Shen Yao terkejut, tetapi dia dengan mudah menenangkan hatinya dan mengeraskan tangannya membalas serangan Gao Huatong.
'Retak' Gao Huatong meringis kesakitan. Dia tidak menyangka bahwa Shen Yao lebih kuat darinya. Dengan cepat dia menarik kembali tangannya yang kebas ke dalam sakunya.
Melia merasakan ada yang salah, tetapi melihat bahwa semuanya baik baik saja, dia tidak terlalu peduli lagi.
"Ayo, ayo silahkan duduk semuanya!" Ucap Melia kepada keluarga Gao.
"Terimakasih Bibi!"
"Kalau begitu kami tak akan sopan!"
"Hahaha, tentu saja!"
"Liviiaaa!" Teriak Melia memanggil.
"Ya, Mah?" Melia membalas dari belakang, tetapi dia dikejutkan oleh banyaknya tamu yang datang.
"Ayo sapa Paman dan Bibi Gao!" Ucap Melia sambil menepuk punggung Livia lembut.
"Halo Paman Gao, Halo Bibi Gao!"
"Halo Livia! Kamu sangat cantik!" Balas mereka dengan senyum ramah.
"Ini Gao Yunzi, panggil kakak Yunzi!" Ucap Melia lagi.
"Halo Kakak Yunzi!" Sapa Livia.
"Halo Livia!" Bala Yunzi.
"Livia, buatkan teh buat tamu!" Ucap Melia mengelus kepala Livia pelan.
"Ya, Mah!" Balas Livia menganggukkan kepalanya dengan cepat dan berlari dapur.
"Nak, lebih baik kamu pulang saja, aku sedang ada tamu!" Ucap Melia dingin.
"Uh, ada apa Tante? Kenapa tiba tiba mengusir saya?" Tanya Shen Yao dengan bingung.
"Ada apa? Apakah pembicaraan generasi yang lebih tua ingin di dengarkan oleh generasi muda?" Ucap Melia.
"Heh, anak muda sekarang sungguh sombong?" Cibir Tuan Gao.
"Nak, lebih baik kau pergi dari sini sekarang! Kalau kau tidak pergi sekarang maka jangan salahkan kami!"
"Siapa kalian? Aku sedang berbicara dengan Bibi Melia." Shen Yao yang sedang ingin berbicara dengan Melia harus terhenti mendengar Omelan tidak jelas dari 2 orang tua yang tidak dia kenal.
"Nak, Jangan terlalu sombong! Apakah kau tahu siapa kita? Kita adalah Keluarga Gao, perusahaan Gao Elektronik yang mendominasi 30% elektronik di China." Ucap Gao Huatong sombong.
"Nak, lebih baik kau pergi sekarang sebelum mendapatkan masalah!" Ucap Melia dengan marah.
"Oh begitu! Baiklah Tante!" Shen Yao menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar dari Villa no 7.
"Sialan! Akan aku buat mereka berlutut di depanku!" Ucap Shen Yao marah sambil mengepalkan tangannya.
Dulu Shen Yao cukup acuh tak acuh pada hal seperti ini, tetapi semenjak dia memiliki uang dengan mudah sifat manusia pasti berubah, tempramen Shen Yao juga berubah menjadi lebih mendominasi.
Dengan Malas, Shen Yao pergi menuju tempat parkir Villa nomor 5 dan langsung masuk ke dalam mobil.
Di sebelah mobil Bugatti La Voiture Noire terdapat 1 Mobil mewah dengan penampilan yang tidak begitu bagus tapi cocok bagi para pembisnis.
Mobil ini adalah Rolls-Royce Phantom milik Keluarga Gao yang datang ke rumah Livia. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan, mungkin tentang pernikahan?
5 menit setelah Shen Yao pergi, seorang pria berumur 30 Tahunan dengan setelan Jas rapi memencet tombol bel di Villa nomor 7.
Melia yang sedang berbincang bincang dengan Ibu Gao langsung berhenti. Dia dengan cepat meminta maaf kepada Ibu Gao untuk melihat tamu di luar terlebih dahulu.
Ibu Gao tidak terlalu mempermasalahkan. Walau tujuannya belum sempat tercapai, waktu masih sangatlah banyak. Mungkin setelah tamu diluar pergi bisa melanjutkan pembicaraan?
'Klik!' Pintu Villa nomor 7 di buka dengan hati hati. Seorang wanita cantik dengan kulit seperti umumnya wanita umur 30 Tahunan keluar dari pintu melihat siapa tamu di depannya.
"Halo Nyonya, bisa minta waktunya sebentar?" Tanya pria itu dengan hati hati.
