225 Chapter 225 - Cawan Emas
226 Chapter 226 - Bandit Serigala
227 Chapter 227 - Yun Lan Ran Vs Bos Bandit
228 Chapter 228 - Perpisahan
229 Chapter 229 - Masalah Kediaman Lan
230 Chapter 230 - Pemberontakan Kediaman Lan
231 Chapter 231 - Pembalikan
232 Chapter 232 - Kong Mu Terpojok
233 Chapter 233 - Berakhirnya Kong Mu
234 Chapter 234 - Peringatan Perang
235 Chapter 235 - Memperluas Kolam Qi
236 Chapter 236 - Dua Pembunuh Bayaran
237 Chapter 237 - Keputusasaan Lin Hua
238 Chapter 238 - Penyelamatan Xiao Fan
239 Chapter 239 - Lan Yansho Terkejut
240 Chapter 240 - Buah Lin Hua
241 Chapter 241 - Musuh Sudah Dekat
242 Chapter 242 - Rencana Yang Dipercepat
243 Chapter 243 - Makam Kuno
244 Chapter 244 - Kerajaan Tian Bergerak
245 Chapter 245 - Phoenix Es Lin Hua
246 Chapter 246 - Naga Laut Yun Shie
247 Chapter 247 - Menuju Lantai 2
248 Chapter 248 - Goliath
249 Chapter 249 - Lin Hua Terjebak
250 Chapter 250 - Ribuan Panah Es
251 Chapter 251 - Cacing Malam
252 Chapter 252 - Firasat Zhou Dan
253 Chapter 253 - Naik Alam Elementasi
254 Chapter 254 - Lingkaran Penuh
255 Chapter 255 - Monster Lahar
256 Chapter 256 - Ujian?
257 Chapter 257 - Terdesak
258 Chapter 258 - Qi Ilahi
259 Chapter 259 - Puncak Pertempuran
260 Chapter 260 - Warisan Kaisar Api
261 Chapter 261 - Long Yuyin
262 Chapter 262 - Perang Dimulai
263 Chapter 263 - Perang 1
264 Chapter 264 - Keadaan
265 Chapter 265 - Perang 2
266 Chapter 266 - Perang 3
267 Chapter 267 - Perang 4
268 Chapter 268 - Perang 5
269 Chapter 269 - Perang 6
270 Chapter 270 - Perang 7 - End
271 News, Novel.
Episodes

Updated 271 Episodes

1
Chapter 01 - Reinkarnasi
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61 : Xiao Fan datang
62
Chapter 62 : Serigala berbulu domba.
63
Chapter 63 : Hutan Siken
64
Chapter 64 : Pertarungan Di Jembatan
65
Chapter 65 : Melawan Ular Besar
66
Chapter 66 : Telur
67
Chapter 67 : Cerita Zhu Lin
68
Chapter 68 : Xiao Fan Vs Raja Kera
69
Chapter 69 : Akhir Perjalanan
70
Chapter 70 : Kota Jingsen
71
Chapter 71 : Empat Budak Setia
72
Chapter 72 : Tiba Di Akademi
73
Chapter 73 : Keputusan Yu Hun Sha
74
Chapter 74 : Murid Spesial
75
Chapter 75 : Pertemuan
76
Chapter 76 : Ni Shan Jian
77
Chapter 77 : Penculikan
78
Chapter 78 : Kematian Xiao Fan
79
Chapter 79 : Bangkit - S1 End
80
Chapter 80 : Enam Tahun
81
Chapter 81 - Xian Nan
82
Chapter 82 - Kekuatan Perempuan Sadis
83
Chapter 83 - Desa Seren Tunduk
84
Chapter 84 - Penjara Tersembunyi
85
Chapter 85 - Datangnya Bandit Kalajengking
86
Chapter 86 - Mengalahkan Bandit Kalajengking
87
Chapter 87 - Negosiasi Dengan Pedagang Budak
88
Chapter 88 - Ning Bergerak
89
Chapter 89 : Kota Linkuen bergerak
90
Chapter 90 - Pertarungan
91
Chapter 91 - Sebelum Perjalanan
92
Chapter 92 - Tiba di Desa Shulai
93
Chapter 93 - Barang Menarik
94
Chapter 94 - Jebakan Berkedok Sayembara
95
Chapter 95 - Pion Dalam Pion
96
Chapter 96 - Meninggalkan Desa Shulai
97
Chapter 97 - Bencana Baru
98
Chapter 98 - Menyerang Kediaman Tuan Kota
99
Chapter 99 - Pembantaian Penjaga
100
Chapter 100 - Xiao Fan vs Jendral
101
Chapter 101 - Harta Karun Linkuen
102
Chapter 102 - Shan Yuan
103
Chapter 103 - Crocoar
104
Chapter 104 - Melawan Kelompok Berjubah Hitam
105
Chapter 105 - Pertarungan Berakhir
106
Chapter 106 - Memulihkan Diri
107
Chapter 107 - Desa Numa
108
Chapter 108 - Pelatihan Xian Nan
109
Chapter 109 - Pembantaian
110
Chapter 110 - Xiao Fan Vs Kapten Prajurit
111
Chapter 111 - Tiba Di Ibukota Saint
112
Chapter 112 - Diskusi Yu Lin
113
Chapter 113 - Dewi Krisan Kuno
114
Chapter 114 - Rumah Lelang Saint
115
Chapter 115 - Yu Lin Luluh
116
Chapter 116 - Menghancurkan Hantu Gelap.
