Soraya sang Primadona online terjebak di Abad 13 karena insiden yang menimpanya. Jiwanya terperangkap dalam tubuh seorang selir Senopati perang, apakah yang akan dilakukan oleh Sora agar bisa kembali ke abad 20.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Mencari Perhatian
Aku berjalan gontai kembali ke Tumapel.
"Darimana saja kau Dinda!" sapa Lembu Tal dengan nada tinggi
"Kenapa kau masih saja kelayapan padahal baru siuman. Kau tahu, kami sangat khawatir padamu, tapi kau malah keluyuran meninggalkan istana tanpa pamit membuat kami semua cemas," imbuh Sawitri menghampiriku,
Apa memang kau selalu bersikap seperti ini bila didepan suamimu, pura-pura perhatian dan sayang padaku, sekarang kita lihat saja siapa sebenarnya dirimu, aku akan membuka topeng mu pelan-pelan,
Aku langsung memeluk suamiku di depan Dyah Sawitri.
"Aku lelah Kanda, aku tidak kuat lagi dengan semuanya, apa kau benar-benar peduli padaku," ucapku lirih
"Tentu saja Dinda, jika tidak untuk apa aku mencari mu malam-malam seperti ini,"
"Kalau begitu gendong aku, kakiku sudah letih berjalan, aku tidak kuat lagi kanda,"
"Baiklah, aku akan menggendong mu," jawab Lembu Tal ramah
"Terima kasih Kanda," jawabku sumringah.
Seketika aku langsung melirik kearah Sawitri, wanita itu benar-benar menunjukkan raut kesalnya ketika melihat Dyah Lembu Tal menggendong ku. Entah kenapa rasanya bahagia sekali ketika melihat wanita itu kesal dengan sikap manjaku.
Dasar gadis manja, aku tahu kau pasti pura-pura lemas agar Kanda Senopati menggendong mu. Lihat saja, aku tidak akan membiarkan dia menggendong mu.
"Awww!!" seru Sawitri memegangi perutnya membuat Lembu Tal langsung menurunkan aku dan berlari menghampirinya.
"Kau kenapa Dinda?"
"Entahlah Kanda, tiba-tiba perutku sangat sakit dan keram," jawabnya melirik kearah ku dan menyunggingkan senyum sinisnya
Kau tidak akan mendapatkan perhatian dari Kanda Senopati selama ada aku bersamanya.
Melihat reaksinya aku tahu wanita itu hanya berakting untuk mendapatkan perhatian Lembu Tal.
Dasar brengsek aku sudah menduga dia akan bertindak seperti ini, Baiklah sekarang kita lihat saja siapa yang akan memenangkan piala citra dalam episode kali ini,
Tentu saja aku tidak mau kalah dengan Dyah Sawitri, bukan Sora namanya jika tidak dapat berakting lebih bagus dari wanita itu.
"Tapi bagaimana dengan Gayatri, dia juga sedang sakit?" tanya Lembu Tal
"Lebih baik kau gendong Mbak Yu Sawitri saja Kanda, bukankah menolong wanita hamil lebih utama. Kamu tidak usah mengkhawatirkan aku," ucapku berpura-pura kuat, kemudian berjalan pelan meninggalkan keduanya
Aku melihat senyum kemenangan di wajah Sawitri, saat melihat tatap wajah sendu ku.
Dyah Lembu Tal kemudian menggendong wanita itu, dan berjalan menyusul ku.
"Kanda duluan saja, aku tidak masalah di tinggal sendirian," ucapku ketika lelaki itu berjalan beriringan denganku
"Kalau kau tidak kuat istirahat saja, aku akan menyuruh prajurit untuk menjemputmu nanti,"
"Baik Kanda,"
Sekarang saatnya Sora, tunjukan akting terbaikmu dan kalahkan wanita itu malam ini,
Aku langsung menjatuhkan tubuhku ketika melihat ia belum jauh berjalan meninggalkanku.
*Bruuugghh!!!
Seketika lelaki itu langsung menoleh kearah ku.
