Harus bagaimana?

Kendra pulang ke rumah setelah pembicaraan antara dirinya dan Aleera selesai. Jujur saja Kendra masih tidak habis pikir dengan Aleera yang menolak pertanggung jawaban darinya. Disini yang nantinya akan rugi adalah Aleera, tapi kenapa justru Kendra yang jadi pusing memikirkannya. Kendra tidak mau menjadi laki-laki brengsek yang tidak bertanggung jawab. Apapun yang terjadi dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Meskipun semua ini terjadi karena ketidaksengajaan.

Cinta? Kendra tau dalam rumah tangga cinta sangat di butuhkan. Tapi disaat seperti ini apakah cinta masih menjadi yang utama? Kenapa tidak mereka saling mencintai setelah pernikahan saja? Toh setelah menikah Kendra akan berusaha untuk mencintai Aleera. Dia tidak mungkin menikahi Aleera kemudian menjalin hubungan dengan wanita lain.

Kendra sangat paham bagaimana Ayah Radit dan Bunda Sya mendidiknya agar menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan pantang untuknya menyakiti wanita. Terlebih Ayah Radit selalu mengingatkan akan dirinya yang memiliki Bunda dan adik perempuan. Kendra tentu tidak mau kalau dia sampai menyakiti wanita itu akan membuat Bunda dan adiknya menanggung perbuatannya di kemudian hari.

“Sebenarnya apa yang ada di pikiran Aleera? Kenapa aku tidak bisa memahami apa isi kepalanya sampai dia menolak pertanggung jawaban yang aku tawarkan.” Kendra terus memikirkan penolakan Aleera kepadanya.

Kendra duduk termenung di kamarnya. Ya, ruangan yang menjadi saksi bisu bagaimana dia mengambil kehormatan Aleera.

Rasanya Kendra ingin mengikuti ucapan Aleera untuk lepas tanggung jawab karena biar bagaimana pun gadis itu sudah menolak dirinya. Tapi tetap saja tidak bisa, Kendra tidak bisa melakukan itu.

“Apapun yang terjadi aku akan menikahi kamu Aleera.” Ucap Kendra dengan yakin.

“Abang… adek sama Mas Rendra mau ke Mall beli makan. Abang mau titip apa?” Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Sandra masuk ke dalam kamar Kendra seperti yang biasa dia lakukan.

“Heem?” Kendra yang memang sedang tidak fokus tidak mendengar pertanyaan Sandra.

“Adek sama Mas mau ke Mall beli makan, Abang mau titip apa?” Ujar Sandra mengulang pertanyaannya sekali lagi.

“Nggak usah, Abang nggak mau titip apa-apa. Adek perginya hati-hati, bilanngin sama Mas bawa mobilnya jangan cepet-cepet.” Ujar Kendra kepada Sandra.

“Ya udah kalau gitu adek pergi dulu ya.” Baru saja Sandra akan membalikkan tubuhnya, mendadak matanya menangkap sesuatu yang cukup familiar yang tergeletak di lantai di samping ranjang Kendra.

“Itu kok kaya gelangnya Aleera?” Sandra mendekat ke arah benda yang di lihatnya.

Kendra hanya diam, dia tidak tau harus berkata apa.

“Eeehh iya, ini gelangnya Aleera. Kok bisa ada di kamar Abang?” Sandra menatap penuh tanya ke arah Kendra.

Kendra seperti biasa terus mempertahankan wajah datarnya.

“Ooo iya? Abang malah nggak tau. Kenapa bisa ada di kamar Abang?” Kendra justru balik bertanya kepada Sandra.

Sandra terdiam mendapat pertanyaan balik dari Abangnya itu. Dia berpikir kemungkinan apa yang bisa membuat gelang Aleera ada di kamar Kendra.

“Ooo apa mungkin jatuh waktu adek sama Aleera masuk kamar Abang buat pinjem laptop ya?” Ya, seingatnya Sandra dan Aleera masuk ke kamar Kendra untuk meminjam laptop milik Kendra .

“Ya itu kali, Abang nggak tau kalau adek sama Aleera masuk kamar Abang.” Jawab Kendra. Jujur dia merasa lega saat ini.

