NovelToon NovelToon
Cuma Kamu

Cuma Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:751
Nilai: 5
Nama Author: Fazry Fazriyah

"Cinta tidak pernah tentang siapa yang datang paling awal, melainkan tentang siapa yang bertahan hingga akhir. Dan untuk semua rasa nyaman serta bahagia yang ia cari selama ini, jawabannya cuma kamu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazry Fazriyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Superhero Kakak

Mobil Honda Jazz merah milik Gisel membelah jalanan kota yang mulai padat. Di balik kemudi, Gisel berkali-kali mencuri pandang ke arah samping.

Tangannya mengencang di lingkar kemudi, menahan gejolak emosi yang membakar dadanya. Di sebelahnya, Zahira hanya menatap kosong ke luar jendela, memeluk tas kain kusamnya erat-erat.

Rasa pilu menghantam dada Gisel. Sampai kapan sahabat terbaiknya ini akan terus membiarkan Bianka—adik tirinya yang penuh intrik itu—mencaci dan merendahkannya di depan umum?

"Ra..." suara Gisel memecah keheningan yang mencekam. "Sampai kapan kamu mau diam aja? Bianka itu udah kelewatan! Dia makin ngelunjak karena tahu kamu bakal selalu ngalah."

Zahira menghela napas pelan. Ia memutar tubuhnya, menatap Gisel dengan ukiran senyum tipis senyum yang penuh dengan luka yang disembunyikan rapi.

"Selagi aku masih bisa nahan, enggak apa-apa, Sel," sahut Zahira lembut.

"Enggak apa-apa gimana, Ra?!" potong Gisel, nada suaranya naik satu oktav. "Walaupun kamu itu kakak tirinya... Tapi cara dia ngomong ke kamu tadi di mall... dia memperlakukan kamu lebih rendah dari orang asing! Aku yang denger aja sakit hati, Ra!"

Zahira meraih jemari Gisel yang bertengger di tuas transmisi, mengelusnya pelan. Matanya berkaca-kaca, merasakan ketulusan yang begitu besar dari sahabat di sampingnya ini.

"Aku tahu kamu sayang sama aku, Sel. Terima kasih ya, selalu ada buat aku," ucap Zahira tulus, suara lirihnya menggetarkan udara di dalam mobil.

"Tapi percaya sama aku, aku baik-baik saja. Tatapan dan omongan Bianka walaupun seperti itu sama aku ... tapi kami tetap kakak beradik dengan ikatan darah yang kuat dari papiku, Sel."

Gisel mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ia tahu betul mengerasnya ketabahan Zahira. Tak ingin merusak suasana dan membuat beban mental sahabatnya makin berat, Gisel memilih mengalah dan mengalihkan pembicaraan.

"Ya sudahlah... Kita bahas yang lebih penting," ujar Gisel, memaksakan senyum seraya menepuk bahu Zahira. "Dua hari lagi sidang skripsi, kan? Gimana preparasi slide kamu? Jangan sampe fokusmu terpecah cuma gara-gara manusia modelan Bianka."

Zahira terkekeh pelan, rasa hangat perlahan menggantikan kepedihan di dadanya. "Semua materi udah siap, tinggal pemantapan aja nanti malam. Doain aku lancar ya, Sel."

"Pasti! Kamu harus lulus dengan predikat terbaik dan bikin mereka semua bungkam!"

.

.

.

Malam harinya, aroma parfum mahal menyeruak di ruang tamu kediaman megah keluarga Sumargo. Suara tumit sepatu Bianka berdetuk nyaring saat ia melangkah masuk.

"Mami! Tadi Bianka ketemu sama Si Miskin itu di mall, masa dia—"

"Ekhem!" Karlina mendadak memotong kalimat putrinya, memberikan kode mata yang tajam ke arah sofa tengah.

Langkah Bianka terhenti. Matanya membelalak kaget saat melihat Papi Damian sudah duduk santai di sana sambil membaca koran. Papinya sudah pulang dari dinas luar kota di Bandung.

Dalam sekejap, raut wajah Bianka yang tadinya penuh kebencian berubah drastis.

Ia memasang senyum paling manis, berjalan anggun mendekati papinya, lalu memeluk lengan Damian manja.

"Papi! Kapan sampai rumah? Bianka kangen banget..." ucap Bianka dengan nada suara dramatis yang dibuat-buat semerdu mungkin.

Damian melirik putrinya, mengusap kepala Bianka penuh kasih sayang. "Tadi sore, Sayang. Gimana kuliah kamu?"

"Lancar, Pi... Tapi Bianka capek kalau harus dijemput sopir terus gak bebas juga, pi. Temen-temen Bianka udah pada bawa mobil sendiri. Papi... beliin Bianka mobil baru, ya? Mobil keluaran terbaru tahun ini," rayu Bianka sambil menatap Damian dengan mata berbinar-binar.

