MU-5 Direndahkan karena diriku sampah

Josephine yang berlari sangat cepat meskipun dengan gaya gravitasi 3 kali lipat. Josephine bukan seorang Divya yang bodoh, ia menggunakan almighty shadow push untuk berlari di tambah shadow step. "Guru tidak melarang untuk menggunakan kekuatan atau teknik apapun, baiklah aku akan menggunakan teknik dewa pertama Azure Dragon!" gumam Rany lalu melesat cepat.

Teknik dewa I Azure Dragon adalah teknik langkah cepat dan menghujamkan tebasan secara cepat ke target. Pengguna teknik ini bisa bergerak secapat kilat bahkan jika sampai di tahap level 7 atau maheswara kecepatannya tak tertandingi.

Kecepatan Rany berhasil melewati Josephine, tapi stamina Rany cepat terkuras. Kelemahan teknik ini jika tubuh tak mampu menahan reflek cepat, maka stamina akan cepat terkuras habis.

"Bagus, gunakan otak kalian. Dalam pertempuran nyata bukan hanya kekuatan level berperan tapi juga strategi dan pengambilan keputusan yang cepat. Teknik yang hebat tapi sayang jika tubuhnya tak mampu menahan reflek itu maka teknik itu bisa menjadi senjata makan tuan," ujar Kira yang sedang bertengger di atas bukit melihat dan menganalisa anak didiknya.

Ryuga dengan sekuat tenaga berhasil melewati training field meadow (padang rumput). Ryuga menuju training field desert, "Hai teman! aku kembali. Mari kita sama-sama menuju bukit!" teriak Rany dan Josephine serentak yang mendekat ke arah Ryuga.

"Kenapa kalian kembali? Nanti kalian gagal dalam latihan ini dan mendapatkan hukuman dari guru," balas Ryuga.

Josephine dan Rany tanpa basa-basi langsung memapah Ryuga, Rany di kanan serta Josephine di kiri. Mereka juga merasakan gravitasi yang dirasakan tubuh Ryuga, total beban gravitasi mereka 16 kali gravitasi bumi.

"Kerjasama kalian memang patut di acungi jempol. Sesama anggota tim itu harus saling melindungi, bukan meninggalkan," gumam Kira yang masih terus mengawasi mereka berempat.

Vanya sudah sampai kembali di tempat awal mereka memulai lari, berarti sudah sampai di garis finish. Sedangkan Ryuga, Rany, dan Josephine masih berjibaku dengan berat 16 kali gravitasi bumi. Karena beban 16 gravitasi bumi ini, kecepatan Rany dan Josephine berkurang 70% tapi kecepatan Ryuga juga naik 30%.

Mereka bertiga akhirnya berhasil melewati latihan ini meskipun hampir saja melewati batas waktu yang telah ditentukan oleh Kira. Mereka bertiga sampai di garis finish kurang dari satu detik yaitu pukul 11.59.59 WIB.

"Hah ... hah ... hah ... latihan kali ini capek sekali!" ucap Ryuga, Josephine dan Rany serentak, terduduk di permukaan tanah dengan nafas terengah-engah.

Kira tiba-tiba muncul di depan mereka dengan tubuh berkedip dan membuat mereka terkejut, "copot! Eh, copot! Guru membuat kami kaget saja," ucap Rany yang mengelus-elus dadanya.

"Kalian bertiga lulus!" ujar Kira.

[Blangtungpak blaem-blaem]

[Selamat juragan mendapatkan 10 poin experience dari latihan]

[Selamat juragan telah menyelesaikan misi]

[Misi : selesaikan latihan dari Kira

Hadiah : 10 experience dan uang Rp 100.000

hukuman : -

[10 poin experience telah ditambahkan ke status juragan dan uang Rp 100.000 telah ditambahkan ke akun rekening juragan]

[Selamat menjalankan misi dan meningkatkan level juragan]

"Aku berhasil menyelesaikan misi dan mendapatkan uang yang cukup banyak. Aku bisa membeli lauk, untuk makan malam nanti," batin Ryuga dengan mata berkilau. Bagi Ryuga uang 100 ribu itu sudah sangat banyak, karena ia selalu menjalani hidup miskin. Ryuga hanya punya uang jajan sehari paling banyak 10.000, itu pun ia harus bekerja keras sore sampai malam.

"Guru, kenapa cuma mereka bertiga? Aku ini yang pertama sampai di garis finish, harusnya aku juga lulus dan menjadi yang terbaik guru, dalam latihan ini," sela Vanya dengan menyeringai kesal, karena tak terima dengan keputusan Kira.

