NovelToon NovelToon
Bukan Wanita Lemah

Bukan Wanita Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: na4vR

Maura, seorang gadis yang terpaksa harus menikah dengan seorang pengusaha muda yang ternyata adalah bos tempat dimana dia mencari nafkah.
semua berawal dari minuman, Maura yang saat itu sedang memergoki ke kasihnya sedang berselingkuh dan bercinta dengan sahabatnya sendiri sungguh sangat frustasi dan memutuskan untuk pergi ke club dan meminum alkohol di sana.
tetapi sayangnya itu justru membawa pengaruh buruk untuknya, akibat mabuk dia salah masuk apartemen.
Bukannya melakukan hubungan terlarang, Maura justru menghajar pria tersebut hingga dia berakhir di penjara.
untuk bisa keluar dari sel tahanan tersebut, Jo memberikan syarat, yaitu harus menjadi kekasih sekaligus calon istri penggantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na4vR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 10. Tawaran Joe

Selesai makan, gadis itu hanya duduk lesehan di lantai yang hanya dilapisi karpet tipis. Sungguh kehidupannya kini benar-benar menyedihkan.

"Lo liat aja cowok sialan!! Gue pastiin setelah gue keluar dari tempat sialan ini, gue bakal santet lo!! Kalau perlu tepat di anu lo itu!!"

"Ada yang mencari Anda, Nona.. Anda bisa keluar."

Baru saja Maura menutup matanya berniat untuk tidur, tiba-tiba terdengar suara seorang polisi yang memanggilnya. Sehingga membuatnya langsung membuka mata.

Dengan semangat Maura mengangguk, lalu sel tahanan tersebut di buka oleh polisi tersebut.

Begitu melihat siapa yang mengunjunginya, wanita itu agak sedikit di buat terkejut. Awalnya ia pikir yang mengunjunginya mungkin Desy dan berniat membawakan sesuatu padanya tetapi rupanya ia salah.

Nampak dengan jelas seorang pria bertubuh tegap tengah bersendar di belakang kursi, pria itu tersenyum tipis sambil memperbaiki gaya duduknya. Lalu sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. Di samping kanannya ada seorang pria yang berdiri sambil membawa satu map berwarna cokelat , sementara di sebelah kirinya ada seorang pria yang tersenyum ramah padanya.

Maura menatap tajam pria yang sedang duduk santai itu, sungguh ia tidak menyangka sudah menghabiskan waktu sampai satu minggu di dalam sel tahanan. Padahal kesalahan yang ia buat hanya sepele saja.

"Tidak perlu menatap saya seperti ini, Nona.. Silahkan duduk,"kata pria yang sedang duduk itu dengan santai.

"Ngapain Lo ke sini? Belum puas ngeliat gue sengsara? Hikss..hiks.."

Tiba-tiba saja Maura menangis, ia merasa benci, kesal dan marah pada pria itu. Bagaimana mungkin hanya karena masalah sepele tapi ia di tahan dalam kurun waktu seminggu? Bukankah itu berlebihan?

Di tambah makanan di penjara sama sekali tidak enak! Mungkin ia akan dengan senang hati tinggal di penjara jika makanan yang di sediakan bermacam-macam lauknya, seperti ayam, ikan, daging, sapi dan lain-lainnya.

Joe yang melihat gadis di hadapannya itu menangis, seketika terkesiap. Merasa bersalah karena sudah membiarkan gadis itu di kurung selama satu minggu, apa lagi gadis itu yang terlihat mulai kurus membuat Joe semakin merasa bersalah.

"Maaf.."ucap Joe lirih.."silahkan duduk, Nona."

Maura lalu duduk, tatapan tidak suka terus ia layangkan pada Joe tetapi pria tersebut biasa saja melihatnya.

"Apa kau yakin Frans dia gadis yang bisa ku bawa? Aku merasa gak yakin," tanya Joe sedikit meragukan Maura. Pria itu mulai melayangkan tatapan ke arah Maura, di tatapnya gadis itu sedemikian rupa.

Jika di lihat Maura tidak terlalu buruk juga, ia memiliki wajah yang cantik dan yang pastinya imut. Sehingga membuat orang tidak bosan menatapnya, selain itu ia memiliki bola mata berwarna hazel sehingga menambah kesan menggemaskan. Terlihat dari wajahnya seperti nya ia wanita pekerja keras.

"Saya pikir begitu, Pak.. Jika dari sudut pandang saya, dia cantik jadi cocok jika bersanding dengan Bapak nantinya,"jawab Frans sopan.

"Penampilannya sih biasa aja!! Gak perlu terlalu cantik, ya bisa di bilang standar lah ya." Joe auto mengoreksi ucapan asistennya barusan. Rasanya tidak suka mendengar asistennya memuji gadis yang ia benci tersebut.

