Update setiap : Rabu, Sabtu, dan Minggu.
Agatha Rosseta terlahir kembali tepat pada saat malam pertama dia menikah dengan Duke Coldine. Di kehidupan keduanya itu dia berniat untuk menjalani kehidupan dengan baik dan dapat bercerai dengan Duke Coldine secara baik-baik.
Namun, semuanya sedikit melenceng dan ada beberapa fakta yang Agatha dapatkan. Bagaimana akhir dari kehidupan kedua Agatha Rosseta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[10] Gosip
"Nyonya, jendela kamar Anda sudah kembali seperti semula," kata Felix kepada Agatha di sela-sela kegiatannya mengganti perban Tuan Duke di sore hari.
Agatha tersenyum lembut ke arah Felix. "Terima kasih," ujar Agatha. Gadis itu mengganti perban dengan teliti, ketakutannya pada luka fisik sedikit berkurang karena dialah yang mengganti perban Duke Coldine beberapa kali.
Setelah mengganti perban Duke Coldine, Agatha menikmati waktu minum teh dengan memandang langit sore yang indah. Sembari memikirkan langkah yang harus diambil dalam memperbaiki hubungan antara Duke Coldine dan Shanon, gadis itu juga tak henti-hentinya memakan camilan Felicia.
Sementara itu, Duke Coldine yang terbaring di atas tempat tidur tertawa pelan melihat Agatha. Cara makan gadis itu lumayan lucu, Agatha memasukkan beberapa camilan kecil ke dalam mulutnya kemudian mengunyah. Akibatnya pipinya sedikit menggembung karena mulut yang terisi penuh, ditambah dengan wajah yang serius. Aneh.
"George, apa yang kamu sedang menertawakan Nyonya?" tanya Felix tiba-tiba dengan suara kecil yang hanya bisa didengar oleh Duke Coldine. Pria itu menganggukkan kepala. "Lihat seberapa banyak Nona Agatha memakan camilan Felicia, bukankah banyak sekali? Aku tidak tahu ke mana semua makanan itu setelah masuk ke perut kecilnya. Dan bisa-bisanya tubuhnya tetap kecil," balas Duke Coldine.
Felix menggelengkan kepala, tapi juga lega. Sudah lumayan lama dia tidak melihat Tuan sekaligus temannya tertawa seperti tadi. "Besok akan ada rapat mengenai pajak, saya akan menundanya sampai keadaan Anda benar-benar pulih," ujar Felix dibalas anggukan kecil dari Duke Coldine. "Namun...." Felix mengambil jeda sekaligus mengeluarkan tatapan membunuh, "Jika Anda memang sudah pulih nantinya, jangan mengatakan berbagai alasan agar tidak bekerja. Saya juga butuh tidur, mohon Tuan mengingat ancaman saya ini,"
"Hm, akan kuingat,"
Malam pun datang dengan pemandangan yang hampir sama dengan malam sebelumnya, dan Agatha juga terbangun kembali di tengah malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rumor tentang Agatha kembali menghangat di kalangan para pekerja. Ada yang mengatakan bahwa Agatha hanya menumpang saja, mencari perhatian dan berusaha menggoda Duke Coldine, ada juga yang mempercayai bahwa Agatha dan Duke Coldine hanya sebatas teman, dan beberapa ada yang mempercayai bahwa Agatha dan Duke Coldine memang pasangan suami istri.
"Apa benar Tuan sudah menikah? Tapi kapan? Kenapa aku tidak tahu tentang hal ini?"
"Katanya sih sudah, dengan putri Marques Rosseta,"
"Ah begitukah? Semoga Nyonya tidak memiliki sifat buruk, Tuan saja sangat jarang keluar dari ruangannya,"
"Aku dengar kalau putri Marques Rosseta itu sangat manja. Sayang sekali doamu kali ini tidak akan terkabulkan," pelayan yang bergosip ria itu terkikik. Mereka tidak tahu bahwa sedari tadi ada seseorang yang terus mencuri dengar obrolan mereka.
Brak. Sialan! Bagaimana kabar pernikahan Tuan bisa menyebar? Jangan bilang ini perbuatannya! Runtuk Felicia dalam hati. Meski dirinya tidak terima mendengar hal tentang Nonanya yang agak melenceng, tapi gadis itu juga marah, sebab tidak sesuai rencana. Ya, Tuan Duke memutuskan untuk memberitahu perihal pernikahannya pada saat pangeran menggelar pesta kerajaan. Namun sia-sia, pelayan, ksatria, tukang kebun, maupun koki, sudah bergosip ria.
"Hanya satu yang bisa kulakukan ... Tuan Duke harus memperkenalkan Nona secara resmi sebagai istrinya. Tidak ada pilihan lain," ucap Felicia kepada dirinya sendiri, kemudian segera pergi ke ruangan Tuan Duke.
