TS | Bab 18

Usai pesta, Mondy diam-diam menemui Keyla saat malam telah larut. Dia datang membawa buket bunga yang tadi ditangkapnya saat acara pernikahan. Ada rasa bersalah yang menghantui pikirannya, apalagi Keyla sama sekali tidak mau menjawab teleponnya.

Keyla mau menemui Mondy karena paksaan ibunya yang kasihan melihat Mondy datang tengah malam begini. Mama Keyla memang menyukai Mondy dan mendukung hubungan mereka, oleh karenanya saat mengetahui Mondy ingin bertemu dengan Keyla, mamanya langsung menyetujui dan membantunya.

Keyla keluar dari rumah dengan memasang wajah malas, kalau bukan karena mamanya, dia pasti tidak akan menemui Mondy. “Kenapa?” tanya Keyla tanpa basa-basi lagi.

Mondy menarik Keyla untuk duduk di kursi teras bersamanya. Ada banyak hal yang ingin ia jelaskan pada Keyla supaya tidak ada kesalahpahaman di antara mereka. “Jangan salah paham, kita bisa bicarakan semua dengan baik-baik. Aku akan menjelaskan semuanya secara detail sama kamu.”

Keyla menuruti Mondy untuk duduk di teras. Dia melirik buket bunga yang dibawa Mondy lalu membuang muka, malas.

Melihat Keyla yang hanya diam tak mau menjawab ucapannya, Mondy pun berinisiatif untuk meminta maaf. “Maaf karena enggak bilang dulu sama kamu soal Freya.” Mondy menyerahkan buket bunga yang sedari tadi dipegangnya.

Keyla melirik bunga itu dan mengabaikannya. “Kamu bilang akan membereskan masalah ini, tapi kenapa aku lihatnya kamu malah menikmati hubunganmu dengan Freya?” tanya Keyla dengan ketus. Ada rasa cemburu saat mengingat kedekatan Mondy dan Freya di pesta tadi.

Mondy menggeser duduknya mengikis jarak antara dia dan Keyla. “Kamu tahu tidak, dengan begini aku bisa merasa senang juga,” ucap Mondy.

Seketika itu Keyla langsung menoleh dan menatap Mondy dengan kesal. “Jadi benar, kan, kamu sebenarnya suka sama Freya. Baguslah. Lebih baik tidak usah menemuiku lagi,” balas Keyla dengan ketus.

“Tuh, kayak gini yang bikin aku seneng.”

Keyla mengernyit. Lalu Mondy tiba-tiba berjongkok di depannya. “Aku suka lihat kamu cemburu sama Freya, karena itu berarti kamu sudah cinta sama aku,” ucap Mondy dengan sangat yakin.

Keyla hanya menatapnya tanpa ekspresi, entah apa yang membuat Mondy menyimpulkan hal itu, yang jelas Keyla merasa Mondy sedang mengejeknya.

“Freya itu punya pacar, tapi pacarnya orang biasa yang tidak sepadan dengan keluarganya. Tadinya aku mau langsung menolak, tapi setelah papa bilang kalau KL Grup itu bisa menjadi ancaman buat karier kamu, aku memutuskan untuk mengikuti permainan. Aku sama Freya sedang mencari jalan supaya kita tidak menikah,” jelas Mondy yang berusaha membuat Keyla percaya dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Kening Keyla kembali berkerut, satu hal yang terlintas dalam pikiran. “Jadi kalian sedang bersandiwara?”

Mondy mengangguk dan tersenyum. Ia menepuk “Ya, bisa dibilang gitu. Kami bersandiwara di hadapan para pemegang saham, wartawan dan para orang tua.”

“Lalu kita?”

“Bersabarlah sebentar, mungkin kita akan sembunyi-sembunyi dari mereka sampai aku dan Freya benar-benar berakhir. Sekarang aku tanya, kamu bersedia bersabar untuk hubungan kita?”

Keyla menghela napas berat. “Aku sendiri belum sepenuhnya yakin sama perasaanku. Tapi, aku nggak suka lihat kamu sama Freya,’ katanya dengan jujur.

“Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk masalah ini, asalkan kamu sama aku terus. Setelah ini aku janji akan langsung menikahimu.”

**

**

**

Kencan Keyla dan Mondy masih berlanjut. Meski belum ada kejelasan tentang hubungan mereka, tapi Keyla dan Mondy mencoba menjalaninya.

Hari ini karena tidak ingin ketahuan oleh wartawan lagi, Keyla mengajak Mondy untuk kencan di rumah Sheina. Sebenarnya ia sedang rindu ingin menggendong Bia dan bertemu Gabriel.

Keyla sudah sampai di depan rumah Sheina, Mondy yang melihat itu langsung bergegas menemui wanita impiannya itu. Ia berlari menuju rumah Bara yang berseberangan dengan rumahnya.

Sambil menoleh kanan kiri dan mengendap-endap, Mondy menuju rumah Bara. Keyla yang melihat kelakuan aneh Mondy itu justru tertawa. Padahal, dulunya ia sangat membenci tingkah Mondy yang kekanak-kanakan itu.

“Kamu ngapain sih?” tanya Keyla sembari menepuk pelan pundak Mondy.

“Lagi main kucing-kucingan. Gini kan biar aman nggak ketahuan sama wartawan.”

“Emang wartawan bisa bebas masuk ke sini?”

“Ya nggak sih, siapa tahu saja Bara nyebarin CCTVnya terus kita ketahuan.”

Keyla berjalan lebih dulu meninggalkan Mondy yang berkacak pinggang karena ditinggal Keyla. Setelah Keyla masuk ke rumah, Mondy berlari mengejarnya.

“Kenapa ninggalin aku?” tanya Mondy.

“Takut kalau nanti ketangkep CCTV kita lagi berduaan,” jawab Keyla.

🥨🥨🥨Jempolnya jangan lupa diangkat semua gaess💐💐💐

Terpopuler

Comments

Najwa_auliarahma

Najwa_auliarahma

yaelah pak RT main kucing" an diwilayahnya sendiri 😂😂😂

2023-01-21

0

Sony Sondang

Sony Sondang

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dasar somplak...

2022-09-03

1

Isyeu Lismaya

Isyeu Lismaya

pak RT keluar somplaknya

2022-08-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!