Keributan itu nampaknya mendatangkan si pemilik toko pakaian. Sebelum pelayan angkuh ini pergi untuk memanggil atasannya, seorang wanita paruh baya sudah datang terlebih dahulu di hadapanku. Terlihat tampilannya yang sederhana dengan pakaian yang berkelas. Dia datang dengan raut wajah yang ramah, lalu bertanya kepada sang pegawai tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Nyonya Hana, dengarkan penjelasan dari saya. Bukan saya yang menjatuhkan menekin ini, dia berbohong." Sri menyela perkataan pelayan yang diketahui bernama Margaret itu.
"Baiklah kalau begitu jika Tuan dan Nyonya tidak keberatan, kita bisa melihat langsung melewati layar cctv yang telah terpasang di sudut yang tak terlihat itu." Kemudian sang pemilik toko pakaian itu menunjuk ke arah sudut ruangan yang tidak terjamah, kemudian kami barulah sadar kalau di sana terpasang cctv yang mengarah langsung ke tempat ini. "Seharunya semua kebenaran akan terungkap dengan melihat rekaman kejadian yang sebenarnya.
"Tunggu, Nyonya...."
"Ada apa, Margaret?"
"Dia benar-benar menjatuhkannya! Untuk apa repot-repot melihat rekaman cctv, bukankah itu hanya akan membuang-buang waktu?" kata pelayan itu dengan gugup. "Nyonya, kita harus segera meminta mereka mengganti rugi kerusakannya, jika tidak mereka akan-"
"Cukup Margaret, aku sudah mengerti." Nyonya Hana ini masih menjaga ketenangannya, sesaat dia memotong perkataan karyawannya itu, lalu menghela napas berat. "Dengan ini saya sebagai pemilik toko mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada Tuan dan Nyonya atas pelayanan yang tidak menyenangkan. Saya akan memberikan kompensasi atas tindakan buruk salah satu karyawan saya ini. Saya harap Tuan dan Nyonya tidak keberatan untuk menerima hadiah pemberian dari toko milik saya ini. Hanya dengan menggunakan kartu pelanggan VIP permanen, Tuan dan Nyonya dapat menikmati potongan sepuluh persen setiap kali berkunjung dan membeli pakaian di tempat ini."
"Nyonya ...."
"Margaret, mulai sekarang saya resmi memberhentikan kamu dari pekerjaan ini. Mengenai gajimu bulan ini, itu akan dihitung sebagai biaya kompensasi akibat kerugian yang dialami toko pakaian saya atas perbuatan yang kamu lakukan. Saya tidak akan mempersalahkan ini lebih lanjut, kamu segera berkemas dan pergi meninggalkan toko pakaian ini."
Karyawan itu pun memasang wajah jelek dan menatap kami berdua dengan penuh dendam. Dia layaknya monster yang ingin memakan kami berdua hidup-hidup. Tak lama, dia pun dengan kesal pergi dari tempat itu untuk mengemasi barangnya. Nyonya Hana kemudian mengajak kami berkeliling untuk melihat-lihat. Dia sangat ramah dan profesional dalam menekuni usahanya ini, melihat dari bagaimana dia menjelaskan tentang pakaian apa yang cocok untuk dikenakan Sri, aku dapat menilai wanita paruh baya ini memiliki hati yang baik.
Setelah beberapa pakaian dipilih untuk dicoba, Nyonya Hana pun memanggil salah satu pelayan lagi dan menginstruksikan kepadanya untuk membantu Sri mengganti pakaiannya. Kali ini seorang karyawan wanita muda yang bernama Rara ini dengan ramah membawa kami menuju ruangan yang dikhususkan untuk mencoba pakaian. Sri dan Rara pun masuk dengan membawa pakaian itu ke dalam bilik, sementara aku menunggu di luar dan mengambil posisi duduk di sofa yang nyaman ini. Layaknya seorang bos, aku melihat Sri berulang kali keluar dan memperlihatkan tampilan modis setelah mengenakan pakaian-pakaian dari butik.
"Menurutku kamu terlihat sangat cantik pas pakai baju yang itu Sri. Kamu sendiri lebih suka yang mana?" Setelah Sri dan Karyawan Rara ini mengganti pakaian Sri seperti semula, aku memberikan saran tetang apa yang kulihat pas untuknya.
"Tuan Alan benar, saya juga merasa Nyonya Sri sangat cantik mengenakan pakaian ini," kata Rara dengan senyuman hangat di wajahnya.
"Tapi Lan, aku merasa kurang percaya diri dengan pakaian ini. Terlalu mencolok berwarna merah, jika aku boleh memilih lebih baik yang berwarna hitam saja," kata Sri dengan suara pelan.
"Kalau begitu tolong bungkuskan gaun yang berwarna merah ini dan satunya yang berwarna hitam pilihannya." Begitu aku selesai mengatakan itu wajah Rara pun berubah lebih cerah dan tersenyum lebih lebar karena bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Gabutdramon
why why kenapa tiap novel kekayaan, mc selalu di pandang rendah dan dimusuhi apa gak ada plot lain -_-
2023-05-19
2
Team Hore (≧∇≦)/
😂🐱🍸💯🥃
2023-01-21
0
Trisnajati Nuswantoro
seharusnya*
2022-05-13
0