MU-10 Kekalahan Verel

"Tidak mungkin?! Crazy storm phoenix juga Ryuga kuasai, padahal aku menyerangnya bukan mengajarinya. Benar-benar kadet yang berbahaya, cita-citanya menjadi salah satu sangakama dan berdiri di puncak Regalia pasti aka terwujud. Aku pasti akan selalu mendukungnya," batin Rany dengan membulatkan mata.

Trang!

Dentingan suara black fang dan yellow flash sword yang terus beradu. Verel dan Ryuga tak ada lelahnya.

"Mereka berdua ini seperti dewa yang tak kenal lelah, yang satu dewa bumi yang satu dewa petir," batin Vanya sambil menjatuhkan rahangnya. Vanya terkejut kekuatan Ryuga sangat meningkat pesat setelah Ryuga bertarung dengan Vanya, padahal itu hanya kemarin.

"Darimana si bodoh ini bisa meningkat pesat kekuatannya? padahal baru saja masuk akademi, Aku tahu mentor Kira memang mentor yang killer dalam melatih kadet, tidak seperti mentor kami Jhony yang sukanya membuat kami bersantai," batin Verel dengan wajah penuh tanda tanya, tangannya terus menangkis serangan crazy storm phoenix yang di lancarkan Ryuga.

"Phantom Dive!"

Ryuga mundur beberapa langkah dan menyelimuti black fang miliknya dengan aura energi berwarna biru. Lalu menghempaskan tebasan vertikal dari atas ke bawah.

Boom!

Siluet berbentuk sirip hiu berwarna biru di permukaan tanah, bergerak lurus ke arah Verel dan menghantamnya. Verel terpental melewati batas arena dan menghantam pembatas kursi penonton serta meledak hingga membuat retakan besar pada dinding penonton.

"Guhak!" Verel memuntahkan banyak darah dari mulutnya, ia sudah tak bisa lagi bangun. Angelina segera menghampiri Verel dan memberikan skill penyembuhan, "dark heal!" tubuh Verel yang lemas dan terluka kembali pulih.

Angelina siap meloncat ke arena untuk melawan Ryuga namun di tahan oleh Verel, "jangan! Dia bukan tandinganmu. Kita harus memperkuat diri sebelum turnamen antar tim 3 bulan ke depan," cegah Verel dengan menarik tangan Angelina.

"Pemenangnya Ryuga Himura!" teriak Josephine dan Angelina cuma menganggukan kepala.

"Sekarang penuhi janjimu!" teriak Rany. Verel memberikan kartu atm miliknya beserta sandi, uang di dalam kartu atm cukup banyak ada sekitar 200 juta. Orang kaya memang beda isi atmnya saja sampai 200 juta rupiah.

"Cepat! Lepaskan semua pakaianmu dan berjalan telanjang mengelilingi akademi!" seru Vanya pada Verel. Dengan berat hati Verel membuka pakaiannya dan bertelanjang lalu mengelili akademi, untung saja malam hari. Kalau siang hari pasti membuat Verel malu bukan kepalang.

"Hahahaha ... ternyata anak orang terkaya ketiga di sektor Siliwangi anunya kecil, hahahaha," ledek Josephine. "Angelina apa kau puas dengan punya Verel? Kalau kau kurang puas datang saja ke kamarku, hahahaha."

"Sial! Kau Josephine. Berani kau menyentuh Angelina, aku akan mencincangmu!" teriak Verel dengan raut muka merah padam yang terus berlari mengelilingi akademi militer Maung School.

"Mari kita pulang!" ajak Rany.

"Jangan lupa ya Josephine, traktiran sebulan di kantin akademi untuk kami berdua," ucap Vanya dengan mata berkedip cepat.

"Ya, ya, ya," balas Josephine dengan raut muka datar lalu pergi menuju dormitorinya.

"Yeay!" teriak Rany dan Vanya serentak.

"Kalau begini aku punya uang banyak," batin Ryuga. "Aku harus menjadi lebih kuat lagi, badanku serasa remuk setelah bertarung dengan Verel. Untung saja Kokobot memberiku arahan teknik pedang berbeda dari yang diajarkan oleh Rany, yaitu teknik one eye dragon."

