Napas Lucas masih ngos-ngosan meskipun dia sudah berhenti dari larinya. Dia bersembunyi di balik pohon besar, sesekali dia menengok ke arah para pengawal yang mengejarnya.Dia duduk mengatur napasnya. Dadanya masih terasa berdegup kencang.
"Aku lelah sekali, tidak mungkin aku kembali kerumah Sam "Lucas mengintip kembali dari balik pohon.
" Mereka sudah tidak ada " Lucas keluar dari balik pohon, dia masih menoleh ke kanan dan kiri memastikan pengawal yang mengejarnya sudah tidak meneruskan niat mereka kembali.Lucas berjalan tak tentu arah.
Kemana aku harus pergi. Apa mungkin ke hotel, Ah tidak, Ayah pasti dengan mudah menemukanku.
Lucas masih berjalan, melewati jalanan kecil agar tidak terjangkau oleh pengawal yang mengejarnya. Dari kejauhan dia melihat kursi yang panjang berad di depan sebuah pertokoan.
" Di sini agak tersembunyi tempat nya, tidak mungkin pengawal itu akan mengejarku sampai sini "Lucas duduk di kursi panjang itu " Malam ini aku tidur di sini saja "
Lucas merebahkan tubuhnya yang lelah karena berlari sejauh itu. Kakinya begitu lemas seperti tidak bertenaga.
" Aku orang kaya, kenapa harus berlarian seperti ini ,lelah sekali ternyata" gerutu Lucas sambil memijat kakinya yang meringkuk.
Semakin lama semakin malam, semakin dingin pula udara yang menerpa tubuh Lucas. Nyamuk yang bernyanyi riang di telinganya membuat Lucas tidak bisa tidur dengan nyenyak.Sesekali Lucas harus menepuk nyamuk yang mencoba hinggap di pipi mulusnya itu
" Hei nyamuk, apa kau tidak tau aku orang kaya, berani sekali kau mengganggu tidurku " Lucas berdiri sambil mengumpat kesal pada nyamuk yang mengganggunya.
Dia rebahan kembali sambil menatap langit.
Seperti inikah rasanya jadi orang miskin, Tidak punya rumah, atap tidurpun langit, selimut ,udara malam.
Tak terasa mata Lucas sudah mulai terpejam tanpa di sadari pemiliknya. Dia sudah berada di alam mimpinya.
***
Di kediaman Angkasa masih terdengar ribut karena para pengawal tidak bisa membawa Lucas kembali. Membuat Angkasa marah dan menyalahkan para pengawalnya.
Andai Tuan Besar ikut, aku yakin Tuan juga tidak bisa membawa Tuan Muda pulang.
Mungkin itu yang saat ini ada di dalam hati para pengawal yang lelah karena berolahraga malam.
" Istirahatlah sayang, dia tidak akan apa-apa di luar sana, kalau kau mencabut semua fasilitas yang dia miliki, aku yakin Lucas akan kembali tanpa kau minta " senyum licik keluar dari bibir Leticya yang sedang berpura- pura baik.
Fanny menatap Leticya dengan penuh amarah.
Dasar nenek sihir.Bisa - bisanya terlihat sok baik di depan Angkasa.
Angkasa terdengar mendesah kesal. dia berdiri,Angkasa berlalu hendak melewati Fanny, langkahnya terhenti saat sudah berada di dekat telinga Fanny.
" Peringatkan anakmu atau dia akan menerima hukuman dariku " Angkasa kembali berlalu meninggalkan Fanny dan Leticya.
Kesempatan itu di gunakan Leticya untuk menyalahkan Fanny.
" Lihatlah caramu mendidik anak, menyusahkan saja. Louise yang terbaik sehingga dia pantas menjadi ahli waris tunggal keluarga Wayne " senyum sinis kembali menghiasi bibir Leticya.
" Lucas belum menunjukkan kehebatannya, suatu saat semua akan terjawab" Fanny mendekatkan bibirnya di telinga Leticya "siapa yang lebih unggul, anakmu atau anakku Lucas,ingat itu nenek sihir" Fanny meninggalkan Leticya yang memasang wajah kesal.
" Berani - beraninya dia berkata seperti itu kepadaku " Leticya mengepalkan kedua tangannya.
Fanny masuk kedalam kamarnya.Fanny memendam amarahnya kepada Leticya dan mengingat Lucas kembali.
" Lucas, kau dimana sekarang? " Fanny merasa bingung, tapi dia mencoba menenangkan dirinya dan berpikir positif.
Mungkin dia berada di rumah temannya yang lain. Tidak mungkin dia kembali kerumah temannya Sam itu.
Fanny masuk ke kamar mandi, mencuci mukanya untuk menghilangkan kecemasan di pikirannya.
