Sudah bertahun-tahun Esra menjalani hidupnya sebagai Mafia dan Pembunuh bayaran.
Diantara semua anggotanya tidak ada yang membuatnya sampai sesuka ini padanya jadi, Esra memutuskan untuk melindungi senyuman indah itu.
"Kau adalah kesayanganku jadi, jangan salahkan aku jadi kakak yang Posesif"batin Ashia.
Tap...tap...tap... Ashia berjalan kearah kamar Lukas dan melihatnya sedang bermain dengan kucing sihirnya.
"Ah... dia sungguh berharga,aku bersumpah akan melindungimu seumur hidupku"batin Ashia.
Pada saat yang sama Lukas melihat kearah Ashia dan tersenyum manis.
"Uhukk... Jantungku!!"batin Ashia.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
...
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Ada apa kak?
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Apa ada yang kau perlukan!.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Tidak. Aku hanya iri denganmu yang bisa mengunakan sihir secantik itu.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Hem... kakak yakin!
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Padahal aku iri dengan kakak yang punya tubuh kuat.
Itu adalah fakta ketiga yang Esra dapatkan didunia ini.
Kenyataan kalau Tubuh Esra kuat tapi dia tidak bisa mengunakan sihir, dan kenyataan Lukas lemah tapi bisa mengunakan sihir membuat Esra sedikit tidak nyaman.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Sudahlah biarkan itu berlalu bagaimana tubuhmu?
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Aku perhatikan kau tadi sangat kelelehan, aku jadi khwatir.
Tersenyum
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Jangan khwatir kak aku akan baik-baik saja selama aku bisa beristirahat dengan baik.
"Ugggk... senyumannya"batin Ashia.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Baiklah kalau begitu, silahkan lanjutkan istirahatnya dan singkirkan kucing itu dari wajahmu!.
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Hem...
Lukas Tisztasag [Pangeran ke 3]
Kakak cemburu dengan kucingku ya?.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Siapa yang cemburu! jangan bercanda.
Esra yang tertangkap basah langsung pergi keluar dengan malu.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Embun apakah kau perlu bantuan untuk membuat sarapan.
Embun [Pengasuh]
Ah... tidak perlu Yang mulia saya bisa sendiri.
Ashia Tisztasag [Putri Ke 2]
Baiklah kalau begitu, aku pergi keluar memotong kayu dulu.
Embun [Pengasuh]
Ya... Yang mulia.
Tap...tap...tap...
Ashia berjalan menuju luar kearah kayu yang akan dia potong.
Sambil menenteng Kampak yang terlihat berat dia berjalan dengan ringan kearah kayu.
Comments
unaa😎😎
adek sendiri kack😭
2023-05-15
0
ŕhàďýt
jangan sampai si kakak ngajarin bercocok tanam sama adik sendiri🤣🤣
2022-04-30
1
Nurmiahana Nana
wow q suka deh MCnya udh berubah cantik (gambar).... lanjuuuuuuuuuuut
2022-04-16
0