"Baik, anda siapa ya?"
"Saya Manager Pengelola Villa SSTB, apakah Tuan Shen Yao ada disini?" Tanya pria itu dengan hati hati.
Shen Yao? Nama ini sepertinya sedikit familiar.
"Ada apa ya Pak? Apakah ada keperluan dengan Tuan Shen Yao?" Tanya Melia memastikan.
"Oh, ini ibu, saya tadi mau mengirim surat perpindahan nama kepemilikan Villa. Saat saya meneleponnya tadi Tuan Shen Yao bilang berada di Villa ini, jadi saya datang ke sini untuk mencarinya." Ucap Manager dengan sopan.
'Deg!' Terkejut!
"Bukankah berarti Shen Yao adalah pemuda tadi? Tidak, tidak, tidak! Tidak mungkin." Pikir Melia menggelengkan kepalanya.
"Tapi sepertinya dia bilang kalau pekerjaannya sopir untuk orang kaya, mungkin dia diminta untuk mengambilkan Surat Perpindahan Kepemilikan Vila? Sepertinya itu mungkin juga." Renung Melia.
"Maaf Pak, seperti anda terlambat satu langkah, tadi Tuan Shen sudah pergi dari Villa ini!" Ucap Melia menjelaskan.
"Ah, jadi seperti itu ya! Kalau begitu terimakasih Nyonya!" Ucap Manager sambil membungkukkan badan 60°
Manager berjalan menjauh sedikit dari Villa no 7 dan memutar nomor telepon Shen Yao lagi.
Saat ini Shen Yao hampir tertidur karena semilir angin AC di dalam mobilnya. Telepon Shen Yao tiba tiba berdering. Shen Yao kaget hingga terlompat dari tempatnya.
'Duk!'
"Aduh! Telepon sialan! Sakit lagi. Sepertinya besok aku harus membeli mobil yang lebih besar dari ini." Ucap Shen Yao sambil memegang jidatnya yang menabrak kap mobil.
Shen Yao keluar dari mobilnya dan mengklik tombol telepon untuk mengangkat teleponnya.
"Halo?" Tanya Shen Yao.
"Halo Tuan Shen, saya Manager SSTB. Tadi Tuan Shen berkata bahwa anda sedang berada di Villa nomor 7, tetapi saya datang untuk mencari Tuan Shen kenapa tidak ada ya?" Tanya Manager SSTB.
"Oh, Manager Yang. Bagus, saya berada di Villa nomor 5, Manager Yang bisa langsung datang." Ucap Shen Yao dengan senyum ceria.
"Baik Tuan Shen!"
~Tuuuttt~
"Heh, balas dendam dimulai!" Ucap Shen Yao dengan senang hati.
1 Menit kemudian Manager Yang Se mendatangi Shen Yao.
"Halo Tuan Shen. Saya sudah membawa semua sertifikat kepemilikan Villa dari nomor 1 - 5, dan ini adalah kartu identitas & kunci Villa nomor 1 - 5.
Untuk Villa nomor 1 di desain dengan pintu anti maling terkuat, perabotan anti peluru, isi yang lebih elegan dan mewah terbuat dari emas tua paling murni.
Selain itu pintu Villa nomor 1 di desain dengan menggunakan pintu pintar agar bisa mengidentifikasi pemiliknya. Cukup pencet tombol buka setelah mengidentifikasi maka pintu Villa nomor 1 akan secara otomatis terbuka sendiri." Ucap Manager Yang tiba tiba menjelaskan lebih dahulu.
"Cukup! Cukup! Cukup! Sudah berhenti saja, saya sudah tahu spesifikasinya jadi saya membeli Villa disini!" Ucap Shen Yao sambil memegang kepalanya sedikit tidak berdaya.
Sebelum Manager Yang menjelaskan, Shen Yao tentu saja tahu dari sistem. Sistem Shen Yao baru baru ini telah update menjadi sistem Level 2. Apalagi Roulette di toko sistem sekarang berubah menjadi permanen. Di toko sistem juga ada spesial diskon 1 Minggu 1 kali dan walau ada 4 barang diskon, tetapi itu sudah cukup bagus bagi Shen Yao.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
SI TAK TERTEBAK
apakah mereka keturunan dari Er gaozi? hmmm teori konspirasi
2022-10-24
0
Keziazia Com
perabotan anti peluru..???coba dah lo pikir orng bodoh mana yg suka nembak2 perabotan
2022-08-11
1
TOXIC|READER
alah babi sapa suruh kau mengaku kerja driver anjing cakap je lah kau ada bisnes ada perusahaan anjing
2022-03-24
2