Setelah sampai di depan pintu ruangan, Felicia membuka pintu dengan hati-hati, dan dia mendapati Duke Coldine, Felix, dan Agatha. Mereka bertiga terlihat santai seperti tidak punya masalah sama sekali. "Selamat pagi, Tuan. Bagaimana keadaan Anda hari ini? Apa ada kemajuan?" ujar Felicia.
"Masih seperti kemarin, tapi kamu tidak perlu khawatir," balas Duke Coldine lemas. Felicia yang mendengarnya merasa sedih, dia tidak boleh mengganggu waktu pemulihan Tuannya dengan permintaannya. "Katakan apa yang ada di pikiranmu, Felicia. Jangan sembunyikan apapun dariku, sebab aku mempercayai dirimu," ucap Duke Coldine lagi.
Felicia menundukkan kepalanya, lalu berkata, "Tuan Duke, maaf bila saya lancang. Namun, bisakah Anda mempercepat pemberitahuan mengenai hubungan Anda dengan Nona Agatha? Para pekerja di kediaman ini sedang membahas hal tersebut, pembicaraan baik ataupun buruk,"
Duke Coldine menghela napas, lalu melirik ke Agatha yang berada di sisi kirinya yang tersenyum lembut. Pria tersebut memberikan sebuah kode, mempersilahkan Agatha untuk menjawab.
"Felicia, terima kasih sudah memperhatikan kenyamanan saya di kediaman ini," ucap Agatha lembut. "Namun Tuan Duke sedang dalam keadaan yang serius, dan ruangan ini juga tidak cukup untuk menampung semua orang yang ada di kediaman ini. Tolong tunggu Tuan Duke pulih secara sempurna," tambah Agatha. Felicia mengangguk mengerti.
"Dan ... tolong temani saya datang ke ruang rapat. Sepertinya para bangsawan sudah menunggu kedatangan Tuan Duke,"
"Baik," Felicia dan Agatha meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke ruang rapat.
Kali ini Agatha merasa sedikit gugup, bertemu dengan para bangsawan yang berpura-pura baik kepada Duke Coldine. Mereka sangatlah licik, mengapa dunianya harus ada orang-orang yang seperti itu? Orang yang hanya ingin mendapatkan perhatian dari orang yang lebih tinggi.
"Selamat pagi, Nyonya!" sapa dua ksatria bersamaan ketika sampai di depan pintu ruang rapat.
"Selamat pagi," balas Agatha.
Bersama dengan Felicia, Agatha memasuki ruang rapat. Para laki-laki bangsawan yang berkumpul di dalam ruangan tersebut terkejut dengan kedatangan Agatha. Gadis itu duduk di tempat biasanya Tuan Duke duduk di ruang rapat. "Selamat pagi, saya ingin memberitahukan bahwa rapat kali ini akan diundur karena Tuan Duke sedang sakit. Terima kasih sudah datang ke kediaman ini," ujar Agatha sembari tersenyum.
"Tunggu!" teriak salah satu laki-laki yang berkumpul. "Siapa kamu?! Dan jangan seenaknya mengatakan hal itu! Katakan di mana Duke Coldine sekarang!" lanjutnya dengan nada tinggi.
Gadis yang menerima teriakan itu mengernyitkan dahinya, sama sekali tidak punya sopan santun. Kemudian orang-orang yang berkumpul satu per satu mulai protes juga, tapi ada satu orang saja yang tetap diam dengan tenang.
"Hei perempuan rendahan! Katakan di mana Tuan Duke!"
Brak! Seketika semuanya berhenti berteriak. "Saya Felicia, dan saya mohon dengan sangat supaya Anda semua meninggalkan ruangan ini. Tuan sedang sakit, rapat diundur, dan undangan akan saya kirim. Apa itu sudah cukup?" kata Felicia dengan tatapan membunuh.
"Ehem .... Ba-baiklah, ayo kita pulang," ucap salah satu pria. Satu per satu bangsawan itu pergi, Agatha semakin tenang ketika semua bangsawan itu pergi. Berbicara di depan banyak orang tidak membuatnya percaya diri dan menguras banyak tenaga.
Di dalam perjalanan kembali, Agatha dikejutkan dengan salah satu bangsawan tadi. Laki-laki yang tidak ikut berteriak dan tetap tenang, terlebih lagi bangsawan tersebut tergolong muda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yups! Terima kasih sudah kembali membaca novel ini. Terima kasih sudah membaca bab 10. Nantikan kelanjutannya di bab selanjutnya ya. Jangan lupa untuk support aku😚
Beri :
▪Like
▪Komentar
▪Vote
▪Rating
▪Follow (jika berminat ya hehe🤣🤣)
▪Dan share juga jika menurut kalian cerita ini bagus.
Okay, sampai jumpa di bab selanjutnya. Danke