Ling Feng langsung berlari cepat masuk lebih dalam lagi ke hutan kematian. Setelah masuk lebih dalam, Ling Feng merasakan hawa yang lebih kuat disekitarnya seketika berhenti dan memeriksa dengan Persepsi jiwanya.
"Ada serigala disetiap arah mata angin dengan masing-masing tingkatannya hanya beast biasa, yang jadi permasalahannya jumlahnya yang merepotkan" Ling Feng berhenti sebentar untuk menganalisis keadaan dirinya saat ini dan mulai berfikir untuk keluar dari situasi yang cukup tidak memungkinkan bagi dirinya.
Setelah sekian lama berfikir akhirnya dia mendapatkan sebuah ide.
"Kenapa harus repot-repot berfikir, tinggal bantai saja" Ling Feng terkekeh dan langsung mengambil pedang yang berada di benda aneh tersebut.
"Halilintar Langit Teknik Pertama : Langkah Kilat" ucap Ling Feng pelan sembari bergerak menuju salah satu mata angin dan mulai menyerang secepat kilat.
"Halilintar Langit Teknik ketiga : Tebasan Kilat" gumam Ling Feng. dirinya menyerang secara halus tetapi sangat cepat sehingga posisinya tidak diketahui sekelompok para serigala tersebut.
Ling Feng terus menggunakan pola serangan tersebut berulang kali. Karena, lawannya beast biasa Ling Feng merasa yakin dengan pola serangan ini akan selesai lebih cepat.
Setelah Selesai dengan salah satu mata angin Ling Feng kembali melesat ke setiap arah mata angin dan membantai habis kelompok serigala tersebut tanpa memberikan nafas.
"Ya walaupun tidak mendapatkan kristal jiwa lumayan untuk pemanasan" kata Ling Feng sembari merenggangkan tubuhnya tetapi, seketika langsung kembali waspada sembari memeriksa keadaan sekitarnya. Sekilas Ling Feng merasakan aura yang sangat kuat dibagian dalam hutan kematian entah dimana itu.
"Aura ini lagi" batinnya sembari menatap lebih dalam kearah hutan kematian.
"Aura yang sangat kuat, berada ditingkat apa penguasa Hutan Kematian ini" Tambahnya sembari berusaha untuk melihat dengan persepsi jiwanya namun selalu gagal seperti ada penghalang yang sangat besar.
"Kenapa harus takut mungkin saja ada harta berharga lagi disana" batin Ling Feng kembali senang jika bersangkutan dengan harta.
Padahal jika dibandingkan harta kekayaan kekaisaran dengan hartanya yang berada di benda aneh tersebut. Perbedaannya bagaikan langit dan bumi jika Ling Feng ingin dirinya bisa membangun kekaisaran sendiri dengan semua harta yang berada di benda aneh tersebut.
Ling Feng langsung berlari dengan cepat supaya tidak kehilangan jejak aura tersebut akan tetapi, keberuntungan belum memihaknya. Ia kembali Kehilangan Jejak tersbut.
"Ahh Sialll....Aku kehilangan aura itu kembali" kata Ling Feng sembari berusaha untuk melacaknya kembali tetapi gagal.
Tanpa Ling Feng sadari ada seekor beast tingkat Roh yang sedang menargetkan dirinya. Beast itu langsung keluar dari persembunyiannya dan langsung menyerang Ling Feng.
Ling Feng yang tidak siap akan hal itu langsung terpental beberapa meter dan berhenti ketika menabrak pohon.
"Ughhkkk....Sial, Aku lengah" katanya sembari memuntahkan seteguk darah dan langsung bangkit kembali menatap tajam beast tingkat Roh tersebut.
"Laba-laba ini sangat aneh bagian atasnya seperti manusia bagian bawahnya menyerupai laba-laba harus kesebut beast apa ini ?, dibilang manusia ya bukan, beast juga bukan" Kata Ling Feng berbicara ngelantur berpura-pura memikirkan sesuatu.
Seakan paham apa yang dikatakan oleh Ling Feng beast manusia laba-laba ( sebut saja itu lama nunggu Ling Feng mikir mah ) Itu marah karena, manusia tersebut tidak takut kepadanya dan malah meremehkannya .
Graaaaa
Beast tersebut berteriak marah dan kembali menyerang Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu malah tertawa karena, menurutnya itu sangat aneh
"Ehhhhh kau berteriak seperti beast tetapi, dengan mulut manusia sungguh aneh sekali.....Hahahaha" Ling Feng mengejek beast tersebut sembari melompat keatas menghindari serangan beast roh tersebut. Walaupun penampilannya aneh tetapi, tidak menutup fakta bahwa itu masih beast tingkat Roh yang bisa saja membunuhnya jikalau Ling Feng lengah.
