Chapter 17

[Chapter 17.]

[Pertarungan.]

[Silahkan Dibaca.]

Hutan Xiji, di tengah hutan terdapat sebuah pohon besar. Dimana pohon itu melebihi besarnya dari pohon lainnya, konon dikatakan pohon itu adalah pohon inti dari segala Hutan Xiji. Pohon ini sudah berusia lebih dari 1 juta tahun, akarnya besar bahkan ada yang terlihat sampai permukaan.

Pohon itu diberi nama Pohon Yonheng, pohon keabadian. Di dekat akar Pohon Yonheng terlihat sosok 2 anak kecil dan 1 perempuan. Ke-3nya sedang duduk beristirahat selepas melakukan perburuan. Sosok itu ialah Xiao Fan, Ning Que, dan Ning Shui.

Tepat di depan Xiao Fan ada dua rusa yang memiliki wujud sama, mereka sama-sama berwarna hitam dan memiliki corak yang berbeda. Xiao Fan menatap dengan senyum senang, dirinya mendapatkan bahan penelitian lagi. Xiao Fan tidak sabar untuk melakukan penelitian kembali.

Ning Que dan Ning Shui senang ketika melihat Xiao Fan tersenyum bahagia. Ning Que sendiri bingung dengan perasaannya, adiknya terlihat menyukai Xiao Fan. Dia sendiri juga terlihat menyukai Xiao Fan, dirinya bingung harus berbuat apa untuk masalah ini.

“Sepertinya tangkapan kali ini benar-benar Binatang Roh, akan tetapi kenapa banyak Binatang Roh yang masuk ke hutan Xiji?” Sekarang Xiao Fan sadar, kenapa hutan Xiji banyak Binatang Roh? Dirinya menduga pasti ada sesuatu yang terjadi di pos keamanan hutan Xiji.

Ning Que dan Ning Shui menyadari hal itu juga, ke-3 nya menatap ke arah tengah dari benteng pelindung hutan Xiji, dimana disana adalah letak dari pos keamanan. Xiao Fan kemudian berkata, “Kalian kembalilah ke Kediaman, akan ku lihat apa yang terjadi disana.”

Ning Que dan Ning Shui mengangguk, mereka setuju akan hal itu. Mereka berdua menyadari akan bahaya, apalagi jika keduanya tertangkap habislah sudah Kerajaan Ning nantinya. Kedua Putri Ning berbalik dan siap untuk pergi.

Namun, sebuah jarum melesat ke arah keduanya. Xiao Fan menyadari hal itu, dengan benang miliknya dia menahan jarum tersebut. Ning Que dan Ning Shui juga menyadari hal itu dan mengerti bahwa kabur sudah tidak bisa.

“Akhirnya, target ketemu.” Suara tegas namun kecil terdengar oleh Xiao Fan dan kedua Putri Ning. Kemudian, 10 orang berpakaian hitam dan kepala tertutup muncul mengelilingi mereka ber-3. Ke-10 orang itu benar-benar menatap dengan tatapan membunuh sekarang.

“Sepertinya tidak bisa dielak. Ning Que, Ning Shui, jika kalian tidak siap membunuh orang, lumpuhkan saja mereka.” Nada Xiao Fan menjadi dingin, kedua Putri Ning itu paham akan keadaan. Mereka tahu bahwa ini akan menjadi Pertempuran berdarah.

“Kami siap, Fan’er / Fan Ge, “ jawab Ning Que / Ning Shui secara bersama. Mendengar hal itu, Xiao Fan tersenyum kecil, akan tetapi senyuman itu berubah menjadi datar dan tatapannya menjadi mengerikan.

“Nak, jangan sombong. Serahkan 2 perempuan itu dan kau akan se-“ Pembunuh1 berkata dengan nada dalam, akan tetapi perkataannya dipotong oleh Xiao Fan yang sekarang mengeluarkan Roh Elemen miliknya.

“Banyak omong, Sangkar Burung.” Xiao Fan tidak pandai berbasa-basi, jika ingin tarung ayo, jika ingin berpidato silahkan pergi. Roh Elemen melesat dengan cepat dan membentuk sebuah Sangkar Burung tipis. Para pembunuh melihat hal itu, mereka tersenyum mengejek.

Namun, sebelum salah satu dari mereka berkata. Dua bola Api melesat ke arah mereka. Dengan cepat, para pembunuh menghindar ketika ada salah satu berteriak dengan keras. “Semuanya, menghindar ada serangan.”

“Fufu~ dasar bodoh, kau kira bisa kabur dari seranganku, Flaming Fox.” Ning Que sekarang terlihat berbeda, cara berbicara menggoda dan tatapan tajam terlihat. Dua bola api menyatu menjadi satu dan membentuk seekor Rubah Api.

Para pembunuh melihat hal itu dengan terkejut. Mereka memang mengetahui bahwa Roh Elemen Putri pertama berada di tingkat 8 dan itu tingkat mengerikan. Namun, informasi yang mereka dapatkan bahwa Putri pertama itu lemah dan belum bisa menguasai Roh Elemen.

