Cengeng
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Ka-
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Kakak!!!
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Aku tanya siapa kau?
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
I
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Ini aku Lukas
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Kakak sudah bagun!
Bisa terdengar langkah tergesah-gesah datang dari luar kamar.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Embun,Embun! Kakak sudah bagun.
Embun [Pengasuh]
Ya... Yang mulia!!!
Embun [Pengasuh]
Apa yang terjadi!
Embun [Pengasuh]
Ya ampun Tuan Putri kau sudah sadar!!!
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
....
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Cik
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Aku tanya sekali lagi siapa kalian?.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
...
Seperti yang diharapkannya, selama beberapa hari ini Lukas dan Embun berfikir kalau dia mengalami Amnesia karena kejadian dilaut itu.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Kakak apakah kau melupakanku sekarang.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Jangan berbicara yang aneh-aneh.
Embun [Pengasuh]
Yang mulia saya sangat sedih melihat situasi ini.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Kalau begitu jangan dilihat.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
...
Esra sebisa mungkin membuat mereka percaya kalau dia mengalami Amnesia dan Sikapnya menjadi terpengaruh karenanya.
"Aku tidak punya pilihan lain selain begini karena, siapa yang tahu kalau mereka curiga prilakuku tidak sama dengan pemilik lama tubuh ini"batin Esra.
Embun [Pengasuh]
Maafkan saya atas kelancangan saya Yang mulia!.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Tidak masalah
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Ah~
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Aku lapar sekali, bisahkan kau membawakan makanan dan air!.
Embun [Pengasuh]
Baik Yang mulia.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Tidak perlu terlalu sopan denganku, seperti biasa saja.
Embun [Pengasuh]
Baiklah Yang mulia, maafkan saya.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
...
Setelah itu Embun pergi kedapur untuk mengambil Air dan Makanan.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Kakak
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Apa tubuhmu baik-baik saja? apa masih ada yang sakit!.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Aku baik-baik saja jangan khwatir.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
...
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Aku tidak bisa tidak khawatir
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Hiks...
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Kakak! jangan tinggalkan aku sendiri
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Sangat menakutkan melihat kakak tertidur seperti itu jadi, jangan ulangi lagi.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Uhukk...
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Kau sangat cengeng seperti Bayi
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Berhentilah menagis,wajahmu jadi aneh kulihat
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Meski aku belum mengingatmu tapi, aku merasa kalau aku tidak suka saat kau menagis.
Lukas memandang kakaknya cukup lama dan memeluknya sambil menagis,memangil nama Ashia.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Kakak,kakak, kak Ashia....
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Ugggg....
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Jangan tinggalkan aku!.
"Hah... dia sangat cengeng, karena itulah aku harus melindungi anak ini sekarang"batin Esra.
Esra memutuskan akan melindungi Lukas dan membuatnya bahagia supaya dia tidak menagis seperti ini lagi.
Silahkan Tinggalkan jejak👣👣👣🤗
Comments
ŕhàďýt
saudara yg sangat baik
2022-04-30
1
Zulvianti
👣👣👣👣👣👣
2022-04-11
6
himawari211004
lah bener juga!
2022-04-07
5