117
Chapter 117 - Penyusup
118
Chapter 118 - Perencanaan
119
Chapter 119 - Menyerang Kediaman Hong
120
Chapter 120 - Menyerang Kediaman Hong 2
121
Chapter 121 - Menyerang Kediaman Hong 3
122
Chapter 122 - Kemarahan Ning Zhingren
123
Chapter 123 - Sebelum Badai
124
Chapter 124 - Mulai Bergerak
125
Chapter 125 - Pertarungan Xian 1
126
Chapter 126 - Pertarungan Xian 2
127
Chapter 127 - Pertarungan Xian 3 Akhir
128
Chapter 128 - Pertarungan Ko 1
129
Chapter 129 - Pertarungan Ko 2
130
Chapter 130 - Pertarungan Ko 3
131
Chapter 131 - Pertarungan Ko 4
132
Chapter 132 - Pertarungan Ko 5
133
Chapter 133 - Situasi Kerajaan Ning Menjadi Serius
134
Chapter 134 - Akhir Kediaman Ko
135
Chapter 135 - Pertempuran Akhir Dimulai
136
Chapter 136 - Pertempuran Xiao Jun 1
137
Chapter 137 - Pertarungan Xiao Jun 2 Akhir
138
Chapter 138 - Pertarungan Xiao Jian 1
139
Chapter 139 - Pertarungan Xiao Jian 2 Akhir
140
Chapter 140 - Sebuah Pemikiran
141
Chapter 141 - Terungkap
142
Chapter 142 - Melawan Fu Yan dan Wu Long
143
Chapter 143 - Mulai Konfrontasi
144
Chapter 144 - Xiao Fan Vs Empat Jubah Hitam
145
Chapter 145 - Kemenangan
146
Chapter 146 - Raja Baru
147
Chapter 147 - Permintaan Yun Lanran
148
Chapter 148 - Yun Ling'er
149
Chapter 149 - Hutan Kegelapan
150
Chapter 150 - Ular hitam Vs Ular hijau
151
Chapter 151 - Menciptakan Dunia Kecil
152
Chapter 152 - Kutukan Malam Lemah?
153
Chapter 153 - Menghilangkan Kutukan Malam
154
Chapter 154 - Lan Shi An
155
Chapter 155 - Bahan Eksperimen Baru
156
Chapter 156 - Rencana Dimulai
157
Chapter 157 - Tiba Di Perbatasan
158
Chapter 158 - Bertemu kembali
159
Chapter 159 - Harta Kembali
160
Chapter 160 - Cinta Seorang Ayah
161
Chapter 161 - Ni Shan Jian Tunduk
162
Chapter 162 - Masalah Baru
163
Chapter 163 - Pertarungan Ni Shan Jian
164
Chapter 164 - Informasi Organisasi Bulan Merah
165
Chapter 165 - Keadaan Kerajaan Dong
166
Chapter 166 - Keanehan Desa Wu
167
Chapter 167 - Enkripsi Buatan Xiao Fan
168
Chapter 168 - Pertempuran Desa Wu 1
169
Chapter 169 - Pertempuran Desa Wu 2 Akhir
170
Chapter 170 - Bawah Tanah Desa Wu
171
Chapter 171 - Harta Desa Wu
172
Chapter 172 - Alam Langit
173
Chapter 173 - Ujian Lantai Pertama
174
Chapter 174 - Alam Misterius
175
Chapter 175 - Melewati Sungai Si
176
Chapter 176 - Pertempuran Pelabuhan 1
177
Chapter 177 - Pertarungan Pelabuhan 2 Akhir
178
Chapter 178 - Mulai Perang
179
Chapter 179 - Perang Kerajaan Dong 1
180
Chapter 180 - Perang Kerajaan Dong 2
181
Chapter 181 - Perang Kerajaan Dong 3
182
Chapter 182 - Perang Kerajaan Dong 4
183
Chapter 183 - Perang Kerajaan Dong 4 Akhir - S2 End
184
Chapter 184 - Perjalanan Menuju Benua Shansu
185
Chapter 185 - Luner
186
Chapter 186 - Melawan Iblis
187
Chapter 187 - Akhir Pulau Luner
188
Chapter 188 - Perjalanan Menuju Daratan Longling
189
Chapter 189 - Tiba Di Daratan Longling
190
Chapter 190 - Bandit Serigala Darah
191
Chapter 191 - Pertarungan dengan Bandit
192
Chapter 192 - Pertemuan
193
Chapter 193 - Lan Ling dan An Er
194
Chapter 194 - Perjalanan
195
Chapter 195 - Penyergapan
196
Chapter 196 - Penyergapan Akhir
197
Chapter 197 - Penyerang Alam Langit
198
Chapter 198 - Undead
199
Chapter 199 - Xiao Fan Vs Ketua Undead
200
Chapter 200 - Xiao Fan Vs Ketua Undead 2 Akhir
201
Chapter 201 - Iblis Bertindak?
