NovelToon NovelToon
Dibeli Sang Mafia

Dibeli Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Dark Romance / Tamat
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: Valéria Bezerra

Di lelang gelap, seorang gadis dijual kepada penawar tertinggi. Pembelinya adalah Hendra Wirakusuma, mafioso yang ditakuti seisi kota, dingin, berbahaya, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia mau.

Sekar tak punya siapa-siapa lagi. Ia dikhianati keluarganya sendiri dan kini terkurung di rumah pria yang seharusnya paling ia takuti. Namun di balik tatapan dan tangan yang berlumur dosa itu, ada sisi Hendra yang tak pernah dilihat orang lain.

Antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, mampukah Sekar bertahan? Dan sampai di mana seorang mafioso rela melangkah demi satu perempuan yang ia beli?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valéria Bezerra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Malam Cinderella

Sekar Ayuningtyas, 17 tahun. Sedang duduk di kelas 3 SMA. Ibunya meninggal dua bulan lalu, dan sejak itu ia tinggal bersama bibinya, satu-satunya saudara perempuan ibunya. Ayahnya meninggal saat ia masih kecil. Ia dibesarkan dengan sangat baik oleh ibunya, berhati tulus, manis, polos, dan baik, tetapi pada saat yang sama punya pendirian teguh terhadap orang yang mencoba merendahkannya.

Mirna Ayuningtyas, 40 tahun. Bibi Sekar, perempuan yang seumur hidupnya dipenuhi kepahitan karena jatuh cinta pada suami adiknya dan tak pernah berhasil memisahkan mereka, meski sudah berusaha. Sejak tahu adiknya hamil, ia mencoba segala cara untuk menggugurkan kandungan itu. Sang adik yang polos tak pernah sadar siapa sebenarnya kakak yang begitu ia sayangi, apalagi ia tak mungkin membayangkannya, sebab kakaknya sendiri sudah menikah dan sudah punya anak.

Perempuan yang sangat licik dan munafik, sanggup melakukan apa saja demi uang. Ia menikah dengan pria kaya karena kepentingan, lalu punya seorang anak perempuan, yang membantunya membunuh ayahnya sendiri dengan racun supaya mereka bisa menguasai warisan. Mereka tidak tahu bahwa pria itu mengenal mereka dengan sangat baik, dan seluruh hartanya ia wariskan kepada keluarga lain yang ia miliki dan yang benar-benar mencintainya.

Agnes Ayuningtyas, 19 tahun. Sama kejamnya dengan sang ibu, atau lebih. Ia membenci kecantikan dan kebaikan Sekar, dan tahu semua laki-laki selalu lebih memandang Sekar daripada dirinya, padahal ia sendiri sudah menyerahkan diri pada banyak dari mereka.

"Jadi, Ma, berhasil?" tanya Agnes.

"Tentu saja. Begitu dia pulang, kita langsung bawa," jawab Mirna.

"Terus uangnya?"

"Baru cair setelah mereka memeriksanya dan memastikan dia masih perawan."

"Ih, masih ada syarat itu? Kayaknya kita bakal rugi deh. Aku nggak percaya cewek bodoh itu perawan. Dia cuma pura-pura jadi anak baik-baik."

"Ya berdoa saja dia memang perawan, biar kita dapat bayaran besar."

Beberapa jam kemudian...

"Halo, Tante, Kak..." sapa Sekar.

"Halo, keponakan tersayang. Sini minum jus bareng kami," kata Mirna.

"Aku taruh tas dulu, nanti aku turun lagi."

"Jangan lama-lama ya, Dik," kata Agnes. Sekar naik ke kamarnya.

"Cepat, masukkan obat bius Selamat Malam Cinderella-nya sekarang," bisik Mirna.

"Dengan senang hati, Mama sayang... Capek juga selama ini pura-pura jadi sepupu yang baik buat bocah ingusan itu," sahut Agnes.

"Sama. Tapi kita butuh kepercayaannya supaya bisa membereskan benalu ini." Keduanya tertawa.

POV Sekar

"Aku sudah balik... hmm... jusnya kelihatan enak banget, dan kuenya?"

"Kami beli buat camilan, Dik. Silakan," kata Agnes sambil tersenyum.

"Makasih, aku memang lapar." Aku meneguk habis jusnya.

Kepalaku mulai pusing, pandanganku cepat menggelap, lalu... Ya, aku tidak melihat apa-apa lagi.

POV Agnes

"Hai, Sayang, dia sudah pingsan, masuk saja..." Kami menaruhnya di mobil bersama salah satu gebetanku, lalu membawanya menuju nasib malangnya. Perdagangan perempuan. Nanti begitu banyak laki-laki yang menggerayanginya sampai dia bahkan tak sanggup berjalan. Aku tersenyum puas.

Di gudang...

"Ini barangnya," kata Mirna.

"Dokter... periksa dia," perintah si pria.

"Baik, Pak." Dokter memeriksanya.

"Pak, dia memang masih perawan. Boleh dibeli."

"Bagus. Kita sudah punya barang utama untuk lelang besok pagi... Belum pernah ada yang sesulit ini, mencari gadis perawan seusia dia di zaman sekarang. Pelanggan-pelangganku bakal berebut sampai adu jotos untuk membawanya pulang."

"Aku tidak peduli apa yang terjadi padanya, asal dia dibawa jauh-jauh. Mana bayaranku?"

"Ini, senang sekali bisa berbisnis denganmu." Mereka berjabat tangan, lalu Mirna pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!