“Sial, kita salah inf-“ Belum sempat Pembunuh1 selesai berkata, dirinya melihat Rubah Api tiba di depannya. Para pembunuh lain terkejut akan hal itu, akan tetapi mereka merasakan hal yang lebih berbahaya di belakang.

“Semuanya, menghi-“ Belum sempat Pembunuh2 berkata, dia merasakan sesak nafas. Dia juga melihat Pembunuh1 terlalap oleh api yang membuatnya terlihat menari disana. Pembunuh2 tidak bisa berkata, seluruh ucapannya tersangkut di tenggorokan.

Pembunuh3 sampai Pembunuh10 menatap hal itu dengan terkejut. Mereka dengan cepat sadar dan mengaktifkan Roh Elemen mereka. Pisau hitam keluar dari tangan kanan mereka, kemudian Pembunuh4 berkata dengan serius. “Bunuh ketiga bocah itu, kita harus cepat.”

8 orang pembunuh berpisah menjadi 3 kelompok. 2-3-3, Pembunuh3 dan Pembunuh4 mengepung Ning Shui, sementara Pembunuh5 sampai Pembunuh7 mengepung Ning Que, sisanya mengepung Xiao Fan. Mereka menang jumlah dan yakin akan kemenangan mereka.

***

Ning Shui yang terlemah diantara ketiganya, menatap tajam ke arah dua orang pembunuh di depannya. Dia mulai berfikir, apakah hari ini akan menjadi hari dimana aku membunuh manusia? Akan tetapi dirinya segera menggelengkan kepalanya dan berkata, “Harus, aku harus membunuh mereka.”

Pembunuh3 dan Pembunuh4 mendengar hal itu, entah kenapa mereka marah. Keduanya langsung berteriak dengan keras sambil melesat ke arah Ning Shui. Mereka berteriak, “Sampah, beraninya menghina kami. Matilah, kau.”

Ning Shui mengatur nafasnya, dirinya mengingat apa yang telah diajarkan oleh Xiao Fan. ‘Air adalah ketenangan, setiap kau tenang air akan menjadi lebih mengerikan seperti angin. Keduanya memang dianggap lemah, akan tetapi mereka bisa berbahaya jika sudah tenang.’

Ning Shui tersenyum, Kartu Air keluar dari tangannya. Dia melesatkan kartu tepat di tanah depan kedua pembunuh tersebut. Ning Shui benar-benar tenang sekarang, ketenangan tersebut membuat dua pembunuh merasakan bahaya.

Booommm.

Kartu menabrak tanah, Ning Shui mengalirkan Qi ke arah kartu, lalu terlihat air keluar dari kartu tersebut. Ning Shui melihat air tersebut, dengan cepat menggerakkan tangannya. Air yang sebelumnya hanya tenang, bergerak dengan cepat ke arah 2 pembunuh itu.

Dua pembunuh menyadari akan hal itu, mereka menghindar ke samping dan melempar Pisau Hitam mereka ke arah Ning Shui. Melihat hal itu, sudut mulut Ning Shui naik, tangan bergerak seperti menari. Air yang melesat terbelah menjadi dua, air satu mengejar kedua pembunuh, air dua menghalangi Pisau Hitam.

Dua pembunuh terkejut melihat hal itu, dalam hati mereka bertanya-tanya, bagaimana bisa, menjadi seperti itu? Akan tetapi keduanya tidak mendapatkan jawaban. Ke-2 pembunuh melihat air yang melesat ke arahnya, mereka mencoba menghindar kembali.

Namun, kecepatan air menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Sebelum ke-2 pembunuh bereaksi, kepala mereka terbang ke atas dan berputar. Ning Shui melihat hal itu, akan tetapi dirinya tersenyum dan ada rasa senang di hati.

“Eh, bukankah harusnya aku muntah atau terkena efek ketika membunuh? Kenapa aku merasa senang ketika melihat kedua orang it- tunggu sebentar, sebelum mereka aku juga sudah membunuh yang satunya, berarti aku membunuh tiga.”

Ning Shui bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, kenapa senyum dan senang ketika membunuh? Alhasil tidak menemukan jawaban dan nanti akan meminta jawaban dari Xiao Fan. Dirinya menatap ke arah pertempuran Kakaknya dan Xiao Fan, akan tetapi terlihat itu bukan pertempuran lagi melainkan permainan belaka.

***

“Rubah sialn, jangan menghindar saja!” pembunuh5 berteriak dengan kesal, dirinya dengan kedua rekannya bertempur dengan Ning Que. Namun, mereka terlihat seperti dipermainkan oleh Ning Que sendiri.

Ning Que mendengar hal itu hanya tersenyum, kuku miliknya memerah. Tatapannya menajam dan sebuah aura tekanan muncul dari tubuhnya. Ke-3 pembunuh terkejut dan segera mundur ke belakang dengan melakukan backflip.

