Menikah Berujung Cinta.
Bagaimana tidak hancur lebur hati ini ketika kita harus datang ke pernikahan mantan kita yang sudah terjalin hubungan pacaran kurang lebih hampir 5 tahun. Dari semasa putih abu-abu sampai hampir wisudah ternyata kita hanya jadi Penjaga jodoh dari orang lain.
Lampung, 23 Oktober 2020.
Mau tidak mau aku harus merogoh uang gaji mingguan ku dari toko ATK, untuk membeli baju dan juga kado untuk mantan ku yang menikah hari ini. Karena aku tidak mau malu di hadapan mas Ardi dan istrinya jika tidak terlihat cantik dan membawakan kado yang biasa-biasa saja.
Rasanya tidak percaya saja jika akhirnya Mas Ardi menikah dengan Melinda teman satu organisasi ku dulu sewaktu SMA. Dimana setahu ku mereka hanya baru 5 bulan dekat, sedangkan diriku sudah hampir 5 tahun menjadi kekasih nya mas Ardi.
Sekarang harus menyandang predikat JOMBLO. Tetapi ku akui Meilinda lebih cantik dari diriku, lebih tepat dirinya pintar merawat diri. Maklum lah keluarga nya orang berada berbeda dengan diriku yang untuk kuliah pun harus merogoh kocek sendiri dan harus pandai mengatur kiriman dari Mak e.
BIP BIP kulihat handphone ku ternyata Rudi mengirimkan pesan.
"Jadi kan kita ke tempat mantan mu?"
Aku membalas.
"Jadi dong boy, jangan lupa dandan yang keren biar aku ga malu 😁😁"
Rudi kembali mengirim pesan.
"Siapa suruh jadi wanita jadi jadian 😂"
Aku menarik napas dalam ketika membaca pesan dari Rudi.
"😤 Kutunggu 15 menit lagi Takut keburu bubar tuh acara!"
Seolah Rudi terus menggoda ku pesannya kembali membuat ku menggerutu dalam hati
"Oke pacar ku 😁."
"Awas kamu ya besok klo bingung cari formula untuk skripsi mu aku tidak akan bantu apalagi mengantar kamu ke buk Yeni dosen pembimbing mu yg killer itu."
Gumam ku dalam hati karena kemarin kami baru saja pembagian nama-nama dosen pembimbing karena semester depan sudah harus mengajukan judul skripsi.
Aku terpaksa meminta bantuan kepada sahabat ku Rudi yang cukup keren untuk urusan penampilan untuk ku ajak ke acara pernikahan mas Ardi. Maklum aku yang memang dari kecil sudah terbiasa memiliki teman laki-laki. Tetapi bukan berarti aku tidak punya sahabat perempuan.
"Tiiinnnnn"
"Bisa sopan ga sih? malu dilihat tetangga dan ibu kost"
ucapku melotot dan langsung naik ke motor nya tanpa menunggu persetujuan nya.
35 menit kemudian.
Hari ini acara ijab dan resepsi nya diadakan dirumah pihak perempuan. Aku lebih memilih datang dirumah Melinda karena sudah ku pastikan pertahanan ku akan runtuh jika hadir di acara ngunduh mantu mas Ardi.
Karena bisa dipastikan aku akan bertemu keluarga besarnya apalagi ibu nya dan kakak perempuan mas Ardy. Kuakui 5 tahun menjalin hubungan degan Mas Ardy aku sering sekali kerumah keluarga nya sekedar untuk ngobrol atau mengantarkan pesanan kue ibu nya untuk keluarga nya.
Sehingga hubungan ku begitu dekat dengan keluarga mas Ardi. Selama berhubungan kami lebih suka berkunjung kerumah saudara atau kerumahnya daripada kesana kemari tidak jelas. Berbeda dengan aku yang tidak bisa mengajak mas Ardy ke saudara ku karena semua keluarga di Desa. Aku di kota dari SMA terbiasa ngekost.
"Selamat ya Mas semoga sakinah mawadah warahmah ya"
Ucapku sambil memberikannya kado yang sudah ku bungkus secantik mungkin.
"Sama sama dek,semoga cepat nyusul" kata mas Ardy sambil melirik Rudi.
Lalu aku menyalami Melinda dan langsung turun dari panggung untuk mengambil beberapa makanan bersama Rudi.
