Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Sepuluh
Yasmin langsung masuk ke kamar begitu sampai rumah. Ibu nya sedang ke rumah saudara yang ada hajatan. Ibu membantu memasak. Yasmin akan menyusul, datang nanti malam habis magrib.
Yasmin mengambil sebuah album yang betisi foto fotonya berdua Daniel.
"Belum ada satu hari kamu pergi, aku udah kangen begini. Aku ini sudah gila ya, bagaimana jika kita benar benar harus berpisah karena perbedaan yang ada. Apa aku sanggup..." gumam Yasmin
Ia mengingat kebersamaannya dengan Daniel. Selama dua tahun bersama , tidak pernah sedikitpun Daniel berkata kasar atau bersikap kasar. Walau terkadang Yasmin tidak menuruti maunya Daniel.
Daniel selalu saja bersikap manis dan perhatian. Baik dengan dirinya maupun dengan ayah dan ibunya.
"Bagaimana aku bisa melepaskan kamu, walau aku tahu perbedaan antara kita akan sulit membuat kita bersatu. Tapi aku akan terus mencoba bertahan sampai waktunya jika kita memang harus berpisah"
Yasmin menangis membayangkan jika pada akhirnya mungkin mereka akan berpisah jika perbedaan diantara mereka tidak bisa lagi dipertahankan.
Setelah sekian lama menangis , Yasmin akhirnya tertidur. Ia terbangun ketika mendengar bunyi deringan ponselnya.
Yasmin melihat ada panggilan video call dari Daniel, ia langsung merapikan rambutnya dengan tangan dan mengangkat sambungan video call dari Daniel.
"Sayang, baru bangun tidur ya. Aku mengganggu"
"Iya...kok kakak tahu aku bangun tidur"
"Banyak ilernya ..."
Yasmin langsung menghapus mulutnya dengan selimut. Daniel tertawa melihat tingkah Yasmin.
"Kok tertawa..."
"Kamu lucu, nggak ada kok ilernya. Cuma rambutmu sedikit berantakan. Mau aku rapikan"
"Emang bisa..."
"Bisa dong, sini dekatkan rambutmu ke kamera biar aku tiup dari sini dengan cintaku"
"Ngaco ah..."
"Kamu menangis lagi ya...kangen..."
Yasmin mengangguk.
"Tapi sekarang udah nggak kangen lagikan, ingat ya ini terakhir kali kamu menangis. Nggak boleh ada air mata lagi. Aku ini cuma pergi buat kuliah, bukan meninggalkan dunia. Jangan ditangisi...."
"Emang kakak nggak sedih ya pisah sama aku..."
"Siapa bilang aku nggak sedih...."
"Kenapa kakak kelihatan biasa aja"
"Kalau aku sedih dan menangis juga, apa itu akan membuat kamu ada disampingku saat ini. Nggakan..."
"Kakak udah sampai rumah..."
"Belum, masih dibandara. Tunggu jemputan. Ingat ...kakak nggak mau lihat mata kamu bengkak kayak sekarang lagi. Nanti ibu kira kakak ngapain kamu lagi...."
"Iya kak..."
"Udah dulu ya, jemputan kakak udah datang. Jaga hati hanya untuk kakak. I love you..."
"I love you too..."
Setelah menutup sambungan ponselnya itu , Yasmin mengambil handuk. Ia ingin mandi dan melaksanakan sholat magrib sebelum berangkat ke tempat saudaranya yang sedang hajatan.
Yasmin berangkat menggunakan ojek online. Ia sampai ketika acara sudah di mulai. Acara syukuran atas pernikahan sepupunya.
Yasmin duduk di kursi yang ada di tenda. Karena dalam rumah sedang berlangsung acara pertemuan kedua keluarga pengantin. Ia telah menghubungi ibunya, mengatakan jika ia duduk di kursi yang ada di tenda saja.
Yasmin sedang termenung ketika ia dikagetkan dengan tepukan dibahunya.
"Yasmin..."
Yasmin menoleh ke asal suara, dan melihat kearah asal suara.
"Nicko..kamu kok ada di sini"
"Aku yang seharusnya bertanya, kamu kok bisa ada disini"
"Ini rumah saudaraku..."
"Jadi kak Dewi itu saudaramu..."
"Iya...kamu belum jawab pertanyaanku, kenap kamu ada di sini. Rumahmu dekat sini..."
"Bukan, aku saudara dari suami kak Dewi"
"Oh kebetulan banget..."
Nicko mendekatkan satu kursi ke Yasmin dan duduk di samping Yasmin.
"Kemana liburannya...lusa udah sekolah lagi"
"Rencana kemarin mau ke Batam nggk jfi, karena aku harus menemani Kak Daniel"
"Aku dengar Daniel kuliah di Jakarta,"
"Hhhmmm....."
