NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Genesis

Genesis

Sinar matahari menyinari permukaan sungai kecil yang jernih di dalam hutan, tempat dimana Ze Kai sering datang untuk menangkap ikan atau hanya duduk menikmati kedamaian alam.

Hari ini Ze Kai sedang berdiri di tengah sungai dengan celana yang digulung tinggi, menangkap ikan dengan jaring bambu yang ia buat sendiri. Air yang dingin menyentuh kulit kakinya, membuatnya merasa segar dan nyaman.

Saat melihat aliran air yang mengalir dengan lancar di antara batu-batu, sebuah keinginan muncul dalam diri Ze Kai.

Air, apa aku juga bisa memiliki Elemen air?

"Genesis, bisakah aku mulai mempelajari Elemen Air sekarang?"

Segera setelah pikiran itu muncul, tanggapan datang seperti biasa.

[SISTEM MENANGGAPI]

"Untuk memulai pembelajaran Elemen Air, kamu perlu memenuhi beberapa syarat utama:

- Kultivasi telah mencapai tingkat yang cukup untuk menahan energi air yang cenderung lebih lincah dan sulit dikendalikan

- Telah menguasai Elemen Tanah minimal Tahap Menengah agar memiliki pondasi yang stabil

- Memiliki pemahaman dasar tentang sifat air – bagaimana ia bisa berubah bentuk, mengalir mengikuti medan, dan memiliki kekuatan yang bisa lembut maupun dahsyat

- Butuh latihan khusus di dekat sumber air murni seperti sungai, danau, atau air hujan yang belum terkontaminasi"

Ze Kai mengangguk paham. Meski sudah siap secara teori, namun ketika ia mulai mencoba merasakan energi air di sekitarnya, rasanya jauh lebih sulit daripada ketika mempelajari Elemen Tanah. Air itu tidak seperti tanah yang kokoh dan stabil. Ia selalu bergerak, sulit untuk ditangkap dan dikendalikan.

Ze Kai mencoba mengulurkan tangannya ke permukaan air, mencoba menarik energi air ke dalam dirinya. Tapi sebaliknya, aliran air menjadi liar dan menyemprot ke wajahnya, membuatnya basah kuyup dari kepala hingga kaki. Kali berikutnya ia mencoba membentuk semacam pelindung dari air, tapi malah membuat genangan air yang membuatnya terpeleset dan jatuh ke dalam sungai.

"Ini terlalu sulit, Genesis!" gumamnya.

Ze Kai merasa sedikit frustrasi. Tubuhnya basah kutub, tapi tak ada hasil yang di dapati.

"Apakah tidak ada cara yang mudah? Ini terlalu sulit. Setiap kali aku mencoba fokus, energi air itu selalu melarikan diri atau membuat ku basah!"

"Cobalah untuk tidak memaksakan diri untuk mengendalikan air, tapi belajar untuk menyatu dengannya. Biarkan tubuhmu merasakan aliran air seperti bagaimana kamu merasakan getaran tanah. Jadilah seperti air itu sendiri, fleksibel dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar."

Ze Kai menghela napas dan mulai mencoba lagi, tapi kali ini ketika ia sedang terbenam setengah di dalam air untuk merasakan alirannya dengan lebih dekat, layar sistem tiba-tiba muncul di depan matanya. Dan karena ia sedang berada di dalam air, pandangannya menjadi kabur dan ia tidak bisa membacanya dengan jelas.

"Genesis!" protesnya dengan sedikit marah ketika keluar dari air dan mengusap wajahnya. "Ini bisa jadi masalah besar! Kalau aku sedang terjebak di dalam air atau dalam situasi darurat, bagaimana mungkin aku bisa membaca layar yang muncul di depan mata? Ini sangat tidak praktis!"

Saat itu juga, cincin di jari Ze Kai mulai memancarkan cahaya kebiruan yang terang benderang. Ze Kai terpaksa menutup mata sebentar karena kecerahan cahayanya. Ketika ia membuka matanya kembali, sosok gadis kecil dengan rambut berwarna biru muda seperti laut dan mata berwarna biru kehijauan sedang melayang-layang di udara di depannya. Gadis itu mengenakan gaun berwarna biru muda yang mengkilap seperti air, dengan sayap kecil seperti kupu-kupu di punggungnya.

"Halo-halo, Pemilik Baru!" gadis itu berkata dengan suara yang ceria dan jelas terdengar di udara. "Akhirnya kau mengeluhkan tampilan lama ku! Jadi aku memutuskan untuk berubah bentuk saja. Menyenangkan bisa berbicara langsung seperti ini?"

Baik bentuk dan bahasa pun berubah.

"Kamu... kamu adalah Sistem Genesis?" tanya Ze Kai dengan mata terbelalak.