Beast yang mengerti apa yang dikatakan Ling Feng menjadi sangat marah dan menyerang Ling Feng membabi buta. Ling Feng yang melihat rencananya berhasil menghina beast tersebut didalam hatinya.
"Untung saja beast ini bodoh jadi gampang membuatnya marah tapi memang lucu si penampilan anehnya" batin Ling Feng.
Membuat lawanya marah dengan memprovokasinya adalah salah satu kepintaran yang dimilikinya. Ling Feng sudah merasa walaupun tingkatannya Roh, setiap beast mempunyai harga diri yang tinggi dan jika itu disinggung tentu pasti akan marah. Beast yang sedang ia hadapi ini adalah salah satunya. Harga dirinya terletak dipenampilannya oleh karena itu, Ling Feng tidak langsung bertarung serius melainkan memprovokasi dengan mengejek penampilannya dan itu berhasil.
Beast laba-laba menjadi sangat marah dan semakin gencar menyerang Ling Feng tanpa peduli apapun. Ling Feng yang melihat itu hanya menghindar dan bertahan sekaligus menjadikannya samsak latihan.
"Lumayan samsak gratis tidak perlu beli" Batin Ling Feng tertawa keras tanpa menghilangkan fokusnya.
Setelah berjam-jam bertarung Beast itu merasa kesal karena, sadar bahwa dirinya sudah masuk jebakan Ling Feng. Beast tersebut langsung menyerang kembali dengan serangan yang membuatnya berjaga jarak dengan Ling Feng. Ling Feng yang sudah mengetahui niat laba-laba tersebut langsung mengeluarkan jurusnya.
"Hehehehe....Tidak semudah itu ferguso jika ingin lari dariku..... Halilintar Langit Teknik Teknik kedua : pukulan Halilintar" Teriak Ling Feng dan...
Boommm
Beast laba-laba itu yang tidak mengetahui bahwa Ling Feng akan menyerang disaat dirinya ingin melarikan diri, seketika terpental puluhuan meter dan langsung pindah alam ( wasted ).
"Untuk seukuran Beast tingkat Roh memang Sangat kuat.... walaupun sudah terprovokasi kekuatannya sangat besar tidak bisa dianggap remeh ini keberuntunganku berhadapan dengan beast seperti ini aku harus bisa meningkatkan kekuatan lagi....Yang kuat yang berkuasa itu sudah menjadi hukum alam" Kata Ling Feng dengan tekad yang membara dan mengambil kristal jiwa beast tingkat Roh.
Ling Feng langsung berlari kembali untuk memasuki bagian terdalam Hutan Kematian.
......>>>>>_____<<<<<......
"Heumm pedang Tuan mengeluarkan aura lagi.... sebenarnya apa yang terjadi ? apakah Tuan bereinkarnasi kembali sehingga pedangnya mengeluarkan aura Tetapi, itu tidak mungkin. Musuhnya tidak semurah hati itu membiarkan tuan berinkarnasi" Ucap sosok itu kembali mengingat detik-detik terakhir dan kenangan sebelum berpisah dengan tuannya.
Flashback off
"Tuan apakah tuan tidak merasa aneh dengan tingkah laku dewa-dewa yang lainnya aku merasakan bahwa mereka merencanakan sesuatu yang buruk terhadapmu dan keluargamu" Kata Sosok itu kepada tuannya.
"Kau berbicara apa . . . mereka adalah saudaraku jadi tidak mungkin mereka melakukan hal buruk terhadapku" kata tuannya sembari tersenyum kepada sosok itu.
Sosok itu yang melihat senyuman itu merasa bahwa itu hanyalah senyum palsu tuannya. dan dirinya tidak berfikir bahwa senyum itu adalah yang terakhir kalinya yang ia lihat.
Flashback on
"Awas saja kalian para dewa....!!! akan kuratakan kalian semua yang telah berani membunuh tuanku" Teriak kemarahan sosok tersebut kelangit.
"Aku Long Tian bersumpah akan membalas dendam ini.....Groarrrrrrrrrr" Teriak Long Tian kemarahan bercampur sedih.
>>>>> Bersambung
NB : Semangat yang menjalankan puasa Sunnah Rajabnya semoga dilancarkan selalu dan kuat sampai akhir..... Semangat 💪🏼💪🏼
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 716 Episodes
Comments
FD21
authornya asik cuy 😹😹
2024-11-15
0
MATADEWA
Pengikut.....
2024-09-21
0
Reymundo Hidayat
budak yg setia
2024-05-25
0