“Ya udah deh, besok aku balikin ke Aleera. Dadah Abang… adek sama Mas Rendra pergi dulu ya.” Setelah itu Sandra benar-benar pergi dari kamar Kendra.

Setelah Kendra pergi dari rumahnya, Aleera kembali menenggelamkan diri di ranjang kamarnya. Entahlah keputusannya menolak pertanggung jawaban Kendra benar atau tidak. Yang pasti, Aleera tidak ingin menjadi beban untuk Kendra. Biar bagaimana pun keluarga  Santoso sudah sangat baik kepadanya selama ini. Aleera tidak ingin membuat mereka semua kecewa.

“Ayahh…Ibu… Aleera harus bagaimana? Aleera bingung, Aleera juga takut.” Lagi-lagi Aleera meneteskan air matanya yang entah sudah keberapa kalinya untuk hari ini.

“Maafin Aleera udah bikin Ayah sama Ibu kecewa di atas sana.” Tangis Aleera semakin deras.

Entah ini hanya pemikirannya saja atau wanita lain juga akan berpikiran sama dengannya jika kejadian ini terjadi kepada mereka. Tapi Aleera tidak ingin Kendra menikahinya hanya karena sebuah tanggung jawab. Aleera tidak ingin membuat Kendra tersiksa dengan pernikahan mereka nantinya. Pasti suatu saat nanti Kendra akan menemukan cintanya, dan Aleera tidak mau kalau itu terjadi setelah mereka menikah. Dapat di pastikan sebuah perpisahan akan terjadi diantara mereka. Dari pada harus mengalami itu semua Aleera lebih baik tidak usah menerima pertanggung jawaban Kendra sejak awal. Karena Aleera tidak tau apakah dirinya akan sanggup atau tidak.

Lagi pula belum tentu juga Aleera hamil. Dan kalau nanti dirinya tidak hamil tapi Kendra sudah menikahinya maka pengorbanan Kendra akan sangat sia-sia karena apa yang di pertanggung jawabkan tidak ada.

Dan mengenai kehormatannya yang sudah hilang, Aleera yakin di luar sana pasti akan ada laki-laki yang mau menerima kondisi dirinya apa adanya. Aleera tidak perlu mencemaskan itu. Yang terpenting Aleera tidak merusak masa depan seseorang. Dia tidak harus membuat seseorang yang tidak mencintainya hidup sengsara karena harus menikah dengannya hanya karena sebuah tanggung jawab.

Lalu bagaimana kalau dirinya hamil dan Kendra sudah tidak mau bertanggung jawab? Maka Aleera akan membesarkan anaknya seorang diri. Tapi Aleera tetap berharap kalau dirinya tidak akan hamil karena kejadian ini.

Saat ini Kendra dan Rendra sedang duduk berdua di ruang keluarga. Sedangkan Sandra ada di kamanya karena sepulang dari Mall adiknya itu langsung tidur. Ayah Radit dan Bunda Sya? Mereka juga belum pulang. Mungkin akan pulang besok atau lusa.

“Bang, lagi ada masalah? Aku perhatiin kayanya Abang dari tadi nggak fokus. Kenapa? Coba cerita sama aku. Inget Bang, kita nggak pernah ada rahasia-rahasiaan loh dari kecil.” Rendra yang sedari tadi fokus dengan design gambar bangunannya tiba-tiba menghentikannya saat mendapati Abangnya sedang terdiam dan wajahnya seolah memiliki beban berat.

“Haa? Kenapa?” Kendra memang benar-benar sedang tidak fokus saat ini. Biasanya jika Rendra sibuk dengan gambarnya maka Kendra juga akan sibuk dengan buku bacaannya. Tapi kali ini dia hanya diam saja dengan tatapan kosong.

“Tuh kan nggak fokus. Kenapa? Abang ada masalah apa sebenernya?” Kali ini suara Rendra berubah menjadi serius. Dan jika Rendra sudah dalam mode seriusnya maka itu akan lebih menakutkan di bandingkan Kendra. Memang Rendra lebih sering tertawa dan melucu, tapi jangan remehkan Rendra kalau laki-laki itu sudah dalam mode serius ataupun marah.