“Kalian sudah membuatku terhibur, maka dari itu waktunya kalian mati, Cakar Api aktif.” Ning Que berkata dengan senyum manisnya, bertepatan dengan kedua tangannya keluar kobaran api, kemudian api membentuk cakar mengerikan. Ke-3 pembunuh melihat hal itu, keringat dingin muncul.

“Sial, kita harus kabur.” Pembunuh7 berteriak, dia benar-benar merasakan bahaya dari Ning Que tersebut. Ke-2 pembunuh sadar dan berbalik dengan cepat, akan tetapi ketika melihat Sangkar Burung mereka akhirnya tahu bahwa tidak ada jalan keluar bagi mereka.

“Sangkar ini hanya benang lemah, lemparkan Pisau Hitam kalian kesana dan Benang itu akan terpotong.” Pembunuh6 berkata dengan tegas, dia yakin bahwa Sangkar Burung lemah. Ke-2 pembunuh setuju, ketiganya melempar Pisau Hitam ke arah sangkar.

Namun, tepat Pisau Hitam mengenai Sangkar Burung, ke-3 pembunuh merasakan panas di pinggang mereka. Alhasil ke-3nya menatap pinggangnya dan terlihat cakar mencengkeram dan mendorong mereka menjadi satu.

“Dasar bodoh, mengabaikan musuh secara tiba-tiba.” Ning Que berkata dengan dingin, dirinya mengeratkan genggaman cakarnya membuat ke-3 pembunuh terlalap api. Ke-3 pembunuh itu terkejut, dirinya juga melihat bahwa Pisau Hitam mereka ditangkap oleh Sangkar Burung.

“Arhhhhhhh” teriak ke-3 pembunuh, mereka benar-benar merasa panas. Perlahan-lahan kulit mereka menghitam dan pupil mata mereka menghilang, lalu ke-3nya mati di genggaman cakar api Ning Que.

Melihat hal itu, Ning Que menghilangkan cakar api miliknya, dirinya hanya tersenyum sadis dan berbalik untuk melihat pertarungan Ning Shui dan Xiao Fan. Namun, dia melihat bahwa Ning Shui sudah selesai dari tadi dan hanya pertarungan Xiao Fan sendiri.

***

Xiao Fan sendiri menatap ke-3 pembunuh yang menghadapi Serigala Benang miliknya. Masing-masing pembunuh mendapatkan Serigala Benang. Xiao Fan terlalu bosan melihat ke-3 pembunuh yang sudah tersiksa oleh Serigala Benang miliknya.

“Sial, Serigala ini benar-benar tidak bisa dilukai.” Pembunuh8 berkata dengan kesal, dirinya terluka sementara musuh tidak terluka. Dia menatap ke arah Xiao Fan yang melayang di udara. Pembunuh8 tahu bahwa pusat dari Serigala adalah Xiao Fan sendiri.

“Kalian berdua, serang bocah itu. Dia sebenarnya pengendali dari Serigala ini.” Pembunuh8 berteriak dengan keras, membuat pembunuh9 dan pembunuh10 menatap ke arah Xiao Fan. Namun mereka bodoh mengabaikan Serigala Benang Xiao Fan.

Serigala Benang mana mungkin membuat mereka beristirahat. Mereka dengan kejam, menyerang Pembunuh9 dan Pembunuh10 yang sedang lengah akibat temannya sendiri. Ke-2 pembunuh itu terkejut akan serangan Serigala Benang, mereka dengan cepat melakukan posisi bertahan.

Crush Crush.

Namun, mereka berdua terlambat. Serigala Benang menerkam tepat jantung mereka, membuat keduanya membelalakkan matanya. Seteguk darah keluar dari mulut mereka, lalu mata mereka memutih dan mati di tempat.

Pembunuh8 melihat hal itu, dirinya merutuki kebodohannya. Dia salah akan tetapi dirinya lebih menyalahkan Xiao Fan, mendongak untuk menatap Xiao Fan. Namun, dia merasakan pandangannya berputar dengan cepat, dia juga melihat tubuhnya yang berdiri.

“Dasar bodoh, lengah dalam pertarungan adalah dosa.” Xiao Fan berkata selepas memenggal kepala Pembunuh8 yang sedang lengah. Dia tidak peduli akan pertarungan adil atau tidak. Dalam pertempuran hidup dan mati, hanya ada kemenangan dan kekalahan saja.

Xiao Fan selesai membunuh para pembunuh, dirinya menatap ke arah Ning Que dan Ning Shui yang telah membunuh musuh mereka terlebih dahulu. Xiao Fan menghilangkan kemampuannya dan turun ke bawah.

“Selamat, Ujian keteguhan hati pertama kalian berhasil.” Xiao Fan berkata selayaknya Guru. Dia juga sudah melihat berbagai cahaya sebelumnya hanya ada kuning dan putih. Namun, ada satu yang membuatnya penasaran, yaitu Bola berwarna Ungu yang keluar dari pembunuh10.