"Dinda!!" serunya kemudian menurunkan Sawitri dan berlari menghampiri dan langsung menggendongku.
"Kau masih bisa tahan kan sayang, tunggu sebentar disini aku akan kembali lagi menjemputmu," ucap Lembu Tal kemudian berlari meninggalkan Dyah Sawitri
"Iya Kanda,"
Aku tidak sengaja menoleh ke belakang menatap lekat kearah Sawitri yang sedang kesal, aku langsung mengedipkan mataku kearahnya dan melambaikan tangan padanya membuat wanita itu semakin kesal.
"Dasar brengsek, beraninya kau bermain-main denganku, kau akan menanggung akibatnya," Sawitri segera bangun dan berteriak.
"Aarrrggghhh, dasar brengsek!!" serunya membuat Dyah Lembu Tal langsung menoleh kebelakang
"Ada apa Dinda!" serunya
"Tidak apa-apa Kanda, pergilah!"
*Braakkk!!!
Dyah Sawitri langsung meluapkan emosinya dengan membanting semua perabot di kamarnya.
"Dasar wanita sialan, sekarang kau mulai berani bermain-main denganku, lihat saja Gayatri, aku janji kali ini bukan aku yang akan mengusir mu keluar dari Tumapel, tapi kau sendiri yang akan meninggalkan tempat ini dengan sukarela,"
Pagi harinya Dyah Sawitri merasa kaget ketika seorang dayangnya melaporkan bahwa paviliun Anggrek mendadak dijaga ketat oleh puluhan prajurit.
"Hmmm, memangnya ada acara apa sampai dijaga ketat begitu?" tanya Dyah Sawitri
"Entahlah Ndoro, tapi ada yang bilang kalau Ratu Kusumawardhani sedang berada di tempat itu untuk menjenguknya,"
"Apa, Yang Mulia Ratu ada di sana?"
"Benar Ndoro,"
"Kalau begitu aku harus memastikannya sendiri," wanita itu kemudian bergegas menuju ke paviliun Kenanga
"Bagaimana bisa, semua yang kau katakan itu benar Gayatri, sejak kapan kau bisa meramal diriku dengan begitu tepat," tukas Kusumawardhani penasaran
"Ah hanya kebetulan saja yang mulia, sepertinya sejak hamba terjatuh dari jurang, aku mulai merasakan jika aku memiliki Indera keenam, itulah awal mula aku bisa membaca masa depan yang mulia,"
"Kalau begitu ceritakan apa yang akan terjadi dengan Tumapel," tanya wanita itu
"Maksudnya??" tanyaku menyelidik
"Aku khawatir dengan kepemimpinan Kanda Prabu, maksudnya apa ada peristiwa penting yang akan terjadi di Tumapel?"
"Hmmm, akan terjadi pertumpahan darah di Tumapel tidak lama lagi, jadi tolong sampaikan kepada yang mulia Raja agar waspada dan mengurangi ritual keagamaan dengan minum-minuman keras, jika ia tidak ingin Tumapel jatuh ke tangan orang lain."
Bagaimana dia bisa tahu jika akan ada pertumpahan darah di Tumapel,
"Oh tentu Gayatri, aku akan menyampaikan padanya, tapi ngomong-ngomong bagaimana kau bisa tahu kalau akan ada pertumpahan darah di Tumapel?" tanya Kusumawardhani
"Bukankah tadi sudah aku katakan jika saya sekarang memiliki kekuatan supranatural untuk membaca masa depan, setelah bangkit dari kematian,"
"Benar, tapi apa kau tahu siapa orang yang akan melakukan pemberontakan di Tumapel,"
"Pemberontakan??, bukankah aku hanya bilang akan terjadi pertumpahan darah, jadi aku tidak bisa memastikan kalau itu pemberontakan atau tidak yang mulia,"
Kalau aku perkiraanku benar, seperti tertulis dalam sejarah ayah yang Kusumawardhani Jayakatwang yang merupakan besan Raja Kertanegara akan melakukan pemberontakan dan mengambil alih Tumapel dari Tangan Kertanegara, apa itu alasannya dia datang menemui Adipati Sentanu bersama ayahnya malam itu, tapi kenapa ia sampai tega melakukan semua itu hanya karena suaminya lebih menyayangi selirnya daripada dirinya,
"Sama saja Gayatri, maksudnya siapa orang yang memicu pertumpahan darah itu?"
