Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Pintu terbuka, dan Arhan dengan sigap menggendong tubuh sang Putri Konglomerat yang terlihat sangat lemah, wajahnya pucat pasi dan hampir tidak sadarkan diri.
Namun, pemandangan itu ditafsirkan salah oleh mata Gina yang baru saja turun dari kendaraannya. Tanpa meneliti situasi lebih jauh, ia langsung berasumsi terjadinya tindak kriminal.
"HEY! KETAHUAN KAMU YA MAU MELECEHKAN SESEORANG!" teriak Gina dengan suara lantang dan penuh emosi, berniat ingin menjadi pahlawan saat itu juga.
Arhan hanya melirik sekilas ke arah wanita yang berteriak itu, namun ia tidak peduli dan tidak punya waktu untuk berdebat. Nyawa seseorang sedang di ujung tanduk, penjelasan bisa dilakukan nanti.
Masalahnya, Arhan tidak bisa membawa mobil. Ia hanya datang menggunakan motor sport kesayangannya. Mau tak mau, ia harus membawa wanita tak sadarkan diri itu dengan motornya secepat mungkin menuju rumah sakit.
Melihat Arhan tetap membopong wanita itu dan berjalan menjauh, Gina semakin yakin dengan prasangkanya.
"PENCULIKAN! PENCULIKAN! ORANG INI MAU MENCULiK PEREMPUAN ITU!" teriak Gina semakin keras, sengaja membuat keributan agar menarik perhatian orang banyak.
Teriakan histeris itu langsung memancing respon warga sekitar yang sedang duduk di warung atau berlalu lalang.
"LOH? DI MANA? ADA APA?!"
"SIAPA YANG DICULIK?!"
Beberapa pria warga langsung berkumpul dengan wajah panik dan penasaran.
"DI SANA! LIAT TUH!" tunjuk Gina tepat ke arah Arhan. "Pria itu membawa perempuan yang sudah tidak sadarkan diri! Dia sedang melakukan kejahatan!"
Mata para warga langsung tertuju pada Arhan yang sedang memposisikan tubuh wanita itu di jok belakang motornya.
Pikiran mereka langsung negatif. Mereka mengira Arhan adalah penjahat yang hendak kabur.
Arhan tetap tenang . Ia sama sekali tidak mempedulikan teriakan dan tuduhan miring itu. Fokusnya hanya satu: menyelamatkan nyawa.
Dengan cepat, jari telunjuknya menekan sebuah tombol khusus di stang motornya.
Ting!
Dari sisi kiri dan kanan bodi motor, secara otomatis keluar pelindung berbentuk logam kuat yang melengkung ke atas, berfungsi sebagai penyangga dan pengaman ekstra. Alat canggih itu langsung menahan tubuh wanita itu agar tidak oleng, tergelincir, atau jatuh meski ia dalam keadaan pingsan total.
"Nona, bertahanlah. Saya akan bawa Anda ke rumah sakit terdekat sekarang juga," bisik Arhan pelan, memastikan wanita itu mendengarnya meski dalam alam bawah sadar.
Tanpa menunggu sedetik pun, Arhan memutar gas motornya kencang-kencang.
Bruummm!
"HEY TUNGGU! JANGAN KABUR KAMU!" teriak salah satu warga.
"KEJAR! JANGAN BIARKAN DIA LARI! NANTI CEWEK ITU KENAPA-KENAPA!" teriak yang lain semakin panik.
Tiga orang warga yang kebetulan juga membawa motor langsung meloncat ke kendaraan mereka masing-masing dan langsung mengejar Arhan.
Terjadilah aksi kejar-kejaran yang menegangkan di tengah jalan raya kota.
Arhan melaju dengan kecepatan tinggi, membelah kendaraan lain dengan skill mengemudi yang luar biasa, matanya terus mencari rute tercepat menuju rumah sakit terdekat.
Sementara di belakangnya, asap putih mengepul dari knalpot motor para warga yang terus membuntuti dengan jarak yang tak terlalu jauh.
Di mata mereka, mereka sedang mengejar penjahat berbahaya. Padahal, yang mereka kejar adalah satu-satunya harapan bagi nyawa sang putri untuk selamat.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...