"Hallo...
"Iya Bella, aku belum tau kapan akan kembali ke sana.
"Ada keadaan mendesak di Italia, nanti aku ceritakan semua nya pada mu".
"Aku percayakan kepada mu urusan dengan klien kita".
"Oke, bye...
"Huhh
Miranda menghirup nafas dalam-dalam, sedikit mengurangi beban nya setelah berbicara dengan asistennya Bella.
Ia yakin dan percaya Bella sangat bisa diandalkan, ia lulusan terbaik sekolah mode Royal of art London. Sebelum kemudian kembali ke Paris, dan bertemu dengan Miranda.
Miranda dan Bella sangat dekat, bukan hanya hubungan atasan dan bawahan.
Lebih tepatnya sahabat dekat .
Tok tok tok...
"Masuk!"
Lilian membuka pintu, setelah mengucap salam.
"Ada apa Lilian?"
"Nona, tuan Mathew meminta anda datang perusahaan sekarang juga, supir tuan menunggu dibawah", ucap Lilian memberi tahu Miranda.
Miranda tampak berpikir sejenak, ada apa Mathew meminta nya datang ke kantor nya.
"Jangan katakan ini masalah surat perjanjian itu", batin Miranda tidak bersemangat.
"Bahkan ia tidak memberi tahu ku sebelumnya, kenapa mendadak sekali ", gerutu Miranda kesal.
"Baiklah Lili, sebentar lagi aku turun. Sekarang aku akan bersiap-siap, kau boleh keluar melanjutkan pekerjaan mu".
"Baik nona Miranda, saya permisi", ucap lilian.
Setelah Lilian pergi, Miranda berpikir sejenak, sebaiknya ia berpakaian sedikit formal.
Miranda membuka lemari yang ada di walk in closet, memilih pakaian yang pas di dengan ukuran tubuh nya.
Ia terpukau ternyata size yang tertera di pakaian yang ada di lemari itu sama dengan size nya.
"Ehm mungkin tidak mengapa aku pakai saja baju ini", pikir Miranda. Miranda tidak membawa pakaian formal di koper nya.
Dari Paris ia hanya membawa beberapa pakaian saja, selebihnya ia membawa gaun yang akan dipakai dihari pernikahan Mirabel.
Ternyata takdir berkata lain, justru Miranda yang menikah sekarang.
Bukan salah nya juga kalau ia tidak siap dengan pakaian apapun
Setelah memilah-milah, Miranda memilih Blazer emporio Armani Lace Appliqu berwarna off white.
Dipadukan dengan clutch dan heels lima belas centimeter.
Untuk rambut nya hanya dirapikan saja, dan dibiarkan tergerai.
Sekali lagi Miranda menelisik penampilan nya, setelah dinilainya sempurna baru ia turun.
Selama perjalanan menuju perusahaan Mathew, Miranda baru terpikir untuk membuka internet, melihat dan membaca informasi tentang Mathew.
Setelah mengetikkan nama Mathew Benigno, layar handphone nya dipenuhi wajah laki-laki itu dengan berbagai pose.
"Ternyata dia tampan juga", mata Miranda menatap satu- satu photo Mathew.
Tak sedikit juga photo Mathew dan Mirabel dalam berbagai acara.
Miranda tertegun, menatap foto-foto mereka berdua
"Kenapa Mirabel pergi meninggalkan Mathew, padahal mereka nampak sangat serasi".
"Dimana Mirabel sekarang, ada apa dengan saudara kembar ku itu", ucap Miranda.
Semenjak mereka dewasa, kedua nya disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, hubungan mereka tidak seintens dulu.
Apalagi Miranda memilih melanjutkan karir di Paris, sedang kan Mirabel disibukkan dengan syuting yang menyita waktu.
Tapi pada dasarnya mereka saling membutuhkan dan menyayangi.
Hingga terjadi peristiwa Mirabel pergi dihari pernikahan nya, yang akhirnya menyulitkan kan kehidupan Miranda.
"Nona, kita sudah sampai".
Ucapan supir Mathew, membuyarkan lamunan Miranda.
Pintu sebelah nya telah terbuka. Miranda turun dan melangkah ke lobby.
Ia tampak bingung, sebelum sebuah suara menyadarkan nya dari kebingungan .
"Selamat siang nona Miranda, perkenalkan saya Mike asisten tuan Mathew.
Tuan Mathew menunggu anda di ruangan nya.
"Mari nona...
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Rara
wawwwww heels 15 cm
yaapa nanti keadaan kakinya yaa?
2025-02-28
0
ira
ada apa ya kira² Miranda d srh dtng k kantor nya math
2024-11-03
0
Sinok
sip, saya paham alur ceritanya /Good/
2025-01-09
0