Xiao Fan senang, hari ini dia mendapatkan banyak bahan eksperimen. Dirinya menatap ke Ning Que dan Ning Shui dan berkata, “Ayo kita kembali, jangan lupa ambil cincin penyimpanan mereka. Pemenang harus mendapatkan seluruh harta yang kalah.”

Kedua Putri Ning mengangguk dan mulai mencari cincin penyimpanan di musuh mereka. Xiao Fan sendiri menggunakan benangnya dan mereka ber-3 akhirnya selesai menjarah para pembunuh. Ke-3 nya dengan cepat melesat ke arah Kediaman. Xiao Fan menatap depan dengan datar dan berkata dalam hati. “Klan Mu, kalian benar-benar berkhianat.”

[To be Continued.]

Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

Thank you Minna-san.

Terpopuler

Comments

I Dw Ny Manasamadhi

I Dw Ny Manasamadhi

Anjing 🐕🐕🐕🐕🐕🐕🐕🐕🐕🐕🐕 anjing 🐕🐕🐕🐕

2024-09-10

1

Harman LokeST

Harman LokeST

pada akhirnya semua mati di bunuh

2023-07-31

3

Dzikir Ari

Dzikir Ari

kwkwkwkw kalau Ning Shui itu baru Cocok sama MC ...

2023-05-28

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 - Reinkarnasi
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61 : Xiao Fan datang
62 Chapter 62 : Serigala berbulu domba.
63 Chapter 63 : Hutan Siken
64 Chapter 64 : Pertarungan Di Jembatan
65 Chapter 65 : Melawan Ular Besar
66 Chapter 66 : Telur
67 Chapter 67 : Cerita Zhu Lin
68 Chapter 68 : Xiao Fan Vs Raja Kera
69 Chapter 69 : Akhir Perjalanan
70 Chapter 70 : Kota Jingsen
71 Chapter 71 : Empat Budak Setia
72 Chapter 72 : Tiba Di Akademi
73 Chapter 73 : Keputusan Yu Hun Sha
74 Chapter 74 : Murid Spesial
75 Chapter 75 : Pertemuan
76 Chapter 76 : Ni Shan Jian
77 Chapter 77 : Penculikan
78 Chapter 78 : Kematian Xiao Fan
79 Chapter 79 : Bangkit - S1 End
80 Chapter 80 : Enam Tahun
81 Chapter 81 - Xian Nan
82 Chapter 82 - Kekuatan Perempuan Sadis
83 Chapter 83 - Desa Seren Tunduk
84 Chapter 84 - Penjara Tersembunyi
85 Chapter 85 - Datangnya Bandit Kalajengking
86 Chapter 86 - Mengalahkan Bandit Kalajengking
87 Chapter 87 - Negosiasi Dengan Pedagang Budak
88 Chapter 88 - Ning Bergerak
89 Chapter 89 : Kota Linkuen bergerak
90 Chapter 90 - Pertarungan
91 Chapter 91 - Sebelum Perjalanan
92 Chapter 92 - Tiba di Desa Shulai
93 Chapter 93 - Barang Menarik
94 Chapter 94 - Jebakan Berkedok Sayembara
95 Chapter 95 - Pion Dalam Pion
96 Chapter 96 - Meninggalkan Desa Shulai
97 Chapter 97 - Bencana Baru
98 Chapter 98 - Menyerang Kediaman Tuan Kota
99 Chapter 99 - Pembantaian Penjaga
100 Chapter 100 - Xiao Fan vs Jendral
101 Chapter 101 - Harta Karun Linkuen
102 Chapter 102 - Shan Yuan
103 Chapter 103 - Crocoar
104 Chapter 104 - Melawan Kelompok Berjubah Hitam
105 Chapter 105 - Pertarungan Berakhir
106 Chapter 106 - Memulihkan Diri
107 Chapter 107 - Desa Numa
108 Chapter 108 - Pelatihan Xian Nan
109 Chapter 109 - Pembantaian
110 Chapter 110 - Xiao Fan Vs Kapten Prajurit
111 Chapter 111 - Tiba Di Ibukota Saint
112 Chapter 112 - Diskusi Yu Lin
113 Chapter 113 - Dewi Krisan Kuno
