Setelah berhasil mengolah manual tubuh yang menentang surga, Ling Feng langsung tidak sadarkan diri selama beberapa bulan. Tubuhnya menjadi lebih kuat berkali-kali lipat kulitnya lembut selembut sutra dan putih seputih giok serta kuat sekuat baja, Bahkan tingkat kaisar belum tentu bisa melukai tubuh Ling Feng kecuali dengan artefak khusus.
Setelah hampir tidak sadar selama dua bulan Ling Feng akhir bangun dari pingsannya.
"Aduhhhh…Duh…Duh…Sial, Berapa lama aku tidak sadarkan diri Tubuhku kaku semua jadinya" Ling Feng mulai bangun dan merenggangkan otot-ototnya.
Setelah bangun dari tidur panjangnya, Ling Feng langsung keluar dari goa dan mencari sungai untuk membersihkan darah kering ditubuhnya. Setelah menemukan sungai tanpa basa-basi langsung terjun bebas ke sungai tersebut dan mulai membersihkan tubuhnya yang lengket karena, tidak mandi berbulan-bulan.
"Manual Tubuh dewa surga tidak diragukan lagi. Manual ini, Manual yang sangat mustahil diolah. Bahkan seorang dewa sekalipun belum tentu selamat setelah mengolah manual ini. Manual ini sangat menentang surga aku takut tidak lama lagi Akan ada petir kesengsaraan yang turun" Kata Ling Feng merasa senang karena, dirinya berhasil mengolah manual menentang surga itu.
setelah berkata seperti itu seketika awan langsung menjadi gelap dan...
Jderrrr
Jderrrr
Ling Feng yang tadinya merasa senang seketika murung.
"Ohhhh ayolah.....aku hanya berbicara sembarangan kenapa kau malah turun beneran" Kata Ling Feng sembari melihat kelangit dan bersiap-siap untuk menjalani kesengsaraan petir yang terjadi hanya karena, ia mengatakan hal yang tidak-tidak.
Seperti memahami perkataan Ling Feng. Petir yang tadinya hanya petir biasa mulai menjadi ganas dan mengumpulkan kekuatan untuk menciptakan salah satu petir kuat.
Kekaisaran Han
Kaisar yang sedang menulis laporan kerajaan seketika terkejut mendengar suara petir dan langsung keluar istananya dan melihat kelangit.
"*A*da yang menjalani kesengsaraan petir untuk naik tingkat tetapi, siapa yang bisa mengundang petir sekuat ini ?" batin Kaisar Han sembari menatap langit dengan serius.
Tidak lama keluar lagi pria sepuh yang mengeluarkan aura yang lebih kuat dari sang kaisar dan melesat berdiri disamping kaisar.
"Salam ayah…Sepertinya kau juga merasakan tekanan dari petir kesengsaraan itu, walaupun jaraknya sangat jauh dari tempat kita saat ini" Kata sang kaisar sembari membungkuk memberi salam kepada pria sepuh tersebut.
"Petir kesengsaraan itu bukan petir biasa…Mungkin tadinya hanya petir biasa tetapi, yang menerima kesengsaraan petir itu seperti mengeluhkan sesuatu sehingga petir tersebut memahami keluhannya dan kau lihat sendiri sekarang ini" Jelas pria sepuh tersebut yang tidak lain kakek dari Sang kaisar.
"Ehhh…Kukira sudah menjadi informasi umum bahwa jika ada kesengsaraan petir bahwa itu tidak boleh mengatakan apapun apalagi mengeluhkan sesuatu" Kata sang kaisar merasa aneh, dirinya merasa bahwa yang menjalani kesengsaraan petir adalah orang yang tidak sayang nyawa.
"Entahlah Takdir orang siapa yang tau…Mungkin saja dibalik mala paetaka ada juga berkah yang mengikutinya" Kata pria sepuh sembari melambaikan tangan dan kembali kedalam istana kekaisaran Han. Tetapi, ketika leluhur kekaisaran Han ingin masuk kedalam Istana, ia dikejutkan dengan suara yang berteriak di langit.
Groarrrr
Kembali ke Ling Feng
"Ughhkkk…Sial, Petir itu sepertinya merasa tidak senang saat aku mengeluh tadi…Dasar petir Baperan !!! Aku cuma mengeluh seperti itu saja sudah marah" Ling Feng merasa aneh karena, hanya sebuah kata saja sudah mengeluarkan tekanan yang mengerikan.
Jderrrr
Jderrrr
Groarrrr
yang tadinya hanya petir biasa sekarang berubah menjadi petir yang memiliki wujud naga dan lagi petir tersebut berwarna emas
"Sial Apakah ini kesengsaraan petir yang akan kujalani ? Ini sihh jelas-jelas surga ingin aku mati" Batin Ling Feng melihat keatas langit ada seekor naga yang terbang ke sana kemari di langit.