Sebenarnya aku malas hadir di acara pernikahan mas Ardi tetapi sahabat-sahabat ku memaksa sehingga mau tidak mau aku harus berangkat mengingat ini undangan dari mas Ibunya mas Ardi. Karena Ibunya mas Ardi sendiri yang mengantar ke tempat ku bekerja.
"Aku ke warung sebentar ya?" Rudi berkata sambil tersenyum iseng
"Mau beli apa?"
"Tisu takut ada yang meler Kwwkkwkw"
Rudi tertawa sambil merangkul ku.
Entahlah teman ku yang satu ini sudah ku anggap seperti kakak yang selalu aku jadikan tempat untuk menceritakan apa saja masalah ku dan ada 3 sahabat lainnya satu diantaranya perempuan ku yang bernama Lilik yang memiliki pipi yang chubby. Terkadang kedekatan Ku dengan Rudi membuat mas Ardi merasa cemburu dan pernah berkata kepada ku.
"Rudi itu suka sama kamu, kalian itu udah kayak orang pacaran, mas tidak suka kalau kamu sering berdua dengan dia"
Ungkap mas Ardi ketika menjemputmu pulang kuliah karena sering kali ketika mas Ardi datang terlambat Rudi pasti masih menunggu ku sampai dijemput oleh mas Ardi.
Tak butuh waktu lama setelah makan jamuan dari acara itu aku pamit tapi ketika pulang aku malah bertemu ibu dan ayahnya mas Ardi yang akan keluar dari tenda menuju mobil sepertinya mereka akan pulang. Tanpa sadar aku meneteskan air mata ketika bertemu dengan ibunya mas Ardi.
"Yang sabar ya Ran, ibu berdoa mudah2an kamu dapat yang lebih baik dari anak ibu" jangan sungkan mampirlah kerumah kalau dirimu lagi ke daerah ibu"
Ucap ibu mas Ardi sambil memeluk ku erat dan kulihat beliau meneteskan air mata. sama seperti diriku. Tetapi aku hanya bisa tersenyum.
"Aamiin buk. Terima kasih, salam untuk mbak Lena"
"Iya, jaga nak Kirana ya nak dia anak baik2 walau tidak berjodoh dengan anak ibu tapi selama berapa tahun dia dekat dengan anak ibu, ibu yakin dia perempuan yang baik dan anak yang baik"
Ucap ibu mas Ardi sambil melihat Rudi.
baru aku mau meluruskan tapi ibu mas Ardi buru-buru pamit karena aku tahu dari awal ayahnya mas Ardi kurang suka dengan ku karena katanya penampilan ku yang tidak menunjukan anggun seperti perempuan pada umumnya.
Dalam perjalanan pulang Rudi berkata padaku.
"Mudah-mudahan kamu mendapatkan yang lebih baik ya boy"
Kata Rudi padaku.
Sahabat-sahabat ku biasa memanggil aku dengan sebutan boy karena memang penampilan ku selalu mengenakan celana jeans atau celana dasar serta baju kaos atau kemeja walau rambut ku panjang aku lebih suka menguncir nya dan tidak pernah sekalipun aku memakai rok di kampus.
Belum lagi beberapa alat kosmetik yang biasa akan sangat kental menghiasi wajah para mahasiswi-mahasiswi tidak pernah ada diwajah ku. Aku selalu setia dengan bedak powder my baby dan Lip gloss .
Akan tetapi selama ini mas Ardi memang nyaman nyaman saja dan tidak ada komentar atau protesnya akan penampilan ku yang memang apa adanya tidak seperti kebanyakan perempuan.
Pernah satu kali aku bertanya apa yang mas Ardi Suka dari diriku. Dia menjawab dan kurasa jawaban nya tidak mengada-ada.
"Kamu wanita yang punya prinsip, mandiri, baik hati, Pintar dan kecantikan cukuplah rambutmu yang hitam panjang dan lurus serta hidung yang mancung itu menjadi kecantikan sebenarnya walau tanpa polesan kosmetik sekalipun. Aku menyukai kesederhanaan dalam dirimu Ran"
Ah rasanya aneh mengingat hal-hal indah bersama mantan disaat mantan sedang duduk mesra diatas pelaminan bersama pasangannya sekarang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Anonymous
.
2024-07-07
0
Ihsan Ihsan
la terus nyaoposkok g jadi menikah dgnmu /Joyful/
2023-10-15
0
Yus Warkop
apa alasan gak jadi sama ardi yah
2023-06-27
1