Chapter 5 : Pemberitahuan Sistem

"Suster, sampaikan kepada bagian informasi untuk menghubungi keluarga korban atas nama Alan Saka."

"Baik, Dok."

Sementara itu, aku terbangun di dalam ruangan ini yang terlihat seperti kamar rumah sakit. Begitu mendengar suara samar dari arah luar pintu, aku merasa sesuatu ada yang salah di sini. Bukankah sebelumnya aku tertabrak truk besar itu? Segera aku meraba seluruh tubuhku dan menoleh ke arah ranjang. Syukurlah, ternyata aku masih hidup. Akan sangat lucu jika aku menjadi arwah gentayangan seperti di film-film.

Ini memang sangat aneh, mengapa aku bisa baik-baik saja setelah tertabrak truk itu? Lagi, aku tidak merasakan sakit sama sekali ketika menggerakkan seluruh tubuhku. Hanya untuk memastikan, aku pun bangkit dari ranjang itu dan mulai meregangkan sendi-sendi yang ada, sampai terdengar beberapa kali bunyi krek, yang berarti itu baik-baik saja.

Oh ya, pembicaraan yang kudengar sebelumnya. Mengapa juga dokter itu mengatakan bahwa aku telah meninggal? Jelas-jelas tubuhku baik-baik saja, ini sebenarnya apa yang terjadi sih? Aku mengerutkan kening seraya mengacak-acak rambutku.

Kubuka pintu kamar itu dan menoleh ke kanan dan ke kiri. Terlihat lorong rumah sakit seperti yang ada di gambaran pikiranku, beberapa pasien menggunakan baju rumah sakit berwarna biru seperti yang kupakai ini tengah terduduk. Dan aku juga menangkap salah seorang pasien wanita berwajah pucat tengah duduk di kursi roda, kemudian pria paruh baya itu mendorongnya dari belakang.

"Ke mana perginya dokter dan suster yang berbicara di luar tadi?"

Aku pun berjalan menelusuri lorong, kemudian menemukan lift dan aku beranjak untuk turun ke lantai dasar rumah sakit ini. Dokter atau suster itu, mereka harus memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku ini.

Sesampainya di bawah, aku segera menoleh ke kanan dan ke kiri, sampai akhirnya aku mendapati lokasi dua orang wanita yang bertugas di balik meja informasi rumah sakit itu. Yah, sudah kuputuskan untuk bertanya kepada mereka, aku pun berjalan dengan pandangan lurus ke arah dua wanita itu. Namun, di tengah perjalanan aku melihat dari kejauhan seorang wanita paruh baya datang menghampiri keduanya dan menangis seperti sedang memohon bantuan. Begitu mengejutkan bahwa kedua wanita itu bukannya membantu tapi malahan bersikap dingin dan mengusir ibu tersebut.

[Pemberitahuan Sistem]

Misi Tersembunyi : Membantu seorang wanita paruh baya membayar tagihan rumah sakit untuk operasi sang anak.

Hadiah : lima poin pengalaman dan sepuluh poin kontribusi.

Keterangan : Misi Tersembunyi ini akan berakhir dalam tiga puluh menit, pemilik harap menyelesaikannya sebelum waktu yang ditentukan atau mendapatkan hukuman. Kegagalan akan memicu pemilik mengalami keracunan dan bisa mengakibatkan kematian.

Sebuah layar tatap muka tiba-tiba muncul ketika aku telah mengambil berjarak cukup dekat dengan kedua wanita itu dan sang ibu. Kulihat dengan mata terbelalak, pada dasarnya layar itu tak bisa aku sentuh walau sekeras apa aku mencobanya. Sebuah tulisan pun terpampang pada layar itu, mungkinkah ini semacam tanda-tanda bahwa alam kejiwaanku sudah mulai terganggu? Omong kosong apa ini?

Setelah aku berhenti melangkah dan melihat sejenak tulisan itu, sebuah pemahaman baru muncul dalam pikiranku. Bukankah layar ini secara tidak langsung memaksaku untuk membantu ibu itu? Dan lagi mengapa di sini tertulis bahwa jika aku tidak membantunya aku akan keracunan? Menunggu beberapa saat layar itu tiba-tiba menghilang, aku pum mengerjapkan mataku beberapa kali untuk melihat apakah aku melihat layar itu muncul lagi, akan tetapi itu benar-benar menghilang seperti aku sedang berhalusinasi.