114 Chapter 114 - Rumah Lelang Saint
115 Chapter 115 - Yu Lin Luluh
116 Chapter 116 - Menghancurkan Hantu Gelap.
117 Chapter 117 - Penyusup
118 Chapter 118 - Perencanaan
119 Chapter 119 - Menyerang Kediaman Hong
120 Chapter 120 - Menyerang Kediaman Hong 2
121 Chapter 121 - Menyerang Kediaman Hong 3
122 Chapter 122 - Kemarahan Ning Zhingren
123 Chapter 123 - Sebelum Badai
124 Chapter 124 - Mulai Bergerak
125 Chapter 125 - Pertarungan Xian 1
126 Chapter 126 - Pertarungan Xian 2
127 Chapter 127 - Pertarungan Xian 3 Akhir
128 Chapter 128 - Pertarungan Ko 1
129 Chapter 129 - Pertarungan Ko 2
130 Chapter 130 - Pertarungan Ko 3
131 Chapter 131 - Pertarungan Ko 4
132 Chapter 132 - Pertarungan Ko 5
133 Chapter 133 - Situasi Kerajaan Ning Menjadi Serius
134 Chapter 134 - Akhir Kediaman Ko
135 Chapter 135 - Pertempuran Akhir Dimulai
136 Chapter 136 - Pertempuran Xiao Jun 1
137 Chapter 137 - Pertarungan Xiao Jun 2 Akhir
138 Chapter 138 - Pertarungan Xiao Jian 1
139 Chapter 139 - Pertarungan Xiao Jian 2 Akhir
140 Chapter 140 - Sebuah Pemikiran
141 Chapter 141 - Terungkap
142 Chapter 142 - Melawan Fu Yan dan Wu Long
143 Chapter 143 - Mulai Konfrontasi
144 Chapter 144 - Xiao Fan Vs Empat Jubah Hitam
145 Chapter 145 - Kemenangan
146 Chapter 146 - Raja Baru
147 Chapter 147 - Permintaan Yun Lanran
148 Chapter 148 - Yun Ling'er
149 Chapter 149 - Hutan Kegelapan
150 Chapter 150 - Ular hitam Vs Ular hijau
151 Chapter 151 - Menciptakan Dunia Kecil
152 Chapter 152 - Kutukan Malam Lemah?
153 Chapter 153 - Menghilangkan Kutukan Malam
154 Chapter 154 - Lan Shi An
155 Chapter 155 - Bahan Eksperimen Baru
156 Chapter 156 - Rencana Dimulai
157 Chapter 157 - Tiba Di Perbatasan
158 Chapter 158 - Bertemu kembali
159 Chapter 159 - Harta Kembali
160 Chapter 160 - Cinta Seorang Ayah
161 Chapter 161 - Ni Shan Jian Tunduk
162 Chapter 162 - Masalah Baru
163 Chapter 163 - Pertarungan Ni Shan Jian
164 Chapter 164 - Informasi Organisasi Bulan Merah
165 Chapter 165 - Keadaan Kerajaan Dong
166 Chapter 166 - Keanehan Desa Wu
167 Chapter 167 - Enkripsi Buatan Xiao Fan
168 Chapter 168 - Pertempuran Desa Wu 1
169 Chapter 169 - Pertempuran Desa Wu 2 Akhir
170 Chapter 170 - Bawah Tanah Desa Wu
171 Chapter 171 - Harta Desa Wu
172 Chapter 172 - Alam Langit
173 Chapter 173 - Ujian Lantai Pertama
174 Chapter 174 - Alam Misterius
175 Chapter 175 - Melewati Sungai Si
176 Chapter 176 - Pertempuran Pelabuhan 1
177 Chapter 177 - Pertarungan Pelabuhan 2 Akhir
178 Chapter 178 - Mulai Perang
179 Chapter 179 - Perang Kerajaan Dong 1
180 Chapter 180 - Perang Kerajaan Dong 2
181 Chapter 181 - Perang Kerajaan Dong 3
182 Chapter 182 - Perang Kerajaan Dong 4
183 Chapter 183 - Perang Kerajaan Dong 4 Akhir - S2 End
184 Chapter 184 - Perjalanan Menuju Benua Shansu
185 Chapter 185 - Luner
186 Chapter 186 - Melawan Iblis
187 Chapter 187 - Akhir Pulau Luner
188 Chapter 188 - Perjalanan Menuju Daratan Longling
