Vanya dan salsa masih asyik berbincang berbincang..
"saaa lu kenal Devano? Kakak kelas kita"
"hmmm lupa-lupa inget sih. Why?" tanya salsa penasaran..
"dia tadi ke klinik ku anter adiknya, dia ganteng banget saaaaaa, cocok buat youu" vanya mengikik kecil...
"yampun apaan si" mulai bete si Salsa kalo bahas soal pendamping hidup...
Yaa Salsa memang selalu biasa saja sama setiap perjodohan dari para sahabatnya, bukan karna ga suka, tapi Salsa masih fokus pada karirnya, salsa trauma pacaran karna pernah di sakiti, sampe dia sedih akut dan hampir dapet nilai c untk bbrp mata kuliah.. Yaa Salsa paling anti dpt nilai C loh...
Merekapun selesai makan dan pulang..
Sesampainya di rumah Salsa menjelaskan apa yang terjadi padanya siang tadi kepada kedua orang tuanya..
"itu namanya rezeki setelah musibah sayang, mana ada yang sangka kan kamu di tawari praktek langsung sama pemilik RS itu.."
Sahut ibu Diana..
"iya mih makanya aku berterimakasih banget sama Allah mih.. Dengan cepat ia memberi buah atas kesabaranku yang habis di seruduk sepionnya" ucap salsa sambl ketawa kecil...
"Nanti mommy certa ke papih ya. Km istrahat gih" ucap bu Diama membelai tambut anaknya itu..
"oke mihhhhh" sasa bangkit dari duduknya menuju kamarnya...
*****************
Di RS Wijaya's
"Sore bgt datangnya" tanya Thania ke Vano
"Iya habis meting td makan siang jadi baru sempet kesini" jawab Vano
Thania mulai menjelaskan beberapa hal yang harus vano pahami, termaksud beberapa dokter yang akan pensiun.. Namun Thania sudah mendapatkan beberapa dokter pengganti ..
"jadi aku akan undang smua dokter termaksud dokter baru saat serah terima kita ya" ucap Thania pada adiknya..
"terserah kakak, aku mau lanjut dulu ya ka , ada meeting lagi"
Ucap Vano pada kakaknya..
Ke esokan harinya...
"pagi mommy, pagi papih..." sapa salsa sambil mencium kedua orang tuanya..
"Pagi sayang" sahut orang tua salsa
"nakk, apa bener kamu mau praktek di RS WIJAYA?" tanya pak Latif..
"hmm iya pih, itupun kalo kalian merestui" ucap salsa dengan wajah penuh harap
"loh masa papi ga restui.. Papih dn momy kamu pasti meretui sayang" jawab pak Latif
"bener pih? "
"iya sayang"
"termikasih yaa Allah, makasih pihh, mihh
"jadi nanti siang aku coba ajukan surat pengunduran diri ya pihh..nanti aku mau habiskan waktu dirumah sebelum praktek di Rs baru" jelas salsa kegirangan...
Salsa begitu senang, mskipun wisudanya sekitar 5minggu lagi tp salsa sudah mendapatkan tawaran bekerja.. Salsapu menyelesaikan tangung jawabnya di RS lamanya..
"saaaaaaa, km bener mau go dari sini?" tanya Andri dokter spesialis THT ..
Andri jatuh hati dengan salsa , namun lagi lagi salsa hanya menganggapnya abang.. Maklum salsa hanya anak tunggal...
"duh ngagetin aja deh dok..... Hmm iya aku mau cari Rs yg deker rumahku kak agar ga banyak waktu terbuang"
Jawab Salsa menjelaskan..
"duhhh aku ko jd sedih ya, jd ga semangat loh aku.."
"duh lebay deh, hehe sudah sudah kita kan msh bisa reonian dok hehe , aku praktek disini tinggal 2 hari lg ni dok" salsa menjelaskan
"yampun beneran loh aku sedih.. Kita Masih bisa ketemuan kan nati saa?"
"pasti dong kak" jawab Salsa santai.
Tidak ada yang tau asal usul keluarga Salsa di tmpat Salsa bekerja, mereka hanya mengagumi Salsa sebagai pribadi yang taat beribadah meskipun tak berhijab, ia juga sederhana, ramah dan cantik.. Banyak sekali dokter yang mengaguminya namun Salsa hanya menganggap smuanya sebagai sahabat dn rekan kerja seperjuangan.
.........
Seminggu berlalu...
Hari itu pun tiba..
"mommy , papih, doakan aku hari ini aku ada pertemuan dengan pemilik RS serta pertmuan dengan dokter2 lainnya, doakan agar lancar ya mih, pih"
"iya sayang mommy doakan" ucap bu Diana penuh senyum
"loh nak, bukankah kamu belum di wisuda?RS se bonafit itu apa bisa menerima mu?
Tanya pak Latif penasaran
"hehe aku blm mulai praktek pih, hari ini perkenalan rekan sejawat di Rs, sekalian aku nanti mau di pertemukan juga kan sama dokter yang mau pensiun itu pih, biar bagaimanapun dia pasti punya memo yg harus aku pahami sebelum aku menggantikan dia praktek...