"Udah berangkat Daniel nya"
"Udah tadi sore..."
"Pantas kamu tadi melamun"
"Siapa yang bilang aku melamun"
"Aku...apa kamu nggak dengar tadi aku ngomong. Berarti benar dong kamunya melamun"
"Kamu bisa aja..." ucap Yasmin tersenyum
"Kamu tambah cantik kalau tersenyum gitu ...jangan melamun"
"Kamu bisa aja..."
"Benar loh....kamu udah makan Yasmin"
"Belum...aku baru sampai"
"Kalau gitu..mau temani aku makan "
"Boleh...perutku juga lapar"
Yasmin dan Nicko mengambil hidangan yang disediakan. Ibu datang menghampiri Yasmin.
"Yasmin, kamu makan aja dulu ya. Ibu masih banyak kerjaan..."
"Selamat malam tante..." sapa Nicko
"Selamat malam nak Nicko ya, tante lupa"
"Betul tante..."
"Ibu kenal sama Nicko..."
"Iya, sudah beberapa kali bertemu sejak pertunangan kak Dewi. Kamu kan nggak pernah datang ...."
Yasmin jadi malu mendengar ucapan ibunya,karena ketika acara pertunangan kak Dewi, ia sedang pergi berdua Daniel.
"Tante pamit dulu ya Nicko, ternyata kalian sudah saling kenal. Kamu temani Nicko ngobrol Yasmin...ibu pamit"
"Iya bu..."
Yasmin menyuap nasi dan lauk yang ada dipiringnya. Ponsel di dalam tasnya berdering,Yasmin melihat panggilan video call dari Daniel.
"Selamat malam sayang, cantik benar. Kamu dimana"
"Ini lagi dirumah kak Dewi, sepupu aku yang baru nikah itu"
"Lagi ngapain tuh...lagi makan ya"
"Hhhmmmm..."
"Makan yang banyak, biar tetap sehat saat kita bertemu lagi ...."
"Kakak udah makan..."
"Kakak udah kenyang lihat senyummu"
"Gombal...."
"Siapa Yasmin, Daniel ya..." ucap Nicko
"Siapa itu, kamu sama siapa..." tanya Daniel.
Yasmin ragu buat menjawab, tapi ia tak mau juga membuat Daniel curiga jika ia tak menjawabnya.
"Ini Nicko...." ucap Yasmin mengarahkan kamera ke Nicko
"Hai...Daniel. Apa kabar, udah di Jakarta ya sekarang"
"Udah...kok bisa kamu sama Yasmin ada di situ"
"Nicko saudara sepupu dari kak Dewi, aku baru tahu" jawab Yasmin.
"Sayang ...ingat pesan aku"
"Iya kak..."
"Sekarang kamu lanjutkan makannya. Ingat ya jangan nakal...jangan main hati"
"Oke bos...."
"Love you...."
"Love you too...."
Yasmin memasukan ponselnya ke dalam tas kembali.
"Daniel orangnya pencemburu ya..."gumam Nicko
"Hhhmmmm....."
"Pantas di sekolah kamu nggak pernah bergaul dengan anak cowok, Daniel melarang ya"
"Daniel nggak pernah melarang aku bergaul dengan siapapun. Cuma aku yang ingin menjaga perasaannya"
"Beruntung Daniel memiliki kamu"
"Apa nggak terbalik. Aku yang beruntung memiliki Daniel. Dari sekian wanita yang mendekatinya, ia memilih aku. Tak pernah ia menyakitiku selama kami berhubungan hampit dua tahun. Ia selalu perhatian dan lembut dalam bicara dan bersikap"
"Kamu sangat mencintai Daniel..."
"Ya...sangat"
Ibu kembali menghampiri Yasmin, membuat obrolan Yasmin dan Nicko terhenti.
"Yasmin, ibu akan menginap. Kamu menginap juga ya..."
"Nggak bu...aku pulang aja"
"Tapi kamu nanti sendirian di rumah"
"Bukan sekali ini aku dirumah sendiriankan, bu..."
"Kamu pulang nanti sama siapa. Ini udah malam"
"Biar Nicko yang antar bu..." ucap Nicko
"Nggak usah Nic, aku bisa pakai taksi"
"Yasmin, lebih aman diantar Nicko. Udah jangan menolak. Terima kasih ya nak Nicko. Ibu jadi tenang. Nanti sebelum pulang pamit dulu sama seluruh keluarga"
"Iya bu..."
Yasmin meneruskan makannya. Setelah selesai makan ia masuk ke rumah, berbincang sebentar dengan saudara saudaranya. Setelah itu baru ia pamit ketika jam menunjukan pukul setengah sepuluh malam.
Visual Nicko
************************
Terima kasih
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