Pelayan yang berada di dalam ruang VIP nomor 1 terkejut, dia tidak menyangka ada bos yang begitu baik kepada bawahannya sendiri.
"Apakah ini adalah kehidupan orang kaya?" Pikir pelayan itu sambil menggelengkan kepalanya lalu mengambil catatan pembelian makanan dan pergi menuju dapur.
10 Menit kemudian, seorang pelayan mengantarkan semua makanan yang dipesan oleh Shen Yao dan Teguh ke dalam ruangan VIP nomor 1.
Disaat yang sama, seorang pemegang saham Restoran Bintang Lima dengan posisi direktur restoran datang menuju ke Restoran Anggrek.
"Kosongkan Tempat VIP nomor 1!" Ucap Direktur itu kepada manager yang menjaga Restoran Anggrek.
"Tapi, Direktur, ada seseorang yang tidak bisa kita singgung disana." Ucap Manager itu kepada Direktur Restoran Taman Bunga.
"Apa yang kau takutkan! Dia adalah anak dari pemegang saham Huazhou Group. Orang besar mana yang tidak bisa disinggung?" Ucap Direktur Restoran Taman Bunga dengan sombong sambil menunjukkan seorang pemuda dengan tampramen sombong.
Manager tercengang, seorang pemegang saham perusahaan puluhan miliar?
"Baik!" Ucap Manager dengan lega.
Saat ini Shen Yao dan Teguh sedang memakan di ruangan VIP dengan santai. Tiba tiba pintu ruangan VIP diketuk oleh seseorang.
"Siapa?" Tanya Shen Yao.
Pintu dibuka, seorang pria berumur 30 Tahunan terlihat sedang membuka pintu.
"Halo Tuan, Maaf ketidaknyamanannya. Saat ini kami sedang menerima tamu VIP yang meminta kamar No 1."
"Jadi apa maksudnya?"
"Itu, bisakah anda pindah ke tempat lain? Saya bisa menggratiskan semua konsumsi makanan anda!"
"Apakah aku terlihat kekurangan uang?"
"Tidak!"
"Lalu apalagi? Suruh orang yang ingin menempati VIP nomor 1 datang ke sini untuk berlutut!"
"I... iya..." Ucap Manager sedikit ragu ragu tetapi juga takut menyinggung kedua belah pihak.
3 Menit Kemudian, seorang pria paruh baya berbadan buncit datang dengan marah.
"Nak, apa maksudmu mengatakan itu? Apakah kau tahu siapa aku?" Tanya Pria paruh baya itu dengan wajah marah tetapi tetap sombong.
"Bukankah hanya pria bodoh?" Ucap Shen Yao dengan wajah pura pura bodoh.
Wajah Pria paruh baya itu menjadi gelap, "Beraninya kau memanggilku bodoh! Aku adalah Direktur Restoran Taman Bunga ini. Dan ini adalah salah satu dari cabang restoran taman bunga." Ucap Pria tua itu marah mendominasi.
"Lalu?" Ucap Shen Yao dengan wajah santai.
"Aku meminta bahwa kamu untuk pergi dari sini sekarang juga!" Ucap Tu Lang dengan nada memerintah.
"Teguh!"
"Ya Tuan?"
"Ajari bagaimana dia menjadi seorang pria." Ucap Shen Yao sambil menunjuk Tu Lang yang berdiri di depan pintu.
"Baik Tuan!" Ucap Teguh sambil mengangkat tinjunya.
"A... apa yang kau lakukan? Aku adalah Direktur Restoran Taman Bunga! Apakah kau tahu siapa yang ingin menggunakan tempat VIP disini? Dia adalah anak salah satu pemegang saham Hotel Huazhou!" Ucap Tu Lang dengan gemetar ketakutan.
"Tuan..." Ucap Teguh menoleh kearah Shen Yao.
Shen Yao menoleh ke arah Tu Lang dan mengeluarkan sebuah kartu emas hitam di sakunya.
"Apakah kau tahu apa ini?" Tanya Shen Yao sambil tersenyum tipis.
"Apa itu?" Tanya Tu Lang sambil mengerutkan keningnya.
"Kalau begitu panggil bocah yang kau ucapkan itu dan perlihatkan kartu ini!" Ucap Shen Yao sambil melemparkan sebuah kartu emas hitam bertuliskan VIP Hotel Huazhou dengan angka emas 2.
"Baik?"
Direktur Restoran Taman bunga itu dengan cepat berlari menuju ke arah seorang pria muda setelan mewah.
"Tuan Muda Lei, orang yang berada di VIP 1 sangatlah sombong, dia berkata bahwa kamu tidak layak!" Ucap Direktur Restoran Taman Bunga dengan menambahkan bahan bakar.
"Hah, siapa yang berani begitu arogan di depanku? Sangat sombong!"