189 Chapter 189 - Tiba Di Daratan Longling
190 Chapter 190 - Bandit Serigala Darah
191 Chapter 191 - Pertarungan dengan Bandit
192 Chapter 192 - Pertemuan
193 Chapter 193 - Lan Ling dan An Er
194 Chapter 194 - Perjalanan
195 Chapter 195 - Penyergapan
196 Chapter 196 - Penyergapan Akhir
197 Chapter 197 - Penyerang Alam Langit
198 Chapter 198 - Undead
199 Chapter 199 - Xiao Fan Vs Ketua Undead
200 Chapter 200 - Xiao Fan Vs Ketua Undead 2 Akhir
201 Chapter 201 - Iblis Bertindak?
202 Chapter 202 - Iblis
203 Chapter 203 - Tiba di Kediaman Yun
204 Chapter 204 - Menyembuhkan Kepala Keluarga Yun
205 Chapter 205 - Reuni
206 Chapter 206 - Keinginan Yang Terlupakan
207 Chapter 207 - Identitas Xiao Fan Terbongkar
208 Chapter 208 - Tanggapan Seluruh KerajaanTian
209 Chapter 209 - Membuka Gulungan Kedua
210 Chapter 210 - Penyerangan Kediaman Yun 1
211 Chapter 211 - Penyerangan Kediaman Yun 2 Akhir
212 Chapter 212 - Simpul Hati Shen Yu Ling
213 Chapter 213 - Hati Kedua Belas Pengikut
214 Chapter 214 - Lan Yansho
215 Chapter 215 - Permintaan Kerajaan Tian
216 Chapter 216 - Masalah Besar
217 Chapter 217 - Pohon Di Taman
218 Chapter 218 - Qi Raja
219 Chapter 219 - Tes Yun Shie
220 Chapter 220 - Akhir Tes
221 Chapter 221 - Masalah Desa Kembang Api?
222 Chapter 222 - Kerajaan Qian
223 Chapter 223 - Tragedi Kerajaan Qian
224 Chapter 224 - Keputusan Akhir
225 Chapter 225 - Cawan Emas
226 Chapter 226 - Bandit Serigala
227 Chapter 227 - Yun Lan Ran Vs Bos Bandit
228 Chapter 228 - Perpisahan
229 Chapter 229 - Masalah Kediaman Lan
230 Chapter 230 - Pemberontakan Kediaman Lan
231 Chapter 231 - Pembalikan
232 Chapter 232 - Kong Mu Terpojok
233 Chapter 233 - Berakhirnya Kong Mu
234 Chapter 234 - Peringatan Perang
235 Chapter 235 - Memperluas Kolam Qi
236 Chapter 236 - Dua Pembunuh Bayaran
237 Chapter 237 - Keputusasaan Lin Hua
238 Chapter 238 - Penyelamatan Xiao Fan
239 Chapter 239 - Lan Yansho Terkejut
240 Chapter 240 - Buah Lin Hua
241 Chapter 241 - Musuh Sudah Dekat
242 Chapter 242 - Rencana Yang Dipercepat
243 Chapter 243 - Makam Kuno
244 Chapter 244 - Kerajaan Tian Bergerak
245 Chapter 245 - Phoenix Es Lin Hua
246 Chapter 246 - Naga Laut Yun Shie
247 Chapter 247 - Menuju Lantai 2
248 Chapter 248 - Goliath
249 Chapter 249 - Lin Hua Terjebak
250 Chapter 250 - Ribuan Panah Es
251 Chapter 251 - Cacing Malam
252 Chapter 252 - Firasat Zhou Dan
253 Chapter 253 - Naik Alam Elementasi
254 Chapter 254 - Lingkaran Penuh
255 Chapter 255 - Monster Lahar
256 Chapter 256 - Ujian?
257 Chapter 257 - Terdesak
258 Chapter 258 - Qi Ilahi
259 Chapter 259 - Puncak Pertempuran
260 Chapter 260 - Warisan Kaisar Api
261 Chapter 261 - Long Yuyin
262 Chapter 262 - Perang Dimulai
263 Chapter 263 - Perang 1
264 Chapter 264 - Keadaan
265 Chapter 265 - Perang 2
266 Chapter 266 - Perang 3
267 Chapter 267 - Perang 4
268 Chapter 268 - Perang 5
269 Chapter 269 - Perang 6
270 Chapter 270 - Perang 7 - End
271 News, Novel.
Episodes

