Ocean menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup sepi. Ocean memandang ke arah mata Joy dengan tajam.
"Listen to me ... Aku tak mencintaimu. Rasa cintamu padaku hanya rasa naifmu untuk sementara. Kau hanya tertarik padaku karena gejolak mudamu.Kau bahkan belum mengerti arti cinta."
"Pikiranmu belum matang. Kau berada di fase dimana kau terobsesi dengan sesuatu dan ingin mendapatkannya. Dan sesuatu itu kebetulan adalah aku. Semua remaja pernah merasakan hal ini. Tapi sekali lagi aku justru menyelamatkanmu dari sesuatu yang akan menyia nyiakan waktumu. Percayalah padaku," kata Ocean panjang lebar.
"Kau tak memberiku kesempatan untuk membuatmu juga mencintaiku. Bagaimana bisa aku begitu mudahnya menyerah jika kau sama sekali tak memberi kesempatan padaku?" tanya Joy.
"Oohhh ... Kau keras kepala sekali, Joy. Aku tak tertarik padamu. Aku tak memandangmu seperti wanita pada umumnya. Aku melihatmu seperti gadis kecil yang justru ingin aku lindungi. Kau seperti adikku sendiri," kata Ocean akhirnya.
Joy terdiam. Jujur dia sangat sedih dengan apa yang dikatakan Ocean. Joy memilih diam dan mengalihkan wajahnya ke arah luar jendela mobil.
Lalu Ocean kembali melanjutkan perjalanannya. Dia berharap semoga Joy mengerti dengan hal ini dan tak mendekatinya lagi.
Mereka tak berbicara sepanjang perjalananan sampai akhirnya tiba di depan apartemen. Joy keluar dari mobil Ocean dan menutup pintu mobilnya dengan keras.
Joy langsung berjalan cepat ke dalam apartemen. Air matanya mulai berderai. Jiwanya masih belum menerima hal ini. Ocean menolaknya dan itu membuat hatinya sakit.
Joy masuk ke dalam lift dan menangis sesenggukan. Sesampainya di kamar apartemennya, dia langsung masuk ke kamar.
Sang mommy sepertinya sudah tertidur nyenyak karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Setelah mengantar Joy, Ocean kembali lagi ke Resort. Tak masalah jika Joy marah padanya, karena itu untuk kebaikannya sendiri.
Joy menangis semalaman hingga tertidur pulas karena lelah menangis.
Pagi menjelang, sinar matahari memasuki korden jendela kamar Joy yang tak tertutup.
Joy terbangun karena hal itu. Dia kemudian bangun
dan menuju kamar mandinya.
Lalu dia berkaca dan melihat pantulan matanya yang membengkak karena kebanyakan menangis.
Joy akhirnya mandi dan berendam cukup lama di bathtub.
Dia memikirkan langkah apa yang harus diambilnya kali ini. Cintanya pada Ocean masih sangat besar meskipun ucapan Ocean tadi malam cukup menyakiti hatinya.
Joy memutuskan tak mendekati Ocean dulu untuk sementara. Mungkin sikap Ocean yang seperti ini karena Joy terlalu agresif.
Itulah yang mungkin membuat Ocean jengah ketika Joy mengikutinya terus sampai harus masuk ke dalam circle peetemanannya.
Hari ini Joy hanya akan mendekam di rumah seharian. Memulihkan wajahnya yang bengkak karena menangis.
Dia tak ingin siapapun tahu tentang hal ini termasuk mommynya.
Evelena melihat sepatu Joy di rak sepatu ketika dirinya akan berangkat bekerja.
"Joy sudah pulang?" gumam Evelena.
Lalu Evelena menuju kamar Joy. Tetapi kamar Joy terkunci.
"Honey, kau didalam?" tanya Evelena.
Joy belum menjawab.
"Honey," panggil Evelena dengan suara sedikit lebih keras.
"Ya, Mom. Aku masih mandi," teriak Joy dari dalam kamar mandi.
"Oke, baiklah. Mommy pergi kerja dulu, Sayang," pamit Evelena.
"Ya, Mom," teriak Joy.
Setelah mommynya pergi bekerja, Joy keluar dari kamarnya. Dia langsung menyantap makanan yang sudah dimasak oleh sang mommy yang ada di meja makan.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Sri
kyk cewek murahan sampe nawarin tidur sama cowok
obsesi sakit jiwa ini mh
2024-11-08
1
Nur Syamsi
ya Joy mengertilah Cean menyayangimu sprt adiknya sendiri, dia Tdk maw kamu rusak dg teman"nya ...maka mengertilah klaw bisa hentikan sja dulu ngintip Cean supaya Cean merasa kehilangan atas kebiasaanmu ngintilin dia ...
2024-11-25
0
galaxi
usia2 joy ini masa2 pemberontakan dia.....dikatakan hal apapun tdk akan ada pengaruhnya....
2024-08-21
0