NovelToon NovelToon
DUA AYAH UNTUK JAMES

DUA AYAH UNTUK JAMES

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Janda
Popularitas:92.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurlaeli

Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BEGINI LEBIH BAIK ?

Mata itu seolah enggan untuk berkedip, objek pandangannya seperti sebuah permata yang tak pernah bisa dia genggam. Disana perempuan yang dia kagumi, perempuan yang dia cintai membuang muka ketika tak sengaja bertemu pandang. Rasanya Perempuan itu terlalu munafik telah membohongi perasaannya sendiri demi tidak menyakiti perasaan seseorang. Perempuan itu mati-matian melawan rasa indah yang sedang berusaha masuk kedalam hati, gadis yang menjadi pembelaan perempuan itu melambaikan tangan seolah memberi tahu bahwa dia sudah berada disana, diseberang jalan perempuan cantik itu. Kedua perempuan berbeda status itu saling berpelukan mengaitkan jari-jari mereka dan berjalan menjauh, sang laki-laki yang sedari tadi menatap perempuan cantik itu ikut berdiri namun langkahnya pergi kelain arah. Tidak pernah terfikir setelah keduanya sama-sama merasa dekat dan kini salah satu darinya mencoba menjauh, hal itu ternyata telah merobek sedikit hati si laki-laki. Otak cerdasnya terus berputar mencoba mengingat kesalahan terbesar apa yang telah ia perbuat hingga kini dirinya dihindari, apa dia telah melukai perasaan perempuan itu atau sekarang dirinya sendirilah yang terlukai.

"Sinta menurutmu bagaimana jika aku kembali bersama bram?"

Mata gadis itu berbinar harapan untuk kembali bersama bram seolah tak pernah padam, sedangkan sinta merasa tak rela. Namun apa boleh dibuat, ibu dari james itu tak mempunyai hak untuk harus mengatakan jangan.

"Aku akan mendukungmu," matanya menatap keluar jendela, kaca kafe itu tertetesi rintisan gerimis di siang hari.

"Tidak sinta!"

"Lalu?"

"kamu juga harus membantuku," entah natasya menyadarinya atau tidak atas keterjutan sinta, gadis itu menyesap susu hangatnya. Sang janda muda hanya menggeleng, jelas dia tidak bisa membantu.

"Kamu tidak mau membantuku?"

"Bukan begitu aku hanya merasa kemarin aku sudah berusaha membujuknya tetapi aku tidak berhasil."

"Ah begitu ya."

Hening

Sinta memikirkan harus memberi saran apa kepada natasya.

"Coba saja kamu dekati dia kembali dan Jangan lewat siapapun, dia pasti akan menghargai usahamu untuk memperbaiki semuanya," senyum palsu yang nampak di wajah ayu sinta tercetak jelas yang sayangnya tidak tertangkap oleh netra natasya, gadis itu sibuk menatap layar ponselnya.

"Baiklah tapi kamu tahu sendiri bukan dia sangat dingin kepadaku sekarang?"

"Jangan menyerah dan terus berusaha natasya, jika kalian memang berjodoh dia pasti akan kembali padamu."

 

Hampir satu jam yang hanya berisi obrolan curhat singkat dan lebih dominan keheningan itu tercipta diantara natasya dan sinta, sang gadis berpamitan untuk pergi lebih dulu, panggilan dari pekerjaan membuatnya harus mengakhiri pertemuan itu. Sinta seperti enggan beranjak dia larut dalam rasa nyeri di dadanya, barangkali ke cemburuannya itu hanya semu kenapa rasa sakitnya tidak berangsur membaik, meski bram dan dirinya belum sejauh saat bram dan natasya bahkan sinta dan bram belum memulai hubungan apapun, namun rasanya seolah mereka telah bersama sejak lama. Mungkin karena dari pertemanan yang sudah menjadi tempat sambatan sinta selama ini hingga mereka bisa dibilang sangat dekat, rasanya seperti patah hati sebelum memulai.