Kendra terdiam mendengar pertanyaan Rendra. Haruskah dia menceritakan permasalahannya kepada Rendra? Karena memang benar sejak kecil tidak ada rahasia di antara mereka. Mungkin benar Kendra dan Rendra terlihat jarang bersama dan perhatian mereka juga lebih sering tercurahkan kepada adik perempuan mereka. Tapi di balik itu semua Kendra dan Rendra selalu meluangkan waktu untuk sekedar berbagi dan bercerita mengenai permasalahn mereka satu sama lain.

Terpopuler

Comments

Nunik Wahyuni

Nunik Wahyuni

ga bisa menyalahkan aleeea secara dia disini korban perasaan dan pemikiran nya pasti ga sinkron....ke dpnx mudah mudahan klo bnr iahh aleeea hamil dia mau menerima pertgjawaban Kendra terlps cinta or tdk cinta kpd Kendra ....biar thorr yg bikin mrk slg jth cinta dan bucin😂😂😍😍

2024-02-25

0

Wati Silo

Wati Silo

👍👍👍👍👍👍

2022-08-29

1

ireneeee_

ireneeee_

victim blaming yourself isn't right aleera

2022-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Keluarga Santoso
2 Takut Kendra
3 Panggil Abang Kendra
4 Malam kelam Aleera
5 Ingatan malam
6 Penolakan Aleera
7 Harus bagaimana?
8 Semua akan berlalu
9 Mencoba mendekat
10 Diamnya Aleera dan Kendra
11 Aleera sakit
12 Memberanikan diri
13 Ayah dan Bunda tau
14 Benarkah hamil?
15 Membeli tespack
16 Inikah ngidam pertama?
17 Secepatnya kita harus tau
18 Positif Hamil
19 Kunjungan Kendra
20 Kamu hamil anak saya!
21 Kita Periksa
22 Memberitahu Kendra
23 Calon Baby
24 Sandra mengetahuinya
25 Onty San
26 Rumah ini!
27 Kendra dan Aleera SAH
28 Status suami istri
29 Rumah pilihan
30 Sate lontong
31 Menuruti keinginan bumil
32 Ganti Soto Ayam
33 Kita pisah ranjang?
34 Aleera ngidam
35 Nasi Kucing pertama
36 Membaiknya hubungan
37 Suapan ke 2
38 Ide jail Sandra
39 Sedikit mencair
40 Keinginan Baby
41 Satu ranjang lagi
42 Bukan rahasia
43 Kampus hari pertama
44 Selamat dari orang-orang
45 Hunting novel
46 Pasti bisa Ly...
47 Sedikit luluh
48 Perlahan tapi pasti
49 Bawaan Baby
50 Perdebatan soal harga
51 Rujak buatan Papa
52 Papa the best
53 Makan bersama
54 Saling mengenal
55 Bersama
56 Gagal ular tangga
57 Hukuman Ludo
58 Berpihak kepada Abang
59 Mulai menerima
60 Aleera dan Sandra
61 Tertangkap
62 Benarkah ini hukuman?
63 Permintaan aneh Sandra
64 Menunjukkan perasaan
65 Berkunjung ke kantor
66 Kita pacaran?
67 Kencan ala remaja
68 Masih kencan ala remaja
69 Menikmati pasar malam
70 Kangen ngidam Aleera
71 Kejadian yang ke dua
72 Pemilik Bunda Sya
73 Calon Ponakan Tercinta
74 Aunty San kesayangan
75 Girls Time
76 Menggoda
77 Mencoba lagi
78 Penantian Manis
79 Mengsalting:)
80 Bahagia Kendra
81 Check kondisi baby
82 Kendra yang polos
83 Perdebatan jenis kelamin
84 Saling bahagia
85 Mau lagi
86 Ketemu mantan
87 Aleera cemburu
88 Rasa yang sama
89 Bukti Cinta
90 Rendra menolak?
91 Ngidam terpenuhi
92 Penasaran
93 Random
94 Sakit membuat manja
95 Drama Ibu Hamil
96 Maunya Aleera
97 Jatah Lancar
98 Princess
99 Maaf untuk baby
100 Gelisah
101 Musibah
102 Kesedihan
103 Aleera sadar
104 Luapan kesedihan
105 Salah tangkap
106 Berkunjung ke Rumah Chyara
107 Kegalauan Kendra
108 Kegalauan Aleera