Xiao Bai yang selama ini berada di atas batu di tepi sungai hanya mengangkat kepalanya sebentar, melihat gadis itu dengan acuh tak acuh sebelum kembali menjilati bulunya yang putih bersih.

"Tentu saja!" jawab gadis itu sambil berputar-putar di udara dengan riang. "Nama ku Genesis. Bukankah kau yang memberi aku nama? Sekarang tidak ada lagi layar yang mengganggu pandangan mu, kan? Kita bisa berbicara langsung seperti teman saja!"

"Tapi kenapa kau bisa berubah menjadi bentuk seperti ini?" tanya Ze Kai masih dengan rasa bingung sekaligus kagum.

"Karena kultivasimu sudah cukup tinggi untuk mengaktifkan mode interaksi lanjutan!" jelas Genesis dengan senyum ceria. "Selain itu, kau sudah benar-benar menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem ini, jadi aku bisa muncul dalam bentuk yang lebih nyaman untuk berkomunikasi. Tapi jangan khawatir, aku masih bisa memberikan semua informasi yang kau butuhkan."

Ze Kai melihat di sekitar.

"Apa orang lain juga bisa melihat mu?"

"Tentu tidak, bodoh! Kan hanya kau pemilik baru."

Ze Kai tersenyum getir di katai bodoh oleh sistemnya. Apalagi dengan bentuk gadis kecil.

Lalu sejak saat itu, setiap hari Ze Kai datang ke sungai untuk belajar Elemen Air bersama Genesis yang selalu berada di sisinya, terkadang bahkan bermain-main dengan menyemburkan gelembung udara ke wajahnya atau membuat pola cantik dari aliran air.

Meskipun seringkali mereka berdebat, namun pada akhirnya selalu penuh tawa dan tidak pernah menjurus pada permusuhan. Xiao Bai pun mulai terbiasa dengan keberadaan Genesis. Terkadang bahkan melompat ke pangkuannya ketika merasa bosan menjilati bulunya sendiri.

Setelah berhari-hari berlatih dengan tekun, akhirnya pada suatu pagi yang cerah, Ze Kai berhasil merasakan energi air dengan benar.

Ternyata seperti ini rasanya ia mengalir.

Ze Kai mulai bisa membentuk air tersebut. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia mengangkat tangan kanannya dan fokus pada genangan air di kakinya. Lalu dengan lembut, air itu mulai terangkat membentuk sebuah bola kecil yang mengambang di atas telapak tangannya.

"Yeay! Kau berhasil!" teriak Genesis dengan gembira sambil berterbangan keliling kepala Ze Kai. "Selamat, kau telah menguasai Elemen Air Tahap Awal!"

Ze Kai tersenyum bangga melihat bola air kecil yang ia kendalikan dengan hati-hati, sebelum membiarkannya jatuh kembali ke sungai dengan suara 'plop' yang lembut. Rasanya sangat berbeda dengan Elemen Tanah. Tapi sama menyenangkannya ketika bisa mengendalikan energi alam yang satu ini.

Namun kegembiraannya segera sirna ketika terdengar suara gemuruh yang keras dari arah hutan yang lebih dalam. Ze Kai segera menyembunyikan diri di balik semak-semak besar bersama Genesis yang berubah menjadi cahaya kebiruan kecil yang bersembunyi di cincinnya, dan Xiao Bai yang dengan cepat melompat ke atas pundaknya dan bersembunyi di balik rambutnya.

Dari balik semak, ia melihat tiga orang kultivator berpakaian hitam dengan lambang keluarga yang tidak ia kenal berjalan melewati tepi sungai. Mereka terbang diatas gumpalan awan dengan ekspresi wajah yang serius.

"Cari binatang spiritual mana saja yang bisa kau temukan," kata salah satu kultivator dengan suara rendah namun jelas terdengar. "Energi roh mereka akan sangat membantu kita meningkatkan kekuatan sebelum kita menyerang desa kecil itu untuk mencari bocah yang memiliki bakat Elemen Tanah."

Ze Kai merasa jantungnya berdebar kencang. Mereka sedang berburu binatang spiritual dan bahkan menyebutkan tentang mencari seseorang dengan bakat Elemen Tanah. Ze Kai merasa mereka mencari dirinya. Hutan yang dulu ia anggap aman kini terasa penuh bahaya.

Ze Kai menunggu sampai mereka pergi jauh, lalu segera bergerak dengan hati-hati menyusuri jalan kecil yang hanya ia yang tahu. Langkahnya semakin cepat dan tidak berani menimbulkan suara yang terlalu keras. Ia harus segera kembali ke goa untuk memberitahu Kakeknya tentang bahaya baru ini. Sepertinya masa damai mereka tidak akan bertahan lama lagi.

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!