"Ah kenapa rasanya begitu sakit?" sinta memegang dadanya yang terasa berdenyut nyeri didalam, dia merasa menjadi abg labil kembali.Tubuh sintal itu mulai berdiri langkahnya pelan dan tidak pasti, entah mengapa bersama james disaat-saat hatinya buruk membuat dia sebagai seorang ibu yang buruk. Dia bahkan enggan menimang balitanya agar tertidur, untungnya siti sudah bisa kembali dan mengasuh james. Sepertinya janda muda itu masih ingin menikmati waktu terpuruknya, dia bahkan sudah satu minggu menutup butiknya.

Berjalan seperti mayat hidup memasuki mobil, sinta ingin tidur dan melupakan semuanya adalah jawaban yang tepat dari rasa jenuhnya.

 

klik

Sinta terus berjalan tak mengamati sekeliling, dia tidak menyadari ada bram disitu. Si laki-laki yang merasa gemas karena terus diabaikan akhirnya mendekati sinta, ditariknya tangan mulus itu dan mendekap tubuh perempuan dihadapannya, sinta terkaget karena tak menyadari ada orang lain disana.

plak

Satu tamparan keras diterima bram, sinta marah dan terus memukuli dada si laki-laki, bram sendiri tidak menghindar dia membiarkan sinta terus memukulnya dengan tenaga yang lumayan membuatnya kewalahan, belum juga sakit dipipinya reda dia sudah harus menerima serangan didada dan perutnya.

"kita perlu bicara sinta!"

"Hiks tidak ada yang perlu dibicarakan," ternyata perempuan itu menangis, tangannya sudah berhenti memukuli bram dia mengatur nafasnya lalu pergi keluar balkon.

"Aku minta maaf sinta entah itu untuk apa aku merasa aku harus mengucapkan maaf untukmu."

"Bukan untuk aku tapi untuk natasya kamu bahkan tidak meminta maaf kepadanya bukan?"

"Tidak bisakah sekali saja kamu tidak membawa natasya kedalam obrolan kita?"

Bram menahan kesal setengah mati, ternyata penyebab dari diamnya sinta hanya karena mantan tunangannya itu.

"kenapa bram apa kamu merasa menyesal telah memilih mengejarku dan rela meninggalkannya?"

"Aku tidak pernah menyesalinya."

"Heh pembual!"

"Apa yang kamu fikirkan sinta aku memutuskan natasya bukan karena dirimu, dengarkan aku dan jangan pernah lagi ungkit masalah aku dan natasya," bram menghelas nafas beratnya.

"Apapun yang pernah terjadi antara aku dan natasya dulu itu tidak pernah ada sangkutannya denganmu, jangan pernah merasa bersalah karena setelah aku dan natasya berakhir aku langsung mendekatimu itu murni perasaanku sendiri sinta."

"Aku tidak peduli bram mulai sekarang menjauhlah dariku!"

"Apa kesalahan terbesarku hingga kamu menghukumku seperti ini?"

"Aku membencimu."

"Aku bahkan rela mencintai orang yang membenciku apakah kamu tidak bisa melihat setitik saja cinta dimataku?"

"Apa semua yang aku usahakan untuk mengambil hati james dan hatimu yang keras itu tak pernah bisa kamu rasakan sinta?"

"Diam bram jangan pernah katakan lagi bahwa kamu mencintaiku!"

"Kenapa?" bram merasa hancur lebih hancur daripada dia di diamkan sinta, setelah mendengar penuturan perempuan itu dia merasa menyesal, seharusnya dia sedari tadi mengikuti permainan sinta untuk saling acuh. Sekarang bram tahu bahwa perasaannya tak pernah terbalas, bahkan hanya sekedar mendengar penuturan cintanya saja sinta tidak sudi.

"Aku tidak butuh cintamu."