"Tentu saja hamba tidak tahu yang mulia, kemampuan ku hanya sebatas melihat tanpa tahu siapa pelakunya, karena hanya Sang Hyang Widhi Wasa yang tahu siapa orangnya yang akan berkhianat di Tumapel ini," jawabku
"Syukurlah!" ucapnya bahagia
"Sebenarnya apa yang terjadi sampai kau terjatuh di jurang waktu itu Gayatri?" tanya Kusumawardhani
"Aku bukan terjatuh yang mulia, tapi ada seseorang yang menginginkan kematian ku dan sengaja menjatuhkan aku ke jurang," jawabku membuat Kusumawardhani tercengang
"Jadi kau menganggap bahwa ada yang berusaha membunuhmu,"
"Benar Yang Mulia,"
Dyah Sawitri yang menguping pembicaraan keduanya begitu kaget mendengar pembicaraan Keduanya.
Bagaimana dia bisa mengingat semuanya,
"Tapi bukankah kau sedang mengalami hilang ingatan, jadi bagaimana kau bisa mengingatnya??, jangan katakan jika ingatanmu sudah kembali?" tanya Kusumawardhani penasaran
"Benar Yang Mulia, ingatan hamba sudah kembali setelah insiden di sendang pribadi anda tempo hari.
Tidak mungkin, bisa bahaya jika ingatan Gayatri sudah kembali, aku harus melaporkan hal ini pada Kang Mas Sentanu,
Sawitri langsung membalikkan badannya dan bergegas meninggalkan tempat itu, namun sayangnya karena terburu-buru, ia tidak sengaja menyenggol guci keramik yang ada tepat di sebelahnya hingga terjatuh.
*Pranngg!!
Mendengar suara benda jatuh tentu saja membuat aku dan yang mulia Ratu langsung bergegas untuk melihatnya.
"Sawitri, apa yang kau lakukan disini?" tanya Kusumawardhani
"Maaf, karena terburu-buru ingin menjenguk mu aku malah merusak guci mahal mu, sekali lagi maaf Gayatri," sahut Sawitri dengan raut wajah panik
"Tidak masalah Mbak Yu, guci ini tidak sebanding dengan perhatian mu padaku, terima kasih selalu peduli denganku," sahutku menyunggingkan senyum termanis ku
"Apa tanganmu terluka?" tanyaku ketika melihat darah mengalir dari tangannya
"Ah, tidak apa-apa hanya luka kecil," aku langsung menarik lengannya dan membersihkan lukanya tanpa persetujuan darinya.
"Luka kecil juga harus diobati, karena dari luka kecil yang di biarkan akan menjadi besar dan bisa mematikan, jadi jangan sepelekan luka kecil," sahutku langsung mengikat luka itu dengan kencang membuat Sawitri meringis kesakitan
"Wah kalian benar-benar membuat aku iri, seandainya saja selir-selir kanda prabu seperti dirimu Gayatri, aku pasti tidak akan kesepian dan tertekan seperti sekarang," sahut Kusumawardhani
"Kalau Yang Mulia Ratu tidak keberatan aku bisa mengajari anda bagaimana cara untuk menarik perhatian yang mulia Raja agar kembali padamu,"
"Benarkah, bagaimana caranya?" tanya Kusumawardhani begitu antusias
Cih, bagaimana bisa kamu mengajari orang, sedangkan kau sendiri selalu diacuhkan oleh suamimu,
Sawitri hanya menatap sinis kearahku.
Kau tidak boleh meremehkan aku kali ini Sawitri, karena Gayatri yang sekarang bukanlah Gayatri yang dulu, aku akan menunjukkan padamu bagaimana cara menarik perhatian laki-laki, jadi bersiaplah kehilangan suami tercinta mu,