"Vanya! Apa kamu meragukan keputusanku? Seharusnya kamu tahu apa kesalahanmu!" teriak Kira dengan sorot mata yang tajam.

"Guru benar-benar tidak adil. Sampah seperti dia mana bisa satu tim denganku," cibir Vanya sambil menunjuk Ryuga.

"Lancang kamu Vanya, akan kurobek mulutmu!" teriak Rany dengan membulatkan mata.

"Vanya kamu keterlaluan, cukup!" teriak Josephine yang menarik kerah Vanya.

"Hentikan!" teriak Ryuga. "Aku menantangmu Vanya! Jika aku kalah, aku akan berhenti dari akademi ini. Tapi jika kau kalah, kau harus menjadi merubah sikapmu!"

"Cih, kau pikir aku takut. Aku terima tantanganmu, siap-siap kemasi barangmu, aku akan menendang pantatmu untuk keluar dari akademi ini," cibir Vanya berdecih.

"Baik aku akan menjadi saksi. Vanya dan Ryuga tepati janji kalian!" tegas Kira.

"Tapi Ryuga ... " sela Josephine dan Rany serentak dengan nada terpotong.

"Tenang saja, aku pasti menang, aku janji ... hehehe!" ucap Ryuga sambil tertawa dan menonaktifkan beban gravitasi di jam tangannya dan menutup bagian mukanya dengan mengaktifkan topeng dewa. "Mask of god, aktif!"

"Baik kita mulai saja, Vanya! Ryuga! siap?" tanya Kira.

"Siap ... mulai!" teriak Kira.

Vanya langsung mengeluarkan double dager dari pinggang dan langsung melesat ke arah Ryuga. Vanya menusuk Ryuga dengan kedua dagger miliknya, gerakan reflek Ryuga meningkat setelah latihan. Ryuga mengelak setiap tusukan dan tebasan Vanya dengan mudah.

"Apa?! Dia bisa menghindari semua seranganku, tidak mungkin?!" batin Vanya dengan membulatkan mata dan terus menyerang Ryuga secara cepat bertubi-tubi.

Ryuga melakukan teknik weaving pada olahraga boxing untuk menghindari setiap serangan tebasan dan tusukan Vanya, yaitu dengan cara merunduk dan memiringkan badan. Topeng dewa membantunya cara mengelak setiap serangan dengan memberikan prediksi gerakan Vanya serta gambaran gerakan teknik weaving

"Tidak mungkin! Teknik menghindar seperti itu seperti teknik boxing. Tapi darimana Ryuga belajar teknik itu, data informasi yang diberikan oleh pemerintahan dunia sangakama, Ryuga hanya pemuda biasa," gumam Kira dengan membulatkan mata.

Vanya seorang healer tidak punya teknik serangan mematikan, hanya saja ia pandai menggunakan double dagger. "Mana kemampuanmu itu, tak ada satupun seranganmu yang mampu menggores kulitku ini," ledek Ryuga dengan nada meninggi untuk memprovokasi Vanya.

Vanya mundur beberapa langkah dan menyarungkan double daggernya, "Kau pikir aku hanya bisa menyerang dengan belati saja, kau salah besar! Area of buff : strength!" Vanya diselimuti aura berwarna merah diseluruh tubuhnya, kekuatan ototnya meningkat, terlihat dari urat otot yang menonjol keluar di setiap lekukan tubuhnya.

"Cherry blosom!"

Vanya mengumpulkan energi pada tangan kanannya dan melesat maju ke arah Ryuga, gerakannya sangat cepat tidak bisa diprediksi oleh topeng dewa. Vanya menghantamkan pukulan yang sangat keras ke dada Ryuga hingga membuatnya terpental sangat jauh.

Bang!

Boom!

Pukulan Vanya menghantam tubuh Ryuga dan menabrak pohon besar. "Guhak...!" Ryuga memuntahkan seteguk darah lalu menyeka darahnya, "aku tak boleh kalah! Aku tak boleh kalah! Aku tak boleh kalah!" teriak Ryuga.

Sejurus kemudian Vanya berlari sangat cepat dan sudah mendekati Ryuga, ia segera bangkit lalu berlari menyambut Vanya.

"Chery blosom!"

Vanya kembali menyerang kali ini mengumpulkan energinya ke kaki kanan, lalu melompat tinggi dan mengarahkan tendangan pada Ryuga, Vanya mengincar muka Ryuga dengan sengaja ia ingin membunuh Ryuga.

Vanya sudah muak dan jijik dengan Ryuga, baginya sampah seperti dia tak layak untuk hidup. Padahal sejatinya sampah juga bisa di daur ulang menjadi barang yang lebih berharga.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!