"Juga... Dia tadi menitipkan kartu ini untuk diberi lihat oleh Tuan Muda Lei!" Tambah Direktur Restoran Taman Bunga sambil memberikan kartu hitam emas Shen Yao.
"Cuih! Kartu apa yang bisa aku lihat!" Lei Tong meludahkan air liurnya dengan gaya mendominasi sambil mengambil kartu hitam emas VIP Hotel Huazhou.
Begitu dia melihat kartunya, dia tercengang. Keringat dinginnya menetes.
"Tuan Muda Lei, apakah anda ingin memberi dia pelajaran? Aku akan memanggil anak anak sekarang juga!"
"Hei... Hei... Apakah kau tau dia siapa?" Ucap Lei Tong dengan tangan gemetaran.
"Apakah kau ingin saya mencari identitasnya? Dia hanyalah seorang pemuda, seharusnya tidak begitu serius kan?"
"Bodoh! Apakah kau pikir seorang pemuda biasa bisa makan di VIP nomor 1 begitu mudah? Dasar Bib! Konyol!" Ucap Lei Tong sambil menjenggungkan kepala Tu Lang.
"Cepat ke VIP nomor 1 sekarang!" Teriak Lei Tong marah dengan sedikit kepanikan.
"Apakah anda ingin mengajarinya sendiri?" Tanya Tu Lang bersemangat.
"Bodoh!"
"Maksudnya?"
"Datang dan minta maaf!"
"Ba... baik..!" Tu Lang sedikit gemetaran, kepalanya tertunduk ketakutan.
Begitu Pintu VIP nomor 1 dibuka, Lei Tong langsung bersujud hingga ke tanah.
"Mohon maafkan aku!" Ucap Lei Tong keras.
Kepala Tu Lang langsung kosong, dalam pikirannya dia tidak tau apa yang terjadi hingga membuat Lei Tong bersujud dengan keras.
"Sial, apa yang terjadi? Apa yang aku provokasi hingga Tuan Muda Lei rela bersujud begitu saja? Padahal umur Tuan Muda Lei dan bocah itu hampir sama?" Pikir Tu Lang dalam hati.
"Tu... Tuan.. Muda.. Lei..!" Ucap Tu Lang gemetaran.
"Apa yang kau lakukan berdiri dengan Linglung disana? Cepat berlutut!" 'Bruk!' Lutut Tu Lang langsung lemas, dia dengan cepat berlutut hingga kepalanya menyentuh tanah.
"Kembalikan kartuku!" Ucap Shen Yao dingin.
"Baik!" Ucap Lei Tong menyerahkan kartu hitam emas VIP hotel Huazhou ke tangan Shen Yao dengan cepat.
"Saya tidak tahu siapa nama anda?"
"Shen!"
"Kakak Shen! Maafkan aku tidak mengetahui identitas anda! Mohon maafkan aku!"
"Oh?" Ucap Shen Yao sedikit tertarik.
"Kalau begitu bagaimana anda ingin minta maaf?"
"Itu... aku tidak tahu... Apapun yang aku punya anda mungkin juga punya, jadi saya tidak tahu bagaimana. Tolong Tuan Muda Shen beri saran!"
"Hah, sudahlah! Apa kau mau makan juga? Kalau begitu pesan saja, apapun yang mau kamu makan!" Ucap Shen Yao murah hati.
"Benarkah?"
"Apakah aku perlu menipumu?"
"Tidak!" Ucap Lei Tong bersemangat karena bisa makan bersama seorang miliarder dengan kekayaan ratusan miliar Yuan.
"Tuan Muda Shen! Aku mengagumi anda! Dikatakan bahwa anda adalah seorang dengan kekayaan bersih ratusan miliar? Apakah itu benar?" Tanya Lei Tong dengan antusias.
"Hmm, mungkin!" Ucap Shen Yao santai.
"Kalau begitu bisakah saya bertukar kontak dengan anda?"
"Yah, aku juga tidak begitu pelit kontak. Bagaimanapun kontrakku juga sedikit orangnya." Ucap Shen Yao tidak menolak.
"Pasti kontak anda orang orang besar semuakan?"
"Tidak juga, malah mungkin tidak ada orang besarnya. Hanya ada beberapa teman teman bermainku saja."
Lei Tong Tercengang "Bagaimana mungkin orang dengan kekayaan ratusan miliar bahkan tidak memiliki kontak? Apakah itu palsu?" pikir Lei Tong.
Begitu dia melihat hp milik Shen Yao dia juga sedikit aneh melihatnya, apakah ini orang kaya sekarang? Hpnya saja adalah merek 8 Tahun yang lalu?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt
2022-09-04
1
Nurul
'bib'?suara sensor kah/ babi
2022-04-22
0
u
Hahahahaha
2021-09-25
0