Lagi pula pihh, wisudaku 4 minggu lagi, aku praktek mungkin 4-5 minggu lagi pih"
Salsa menjelaskan secara detail..
"oh begitu.. Oke habiskan makan mu, lalu berangkat dengan hati-hati...bawalah mobil jangan naik ojeg!" perintah pak latief.
"hehhe iya pih.. Duh padahal aku tadi udah mau naik ojol loh pih"
Ledek salsa..
"No.... Bawa mobil atau papi suruh Pak Amar antar jemput!"
"okay pihh aku kendarai mobil saja" jawab salsa...
Setibanya di RS WIJAYA
"Silakan naik ke ruang rapat dok, di lantai 4"
Resepsionis mempersilakan salsa...
"baik terimakasih mbak"
Lift terbuka, dan salsa syok bukan main di dalamnya sudah ada beberapa orang.. Salah satunya Devano....
Yaaa Devanooo, tapi Salsa bukan terkejut karna ada Devano, justru salsa ga menyadari adanya dia, salsa hanya melamun tadi sampai ia tercengang ketika lift terbuka ada beberp org... Hehe lucu ya Salsa.. Ya bgitu lah...
Tapiii justru Saat itu Vano lah yang mulai terpana melihat Salsa..
Dengan flatshoes , celana panjang hitam di padu padankan jas dokter yang Pas di tubuh Salsa, rabut yang di ikat satu dengan beberp anak rambut yang terurai manja di kening Salsa... Salsa pun menebar senyumnya ketika akan masuk ke dalam lift..
Semua tercengang akan kesederhanaan salsa namun cantiknya begitu kaya...
*yaa tuhan.. mahluk apa ini, begitu cantik, badannya juga bagus sekali... dokter apa dia ini tuhann...*
vano mengaguminya dalam hati...
Sandi pun melihat Vano begitu heran, dengan iseng Sandi pun menyikut perut Vano yang ada di sampingnya... Vano pun terkejut dn melirik sinis ke arah sandi...
Setiba di lantai 4....
Tinggg.... Lift terbukaa...
Salsa celangak celinguk bingung , sampai akhrnya ia bertemu dengan Thania...
Mereka berbincang...
Vano hanya memperhatikan dari dalam ruang rapat tersebut..
"kenapa pak, bapak baik baik aja?" tanya sandi
"hmmm"
"cantik ya pak, baru saya lihat cewek secantik itu"
"hmm"
"bapak nasir pak? Tanya sandi penasaran
"hmmm"
"haaahhh???"
Sandi terkejut..
*astaga, apa yang telah aku katakan tadi* Vano mulai menyadari...
"saya potong gaji kamu bulan depan 20 % karna berani ngerjain saya" ancam vano yang mulai malu dan sadar akan jawabnya tadi..
"yampun pak, tega banget. Saya ga ngerjain pak, saya cuma nanya."
Tak lama Thania masuk, di ikuti beberapa dokter lainnya.
Acarapun di mulai..
Thania mulai membuka.. Lalu melanjutkan niatnya untk memberi alih pimpinan sementara Kepada vano adikknya..
Thaniapun mempersilakan Vano memberi sambutan..
Vanopun berdiri dan berbicara..
Matanya sesekali melirik ke Salsa..
Salsa hanya bingung dan malu, serta jadi tidak fokus dengan apa yang vano katakan..
Acara resmipun selesai, para dokter di persilakan menikmati hidangan yang tersedia. Beberapa dokter melanjutkan tugasnya..
"Mbak kok ga bilang mau pergi ke sebrang, duh aku jd sedih deh" ucap Salsa pada Thania
"hehe iyaa ni, maaf yaa kita jd LDrn, btw lusa aku berangkat, dokan aku yaa saa" ajak Thania ke Salsa
"oke pasti dongg" jawab Salsa
"ehenmm, kak aku harus balik ke kantor"
Tibatiba Vano menghampiri kakanya dan Salsa yang sedang berbincang..
"oh okey...oh yaa Van, ini Salsa.. Dia akan menggantikan dokter Danu,sPog.. "
"hai pak, aku Salsa" Salsa menyodorkan tangannya untk bersalaman..
" Devano Wijaya," Vano tidak mengapai tangan salsa... tangganya tetap di saku celana nya.. dan Ketus menjawab.
Salsa hanya senyum , dalam hatinya berkata..
Duh ni orang sombong bgt sih..
Thania pun geleng2 melihat adiknya.
Merekapun tak menghiraukan..
Vano kembali ke perusahaan untuk mengerjakan tugasnya.. sementara ia harus makan malam di rumah, karena Thania besok pagi harus merantau ke sebrang sana....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 234 Episodes
Comments
Lena Sari
gak usah jual mahal Vano...ntar d beli murah salsa baru tau Lo.
2023-02-11
0
Tyaga
hhmmm..jd penasaran dengan Salsa...secantik apa sih dr. Salsa
2022-07-07
0
maestuti dewi saraswati
lanjutt
2022-07-02
0