109 Ratu-ku
110 Clear!!!
111 Tanggung jawab Aleera
112 I Love You, Bang!
113 Rencana Honeymoon
114 Lupa!
115 Selalu berhasil
116 Ajakan Sandra
117 Curahan hati Kendra
118 Kedatangan Bulan
119 Konseling Pertama
120 Aleera terperangkap
121 Agenda
122 Lupa...
123 Takut kamu pergi
124 Packing
125 Berbalik Marah
126 Aleera tetap kalah!
127 Bayaran Kendra
128 Jomblo dari lahir!
129 Hari pertama di Bali
130 Sawah Terasering Tegalalang
131 Terpukau
132 Pantai kenangan
133 Ingkar janji !
134 Pengen ikut !
135 Hello Seoul!!!
136 Memandang Salju
137 Kuliner Pertama
138 Keindahan Menara Namsan
139 Projek anak kembar
140 Drama pagi hari
141 Berhasil jalan-jalan
142 Usaha terakhir di Korea
143 Kendra manja
144 Telat datang!
145 Kendra aneh!
146 Detik-detik
147 Aleera hamil lagi
148 Kebahagian Kendra dan Aleera
149 Sesuai Request "TWINS"
150 Kunjungan ke makam
151 Menuju Surprise
152 Surprise + posesif
153 Sahabat Terbaik
154 Perhatian
155 Sambal goreng kentang Mas Rendra
156 Trauma menginap:)
157 Mengingat kenangan
158 Ingin Macaron
159 Meminta bantuan Bunda Sya
160 Keinginan yang terwujud
161 Kondisi 4 bulan
162 Sandra kena lagi!
163 Karena jenis kelamin
164 Sesuai Prediksi
165 Perselisihan kecil
166 Chekout semua!
167 Sebentar lagi
168 Welcome si kembar
169 Bibit unggul
170 Aidan dan Ariel
171 Orang tua baru
172 Saling mendukung
173 Pengganggu!!!
174 Ibu mertua terbaik
175 Akhir penantian
176 Sudah waktunya punya adek!
177 Waktunya kembali ke kampus?
178 Mama Papa
179 Suami Terbaik
180 Sakit?
181 Tipes!
182 Pengakuan
183 Pompa ASI
184 Abang Ai tukang cemburu
185 Progam yang ditunda
186 No.. Ban.. No...
187 Baby Ariel sakit
188 Rencana Pesta
189 Happy Birthday
190 Playground
191 Bahu-membahu
192 Happy Graduation Onty San
193 Pindahan
194 Tawaran kerja
195 Ajaran Onty San
196 Sudah Abang diskon!
197 Ada apa sebenarnya?
198 Abang selingkuh?
199 Penjelasan
200 Sudah dipersiapkan
201 Rencana apa?
202 Pesta Aniversary 3 tahun
203 Ungkapan terdalam
204 Satu Kesempatan
205 Rencana Sandra
206 Kencan Malam
207 Rencana yang harus dilakukan
208 Wisuda dan hadiah
209 Pengisi waktu luang
210 Masalah Sandra
211 Sekolah hari pertama
212 Takut dan khawatir
213 Kebahagiaan utama
214 Rencana bulan madu
215 Fiks Prancis!!!
216 Paris, Prancis
217 Masih di Paris
218 Si pintar Aidan
219 Aleera hamil lagi!!!
220 Hormon kehamilan
221 Mood yang berubah-ubah
222 Tugas orang tua
223 Akhirnya ngidam
224 Panas Membara
225 Aleera marah
226 Kumpul keluarga
227 Double date di Pantai
228 Memikirkan rencana baru
229 Rencana baru
230 Curahan hati Sandra
231 Berhitung
232 7 bulanan adek
233 Si tukang mesum
234 Adek 5 dan adek 10
235 Caesar atau Normal?
236 Gagal Normal
237 Pembahasan Cuti
238 Tendangan baby
239 Welcome baby boy
240 Adek Arzan
241 Kapan, Yang?
242 Mau bobok sini!
243 Bersyukur bersamamu
244 MPASI baby Arzan
245 Masalah Sandra lagi
246 Alasan Sandra belum hamil
247 Prestasi si kembar
248 Momen Manis
249 Telat 2 minggu
250 Birthday & Hamil (END)
251 Mengejar Cinta Duda Baru & UNWANTED WEDDING
252 Extra part 1
253 Extra part 2
254 Karya baru...
255 Extra part 3
Episodes