Updated 271 Episodes

1
Chapter 01 - Reinkarnasi
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61 : Xiao Fan datang
62
Chapter 62 : Serigala berbulu domba.
63
Chapter 63 : Hutan Siken
64
Chapter 64 : Pertarungan Di Jembatan
65
Chapter 65 : Melawan Ular Besar
66
Chapter 66 : Telur
67
Chapter 67 : Cerita Zhu Lin
68
Chapter 68 : Xiao Fan Vs Raja Kera
69
Chapter 69 : Akhir Perjalanan
70
Chapter 70 : Kota Jingsen
71
Chapter 71 : Empat Budak Setia
72
Chapter 72 : Tiba Di Akademi
73
Chapter 73 : Keputusan Yu Hun Sha
74
Chapter 74 : Murid Spesial
75
Chapter 75 : Pertemuan
76
Chapter 76 : Ni Shan Jian
77
Chapter 77 : Penculikan
78
Chapter 78 : Kematian Xiao Fan
79
Chapter 79 : Bangkit - S1 End
80
Chapter 80 : Enam Tahun
81
Chapter 81 - Xian Nan
82
Chapter 82 - Kekuatan Perempuan Sadis
83
Chapter 83 - Desa Seren Tunduk
84
Chapter 84 - Penjara Tersembunyi
85
Chapter 85 - Datangnya Bandit Kalajengking
86
Chapter 86 - Mengalahkan Bandit Kalajengking
87
Chapter 87 - Negosiasi Dengan Pedagang Budak
88
Chapter 88 - Ning Bergerak
89
Chapter 89 : Kota Linkuen bergerak
90
Chapter 90 - Pertarungan
91
Chapter 91 - Sebelum Perjalanan
92
Chapter 92 - Tiba di Desa Shulai
93
Chapter 93 - Barang Menarik
94
Chapter 94 - Jebakan Berkedok Sayembara
95
Chapter 95 - Pion Dalam Pion
96
Chapter 96 - Meninggalkan Desa Shulai
97
Chapter 97 - Bencana Baru
98
Chapter 98 - Menyerang Kediaman Tuan Kota
99
Chapter 99 - Pembantaian Penjaga
100
Chapter 100 - Xiao Fan vs Jendral
101
Chapter 101 - Harta Karun Linkuen
102
Chapter 102 - Shan Yuan
103
Chapter 103 - Crocoar
104
Chapter 104 - Melawan Kelompok Berjubah Hitam
105
Chapter 105 - Pertarungan Berakhir
106
Chapter 106 - Memulihkan Diri
107
Chapter 107 - Desa Numa
108
Chapter 108 - Pelatihan Xian Nan
109
Chapter 109 - Pembantaian
110
Chapter 110 - Xiao Fan Vs Kapten Prajurit
111
Chapter 111 - Tiba Di Ibukota Saint
112
Chapter 112 - Diskusi Yu Lin
113
Chapter 113 - Dewi Krisan Kuno
114
Chapter 114 - Rumah Lelang Saint
115
Chapter 115 - Yu Lin Luluh
116
Chapter 116 - Menghancurkan Hantu Gelap.
117
Chapter 117 - Penyusup
118
Chapter 118 - Perencanaan
119
Chapter 119 - Menyerang Kediaman Hong
120
Chapter 120 - Menyerang Kediaman Hong 2
121
Chapter 121 - Menyerang Kediaman Hong 3
122
Chapter 122 - Kemarahan Ning Zhingren
123
Chapter 123 - Sebelum Badai
124
Chapter 124 - Mulai Bergerak
125
Chapter 125 - Pertarungan Xian 1
126
Chapter 126 - Pertarungan Xian 2
127
Chapter 127 - Pertarungan Xian 3 Akhir
128
Chapter 128 - Pertarungan Ko 1
129
Chapter 129 - Pertarungan Ko 2
130
Chapter 130 - Pertarungan Ko 3
131
Chapter 131 - Pertarungan Ko 4
132
Chapter 132 - Pertarungan Ko 5
133
Chapter 133 - Situasi Kerajaan Ning Menjadi Serius
134
Chapter 134 - Akhir Kediaman Ko
135
Chapter 135 - Pertempuran Akhir Dimulai
136
Chapter 136 - Pertempuran Xiao Jun 1
137
Chapter 137 - Pertarungan Xiao Jun 2 Akhir
138
Chapter 138 - Pertarungan Xiao Jian 1
139
Chapter 139 - Pertarungan Xiao Jian 2 Akhir
140
Chapter 140 - Sebuah Pemikiran
141
Chapter 141 - Terungkap
142
Chapter 142 - Melawan Fu Yan dan Wu Long
143
Chapter 143 - Mulai Konfrontasi
144
Chapter 144 - Xiao Fan Vs Empat Jubah Hitam
145
Chapter 145 - Kemenangan
146
Chapter 146 - Raja Baru
147
Chapter 147 - Permintaan Yun Lanran
148
Chapter 148 - Yun Ling'er
149
Chapter 149 - Hutan Kegelapan
150
Chapter 150 - Ular hitam Vs Ular hijau
151
Chapter 151 - Menciptakan Dunia Kecil
152
Chapter 152 - Kutukan Malam Lemah?
153
Chapter 153 - Menghilangkan Kutukan Malam
154
Chapter 154 - Lan Shi An
155
Chapter 155 - Bahan Eksperimen Baru
156
Chapter 156 - Rencana Dimulai
157
Chapter 157 - Tiba Di Perbatasan
158
Chapter 158 - Bertemu kembali
159
Chapter 159 - Harta Kembali
160
Chapter 160 - Cinta Seorang Ayah
161
Chapter 161 - Ni Shan Jian Tunduk
162
Chapter 162 - Masalah Baru
163
Chapter 163 - Pertarungan Ni Shan Jian
164
Chapter 164 - Informasi Organisasi Bulan Merah
165