Fanny keluar kamar mandi dan segera mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja. Dia mencoba menghubungi Lucas, namun tidak ada jawaban dari sana.
Fannya memejamkan mata dan berusaha untuk tetap berpikir kalau Lucas baik - baik saja.
***
Pagi hari di sekolah.
" Sam,dimana Lucas, biasanya dia tidak pernah masuk kelas terlambat? " tanya Felly, gadis satu kelas dengan Lucas, yang juga menyukai Lucas.
" Ponselnya juga tidak aktif " imbuh Felly.
Samuel hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Felly.
" Apa kau tidak dengar aku bicara Sam? " Felly mulai kesal.
" Entahlah, mungkin hari ini dia tidak masuk atau ada keperluan aku tidak tau " Samuel menutupi kejadian tadi malam kepada teman - temannya.
Di luar kelas Lucas, para murid kelas lain sedang heboh. Mereka menjadi gaduh membuat penghuni kelas Lucas ikut keluar untuk melihatnya.
Felly dan lainnya melongo menatap penampilan Lucas.
" Astaga Lucas " Sam menarik masuk tubuh Lucas. Lucas hanya diam dan begitu lemas.
" Lucas, apa yang terjadi padamu " Felly ikut heboh karena penampilan Lucas.
" Menurutmu apa? " Lucas menatap Felly kesal.
"Ih, kau kumal sekali, apa kau juga belum mandi, lihatlah rambutmu, kulitmu juga bentol-bentol" Felly merasa jijik dengan penampilan Lucas yang tidak seperti biasanya.
Ayana yang melihat teman satu kelasnya heboh karena Lucas, hanya menggelengkan kepala. Dia tidak pernah peduli urusan teman-temannya.Dia hanya memilih duduk sambil membaca buku.
Lucas terlihat berbisik kepada Sam
" Pinjami aku uang, perutku lapar sekali! " Sam terkejut
" Lucas tidak punya uang " Sam mengeraskan suaranya membuat seisi kelas menatap mereka.
Lucas celingukan.
" Hei kau ini bicara apa, mana mungkin Lucas tidak punya uang " Lucas juga mengeraskan suaranya dan menoleh ke teman-temannya berharap semua temannya mendengar teriakannya
" Haha Sam sudah gila " Lucas tertawa dengan terpaksa, membuat tatapan temannya beralih ke yang lain.
Merasa perhatian temannya sudah tidak kepadanya lagi, Lucas mendekatkan wajahnya di telinga Sam.
" Kau jangan berteriak Sam, aku ini memberitahukan rahasia kepadamu " Sam mulai paham maksud Lucas.
"Memang dimana kartu kredit mu? " tanya Sam lirih.
" Ayah memblokir kartu kreditku. ayo ikut aku ke kantin, sejak semalam aku belum makan! " saat mereka hendak berdiri, Guru sudah masuk dan akan memulai pelajaran.
Niat Lucas pun terurungkan. Dengan sabar dia menahan perutnya yang mulai melilit karena kelaparan.
Saat jam istirahat sekolah, Sam dan Lucas pergi ke kantin. Lucas melahap semua makanan yang ia pesan membuat Sam hanya menelan ludah setelah temannya menghabiskan makanan mereka berdua.
" Hah, lega sekali, thanks Sam " Lucas mengelus perutnya yang membuncit.
" Kau tidak membagi makanan sedikit kepadaku Lucas " Sam menatap piring yang sudah kosong.
" Kau masih bisa pesan lagi " Sam menyandarkan punggungnya.
" Nafsu makanku sudah hilang " Lucas tertawa melihat temannya itu.
" Lalu, kau mau tinggal dimana? apa di kolong jembatan? lebih baik kau pulang saja, turuti apa kata ayahmu! "
" Kau pikir mudah berada di penjara itu lagi "
" Entahlah " Sam mengangkat kedua bahunya.
" Ayo kita ke kelas saja! " Sam mengiyakan ajakan Lucas.
Saat Lucas dan Sam masuk ke dalam kelas.
" Lucas, lihatlah ini, bukankah ini fotomu? " Kiki memberikan sebuah foto kecil yang sepertinya di gunting.
" Iya, kau dapat darimana? " Kiki menunjuk ke arah Ayana yang menunduk malu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Radin Zakiyah Musbich
suka kak ❤️❤️❤️
jgn lupa mampir jg ke novelku dg judul:
"AMBIVALENSI LOVE"
kisah cinta beda agama,
ku tunggu like and coment nya ya 🐳🐳🐳
2020-10-06
0
🔵pacarku 😜Peak_Fam😜
aku suka lucas,,
2020-07-16
0
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
semangat Lukas eh salah semangat Thor 💪
2020-07-05
0