"Permisi, kalau boleh tau sebenarnya apa yang terjadi?" kataku ketika sampai di samping si ibu yang sedang memohon bantuan kepada kedua karyawan wanita rumah sakit itu.

Si ibu hanya bisa merintih dan tersedu-sedu, sementara staf resepsionis itu dengan malas melirikku dan berkata dingin setelahnya.

"Ibu ini terus memaksa agar anaknya segera dioperasi, akan tapi dia tidak memiliki biaya administrasinya, menyebalkan sekali," kata salah seorang staf itu yang berwajah tebal karena bedak dan juga makeup.

"Ini akan segera diselesaikan, aku sudah menghubungi satpam yang berada di luar untuk datang mengusir ibu ini pergi," kata staf lainnya yang tersenyum kepada kawannya di samping.

"Memangnya ibu tidak memiliki kartu kesehatan gratis dari pemerintah?"

Sang ibu pun menjawab meski dengan sedikit terisak, "Rumah sakit ini mengatakan bahwa kartu kesehatan dari pemerintah tidak berlaku lagi di tempat ini, Nak."

"Omong kosong!" Segera aku menoleh ke arah kedua staf resepsionis itu dan mengirimkan tatapan sinis. "Bukankah pemerintah yang memberikan kartu kesehatan ini kepada rakyat yang membutuhkan bantuan? Pemerintah pun telah mengirimkan dana kepada seluruh rumah sakit sebagai bantuan administrasi pasien yang menggunakan kartu tersebut. Seluruh rumah sakit seharusnya menerima kebijakan kartu kesehatan ini. Lantas, mengapa rumah sakit ini menolak kartu kesehatan yang dikeluarkan pemerintah? Apa rumah sakit ini mencoba untuk korupsi dana dari pemerintah? Di sini aku ingin bertemu dengan pimpinan rumah sakit ini, aku ingin melihat bisakah dia memberikan alasan yang tepat padaku."

Kedua staf itu pun gemetar dan saling melirik satu sama lain.

"Pak, jaga nada bicaramu! Ingin bertemu dengan pimpinan rumah sakit ini? Memangnya kamu pasien kelas VVIP sampai memenuhi syarat untuk bertemu dengan beliau? Aku sarankan untuk kamu tidak mencampuri urusan rumah sakit, jika tidak ingin mendapatkan masalah," kata staf wanita itu dengan wajah gelisah, kulihat juga keringat mulai terkumpul di sekitar keningnya.

"Oh, sekarang kamu menuntutku untuk bersikap lebih sopan? Lalu apa yang kamu lakukan kepada ibu ini sebelumnya bisa dikatakan pantas? Ketahuilah posisimu ini hanya sebagai resepsionis, apa itu perlu bersikap kasar kepada seseorang yang lebih tua darimu?"

"Kau...."

Staf itu mencoba menggertaku lagi, hanya itu dia urungkan begitu seorang pria yang menggunakan stelan doktor berwarna putih menghampiri ke tempat kami. Berada di belakang pria itu, sekitar empat orang datang menggunakan pakaian yang serupa, sepertinya sih mereka para dokter di rumah sakit ini.

"Mengapa ada keributan di tempat ini, bisa kalian jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Pria itu segera mengirimkan tatapan tajam ke arah dua karyawan itu.

"Pak, ini hanya terjadi sedikit kesalahpahaman, kami akan menyelesaikannya."

"Sedikit kesalahpahaman katamu?" Sungguh, rasanya ingin aku meratakan wajah menjijikan kedua staf resepsionis itu. "Katakan dengan benar, jika tidak bisa maka aku yang akan berbicara."

"Pak, mari kita bicarakan ini baik-baik, bisakah Bapak dan Ibu ini ikut kami ke dalam? Tidak baik berbicara di tempat umum seperti ini," kata pria itu dengan tersenyum ramah kepadaku.

Sejenak aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling, memang banyak orang yang mulai memperhatikan keributan ini. Pada akhirnya aku pun menghela napas berat dan mengangguk setuju.