"Hei naga jelek, jangan kau kira aku takut kepada bentukmu yang silau itu dan lagi kau terlalu mencolok cepatlah turun sini" kata Ling Feng balik menantang.
Seakan paham dengan perkataan Ling Feng. kesengsaraan petir yang berwujud naga itu langsung terbang tinggi menembus langit dan langsung menukik kebawah menerjang tubuh Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu terkekeh sembari berkata.
"Hehehe.....Mari kita coba kehebatan manual yang menentang surga ini" kata Ling Feng yang sudah siap. dirinya berencana menggunakan Energi yang terkandung dalam Petir kesengsaraan itu untuk naik tingkat dan
Booommmmmmm
"Ahhhhhhhhkkk...Siallll.....Siallll....Siallll.... Jelas-jelas surga dendam kepadaku. Ini mah bukan kesengsaraan petir yang biasa. Ini mah petir pembunuh namanya" Kata Ling Feng sinis tetapi detik kemudian tersenyum dan lanjut berkata.
"Ya walaupun ini menyakitkan tetapi, aku juga berterima kasih atas berkah yang kau turunkan ini dan maaf aku harus mengecewakanmu karena, aku tidak akan mati hanya karena, petir kecil seperti ini" lanjutnya terkekeh dan bersiap-siap menyerap seluruh esensi yang terkandung didalam kesengsaraan petir untuk naik tingkat dan
Boommm
Boommm
Boommm
...>>>>>_____<<<<<...
Boommm
Setelah berhasil menyelesaikan kesengsaraan petir menentang surga, Ling Feng juga telah berhasil menyerap semua esensi yang terkandung dalam Petir kesengsaraan. Ling Feng masih bermeditasi untuk menstabilkan kekuatannya akibat dari naik tingkat dalam sekali lonjakan.
"Ranah Guru bintang 6, tidak buruk ternyata petir kesengsaraan itu tidak mengecewakan sama sekali" Ling Feng merasa puas apa yang didapat dibalik mala petaka yang telah ia jalani.
Dengan Kultivasi dan kemampuan manual tubuhnya musuh yang berada diranah sama dengannya tidak ada yang bisa menjadi lawannya. Untuk satu ranah diatasnya dirinya akan seimbang ketika Ling Feng menggunakan kekuatan penuhnya. dan untuk ranah kaisar dirinya masih belum bisa melawannya.
Kembali kekaisaran Han
Groarrrr
Leluhur kekaisaran yang tadinya ingin kembali kedalam istana tidak jadi melangkah dan mulai serius melihat kesengsaraan petir yang menurutnya sangat mengerikan.
"Ayah kenapa raut wajahmu berubah menjadi seperti itu ?" Tanya Kaisar Han.
"Han Lang kesengsaraan itu bukan kesengsaraan petir untuk naik tingkat" Pandangan leluhur kekaisaran menjadi serius.
"Itu kesengsaraan petir yang dipicu karena, ada sesuatu hal yang menentang surga didalam dirinya....Aku tidak tau ini berkah apa malapetaka untuk Kekaisaran Han, yang pasti kita tidak boleh menyinggung orang ini" tambahnya sembari memandang Han Lang serius.
Han Lang yang mendapatkan tatapan seperti itu dari ayahnya mengetahui bahwa sang ayah tidak berbohong dan sangat serius mengatakan hal itu.
"Baik ayah akan aku ingat semua perkataan ayah ini" Kata Han Lang sembari memberi hormat.
Leluhur kekaisaran setelah mendengar apa yang dikatakan anaknya menganggukan kepala dan masuk kedalam istana.
Setelah sang ayah pergi Han Lang kembali memandang langit dan membatin.
"Apakah akan terjadi sesuatu hal yang buruk di benua biru ini" Han Lang membatin kemudian berjalan masuk menyusul sang ayah.
Kembali ke Ling Feng
"Sekarang yang aku perlukan adalah pengalaman bertarung hidup dan mati serta teknik seni beladiri. Untuk teknik seni beladiri aku tidak perlu khawatir dan pengalaman hidup dan mati sepertinya hanya dengan masuk lebih dalam hutan kematian baru aku bisa mendapatkan pengalaman itu sendiri" Ling Feng memutuskan untuk memasuki bagian dalam hutan kematian nanti dan setelah belajar beberapa teknik seni beladiri tangan kosong dan Beberapa teknik pedang untuk bekal dibagian dalam hutan kematian.
>>>>Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 716 Episodes
Comments
MATADEWA
Dicoba dulu baru dirilis....
2024-09-21
0
Reymundo Hidayat
untuk tdk menyinggung harus ya kenalan dl
2024-05-25
0
Ajna dillah
kultivasu dudah tapi belum belajar bela diri dama sekali
2024-05-04
0