202
Chapter 202 - Iblis
203
Chapter 203 - Tiba di Kediaman Yun
204
Chapter 204 - Menyembuhkan Kepala Keluarga Yun
205
Chapter 205 - Reuni
206
Chapter 206 - Keinginan Yang Terlupakan
207
Chapter 207 - Identitas Xiao Fan Terbongkar
208
Chapter 208 - Tanggapan Seluruh KerajaanTian
209
Chapter 209 - Membuka Gulungan Kedua
210
Chapter 210 - Penyerangan Kediaman Yun 1
211
Chapter 211 - Penyerangan Kediaman Yun 2 Akhir
212
Chapter 212 - Simpul Hati Shen Yu Ling
213
Chapter 213 - Hati Kedua Belas Pengikut
214
Chapter 214 - Lan Yansho
215
Chapter 215 - Permintaan Kerajaan Tian
216
Chapter 216 - Masalah Besar
217
Chapter 217 - Pohon Di Taman
218
Chapter 218 - Qi Raja
219
Chapter 219 - Tes Yun Shie
220
Chapter 220 - Akhir Tes
221
Chapter 221 - Masalah Desa Kembang Api?
222
Chapter 222 - Kerajaan Qian
223
Chapter 223 - Tragedi Kerajaan Qian
224
Chapter 224 - Keputusan Akhir
225
Chapter 225 - Cawan Emas
226
Chapter 226 - Bandit Serigala
227
Chapter 227 - Yun Lan Ran Vs Bos Bandit
228
Chapter 228 - Perpisahan
229
Chapter 229 - Masalah Kediaman Lan
230
Chapter 230 - Pemberontakan Kediaman Lan
231
Chapter 231 - Pembalikan
232
Chapter 232 - Kong Mu Terpojok
233
Chapter 233 - Berakhirnya Kong Mu
234
Chapter 234 - Peringatan Perang
235
Chapter 235 - Memperluas Kolam Qi
236
Chapter 236 - Dua Pembunuh Bayaran
237
Chapter 237 - Keputusasaan Lin Hua
238
Chapter 238 - Penyelamatan Xiao Fan
239
Chapter 239 - Lan Yansho Terkejut
240
Chapter 240 - Buah Lin Hua
241
Chapter 241 - Musuh Sudah Dekat
242
Chapter 242 - Rencana Yang Dipercepat
243
Chapter 243 - Makam Kuno
244
Chapter 244 - Kerajaan Tian Bergerak
245
Chapter 245 - Phoenix Es Lin Hua
246
Chapter 246 - Naga Laut Yun Shie
247
Chapter 247 - Menuju Lantai 2
248
Chapter 248 - Goliath
249
Chapter 249 - Lin Hua Terjebak
250
Chapter 250 - Ribuan Panah Es
251
Chapter 251 - Cacing Malam
252
Chapter 252 - Firasat Zhou Dan
253
Chapter 253 - Naik Alam Elementasi
254
Chapter 254 - Lingkaran Penuh
255
Chapter 255 - Monster Lahar
256
Chapter 256 - Ujian?
257
Chapter 257 - Terdesak
258
Chapter 258 - Qi Ilahi
259
Chapter 259 - Puncak Pertempuran
260
Chapter 260 - Warisan Kaisar Api
261
Chapter 261 - Long Yuyin
262
Chapter 262 - Perang Dimulai
263
Chapter 263 - Perang 1
264
Chapter 264 - Keadaan
265
Chapter 265 - Perang 2
266
Chapter 266 - Perang 3
267
Chapter 267 - Perang 4
268
Chapter 268 - Perang 5
269
Chapter 269 - Perang 6
270
Chapter 270 - Perang 7 - End
271
News, Novel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!