NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 Ketika Tuan CEO Mulai "Reog"

...

Pagi itu, penthouse Arkeas tidak berbau musk atau sandalwood seperti biasanya. Baunya justru dominan aroma stroberi campur melon—bau skincare murah meriah yang baru saja dibeli Zolla di marketplace saat promo tanggal kembar.

Arkeas keluar dari kamarnya dengan jubah mandi sutra hitam, wajahnya masih setengah mengantuk. Langkahnya terhenti di ruang tengah. Ia melihat Zolla sedang duduk di karpet, wajahnya tertutup masker lembaran (sheet mask) bergambar macan, sambil menimang Alisya.

"Zollana... kamu sedang ikut ritual sekte mana?" tanya Arkeas datar, matanya menyipit ngeri melihat penampakan "macan" di ruang tamunya.

Zolla mendongak, bicaranya kaku karena masker itu nempel kencang. "Ini namanya self-care, Tuan. Biar wajah saya nggak kusam-kusam amat kena omelan Tuan tiap hari. Katanya Tuan mau asisten yang estetik?"

Arkeas mendekat, berdiri menjulang di depan Zolla. Ia menunduk, memperhatikan masker itu. "Estetik dari mana? Kamu malah mirip macan lepas dari sirkus. Dan baunya... astaga, ini parfum jenis apa? Manisnya bikin saya diabetes."

"Ini aroma fruity, Tuan! Segar tau!" Zolla mencoba tertawa, tapi maskernya malah mau lepas. Ia refleks memegang wajahnya.

Arkeas menghela napas, lalu tanpa diduga, ia berjongkok di depan Zolla. Tangannya yang besar dan bersih meraih dagu Zolla, memposisikan wajah gadis itu agar masker yang miring itu kembali ke tempatnya.

"Diam. Jangan gerak. Masker kamu ini kualitasnya buruk, gampang copot," ucap Arkeas pelan. Jarinya mengusap pinggiran masker di pipi Zolla dengan sangat lembut.

Zolla terpaku. Jarak mereka sangat dekat sampai dia bisa melihat pori-pori wajah Arkeas yang hampir tidak ada. Wangi napas Arkeas yang segar aroma mint masuk ke sela-sela maskernya.

"T-tuan... tangannya dingin," cicit Zolla.

"Itu karena saya baru cuci muka pakai air es. Biar otak saya nggak glitch gara-gara kamu," sahut Arkeas ketus, tapi matanya justru terkunci pada mata bulat Zolla.

Suasana mendadak jadi sangat heavy. Arkeas tidak melepaskan dagu Zolla. Jarinya justru bergerak turun ke leher Zolla yang putih, mengusap sisa cairan masker yang tumpah ke sana.

Deg-deg-deg. Jantung Zolla serasa lagi ikut konser heavy metal.

"Tuan... ini kalau ada yang lihat, dikira Tuan lagi mau jinakin macan," canda Zolla untuk memecah ketegangan yang makin "panas".

Arkeas tersadar, ia langsung melepas tangan dan berdiri dengan kaku. "Memang. Kamu itu macan ceroboh yang perlu dikandangin. Sana bersihkan wajah kamu, kita ada tamu penting satu jam lagi."

...

Tamu penting itu ternyata bukan rekan bisnis pria, melainkan seorang wanita cantik bernama Celine. Dia adalah brand ambassador parfum terbaru Arkeas, sekaligus model internasional yang gosipnya pernah punya hubungan spesial sama Arkeas sebelum dia menikah dulu.

Celine datang dengan gaun ketat dan wangi parfum yang sangat menyengat—tipe-tipe wangi yang bikin pusing kalau dicium kelamaan.

"Keas! Long time no see!" Celine langsung cipika-cipiki dengan Arkeas.

Arkeas hanya tersenyum tipis—senyum formal yang sangat "CEO banget". "Silakan duduk, Celine. Zolla, siapkan teh earl grey untuk tamu saya."

Zolla yang sudah melepas maskernya (dan sekarang wajahnya glowing parah walau cuma pakai skincare murah) segera ke dapur. Dia mengamati interaksi mereka dari balik meja island.