Damian terkekeh pelan, menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kamu ini, baru semester awal sudah minta mobil baru. Belajarlah dari kakakmu. Kak Zahira itu enggak pernah minta barang-barang mewah. Dia kemana-mana cukup pakai motor matik, hemat dan mandiri. Kamu harus banyak belajar sederhana dari kakakmu."

Raut wajah Bianka seketika membeku. Rasa panas membakar dadanya mendengar nama Zahira dipuji oleh papinya sendiri. Namun, ia terpaksa menahan kemarahannya di depan Damian dan hanya mampu melempar tatapan benci pada Maminya.

.

.

Saat larut malam di dalam kamar utama, Karlina yang tak terima putrinya dibanding-bandingkan dengan anak dari mantan istri suaminya, mulai melancarkan aksi.

Dengan jemari yang mengelus dada Damian dan suara bisikan lembut yang memikat, Karlina mencoba mencuci otak suaminya.

"Papi... jangan begitu dong sama Bianka. Bianka itu kan anak perempuannya Papi, wajar kalau dia mau menjaga gengsi di kampus. Masa anak pengusaha sukses kalah sama temen-temennya? Kasihan dia, Pi... Nanti kalau dia stres, kuliahnya malah berantakan," bisik Karlina penuh intrik.

Damian menghela napas panjang, matanya terpejam merasakan kelelahan. "Tapi Karlina, mendidik anak itu tak harus menuruti semua kemauannya—"

"Cuma mobil, Pi. Buat Papi kan rezeki selalu ada. Demi kebahagiaan anak kita..." potong Karlina lembut sambil mengecup pipi suaminya.

Terpikat oleh rayuan manis sang istri, pertahanan Damian akhirnya runtuh. "Ya sudah... Besok Papi usahakan urus ke dealer."

.

Sementara itu, di kamar sebelah, suasana sama sekali tidak tenang.

"Argh!! Sialan!"

PRANG!

Bianka melempar bantalnya ke arah pintu. Ponsel di genggamannya menunjukkan foto Instastory milik temannya yang baru saja mengunggah foto mobil sport anyar pemberian orang tuanya tadi malam.

"Kenapa sih Papi selalu bawa-bawa nama Si Miskin itu?! Pakai dibandingin sama motor matik murahan milik Zahira lagi! Bikin jijik!" geram Bianka, nafasnya berburu cepat.

Hatinya semakin mendidih oleh rasa iri dan dengki. "Awas aja... Aku harus dapet mobil yang lebih mahal dari punya temen-temenku! Dan buat Zahira... lihat aja, aku bakal bikin hidupmu makin menderita!"

Sementara di kamar lain, Vidi yang sedang tekun belajar tiba-tiba saja merindukan Zahira. Ada suasana yang menghilang semenjak kakaknya itu pergi dari rumah ini. Tapi setiap kali Vidi melihat ketidak kontrakan kasih sayang mami nya kepada Zahira dan Bianka membuat Vidi. Mungkin ini yang tebaik buat kakaknya. Agar ia tidak mendengar lagi cucian yang setiap tindakan yang selalu salah di mata maminya (Karlina).

Vidi mengusap foto saat dirinya bersama Zahira beberapa tahun lalu di sebuah taman di dekat rumah. Foot dirinya dan Zahira yang terlihat sangat bahagia dengan senyum yang mengembang saat Vidi baru saja belajar sepeda.

"Vidi selalu berdoa untuk kak Zahira, semoga kak Zahira selalu di kelilingi orang-orang baik dan kakak bisa menemukan kebahagiaan kakak." bathin Vidi seraya mengambil ponselnya dan mulai mengerti pesan untuk kakak yang ia rindukan.

["Assalamu'alaikum, semoga KK selalu sehat... Dan Vidi doakan semoga sidang skripsinya berjalan lancar. Insyaa Allah Vidi akan datang sama papi nemin kakak ya. Vidi kangen kakak. Miss you kakak jangkung!"]

Tulis Vidi pada pesan singkatnya yang langsung ia kirim ke nomer Zahira.

Sesaat kemudian Zahira yang kebetulan sedang mengecek pesan, langsung membaca penasaran dari adik paling kecilnya. Harinya selalu merasa hangat saat Vidi selalu mengungkapkan yang membuat Zahira tersenyum dan merasa sangat disayangi oleh adiknya.

["Wa'alaikum salam... Hayo ketauan jam segini kamu belum tidur... Aamiin. Terimakasih adikku yang ganteng sedunia... bobo ya Superhero Kakak, besok kan harus sekolah pagi-pagi. Kakak juga kangen Vidi. I love you Superhero kakak."] balas Zahira seraya mengelus foto profil Vidi dengan senyum yang mengembang.

1
sunaryati jarum
Semoga lulus dengan nilai sempurna dengan predikat Cumlaude, Zahira
fazry_fazriyah: aamiin....

terima kasih doakan selalu Zahira ya
total 1 replies
Best
apa sih si Imelda ini, jahat
Best
Mampir lagi Thor. semangat up ceritanya...✨
Best
lanjut Thor... semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!