Updated 255 Episodes

1
Keluarga Santoso
2
Takut Kendra
3
Panggil Abang Kendra
4
Malam kelam Aleera
5
Ingatan malam
6
Penolakan Aleera
7
Harus bagaimana?
8
Semua akan berlalu
9
Mencoba mendekat
10
Diamnya Aleera dan Kendra
11
Aleera sakit
12
Memberanikan diri
13
Ayah dan Bunda tau
14
Benarkah hamil?
15
Membeli tespack
16
Inikah ngidam pertama?
17
Secepatnya kita harus tau
18
Positif Hamil
19
Kunjungan Kendra
20
Kamu hamil anak saya!
21
Kita Periksa
22
Memberitahu Kendra
23
Calon Baby
24
Sandra mengetahuinya
25
Onty San
26
Rumah ini!
27
Kendra dan Aleera SAH
28
Status suami istri
29
Rumah pilihan
30
Sate lontong
31
Menuruti keinginan bumil
32
Ganti Soto Ayam
33
Kita pisah ranjang?
34
Aleera ngidam
35
Nasi Kucing pertama
36
Membaiknya hubungan
37
Suapan ke 2
38
Ide jail Sandra
39
Sedikit mencair
40
Keinginan Baby
41
Satu ranjang lagi
42
Bukan rahasia
43
Kampus hari pertama
44
Selamat dari orang-orang
45
Hunting novel
46
Pasti bisa Ly...
47
Sedikit luluh
48
Perlahan tapi pasti
49
Bawaan Baby
50
Perdebatan soal harga
51
Rujak buatan Papa
52
Papa the best
53
Makan bersama
54
Saling mengenal
55
Bersama
56
Gagal ular tangga
57
Hukuman Ludo
58
Berpihak kepada Abang
59
Mulai menerima
60
Aleera dan Sandra
61
Tertangkap
62
Benarkah ini hukuman?
63
Permintaan aneh Sandra
64
Menunjukkan perasaan
65
Berkunjung ke kantor
66
Kita pacaran?
67
Kencan ala remaja
68
Masih kencan ala remaja
69
Menikmati pasar malam
70
Kangen ngidam Aleera
71
Kejadian yang ke dua
72
Pemilik Bunda Sya
73
Calon Ponakan Tercinta
74
Aunty San kesayangan
75
Girls Time
76
Menggoda
77
Mencoba lagi
78
Penantian Manis
79
Mengsalting:)
80
Bahagia Kendra
81
Check kondisi baby
82
Kendra yang polos
83
Perdebatan jenis kelamin
84
Saling bahagia
85
Mau lagi
86
Ketemu mantan
87
Aleera cemburu
88
Rasa yang sama
89
Bukti Cinta
90
Rendra menolak?
91
Ngidam terpenuhi
92
Penasaran
93
Random
94
Sakit membuat manja
95
Drama Ibu Hamil
96
Maunya Aleera
97
Jatah Lancar
98
Princess
99
Maaf untuk baby
100
Gelisah
101
Musibah
102
Kesedihan
103
Aleera sadar
104
Luapan kesedihan
105
Salah tangkap
106
Berkunjung ke Rumah Chyara
107
Kegalauan Kendra
108
Kegalauan Aleera
109
Ratu-ku
110
Clear!!!
111
Tanggung jawab Aleera
112
I Love You, Bang!
113
Rencana Honeymoon
114
Lupa!
115
Selalu berhasil
116
Ajakan Sandra
117
Curahan hati Kendra
118
Kedatangan Bulan
119
Konseling Pertama
120
Aleera terperangkap
121
Agenda
122
Lupa...
123
Takut kamu pergi
124
Packing
125
Berbalik Marah
126
Aleera tetap kalah!
127
Bayaran Kendra
128
Jomblo dari lahir!
129
Hari pertama di Bali
130
Sawah Terasering Tegalalang
131
Terpukau
132
Pantai kenangan
133
Ingkar janji !
134
Pengen ikut !
