Warisan Di Kos 27
Amplop coklat, stempel pos Jogja, pengirimnya: "Almarhum H. Suryo". Kakek yang gue cuma tau dari foto tua di dompet Bapak. Katanya meninggal waktu gue umur 2 tahun, jatuh dari pohon durian.
Antagonist Yang Menghindari Takdir
Saat tragedi mengambil jiwanya, Syifa menemukan dirinya yang masuk ke dunia novel sebagai seorang antagonis yang secara obsesif mengejar protagonist pria bahkan berencana untuk menghancurkan hubungannya dengan sang kekasih.
Pada akhirnya dia akan mati terbunuh karna alur itu, oleh sebab itu untuk menghindarinya, dia selalu menghindari pria itu.
Namun bagaimana jika tiba-tiba alurnya berubah, pria itu malah memperhatikannya..
"Tidak! ini tidak ada dalam plot!"
Suamiku yang "Gila" Ternyata CEO Dingin
Keira Hartono tidak pernah menyangka bahwa malam sebelum pernikahannya, dia akan memergoki tunangannya sendiri — Brandon Liem, pewaris Liem Group — sedang tidur dengan adik tirinya, Celine.
Tapi Keira bukan wanita yang bisa diinjak dua kali.
Alih-alih menangis dan memohon, dia mengambil ponselnya, merekam segalanya, dan memberikan ultimatum pada kedua keluarga:
*"Ganti pengantin prianya, atau ganti pengantin wanitanya."*
Pilihan jatuh pada Reynard Liem — kakak Brandon yang dikenal seluruh Jakarta sebagai pewaris yang "sudah gila" setelah kecelakaan mobil yang menewaskan kakeknya. Dia duduk di kursi roda, tidak bisa berbicara dengan benar, dan menghabiskan hari-harinya bermain Rubik sendirian di pavilion belakang rumah.
Semua orang menertawakan Keira. *"Menikahi orang gila demi balas dendam? Kasihan sekali."*
Tapi Keira tahu sesuatu yang tidak diketahui siapa pun.
Dia tahu bahwa tiga tahun dari sekarang, Reynard Liem akan bangkit kembali — lebih kuat, lebih kejam, dan lebih berkuasa dari sebelumnya. Yang perlu dia lakukan hanyalah menjaganya sampai saat itu tiba. Setelah itu, cerai, dan mereka berdua bebas.
Rencananya sempurna.
Sampai dia mulai jatuh cinta pada suaminya.
Sampai dia menyadari bahwa di balik tatapan polos dan kata-kata cadel itu, ada sepasang mata gelap yang mengawasinya — dengan obsesi yang tidak pernah dia sangka.
*"Kei mau pergi dariku? Tidak boleh."*
*"Selain di sisiku, kamu tidak boleh ke mana pun."*
Ternyata, Reynard Liem tidak pernah gila.
Dan dia tidak pernah berencana untuk melepaskannya.
Dinding Sesal
Matahari sore menerobos sela-sela gorden tipis di ruang tengah sebuah unit apartemen di pinggiran Jakarta. Di atas meja kerja berkayu jati itu, sebuah dompet kulit cokelat milik Farhan tergeletak terb
0
1
Gelar Pertama dari Jaket Hijau Ayah
Embun pagi belum sepenuhnya menguap dari dedaunan kebun teh yang melingkupi pinggiran Desa Bayongbong, di bawah megahnya bayangan Gunung Cikuray. Udara dingin khas Garut menusuk hingga ke tulang, teta
0
1
Plot Twist Termanis
Pagi itu, aroma kapur tulis, kertas ujian yang menumpuk, dan bau tanah basah usai hujan semalam memenuhi selasar sekolah yang mulai riuh oleh langkah kaki anak-anak. Laras duduk di meja kerjanya yang
0
1
Cerita Kita Yang Belum Usai
Pagi itu, sinar matahari merayap pelan menerobos kisi-kisi jendela kamar utama. Di depan cermin rias yang memantulkan bayangan kamar beraroma minyak kayu putih dan antiseptik, Dania Salsabila duduk te
0
1