Seperti digores-gores ribuan pisau bram harus menerima kenyataan lagi, mulut pedas sinta dan penolakannya sudah cukup menjawab semua. Laki-laki itu mundur menatap sejenak perempuan yang baru saja melukai hatinya, dia berjanji bahwa ini bukan akhir dari usahanya. Dia akan terus mengejar meski semua usahanya sia-sia dan tak ada apa-apanya dimata sinta, semuanya berakhir seperti sekarang. Dia merasa lega dengan akhir dari perjalanan cintanya dengan natasya, namun dia juga harus sakit ketika cinta barunya menolaknya mentah-mentah.

Sinta tidak bergerak hanya bahunya yang bergetar menandakan dia sedang menangis hebat, Ini yang dia harapkan. Bram membencinya dan menjauh, lalu kenapa dirinya harus merasa hancur. Mungkin tangisnya ini hanya sesaat besok dia sudah harus bangkit dari keterpurukannya, karena memang seperti ini yang dia inginkan tidak mengenal siapa bram, tidak siapapun.

.....

"Kenapa semua baju dibawa bu sinta kita hanya berkunjung kesana?"

"Tidak mbak mulai sekarang kita pindah kesana."

Sinta membereskan semua keperluannya dan james, siti membantunya mengemasi. Dia akan pulang ke Bandung, kampung halamannya. Sinta tidak peduli dengan butik yang telah menjadi pegangan hidup sinta selama ini, untuk masalah ekonomi mungkin nanti bisa dibicarakan dengan sang mama. Membuka hidup baru dan tak mengenal siapapun yang ada disini, tidak mantan suami dan istri barunya tidak bram tidak juga natasya, sinta tak ingin sering berjumpa mereka lagi semua hanya menyulut luka dihatinya. Dia akan membesarkan james di Bandung, sinta kini juga tak peduli lagi dengan keinginannya untuk bersuami kembali, hidup bersama sang mama dan buah hati mungkin lebih bisa membuatnya bahagia.

***

"Ekhem."

Laki-laki yang didehemi hanya melirik sekilas, dia tahu betul apa niat gadis dihadapannya itu. Mengajaknya bersama kembali, meski dirinya sudah ditolak sinta namun bram tidak akan pernah kembali lagi bersama natasya, dia sudah terlalu tidak mau dengan gadis itu.

"Pergilah natasya jika niatmu untuk membuat kita berdua kembali, maaf aku menolaknya."

Natasya mematung dan pias seketika, barusaja misinya akan dimulai namun sudah kalah juga.

"Kenapa bram apa sudah ada yang baru?"

"Ya"

Natasya melebarkan mata dan membuka bibirnya, dia benar-benar tidak menyangka bram dengan mudah mencari pengganti.

sret

Kursi yang berada didepan bram bergerak bersama gadis itu yang berdiri dan berlalu pergi, bram tak melirik sekalipun. Dia fokus dengan ponselnya, seseorang mengatakan bahwa perempuan incarannya sudah pindah beberapa jam yang lalu dari apartemen itu, sayangnya kemana sinta pergi orang itu tidak mengetahuinya. Bram yakin sinta benar-benar menjauh dan tak ingin lagi bertemu dengannya, padahal laki-laki itu ingin sekali melihat wajah ayu sang ibu dan wajah menggemaskan james. Bram tidak berusaha mengejar atau pun mencegah, dia sadar dia tidak memiliki hak apapun atas mereka, mau bagaimana lagi dia hanya bisa berharap perempuan itu benar-benar takdirnya dan suatu saat mereka akan bertemu lalu bersama. Pesona seorang janda ternyata telah mengalahkan ego seorang bram, laki-laki itu tersenyum tidak percaya dengan tingkah konyolnya yang selalu berusaha mendekati seorang janda . Dia bahkan rela menggendong bayi yang bukan anaknya, sungguh bram hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala menyadari semuanya. Meski terkesan aneh namun bram menyukainya, dia merasa menjadi pribadi yang lebih dewasa ketika bersama sinta, berawal dari rasa kagum yang membawanya kedalam jerat seorang janda.

huft

Bram menghela nafasnya menerawang apa kira-kira yang akan terjadi kedepan, harapannya kini pergi membawa banyak luka dan cinta. Tidak bisa dipungkiri meski dirinya telah ditolak namun rasa cinta itu masih terus menyala, walaupun kemarin hatinya sudah remuk, sungguh cinta membuat semua orang lupa akan dirinya.