"Kalian berdua, ikut kami juga masuk ke dalam." Pria itu seperti sebelumnya berubah masam ketika berbicara kepada kedua staf resepsionis itu. Kulihat, sepertinya dia tidaklah buruk, yah sepertinya ini memang ada kesalahpahaman yang muncul karena dua staf sialan ini.

Terpopuler

Comments

jeck

jeck

mc menceritakan dirinya didalam novel mendapat sistem

2025-03-23

0

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

menarik nih ..tuh perawt ajarin main kuda2an spt si Karen..hhh

2024-06-26

0

Eros Hariyadi

Eros Hariyadi

Lanjutkan Thor 😄💪👍👍👍

2023-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Karyawan Pembersih Terbaik Perusahaan
2 Chapter 2 : Ingatlah Baik-Baik Perkataanku
3 Chapter 3 : Mengisi Perut Dulu
4 Chapter 4 : Pengkhianatan Karen
5 Chapter 5 : Pemberitahuan Sistem
6 Chapter 6 : Layanan Kartu Premium
7 Chapter 7 : Gelar Si Pecundang
8 Chapter 8 : Pembelian Toko Sistem
9 Chapter 9 : Bibit Emas
10 Chapter 10 : Penghinaan Dari Anak Pemilik Perusahaan
11 Chapter 11 : Dasar Anak Mami
12 Chapter 12 : Dia Berpikir Aku Ini Pengemis?
13 Chapter 13 : Mencoba Menggertakku?
14 Chapter 14 : Barang Premium
15 Chapter 15 : Pengunduran Diri Masal
16 Chapter 16 : Demi Mendapatkan Poin
17 Chapter 17 : Karyawan Dan Atasan Sama Saja
18 Chapter 18 : Rencana Bisnis
19 Chapter 19 : Hadiah Dan Bencana
20 Chapter 20 : Tolong Bungkuskan Dua Pakaian ini
21 Chapter 21 : Tumpukan Emas Kecil
22 Chapter 22 : Dasar Wanita Gila
23 Chapter 23 : Pak Gunawan Pasti Bercanda
24 Chapter 24 : Melihat Sebelum Memutuskan
25 Chapter 25 : Mengambil Seorang Murid
26 Chapter 26 : Kesepakatan Yang Saling Menguntungkan
27 Chapter 27 : Latihan Memasak
28 Chapter 28 : Berniat Menyelamatkan Seorang Wanita
29 Chapter 29 : Nona Muda Dari Yoshan Group
30 Chapter 30 : Berharap Waktu Cepat Berlalu
31 Chapter 31 : Di Masa Depan, Anggap Kita Tidak Saling Mengenal
32 Chapter 32 : Teman Masa Kecil
33 Chapter 33 : Bimbingan Terakhir
34 Chapter 34 : Perubahan Gelar
35 Chapter 35 : Paket Yang Mengejutkan
36 Chapter 36 : Menjadi Lebih Kuat
37 Chapter 37 : Kemunculan Si Gendut Teman Baikku
38 Chapter 38 : Menikmati Acara Reuni
39 Chapter 39 : Jangan Harap Bisa Menjadi Temanku
40 Chapter 40 : Kesaktian Tongkat Penghukuman
41 Chapter 41 : Kompensasi Dari Paman Owen
42 Chapter 42 : Sebuah Kebetulan
43 Chapter 43 : Pemikiran Yang Tak Berdasar
44 Chapter 44 : Pertama Kalinya Meminum Segelas Anggur
45 Chapter 45 : Tuan Muda Dari Keluarga Oley
46 Chapter 46 : Ucapan Selamat Hari Ulang Tahun
47 Chapter 47 : Seorang Murid Jenius Dari Master Bela Diri
48 Chapter 48 : Pertunangan Yang Dibatalkan
49 Chapter 49 : Lingkar Relasi Dan Pertemanan Di Antara Kepala Keluarga
50 Chapter 50 : Sekumpulan Anak Panti Asuhan Yang Terlantar
51 Chapter 51 : Menjadi Seorang Idola Anak-Anak
52 Chapter 52 : Kunjungan Dari Para Tamu Terhormat
53 Chapter 53 : Dua Hati Untuk Satu Rasa
