"Miranda benar-benar berbeda dengan Mirabel. Gadis ini begitu mandiri.
Bahkan ia mau tertatih-tatih berusaha dari bawah, padahal untuk mencapai puncak popularitas bisa saja dilakukannya secara instan seperti karir Mirabel.
Karena campur tangan Robin Anderson ayah mereka.
"Aku sempat meminta editor ku mengundang mu ke Roma.
"Editor perusahaan ku beberapa kali menghubungi asisten mu di Paris supaya bisa mengundang mu datang kesini".
"Menurut asisten mu, kau sangat sibuk dan hanya menerima wawancara di kota Paris saja".
"Kau ini tampaknya benar-benar terkenal ya disana, sampai perusahaan besar seperti punya ku di suruh mengantri jika mengundang mu", ucap Mathew sambil menyesap kopi yang sudah di sediakan sekretarisnya.
Miranda, tersenyum mendengar ucapan Mathew, ia sama sekali tidak tau kalau perusahaan asal Roma yang menghubungi asisten nya beberapa bulan yang lalu milik Mathew.
"Orang-orang ku sangat profesional Math, mereka sangat teliti menyusun schedule ku.
Biasanya kami mengutamakan penawaran yang di dalam negeri dulu".
"Karena perusahaan mu diluar Prancis, otomatis asisten ku meminta orang mu untuk membuat janji terlebih dahulu", jawab Miranda diplomatis.
"Owh begitu ya...
"Kalau begitu, artinya aku beruntung menikahi mu", ucap Mathew menggoda Miranda.
Drt drt drtt
"Halo, ada apa kau menelpon ku bastard?"
"Aku akan datang!"
"Iya, aku akan membawa nya". Mathew mengakhiri panggilan telpon.
"Malam ini teman ku mengundang kita, ke acara peresmian hotel miliknya.
Ia memintaku mengajak mu juga.
"Tapi aku tidak memiliki gaun untuk ke acara resmi Math. Kau tahu aku datang ke Roma untuk menghadiri pernikahan mu dan Mirabel. Aku tidak membawa gaun selain gaun untuk pernikahan kalian".
"Kau tenang saja, tidak usah dipikirkan masalah itu. Sekarang baru jam yg tiga sore, masih ada waktu untuk kau bersiap".
"Aku akan meminta Mike menyiapkan semuanya. Sekarang kau istirahat saja dulu".
"Mau disini atau dikamar ku juga boleh", ucap Mathew sambil menunjuk sebuah pintu yang ada didepan mereka.
"Aku menunggu disini saja", jawab miranda sambil menunduk.
"Ehm Math , bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Apa?"
Miranda tampak meremas jemari tangannya, sambil menundukkan kepalanya.
"Maafkan aku, aku lancang memakai pakaian ini yang ada di wardrobe kamar ku.
Maafkan aku, A-ku tidak bertanya dulu sebelum memakainya".
"A-ku bingung memakai baju apa kekantor mu ini".
Mathew tampak tersenyum mendengar penjelasan Miranda.
Ia gemas jika melihat istrinya itu mengakui kesalahan, pasti akan menundukkan kepalanya.
"Barang yang ada di lemari semuanya milikmu, kau bebas memakainya. Semuanya milik mu Miranda".
Miranda terkejut mendengar nya.
Pantas saja semua size nya dari baju hingga sepatu sama persis seperti yang ia pakai. Karena Miranda tahu size Mirabel lebih besar dari miliknya.
"Bagaimana cara mu tahu size yang kupakai?", tanya Miranda sambil menatap terkejut .
"Aahh itu...Berkat mommy Kate.
"Mommy menanyakan pada mommy mu. Saat tahu Mirabel pergi, kedua orang tua mu menemui ku dan kedua orang tua ku".
"Daddy mu memberikan solusi, kau akan menggantikan Mirabel. Tanpa berpikir panjang orang tua ku menyetujui nya".
"Mommy Kate yang menyiapkan semua kebutuhan mu Miranda", ujar Mathew menjelaskan dengan rinci.
"Baiklah, kau istirahat saja dikamar ku Miranda.
Dikamar perlengkapan mu sudah ada semuanya".
"Eh...iya, terimakasih untuk semuanya Math", balas Miranda sambil beranjak dari tempat duduknya ke kamar Mathew.
Mathew memandangi punggung indah istrinya yang menghilang di balik pintu.
...***...
YUK BACA JUGA :
MARRIAGE AGREEMENT
MENJADI YANG KEDUA
AIR MATA SCARLETT
FIRST LOVE LAST LOVE
SERPIHAN HATI ELLENA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Marina Tarigan
nanti suatu saat mirabel pasti datang kembali
2024-12-08
0
ira
gemes deh aku sama mereka ber2 ini 😁😁😁
2024-11-03
0
Sity
nnti pas lg bucin" nya si arabel psti datang ngerecokin,crt model gini udh sering baca
2024-11-11
4