Chapter 165 - Keadaan Kerajaan Dong
166
Chapter 166 - Keanehan Desa Wu
167
Chapter 167 - Enkripsi Buatan Xiao Fan
168
Chapter 168 - Pertempuran Desa Wu 1
169
Chapter 169 - Pertempuran Desa Wu 2 Akhir
170
Chapter 170 - Bawah Tanah Desa Wu
171
Chapter 171 - Harta Desa Wu
172
Chapter 172 - Alam Langit
173
Chapter 173 - Ujian Lantai Pertama
174
Chapter 174 - Alam Misterius
175
Chapter 175 - Melewati Sungai Si
176
Chapter 176 - Pertempuran Pelabuhan 1
177
Chapter 177 - Pertarungan Pelabuhan 2 Akhir
178
Chapter 178 - Mulai Perang
179
Chapter 179 - Perang Kerajaan Dong 1
180
Chapter 180 - Perang Kerajaan Dong 2
181
Chapter 181 - Perang Kerajaan Dong 3
182
Chapter 182 - Perang Kerajaan Dong 4
183
Chapter 183 - Perang Kerajaan Dong 4 Akhir - S2 End
184
Chapter 184 - Perjalanan Menuju Benua Shansu
185
Chapter 185 - Luner
186
Chapter 186 - Melawan Iblis
187
Chapter 187 - Akhir Pulau Luner
188
Chapter 188 - Perjalanan Menuju Daratan Longling
189
Chapter 189 - Tiba Di Daratan Longling
190
Chapter 190 - Bandit Serigala Darah
191
Chapter 191 - Pertarungan dengan Bandit
192
Chapter 192 - Pertemuan
193
Chapter 193 - Lan Ling dan An Er
194
Chapter 194 - Perjalanan
195
Chapter 195 - Penyergapan
196
Chapter 196 - Penyergapan Akhir
197
Chapter 197 - Penyerang Alam Langit
198
Chapter 198 - Undead
199
Chapter 199 - Xiao Fan Vs Ketua Undead
200
Chapter 200 - Xiao Fan Vs Ketua Undead 2 Akhir
201
Chapter 201 - Iblis Bertindak?
202
Chapter 202 - Iblis
203
Chapter 203 - Tiba di Kediaman Yun
204
Chapter 204 - Menyembuhkan Kepala Keluarga Yun
205
Chapter 205 - Reuni
206
Chapter 206 - Keinginan Yang Terlupakan
207
Chapter 207 - Identitas Xiao Fan Terbongkar
208
Chapter 208 - Tanggapan Seluruh KerajaanTian
209
Chapter 209 - Membuka Gulungan Kedua
210
Chapter 210 - Penyerangan Kediaman Yun 1
211
Chapter 211 - Penyerangan Kediaman Yun 2 Akhir
212
Chapter 212 - Simpul Hati Shen Yu Ling
213
Chapter 213 - Hati Kedua Belas Pengikut
214
Chapter 214 - Lan Yansho
215
Chapter 215 - Permintaan Kerajaan Tian
216
Chapter 216 - Masalah Besar
217
Chapter 217 - Pohon Di Taman
218
Chapter 218 - Qi Raja
219
Chapter 219 - Tes Yun Shie
220
Chapter 220 - Akhir Tes
221
Chapter 221 - Masalah Desa Kembang Api?
222
Chapter 222 - Kerajaan Qian
223
Chapter 223 - Tragedi Kerajaan Qian
224
Chapter 224 - Keputusan Akhir
225
Chapter 225 - Cawan Emas
226
Chapter 226 - Bandit Serigala
227
Chapter 227 - Yun Lan Ran Vs Bos Bandit
228
Chapter 228 - Perpisahan
229
Chapter 229 - Masalah Kediaman Lan
230
Chapter 230 - Pemberontakan Kediaman Lan
231
Chapter 231 - Pembalikan
232
Chapter 232 - Kong Mu Terpojok
233
Chapter 233 - Berakhirnya Kong Mu
234
Chapter 234 - Peringatan Perang
235
Chapter 235 - Memperluas Kolam Qi
236
Chapter 236 - Dua Pembunuh Bayaran
237
Chapter 237 - Keputusasaan Lin Hua
238
Chapter 238 - Penyelamatan Xiao Fan
239
Chapter 239 - Lan Yansho Terkejut
240
Chapter 240 - Buah Lin Hua
241
Chapter 241 - Musuh Sudah Dekat
242
Chapter 242 - Rencana Yang Dipercepat
243
Chapter 243 - Makam Kuno
244
Chapter 244 - Kerajaan Tian Bergerak
245
Chapter 245 - Phoenix Es Lin Hua
246
Chapter 246 - Naga Laut Yun Shie
247
Chapter 247 - Menuju Lantai 2
248
Chapter 248 - Goliath
249
Chapter 249 - Lin Hua Terjebak
250
Chapter 250 - Ribuan Panah Es
251
Chapter 251 - Cacing Malam
252
Chapter 252 - Firasat Zhou Dan
253
Chapter 253 - Naik Alam Elementasi
254
Chapter 254 - Lingkaran Penuh
255
Chapter 255 - Monster Lahar
256
Chapter 256 - Ujian?
257
Chapter 257 - Terdesak
258
Chapter 258 - Qi Ilahi
259
Chapter 259 - Puncak Pertempuran
260
Chapter 260 - Warisan Kaisar Api
261
Chapter 261 - Long Yuyin
262
Chapter 262 - Perang Dimulai
263
Chapter 263 - Perang 1
264
Chapter 264 - Keadaan
265
Chapter 265 - Perang 2
266
Chapter 266 - Perang 3
267
Chapter 267 - Perang 4
268
Chapter 268 - Perang 5
269
Chapter 269 - Perang 6
270
Chapter 270 - Perang 7 - End
271
News, Novel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!