54 Chapter 54 : Awal Perjalanan Baru
55 Chapter 55 : Kembali Ke Kampung Halaman
56 Chapter 56 : Membatalkan Perjodohan
57 Chapter 57 : Merestui Hubungan
58 Chapter 58 : Mengurus Perpindahan Naomi
59 Chapter 59 : Permintaan Kecil
60 Chapter 60 : Pertaruhan Batu Giok
61 Chapter 61 : Kemunculan Pertama Kali Misi Lanjutan Tersembunyi
62 Chapter 62 : Batu Giok Berkualitas
63 Chapter 63 : Pembuktian Diri
64 Chapter 64 : Jadwal Pelelangan Terbuka
65 Chapter 65 : Berita Besar Yang Tidak Disangka-sangka
66 Chapter 66 : Kedatangan Seorang Ahli Pencicip Makanan
67 Chapter 67 : Aku Kembali
68 Chapter 68 : Klarifikasi
69 Chapter 69 : Sesuatu Terjadi Pada Ayah
70 Chapter 70 : Kata Naomi Cocok
71 Chapter 71 : Melihat Sekolah Baru
72 Chapter 72 : Janganlah Menilai Orang Dari Luarnya
73 Chapter 73 : Mengutuk Diri Sendiri
74 Chapter 74 : Membeli Mobil Baru
75 Chapter 75 : Keputusan Final
76 Chapter 76 : Mengapa Hanya Aku Yang Tidak Mengerti?
77 Chapter 77 : Rencana Perayaan Hari Ulang Tahun
78 Chapter 78 : Hari Pelelangan Terbuka
79 Chapter 79 : Kebodohan Yang Sudah Mendarah Daging
80 Chapter 80 : Mendadak Menjadi Milyader
81 Chapter 81 : Rencana Mengakuisisi Perusahaan
82 Chapter 82 : Datangnya Hari Perayaan
83 Chapter 83 : Jangan Bercanda
84 Chapter 84 : Karma
85 Chapter 85 : Mendaftarkan Emma Sekolah
86 Chapter 86 : Permainan Takdir
87 Chapter 87 : Skandal Yang Memalukan
88 Chapter 88 : Saatnya Memutuskan
89 Chapter 89 : Arogansi Yang Tidak Layak
90 Chapter 90 : Rapat Dewan Direksi
91 Chapter 91 : Keponakan Paman Owen
92 Chapter 92 : Sebelum Kejadian
93 Chapter 93 : Jihan Dan Rencananya
94 Chapter 94 : Berbagi Selimut
95 Selesai : SISTEM KEHENDAK LANGIT
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Chapter 1 : Karyawan Pembersih Terbaik Perusahaan
2
Chapter 2 : Ingatlah Baik-Baik Perkataanku
3
Chapter 3 : Mengisi Perut Dulu
4
Chapter 4 : Pengkhianatan Karen
5
Chapter 5 : Pemberitahuan Sistem
6
Chapter 6 : Layanan Kartu Premium
7
Chapter 7 : Gelar Si Pecundang
8
Chapter 8 : Pembelian Toko Sistem
9
Chapter 9 : Bibit Emas
10
Chapter 10 : Penghinaan Dari Anak Pemilik Perusahaan
11
Chapter 11 : Dasar Anak Mami
12
Chapter 12 : Dia Berpikir Aku Ini Pengemis?
13
Chapter 13 : Mencoba Menggertakku?
14
Chapter 14 : Barang Premium
15
Chapter 15 : Pengunduran Diri Masal
16
Chapter 16 : Demi Mendapatkan Poin
17
Chapter 17 : Karyawan Dan Atasan Sama Saja
18
Chapter 18 : Rencana Bisnis
19
Chapter 19 : Hadiah Dan Bencana
20
Chapter 20 : Tolong Bungkuskan Dua Pakaian ini
21
Chapter 21 : Tumpukan Emas Kecil
22
Chapter 22 : Dasar Wanita Gila
23
Chapter 23 : Pak Gunawan Pasti Bercanda
24
Chapter 24 : Melihat Sebelum Memutuskan
25
Chapter 25 : Mengambil Seorang Murid
26
Chapter 26 : Kesepakatan Yang Saling Menguntungkan
27
Chapter 27 : Latihan Memasak
28
Chapter 28 : Berniat Menyelamatkan Seorang Wanita
29