[Teknik one eye dragon adalah teknik menggunakan enam katana terdiri dari 6 teknik pedang terdiri crazy storm, death fang, magnum step, jet x, hell dragon, dan phantom dive]

[Teknik crazy storm yaitu teknik menebas secara beruntun dengan empat pedang]

[Teknik death fang yaitu teknik menebas target ke atas dengan tiga pedang lalu menebas ke bawah]

[Teknik magnum step yaitu teknik mendorong target dengan memutar tiga pedang lalu membuat target terpental jauh]

[Teknik jet x yaitu teknik tebasan dengan enam pedang membentuk huruf x tiga kali ke target secara beruntun]

[teknik phantom dive yaitu teknik menggunakan 5 pedang dan menghempaskannya ke tanah untuk membentuk bilah berbentuk sirip hiu]

[teknik hell dragon yaitu teknik mengumpulkan energi pada pedang lalu menembakan petir sejauh 1 kilometer]

[Selamat juragan mendapatkan 5.000 poin experience karena berhasil mengalahkan Divya level 5]

"Terima kasih kokobot, jika bukan karena bantuanmu, aku sudah pasti kalah melawan si brengsek Verel itu," batin Ryuga.

[Sama-sama juragan]

"Kokobot status!" muncul layar di dalam mask of god yang masih Ryuga aktifkan, bagian penutup topengnya masih tertutup.

[Blangtupak blaem-blaem]

[Status]

[Nama : Ryuga Himura

Umur : 17 tahun

Level Divya: ???

Level system : Newbie (5.130/10.000)

Kuasa : Earth

Saldo : 200.100.000

Skill : Sword technique : one eyed dragon, god sword technique.

[Untuk meningkatkan level, juragan bisa membunuh monster, dan menyelesaikan misi]

[Level pada system : Newbie, fighter, champion, gladiator, prime knight, emperor, god of war, unknown substance]

[Selamat menjalankan misi dan meningkatkan level juragan]

"Ryuga! Ryuga!" panggil Rany yang sudah jauh tertinggal oleh Ryuga.

"Ryuga! Ryuga!" panggil lagi Rany, Ryuga tak mendengar panggilan Rany karena ia sedang asyik berbicara dengan kokobot.

"Sial, wanita secantik aku tak dihiraukannya awas saja! Hmph!" gumam Rany dengan menggembungkan pipinya lalu berlari ke arah Ryuga dan memukul bagian atas topeng Ryuga dengan keras.

Buk!

"Aw!" pekik Ryuga dan mengelus kepalanya dan berjongkok lalu menolehkan kepalanya ke belakang, "Rany apa yang kamu lakukan? Sakit tahu!" tanya Ryuga yang masih menggosok-gosokan kepala dengan kedua tangannya.

"Kamu itu, aku panggil-panggil tidak menyahut. Makanya aku memukulmu, Ryuga!" jawab Rany dengan nada ketus.

"Maaf, maaf, aku tak dengar!" ucap Ryuga dengan bibir melengkung membentuk senyuman. "Ada apa?"

"Teknik pedang itu, bukan teknik yang aku ajarkan kan? Teknik pedang yang Ryuga gunakan untuk menumbangkan Verel?" tanya Rany.

Ryuga terdiam, ia bingung harus menjelaskan apa pada Rany. Memang benar itu adalah teknik yang tidak di ajarkan oleh Rany, dan tak mungkn juga Ryuga berbicara jujur bahwa teknik itu adalah yang diajarkan oleh sistem. Ryuga harus menutup rapat rahasia tentang sistem yang sudah membuat dirinya lebih kuat dari sebelumnya dan tergolong pesat kenaikan kekuatan Ryuga.

"Maaf, aku tak bisa memberitahukannya padamu. Teknik itu adalah teknik pedang rahasia klanku," jawab Ryuga berbohong dengan asal menjawab. Ryuga berpikir nama Himura itu mungkin nama klan keluarganya di jepang, kenyataanya klan Himura itu tidak ada dan cuma bualan Ryuga saja.

"Baiklah aku mengerti, selamat malam!" ucap Rany lalu pergi meninggalkan Ryuga dengan melambaikan tangan menuju dormitori level 4 nomor 7 yaitu nomor kamar Rany.

"Tak boleh ada satu orang pun tahu tentang sistem, aku harus menutup rapat semua rahasia ini," batin Ryuga.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!