.....

Slide pertama menampilkan bayi laki-laki yang tengah menatap kearah kamera, tangan kirinya memegang mainan bola yang sangat kecil dan pas dijari mungil itu. Slide kedua menampilkan perempuan muda yang tengah menggigit sebuah pensil, kening mulus itu berkerut seperti tengah memikirkan sesuatu, rambutnya hitam lurus ia gerai tubuh berisi itu terbungkus dress kotak-kotak sewarna monokrom, tubuh itu tidak tinggi bahkan hanya sebatas bahunya. Bram yang dengan bersyukur pernah mengambil foto kedua orang itu kini menjadi tontonannya setiap hari, meski hanya dua foto namun dia seperti tidak pernah bosan menatapnya, ingin sekali rasanya bram mencari dimana keberadaan mereka sekarang, sepi dan sedih yang beberapa hari ini menyelimuti hatinya sungguh mengganggu.

tin tin

Bram mengalihkan pandangannya mendapati kelvin tersenyum sumringah, pria itu menghampirinya.

"Pengantin baru ini tidak bulan madukah?"

"Belum kawan aku masih ada banyak urusan."

"Bagaimana denganmu mana yang akhirnya jadi?"

Bram mengerti kemana arah pembicaraan kelvin.

"Sinta menolakku."

"Benarkah?"

"Dia bahkan rela pindah dari apartemennya untuk menjauhiku."

"Kemana?"

"Kalau aku tahu sudah aku kejar dari kemarin."

kelvin menopang dagunya seperti mencoba mengingat sesuatu.

"Sinta itu berasal dari Bandung kenapa tidak coba kesana saja?"

"Bukan tidak mau kamu tahu sendiri kota itu luas."

"Aku akan mengirim alamat rumah mantan mertuaku nanti."

"Masih ingat eh?"

"Jika belum pindah pasti sinta disana."

Bram merasa bersyukur karena telah lebih dulu mengenal mantan suami sinta, pria itu juga tidak sungkan mendukung hubungannya, benar-benar mantan yang baik.

***

"Biar saya saja yang membawa bu."

"Tidak apa-apa mbak Ayo!"

Juragan dan ajudan itu jalan beriringan menenteng barang-barang pindahan, dewi sang pemilik rumah hanya menatap keduanya sembari menggendong cucu laki-lakinya.

"Sebenarnya ada apa sinta kenapa berubah pikiran ingin tinggal disini?"

"Tidak ada apa-apa ma sinta hanya ingin disini."

"Semua itu pasti ada apa-apa kan?"

"Tidak ma."

Dewi mencolek siti yang kebetulan sedang lewat dihadapannya, pengasuh james itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum sopan. Sinta berharap semuanya kembali membaik seperti masa kecilnya dulu yang penuh tawa, tidak seperti sekarang. Menjadi dewasa itu tidak enak, kita harus memikirkan dan mengalami banyak hal, bukan hanya sesuatu yang indah malah lebih banyak pahitnya. Jika semua anak-anak tahu apa yang akan terjadi padanya ketika dewasa, pasti mereka meminta agar tetap menjadi anak-anak yang hanya mengerti main meminta uang bercanda dan hal-hal menyenangkan lainnya.

"Mbak bisa bicara sebentar?"

"Bisa bu sinta."

"Terimakasih ya mbak karena sudah menjaga james dengan baik."

"Sama-sama bu sinta itu sudah kewajiban saya."

"Sekarang aku harap mbak betah disini, mungkin mbak pernah mendengar atau menyaksikan langsung pertengkaran aku bersama bram di apartemen."

