Ting Tong...
Bel pintu apartemen Joy berbunyi. Dia segera membukanya karena itu pasti Martha.
"Hai ... gadis kecil ..." ledek Martha mengikuti ucapan Ocean pada Joy.
Joy sudah menceritakan tentang kejadian semalam pada Martha. Dan Martha iku senang dengan hal itu. Meskipun sebenarnya Martha kurang setuju dengan obsesi Joy pada Ocean yang terlalu berlebihan.
Joy tersenyum sumringah dan merekapun langsung keluar bersama. Martha membawa mobilnya, jadi Joy tak perlu repot repot naik bus.
Martha adalah tunggal dari keluarga kaya raya. Dan bersahabat dengan Joy membuatnya memganggap Joy sebagai adiknya sendiri.
Mengapa Adik? karena Umur mereka berbeda setahun dan Joy memang sedikit lugu serta polos. Hal itu membuat Martha tergerak untuk melindunginya.
Akhirnya mereka pun tiba di lapangan basket universitas. Joy dan Martha langsung duduk di bangku penonton. Dia juga sudah menyiapkan popcorn dan minuman cola untuk mereka berdua.
Joy biasanya datang sendirian, tetapi karena Ocean sudah mengenal Joy, jadi dia tak ingin Ocean berpikiran bahwa Joy membuntutinya.
Joy tampak terpana melihat Ocean yang bermain basket. Dia terlihat amat sangat keren di mata Joy.
"Awas air liurmu menetes, Girl," kata Martha menggodanya.
Joy tertawa dan matanya tetap fokus pada sosok Ocean.
Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh tim Ocean dan Joy ikut senang dengan hal itu. Tampak dari jauh, seorang wanita berambut pirang memeluknya dan mencium bibir Ocean dengan mesra.
Joy meremass bungkus kertas popcorn ketika melihat hal itu.
"Nyatakan cintamu padanya. Jika dia menolakmu, kau harus menerimanya Joy. Come on ... di dunia ini banyak pria tampan, Joy," kata Martha.
"I can't. Hanya dia yang ada di dalam hatiku. Tak masalah, ada saatnya dia akan jatuh cinta padaku," kata Joy.
"Oohhh ... entahlah ... Ayo kita pulang. Apa kau masih ingin menguntitnya sampai ke cafe?" tanya Martha.
Martha sampai hafal hal itu karena Joy yang menceritakannya.
Ocean akan menuju Cafe di seberang universitas setiap selesai pertandingan basket.
"Hmm pulanglah ... Aku akan mengikutinya," jawab Joy tanpa menoleh pada Martha.
"Okey ... jaga dirimu adik kecil," Martha mencubit gemas pipi Joy.
"Ck ... itu sakit, Martha," protes Joy memegang pipinya.
"Kau sangat menggemaskan, Gadis Kecil," jawab Martha sambil tertawa.
"Byeee ... Baby," pamit Martha.
"Byee ... thank you sis," jawab Joy tersenyum.
Bangku penonton masih ramai dan Joy masih ada di sana menunggu Ocean dan teman temannya meninggalkan lapangan basket ini.
Setelah setengah jam kemudian, Ocean dan teman temannya meninggalkan arena lapangan basket.
Joy beranjak dari tempat duduknya dan segera berlari menuju tempat Ocean. Joy berjalan sekitar 50 meter dibelakang Ocean dan teman temannya.
Lalu Ocean dan teman temannya menuju cafe dan cafe itu menjadi ramai seketika dengan kehadiran pemuda pemuda tampan dengan postur tubuh yang seperti tiang listrik.
Joy bersembunyi dibalik pohon dan melihat ke arah cafe. Dia kemudian mondar mandir disana dan menggigit bibirnya.
Joy sedang berpikir untuk masuk ke dalam cafe itu. Benar kata Martha. Dia harus melakukan pendekatan pada Ocean jika ingin Ocean mencintainya.
Lalu akhirnya Joy memutuskan untuk masuk ke cafe dan berpura pura membeli croissant dan coklat dingin.
Syukurlah Joy membawa buku di tasnya. Jadi dia bisa berpura pura membaca disana.
Joy berdiri di depan kasir ketika Ocean melihatnya dari belakang.
"Hei, gadis kecil," panggil Ocean.
'Yess,' batin Joy senang.
Joy menoleh dan mencari sosok yang memanggilnya.
"Cean? Hai ..." kata Joy tersenyum lebar.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
LuckyOne
tak kenal maka tak sayang
2024-11-28
0
Nur Syamsi
heu heu, modus Joy
2024-11-25
0
mine😅
serasa melayang gak tuh di panggil cean
2024-08-20
0