Chapter 29 : Nona Muda Dari Yoshan Group
30
Chapter 30 : Berharap Waktu Cepat Berlalu
31
Chapter 31 : Di Masa Depan, Anggap Kita Tidak Saling Mengenal
32
Chapter 32 : Teman Masa Kecil
33
Chapter 33 : Bimbingan Terakhir
34
Chapter 34 : Perubahan Gelar
35
Chapter 35 : Paket Yang Mengejutkan
36
Chapter 36 : Menjadi Lebih Kuat
37
Chapter 37 : Kemunculan Si Gendut Teman Baikku
38
Chapter 38 : Menikmati Acara Reuni
39
Chapter 39 : Jangan Harap Bisa Menjadi Temanku
40
Chapter 40 : Kesaktian Tongkat Penghukuman
41
Chapter 41 : Kompensasi Dari Paman Owen
42
Chapter 42 : Sebuah Kebetulan
43
Chapter 43 : Pemikiran Yang Tak Berdasar
44
Chapter 44 : Pertama Kalinya Meminum Segelas Anggur
45
Chapter 45 : Tuan Muda Dari Keluarga Oley
46
Chapter 46 : Ucapan Selamat Hari Ulang Tahun
47
Chapter 47 : Seorang Murid Jenius Dari Master Bela Diri
48
Chapter 48 : Pertunangan Yang Dibatalkan
49
Chapter 49 : Lingkar Relasi Dan Pertemanan Di Antara Kepala Keluarga
50
Chapter 50 : Sekumpulan Anak Panti Asuhan Yang Terlantar
51
Chapter 51 : Menjadi Seorang Idola Anak-Anak
52
Chapter 52 : Kunjungan Dari Para Tamu Terhormat
53
Chapter 53 : Dua Hati Untuk Satu Rasa
54
Chapter 54 : Awal Perjalanan Baru
55
Chapter 55 : Kembali Ke Kampung Halaman
56
Chapter 56 : Membatalkan Perjodohan
57
Chapter 57 : Merestui Hubungan
58
Chapter 58 : Mengurus Perpindahan Naomi
59
Chapter 59 : Permintaan Kecil
60
Chapter 60 : Pertaruhan Batu Giok
61
Chapter 61 : Kemunculan Pertama Kali Misi Lanjutan Tersembunyi
62
Chapter 62 : Batu Giok Berkualitas
63
Chapter 63 : Pembuktian Diri
64
Chapter 64 : Jadwal Pelelangan Terbuka
65
Chapter 65 : Berita Besar Yang Tidak Disangka-sangka
66
Chapter 66 : Kedatangan Seorang Ahli Pencicip Makanan
67
Chapter 67 : Aku Kembali
68
Chapter 68 : Klarifikasi
69
Chapter 69 : Sesuatu Terjadi Pada Ayah
70
Chapter 70 : Kata Naomi Cocok
71
Chapter 71 : Melihat Sekolah Baru
72
Chapter 72 : Janganlah Menilai Orang Dari Luarnya
73
Chapter 73 : Mengutuk Diri Sendiri
74
Chapter 74 : Membeli Mobil Baru
75
Chapter 75 : Keputusan Final
76
Chapter 76 : Mengapa Hanya Aku Yang Tidak Mengerti?
77
Chapter 77 : Rencana Perayaan Hari Ulang Tahun
78
Chapter 78 : Hari Pelelangan Terbuka
79
Chapter 79 : Kebodohan Yang Sudah Mendarah Daging
80
Chapter 80 : Mendadak Menjadi Milyader
81
Chapter 81 : Rencana Mengakuisisi Perusahaan
82
Chapter 82 : Datangnya Hari Perayaan
83
Chapter 83 : Jangan Bercanda
84
Chapter 84 : Karma
85
Chapter 85 : Mendaftarkan Emma Sekolah
86
Chapter 86 : Permainan Takdir
87
Chapter 87 : Skandal Yang Memalukan
88
Chapter 88 : Saatnya Memutuskan
89
Chapter 89 : Arogansi Yang Tidak Layak
90
Chapter 90 : Rapat Dewan Direksi
91
Chapter 91 : Keponakan Paman Owen
92
Chapter 92 : Sebelum Kejadian
93
Chapter 93 : Jihan Dan Rencananya
94
Chapter 94 : Berbagi Selimut
95
Selesai : SISTEM KEHENDAK LANGIT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!