135
Hello Seoul!!!
136
Memandang Salju
137
Kuliner Pertama
138
Keindahan Menara Namsan
139
Projek anak kembar
140
Drama pagi hari
141
Berhasil jalan-jalan
142
Usaha terakhir di Korea
143
Kendra manja
144
Telat datang!
145
Kendra aneh!
146
Detik-detik
147
Aleera hamil lagi
148
Kebahagian Kendra dan Aleera
149
Sesuai Request "TWINS"
150
Kunjungan ke makam
151
Menuju Surprise
152
Surprise + posesif
153
Sahabat Terbaik
154
Perhatian
155
Sambal goreng kentang Mas Rendra
156
Trauma menginap:)
157
Mengingat kenangan
158
Ingin Macaron
159
Meminta bantuan Bunda Sya
160
Keinginan yang terwujud
161
Kondisi 4 bulan
162
Sandra kena lagi!
163
Karena jenis kelamin
164
Sesuai Prediksi
165
Perselisihan kecil
166
Chekout semua!
167
Sebentar lagi
168
Welcome si kembar
169
Bibit unggul
170
Aidan dan Ariel
171
Orang tua baru
172
Saling mendukung
173
Pengganggu!!!
174
Ibu mertua terbaik
175
Akhir penantian
176
Sudah waktunya punya adek!
177
Waktunya kembali ke kampus?
178
Mama Papa
179
Suami Terbaik
180
Sakit?
181
Tipes!
182
Pengakuan
183
Pompa ASI
184
Abang Ai tukang cemburu
185
Progam yang ditunda
186
No.. Ban.. No...
187
Baby Ariel sakit
188
Rencana Pesta
189
Happy Birthday
190
Playground
191
Bahu-membahu
192
Happy Graduation Onty San
193
Pindahan
194
Tawaran kerja
195
Ajaran Onty San
196
Sudah Abang diskon!
197
Ada apa sebenarnya?
198
Abang selingkuh?
199
Penjelasan
200
Sudah dipersiapkan
201
Rencana apa?
202
Pesta Aniversary 3 tahun
203
Ungkapan terdalam
204
Satu Kesempatan
205
Rencana Sandra
206
Kencan Malam
207
Rencana yang harus dilakukan
208
Wisuda dan hadiah
209
Pengisi waktu luang
210
Masalah Sandra
211
Sekolah hari pertama
212
Takut dan khawatir
213
Kebahagiaan utama
214
Rencana bulan madu
215
Fiks Prancis!!!
216
Paris, Prancis
217
Masih di Paris
218
Si pintar Aidan
219
Aleera hamil lagi!!!
220
Hormon kehamilan
221
Mood yang berubah-ubah
222
Tugas orang tua
223
Akhirnya ngidam
224
Panas Membara
225
Aleera marah
226
Kumpul keluarga
227
Double date di Pantai
228
Memikirkan rencana baru
229
Rencana baru
230
Curahan hati Sandra
231
Berhitung
232
7 bulanan adek
233
Si tukang mesum
234
Adek 5 dan adek 10
235
Caesar atau Normal?
236
Gagal Normal
237
Pembahasan Cuti
238
Tendangan baby
239
Welcome baby boy
240
Adek Arzan
241
Kapan, Yang?
242
Mau bobok sini!
243
Bersyukur bersamamu
244
MPASI baby Arzan
245
Masalah Sandra lagi
246
Alasan Sandra belum hamil
247
Prestasi si kembar
248
Momen Manis
249
Telat 2 minggu
250
Birthday & Hamil (END)
251
Mengejar Cinta Duda Baru & UNWANTED WEDDING
252
Extra part 1
253
Extra part 2
254
Karya baru...
255
Extra part 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!