"Maaf bu saya waktu itu tidak sengaja lewat."

"Tidak apa-apa mbak aku hanya meminta mbak untuk tidak menceritakan hal itu kepada siapapun termasuk mama."

"Saya mengerti bu sinta."

Sinta mengangguk dan tersenyum yang juga dibalas dengan senyuman hangat siti, sinta memang tidak salah telah memilih siti menjadi pengasuh james. Wanita itu sangat baik dan bisa mengerti privasi sinta, dia juga membuat banyak perubahan pada james. Selama bersama siti bahkan james sama sekali belum pernah sakit, meski dulu james sewaktu sinta masih bersama kelvin rentan tidak sehat. James tumbuh sangat periang sekarang, wajah hangat dan ceria bayi itu memang sangat mirip dengan ayahnya. Sinta sedikit kesal karena james tak menuruni parasnya sama sekali, namun dia berharap james tidak menuruni sifat buruk dari ayahnya. Semoga nanti dia tumbuh dewasa dan menjadi pribadi yang setia, harapan satu-satunya sinta sekarang ada pada james, setelah semuanya gagal semoga james mampu membuktikan kepada sinta bahwa didunia ini masih ada laki-laki yang menyayanginya, james mampu menjaga sinta kelak.

1
Dhina ♑
Seorang ibu yang lucnut
Tidak punya harga diri rupanya
Dhina ♑
Harus lanjut
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Dhina ♑
maaf thor baru kembali, ini ceritanya lanjut ga? ayo share ke gc, tidak apa-aps
Sajiwo
Hallo teman-teman.
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
Evi Sofia
kenapa belum up..
apa dibiarkan menggantung..
Sajiwo: 🙏🙏🙏🙏..
total 1 replies
cappucino
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
Sania Ahnaf
Lanjut thor jngan lama lama
*-*-Sincerely💕 of APRIL
lanjut
semangat terus jangan sampai DOWN
neng siska
lanjut
Sajiwo: siap kaka❤
total 1 replies
IrmaYanti
ksh kebahagiaan bt Sinta dong,.kasian masa menderita trs
Dilla Fadilla
thorr ...bikin sinta sukses n bahagia...
Evi Sofia
lanjut..penasaran..
Sajiwo: pantengin terus ya🤗❤
total 1 replies
Woro Sri
Klo ga lanjut kaya makan gda minum donk thor, tetap semangat lanjuuuuuuuuutttt
Sajiwo: terimakasih ya kak❤❤❤🙏🙏
total 1 replies
Dilla Fadilla
lanjutlh thorr...nanggung udah kesemsem ama jln ceritanya ...
Sajiwo: alhamdulillah🙏 terimakasih ya.❤❤❤💛💛
total 1 replies
*-*-Sincerely💕 of APRIL
semangat woke! Selesai sampai ni novel tamat.Memang kadang siders tu kagak peka.Mereka kadang tu sangat pelit bwat kasih komen pa lagi like padahal hal itu yang membuat authornya semangat update.

Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.

Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!

Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
*-*-Sincerely💕 of APRIL: sama-sama 😁😁
total 2 replies
IrmaYanti
jgn putus asa STP karya ada yg suka ada yg gak yg penting niat kt menghibur dan memberi karya yg terbaik,...syukur2 respon pembaca sllu baik kan ga mudah bt nulis crt novel KY gini,..semangat terus lanjut kan syng klo cm smpe sini aja
Sajiwo: Terimakasih kak🙏🙏❤❤.. dan jangan lupa share ya
total 1 replies
Dilla Fadilla
kapan ...karma tiara ama kelvin thorrr...😡😡😡
Sajiwo: ditunggu ya🤗❤
total 1 replies
Julita Jokohael
natasya ikutan makan micin dr tiara.
Sajiwo
Jngan lupa share cerita ini ke teman-teman kalian ya🤗🤗🤗🙏🙏
cappucino
like parkir Thor.
main main ke karyaku ya mkasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!