Di mobil Vano, dalam perjalanan...
"pak vano...." ucap salsa sopan
"saya bukan bapak kamu, panggil saja saya vano..."
"baik... vanooo" salsa mengulangi
"yaaa.."
"maaf kita mau kemana yaa"
"makan"
"what??! tadi di mall bukan nya kamu makan?"
"meeting"
"huft... vano please, kasih nomer rekening kamu, aku gamau loh punya hutang budi" ucap salsa
"kamu temenin saya makan, maka semua tidak ada lagi kata hutang budi, anggap saja saya membelikan kamu itu untuk hadiah" jawab vano...
salsa hanya terdiam..
"kenapa senang yaa, dapat hadiah baju lumayan loh 11 juta" ledek vano..
tapi justru membuat salsa tersingung
"maaf pak vano, sudah berkali-kali saya katakan saya akan membayarnya. lagi pula itu bukan sepenuhnya milik saya. tapi milik ibu saya"
*sudah banyak hari ini orang-orang menguji kesabaraku* ucap salsa dalam hati...
"kan aku sudah bilang, tak perlu di ganti"
"terserah padamu, saya malas berdebat!"
salsa merubah sedikit sikapnya.. karena moodnya hari ini memang benar-benar hancur atas kejadian hari ini ...
setibanya di sebuah restoran pizza..
*apa dia sudah memermainkan aku? bahkan di mall tadi juga ada beberapa restoran pizza, lalu kenapa sekarang kesini*
merekapun masuk dan telah duduk...
"ini menunya, jika sudah siap memesan bisa panggil saya..." ucap seorang pelayan
"ya" ucp vano singkat...
"kamu mau makan apa?" tanya vano
"apapun, permisi aku sholat sebentar" salsa bangkit dari duduknyaa..
vano tercengang mendengar ucapan salsa..
*ini gue beneran ga si nemu perempuan macem begitu, kok gua jadi malu sendiri yaaa dia ngomong begitu*
vano memesan 1 pan pizza dan 2 pasta, serta 2 minum...
10 menit salsa datang di ikuti oleh pelayan yang mengantarkan makann mereka..
"silakan dimakan" ucap vano
"terimakasih" ucap salsa..
merekapun memakan masing-masing..
mereka hanya diam dalam meja makan.. tak ada perbincangan apa-apa yang ada hanya saling mencuri pandang..
vano pun menerima pesan dari Sandi...
📩van.. kayaknya orang tua dokter salsa terus menerus menghubungi dia ke ponselnya, dari tadi..
vano langsung menatap salsa...
memberikan ponselnya kepada salsa..
"hubungilah keluargamu, aku akan segera mengantarmu pulang"
ucap vano....
"baiklah" jawab salsa...
salsa mulai memencet nomer rumahnya..
-terhubung-
📞📞
"assalammualaikummm"
"salsaaaa, kamu ko ga jawab chat dan telfon mommy"
"iyaa mom, maaf aku tadi ketemu pemilik RS Wijaya, aku di ajak berbincang mom"
jawab salsa
vano mendengarnya hanya cekikikan pelan..
"sudah makan kah kamu?"
"sudah mom di traktir loh mom sama dia" ucap salsa
"hehe bagus dong, yaduh pulang jangan terlalu malam dan hati-hati"
"iya mom, assalammualaikum"
"waalaikum salam..."
salsapun menyelesaikan telfon nya...
"terimakasih" ucap salsa sambil menyodorkan ponselnya
"hmmm" vano mengambil ponselnya..
"ayo pulang" pinta salsa...
"yaaaa" vano pun bangkit dari duduknya.. menyelesaikan pembayaran di kasir..
merekapun menuju rumah salsa..
"van bagaimana mobil saya?"
"dimana alamatmu biar di antar saja" jawab vano..
"ketemuan di supermarket simpang empat aja van... saya ga mau orang tua saya bertanya-tanya banyak hal... "
"apa rumahmu di dekat situ"
tanya vano..
"hmm yaa di gangbdeket supermarket itu" jawab salsa sambil berfikir apakah ada gang yaa di sebelah supermarket...
vano hanya tersenyum...
sambil menelfon Sandi..
dalam hati vano oun terus bertanya..
*apa misi perempuan ini, segala nutupin identitasnya, rumahnya, sok misterius, dia salah kalo bersikap begitu kepadaku*
ucap vano dalam hatinya...
merekapun sudah tiba. tapi tanda-tanda kehadiran Sandi belum ada...
salsa terlihat lelah, beberapa kali ia menguap..
"jangan tidur di mobilku" perintah vano yang melihat mata salsa mulai kreyep kreyep..
"maaf pak" ucap salsa pelan
"saya antar saja sampai rumah" ucap vano dengan nada dingin
"no, thanks.. saya ga ngantuk kok pak"
ucap salsa menegarkan badannya..
tak lama sandi memberinklakson tanda kehadirannya..