"Anak kamu lucu ya, Keas. Sayang, ibunya nggak ada di sini," celetuk Celine sambil melirik Alisya yang ada di boks bayi. "Mungkin kamu butuh 'pendamping' baru yang lebih selevel untuk urusan branding kamu ke publik."

Zolla mendengus pelan. "Selevel matamu," gumamnya sambil menuangkan air panas.

Saat Zolla mengantarkan teh, Celine menatapnya dengan tatapan merendahkan. "Oh, ini pengasuh barunya? Kecil ya? Masih sekolah?"

Zolla tersenyum manis, senyum yang biasanya dia pakai kalau lagi mau minta bonus gaji. "Saya asisten pribadi Tuan Arkeas, Kak. Nama saya Zolla. Tuan Arkeas sukanya yang kecil-kecil begini, katanya biar gampang diselipin di kantong jas kalau lagi kangen."

Arkeas yang lagi minum teh langsung tersedak hebat. Ia terbatuk-batuk sambil menatap Zolla dengan tatapan 'Apa-apaan kamu?!'.

Celine mukanya langsung berubah kecut. "Bercanda kamu nggak lucu ya."

"Maaf, Kak. Efek kebanyakan makan micin," jawab Zolla santai, lalu dia berdiri di samping Arkeas, meletakkan tangannya di bahu kursi Arkeas—tindakan yang sangat berani dan melanggar aturan "jarak dua meter".

Arkeas bukannya menyingkirkan tangan Zolla, dia justru membiarkannya. Malah, Arkeas sengaja bersandar ke arah tangan Zolla. "Zolla memang suka bercanda, Celine. Tapi dia jujur. Saya memang lebih nyaman dengan yang... natural seperti dia."

Tensi di ruangan itu mendadak jadi medan perang dingin. Celine merasa kalah telak dari seorang gadis mungil yang bahkan nggak pakai makeup mahal.

...

Setelah Celine pulang dengan wajah cemberut, Arkeas langsung menarik tangan Zolla menuju ruang kerjanya.

"Zollana Rismalla Panto! Apa maksudnya tadi? 'Diselipin di kantong jas'?" Arkeas memojokkan Zolla ke meja kerjanya.

Zolla nyengir tanpa rasa berdosa. "Habisnya dia sombong banget, Tuan. Lagian Tuan juga tadi dukung saya, kan? Berarti Tuan emang beneran suka yang mungil kayak saya?"

Arkeas menatap Zolla dengan intensitas yang berbeda. Ia menaruh kedua tangannya di meja, mengurung Zolla di antaranya. "Kamu tahu nggak, gara-gara ucapan kamu tadi, reputasi saya sebagai duda dingin hancur?"

"Ya syukurlah kalau hancur. Biar nggak ada lagi cewek model kayak gitu yang mau deketin Tuan," balas Zolla berani.

Arkeas menunduk, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Zolla. "Kamu cemburu?"

Zolla terdiam. Napasnya memburu. "Kalau iya, kenapa?"

Arkeas tersenyum miring—kali ini senyumnya sangat dark dan penuh pesona. "Kalau kamu cemburu, berarti kamu sudah siap menanggung risikonya."

"Risiko apa?"

"Risiko kalau saya nggak akan biarkan kamu keluar dari rumah ini, bahkan setelah hutang kamu lunas," Arkeas membisikkan kata-kata itu tepat di bibir Zolla.

Tangannya bergerak perlahan ke pinggang Zolla, menarik tubuh mungil itu agar menempel padanya. Zolla bisa merasakan detak jantung Arkeas yang sama kencangnya dengan jantungnya.

"Tuan... ini namanya harassment di tempat kerja bukan sih?" canda Zolla dengan suara bergetar.

"Ini namanya... adaptasi tingkat lanjut," jawab Arkeas, lalu ia mencium sudut bibir Zolla dengan sangat perlahan, membuat Zolla merasa seluruh dunianya baru saja meledak jadi kembang api.

Arkeas melepaskannya sebelum Zolla pingsan karena baper. "Sana urus Alisya. Dan jangan berani-berani pakai masker macan lagi kalau ada tamu. Cukup saya saja yang kamu 'terkam' pakai omongan kamu itu."

Zolla lari keluar ruangan dengan wajah yang rasanya mau meledak.

...

(Bersambung ke Episode 11...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!