"Tapi, saya yakin aktingnya bagus, saya jamin jika bapak membawanya.. Semua yang ada di pesta nanti akan percaya."

"Ini maksud nya apa, ya? Pakai acara muji saya segala lagi.. Maaf, saya lagi gak punya duit recehan."

Maura benar-benar heran karena terus-menerus mendengar pujian yang keluar dari mulut pria yang tidak ia sukai. Iya sih!! ia juga tau kalau dirinya ini cantiknya ngga ketulungan, tapi tolong jangan terlalu di puji, nanti bisa mimisan.

Karena merasa penasaran, gadis itu akhirnya memberanikan diri bertanya. Meski ada sedikit candaan di akhir kalimatnya.

Joe menghembuskan napas lelah, "Dia terlalu bar-bar, Frans.."

Sebenarnya Joe paling tidak suka wanita yang terlalu bar-bar, karena biasanya gadis seperti itu tidak memiliki sopan santun. Ia tidak suka pada gadis yang asal ceplas ceplos, apa lagi membalas ucapan orang lain dengan cara yang tidak sopan.

Ia lebih suka pada wanita yang lemah lembut, berperilaku baik dan penurut. Dan karakter itu semua ada dalam diri Luna, jadi itulah yang membuatnya suka pada Luna.

Frans sedikit meringis, ia tahu betul seperti apa kriteria sahabatnya itu. Tapi, jika di lihat-lihat. Maura sepertinya gadis yang tau sopan santun.

"Tapi, saya rasa dialah yang paling tepat..pak!! Mungkin hanya sedikit bar-bar, tapi aslinya dia tau sopan santun."

"Dih, sok tau amat," celetuk Maura yang sedari tadi hanya menjadi pendengar yang baik.

Frans menatap horor Maura, tidak bisakah wanita ini di ajak bekerja sama untuk kali ini saja? Alih-alih mengiyakan, gadis ini justru asal jeplak begitu saja.

Joe menatap asistennya itu dengan tatapan menuntut penjelasan.

"Bersikaplah sopanlah, Nona..jika Anda ingin keluar dari penjara."tegas Frans yang sudah kehabisan kata-kata, hingga akhirnya memilih menegur Maura.

Maura yang mendengar kata keluar dari penjara langsung menegakkan tubuhnya, lalu menatap serius pada ketiga pria di depannya.

Tanpa sadar Joe terkekeh melihat tingkah laku gadis di depannya yang sangat menggemaskan. Mendengar umur Maura yang sudah menginjak 24 tahun, ia sedikit tidak percaya. Karena kelakuan Maura mirip anak remaja saja, lagian wajahnya juga mendukung sangat menggemaskan.

Semua pasang mata sontak menatap ke arah Joe, sadar jika dirinya sedang di tatap. Pria itu langsung berhenti tertawa, lalu berdehem untuk mengalihkan rasa malunya. Apa lagi saat melihat tatapan Maura yang menatap dirinya tidak suka.

Kali ini Joe menatap gadis di depannya dengan serius, kedua tangannya di letakkan di atas meja.

"kenapa Anda menatap saya seperti itu?" tanya Joe, ia agak sedikit risih dengan tatapan gadis dihadapannya yang seolah dapat membunuh detik itu juga.

"Gue ada dendam sama lo!! Gara-gara lo gue jadi semedi disini selama seminggu.. Iya kalau dapet ilmu persantetan, ini malah gue kelaparan di sini!!" kesal Maura dengan menatap nyalang pada Joe.

Joe mengangkat sudut bibirnya, pria itu tersenyum tipis, "maaf untuk masalah ini." Joe menjeda ucapannya.. "ehemmm.. Tujuan saya ke sini karena ingin bertanya, apakah Kamu mau keluar dari penjara ini?"

"Ya, maulah!!"jawab Maura dengan cepat.

"Jadi, kalau kamu mau keluar dari sini, kamu harus mau jadi calon istri saya."

Maura tidak langsung menjawab, malah dirinya terdiam, ia mencerna ucapan Joe yang baru saja di dengarnya.

"Eh?"

Tak berapa lama kemudian Maura mendelikkan matanya, setelah sadar penuh dengan perkataan pria itu.

"A-apaa? Tadi kamu ngomong apa?"Maura mengerjapkan matanya yang terlihat sangat lucu.

1
Retno Palupi
paling Luna dah punya pacar lagi
Ig:@Na4vR27: kita tggu cerita berikutnya ya kaa🤗
total 1 replies
Retno Palupi
sayang kuenya 🤭
Ig:@Na4vR27: hahaha iya lagi🙏😍
kaka tx udh mampir😍 smoga suka ia kaa🤗😍
total 1 replies
mama Al
hai aku mampir
Ig:@Na4vR27: tx kaka😍 semoga syukaa😍🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!