"terimakasih pak vano sudah menolong, membantu, membelikan dan memberi saya makan" salsa membuka seatbeltnya..
"hmmm"
"sekali lagi makasih pak, assalammualaikum.." ucap salsa
"waa..waalaikumsalam...." jawab vano..
salsa keluar mobil vano, menganbil kuncinyang telah di sodorkan sandi...
"makasih pak, assalammualaikum" ucap salsa pada sandi
"waalaikumsalam dokter...."
//////////////////////
Setibanya salsa dirumah, rumahnya tampak sepi.. salsapun bergegas memasuki kamarnya...
salsa menghela nafasnya kasar... salsa menoleh samping kananya, ia melihat dompetnya, salsapun menggambilnya...
*gara-gara aku menjatuhkanmu aku jadi susah hari ini, aku jadi di marahin SPG yang mengira aku ga bisa bayar... aku juga jadi lelah harus menemani orang shombong ituh! aku lelaahhhh....*
salsa menggerutu sendiri, dengan suara yang pelan masih wajar....
*hahhhhhh apa aku yakin akan bekerja dengan memiliki atasan yang begitu sombong?! sisah 3 minggu lagi aku akan bekerja.. apa aku batalkan saja??? aaaa tidak mungkin, ini impianku praktek di RS Besar....
salsa tersadar akan ocehannya itu, ia membuka tas nya dan mengambil ponselnya yang sejarian tidak di pegangnya...
*yaa Allah ini chat sampai ribuan.. telfon masuk juga puluhan.. begitu so sweet mereka semua hahaha*
salsa membuka satu persatu..
*andri, yaa Allah aku sebenrnya sudah sangat ilfeel sama pria ini, kenapa dia terus menghubungikuu, pake bilang rindu.. preeetttttt! dasar lelakiiii.. hahahhhaha, tapi aku gak bisa begini, aku gak bisa beri dia ruang, takut dia terlalu jauh... tapi gimana ya caranya biar dia gooooooo*
Salsa masih membaca beberapa chat yang belum terbalaskan...
sampai akhirnya salsa ketiduran, padahal dia belum mandi...
saat adzan subuh berkumandang..
salsa masih terlelap..
"saaaa.. saaa ayo bangun nak"
ucap ibu diana..
"iya mihhh..."
"kamu belum mandi ya dari semalam?"
"hehe iya mihh.. aku capek banget.. nanti aku pasti cerita deh mihh.. aku mandi dulu yaa mihh.."
salsa beranjak dari kasurnya.. dan masuk ke kamar mandinya...
ibu diana hanya menggelengkan kepalanya..
di sudut sofa terlihat sebuah paper bag.. ibu diana tidak membukanya...
*habis belanja rupanya, pasti hanya kaos kaos kaos dan kaoss* ucap ibu diana dalam hatinya...
selesai salsa mandi, ia melakukan sholat...
badannya masih sangat lelah.. salsapun membuka Al-Quran nya, membaca semampunya lalu melanjutkan tidurnya...
salsa terbangun pukul 9, kini ia memilih untuk turun dan sarapan..
tak lupa ia menengok anggreknya...
tak lama kemudian ponsel salsa berdering...
seperti bukan nomer ponsel tapi siapa.. salsapun menerimanya...
ternyata tlfon dari pihak rumah sakit..
ternyata dokter Danu memintanya untuk datang ke Rs besok..
salsapun melupakannya sejenak.. ia melanjutkan aktivitasnya bersama para anggrek...
salssa di kejutkan oleh kehadiran ibu Diana...
"mommy jangan bikin aku jantungan deh..."
"lagian kamu serius banget sih.."
"ya kan mngerjakan sesuatu harus seserius mungkin mihh.. mihhh papi udh ngantor ya?"
"ya sudah dong. ini sudah hampir jam 10 saaa.. kenapa tanya papi? "
"gak apa kok mih, mih besok aku dinsuruh ke RS sama dokter Danu mih, ada apa ya mih kira-kira???"
"gak perlu di kira-kira, jalanin saja" jawab bu dina..
" i know mihhh, but aku jd ga tenang aja penasaran ada apa" ucap salsa...
merekapun asyik berbincang, salsa memang merindukan moment dimana bisa puas berbincang dengan ibu diana tanpa kehalang oleh waktu...
**************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 234 Episodes
Comments
Tyaga
klu mnrt saya agak aneh yaa...tiba2 aja mrka jadi akrab gini padahal sblumnya teguran aja engga.✌✌
2022-07-07
1
•°𝒜𝓊𝒹𝓇ͩℯͥ𝓎ͦ ❀•°
karya pertama cukup berkesan kaka..
niat maraton ini 🙈
🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
2022-03-07
0
Ririn hiat
salsa blm tau aja klo vano dah tau identitas nya,,
2022-03-01
0