Mondy menyusul Keyla memasuki rumah Bara dan Sheina. Suara tangisan bayi menyambut kedatangan mereka berdua. Entah apa yang membuat bayi perempuan itu menangis, tapi Keyla yang mendengarnya pun jadi tidak tega dan langsung menghampirinya.
“Kenapa dia nangis?” tanya Keyla. Ia mengusap kepala adik Gabriel itu.
“Lagi rewel dia. Mau tidur digangguin kakaknya,” jawab Sheina sembari melotot pada Gabriel yang menundukkan kepala.
Bocah empat tahun itu sudah melakukan kesalahan dengan mengganggu adiknya yang ingin tidur sehingga membuat ibunya marah.
Mondy yang kasihan melihat Gabriel pun mendekati temannya itu. “Hai, Biel kenapa murung begitu? Dimarahi Mommy ya?” tanyanya sembari mengeluarkan permen coklat untuk Gabriel.
Gabriel mengerucutkan bibirnya. Ia merasa sedih karena niatnya yang ingin bermain dengan adiknya justru membuat adiknya itu menangis. “Biel, kan, enggak sengaja, Om.”
Sheina membawa bayinya ke atas, sedangkan Keyla menghampiri Mondy dan Gabriel yang masih sedih. “Kalau dedek waktunya tidur, Kakak Biel enggak boleh ganggu. Kakak main sendiri dong,” kata Keyla yang kini membawa Gabriel ke pangkuannya.
“Iya, Onty. Biel janji enggak akan nakal lagi, kok,” balas bocah itu.
Keyla pun memberikan kecupan di pipi Gabriel, dan hal itu membuat Mondy merasa iri.
“Aku juga mau dong.” Mondy menunjuk pipinya dengan telunjuk.
Bukannya menuruti keinginan Mondy, Keyla justru menepuk pipi itu. Melihat hal itu, Bara yang bau pulang dari kantor pun tertawa mengejek Mondy.
“Bagus, Key. Jangan mau diakal-akalin sama dia.” Bara duduk di sebelah Keyla yang masih memangku Gabriel. “Kamu kenapa, Gab kok sedih gitu?”
“Dimarahin Mommy.”
“Si Bara Kokok kayak nggak ingat masa lalu saja. Emangnya cara kamu dapatin Sheina itu halal?” balas Mondy yang tidak terima diejek Bara.
“Yang penting sekarang sudah halal, mau diapa-apain juga sudah halal. Walaupun belum bisa buka puasa, setidaknya aku sama Sheina sudah jelas.”
“Bentar lagi juga Keyla aku halalin. Ke rumah aku saja yuk, Key males banget di sini!” ajak Mondy yang mulai malas berdebat dengan Bara. Jika terus ditanggapi, omongan Bara tidak akan pernah ada habisnya.
“Eh, mau apa di rumah kamu? Keyla itu adik aku ya, aku berhak melindungi dia dari serangan serigala kayak kamu. Pasti kamu mau ajak Keyla berbuat yang tidak-tidak, kan, dasar Kukis Lebaran!” Bara melotot tidak terima. Ia takut jika Mondy akan macam-macam pada Keyla, apalagi di rumah Mondy tidak orang lain.
“Eh, Barakokok. Kalau aku cowok kayak begitu, pasti kamu dapat Sheina sudah nggak utuh,” balas Mondy.
Gabriel yang sedang sedih karena dimarahi ibunya itu pun berdiri dan mulai marah. “Daddy bisa enggak sih jangan berantem terus sama Om Mondy?” Bocah itu berkacak pinggang karena kesal dengan sikap dua orang dewasa di sampingnya yang selalu saja berantem.
“Kalian berdua itu kenapa sih, ribut terus. Nggak malu sama Gabriel?”
“Dia itu cemburu Key, karena aku lebih ganteng dari dia. Dia takut kalau Sheina itu jatuh cinta lagi sama aku, makanya dia kalau ketemu aku suka ngajak ribut. Anak sudah dua kelakuan masih kayak bocah saja.”
“Kamu juga masih kayak bocah. Sudah jadi RT masih saja suka ngeledekin orang. Emangnya nggak ada warga lain yang bisa kamu ganggu selain keluarga aku?
“Kalian berdua itu sama saja!” Keyla menurunkan Gabriel dari pangkuannya. “Biel, onty tinggal bentar ya, nanti onty ke sini lagi,” kata Keyla sebelum akhirnya memutuskan untuk bangun dari sofa.
“Mau ke mana Key?”
🥨🥨🥨 Mau ke Italia Bang. Nah loh.💐💐💐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Abinaya Albab
ehhhh... baru ngeh nih biel udh gk cadel ya...
2024-04-04
0
Yucaw
ke Itali bentar beli cilok..nitip gak nih kalian?? cilok itali enak juga lo..🙈🙈
2023-10-22
0
NayaRaa Chika
wes kaya Tom nd Jerry ae nih bara bere sama si Monde...
2022-09-29
0