Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Roy
"Kamu tahu suamimu itu anak dari pelakor." Mia hanya tersenyum.
"Kalau boleh tahu mama dan kakak ini siapa??"
"Ini saya punya mama, dia istri sah dari Nico Sam. Dan saya anak sah juga."
Ketika menyebut nama Nico Sam, Mia langsung mengerti dan paham siapa wanita yang berumur dan dewasa yang datang ke kantornya. Tak lama Roy datang dengan motornya. Mia tidak tahu siapa yang menghubunginya namun pasti di antara teman - teman di yayasan ini.
"Mohon maaf istri saya tidak tahu masalah keluarga kita. Jadi jangan tante dan adek datang kesini."
"Kami tahu, papa membeli mobil buat kamu, dan kamu tidak punya hak menerima mobil itu. Kami kesini mau mengambil mobil itu."
"Asal kakak dan tante tahu, saya tidak perna minta mau di beliin mobil dari bapa, beliau sendiri yang memberi pada saat kami tiba."
"Sekali lagi kamu itu anak haram, kamu tidak punya hak menerima pemberian bapa."
"Saya dan istri saya tidak butuh mobil itu. Kalau kalian mau ambil silahkan. Tetapi satu hal saya mau bilang, meskipun saya lahir karena kesalahan orangtua saya, tetapi didalam tubuh saya ada darah seorang Nico Sam."
Roy langsung memberikan kunci mobil itu setelah dia memeriksa jangan sampai ada barang- barang istrinya. Mia memeluk suaminya. Air matanya sempat jatuh, melihat suaminya diperlakukan seperti itu oleh adek tiri dan istri papanya. Mia melap air mata itu dengan tangannya dan mencium bibir suaminya.
"Aku ngak butuh barang itu sayang. Yang aku butuh kamu ada disampingku."
"Maafkan aku, membuat kamu ada dalam situasi ini."
"Kita hadapi bersama kak."
Roy semakin memeluk istrinya sangat erat. Mobil itu sudah dibawa oleh kakak dan istri papanya. Tak lama papanya tahu, bahwa istri dan anak perempuannya mengambil mobil yang sudah dia berikan kepada Roy anaknya. Dia langsung menghubungi Roy.
"Roy tidak butuh mobil itu. Roy malu sama istri Roy."
"Maafkan papa Roy."
Akhirnya Roy dan Mia pulang dengan menggunakan motornya yang dia beli dengan gajinya sendiri. Sebenarnya Roy lebih percaya istrinya menggunakan mobil karena menurutnya aman.
"Sayang, kaka kredit beli mobil satu buat kamu ya??"
"Ngak usah kaka."
"Tetapi kaka, merasa aman jika kamu menggunakan mobil kemana - mana sayang."
"Mia punya tabungan, Mia mau juga ada peran dalam kehidupan rumah tangga. Mia bisa membeli mobil buat kita pakai sayang."
"Tetapi apa kata orang sayang??"
"Orang tidak tahu kak, hanya aku dan suamiku yang tahu."
"Kaka pasti ganti uang kamu."
"Sayang, ini buat kebutuhan kita berdua. Kita sudah menikah jadi satu. Uang kaka, uang Mia, begitu sebaliknya."
Sore hari Mia dan Roy ke diler mobil, kebetulan ada mobil estrada setingkat lebih tinggi dari seri yang di beli mertuanya dengan warna putih. Maka langsung dibayar kas oleh mereka dan mobil itu langsung dibawa pulang oleh Mia dan di beli atas nama Maria Theresia Johan istrinya Roy.
Malam hari, Roy dan Mia pergi belanja kebutuhan rumah tangga. Mereka bersyukur karena setiap dua hari sekali mama Sisca selalu mengirim buah segar buat mereka berdua. Mama mau anak dan menantunya hidup sehat. Dan tadi penerbangan terakhir ke Mulia, Roy mendapat informasi dari teman pilotnya ada kiriman buat dia. Sebelum ke swalayan mereka ke bandara mampir mengambil titipan pada teman pilot.
Roy sedang mengatur buah dan belanjaan pada tempatnya di kulkas, sedangkan Mia sedang masak makan malam mereka. Tiba - tiba terdengar bunyi mobil berhenti di depan rumah mereka. Bunyi bel rumah, Roy langsung mengintip dari jendela. Namun dia tidak mau membukakan pintu.
"Sayang, siapa yang datang."
Suaminya terdiam. Kembali terdengar bunyi ketukan dan bunyi suara memanggil nama Roy, Mia kenal itu suara bapak Nico, papanya Roy. Mia yang sudah selesai masak. Datang memberi pelukan dan ciuman di bibir suaminya. Kemudian mengusap dada suaminya.
"Pasti ada alasan papa kesini. Ngak boleh marah sayang."
Akhirnya pintu itu dibuka oleh Mia, dan mempersilahkan papa mertuanya masuk. Muka Roy sudah tidak mau menerima kehadiran sosok ini. Namun kembali istrinya mengusap dada suaminya. Karena baru selesai masak, Mia menawarkan makan kepada mertuanya.
"Papa sudah makan?? Kalau belum makan bersama kami."
"Papa ngak lama sayang."
"Kakak....."
"Kalau di ijinkan papa mau menikmati masakan menantu papa."
"Silahkan papa, Mia masak banyak buat makan malam."
Mia mengatur piring buat papa dan suaminya juga dirinya sendiri. Kemudian dia mengisi nasi dan lauk buat papa dan suaminya. Terlihat papanya menangis. Roy memberikan tisu buat papanya setelah Mia memberi kode. Kemudian dia mengambil buah yang sudah disiapkan suaminya tadi dan piring kecil buat isi buah. Dia duduk makan bersama dua laki - laki beda generasi ini.
"Masakan anak mantu papa enak."
"Itu yang membuat Roy jatuh cinta padanya papa."
Akhirnya suasana semakin tenang terlihat hati Roy sudah mulai bisa dia kontrol dengan baik. Selesai makan mereka menikmati buah yang sudah di potong Roy dan dia taruh pada pring kecil.
"Papa, mau minum kopi atau teh??"
"Papa kenyang sekali nak. Terima kasih. Nanti kapan - kapan papa kesini jika ada Roy di rumah."
"Roy sudah janji sama Mia papa, kalau malam dia akan di rumah bersama saya." Papanya tersenyum dan Roy langsung memeluk istrinya.
"Sayang mau minum kopi??"
"Pagi saja sayang."
"Papa datang memberi uang mobil yang di ambil oleh kakak dan mama Susi."
"Ngak usaha pa, Roy tidak mau kasus seperti tadi terjadi lagi. Roy tidak papa, kalau mereka mau marah. Marah ke Roy jangan Mia papa. Roy tahu, mamanya Roy salah. Tetapi itu sudah lama kan?? Mama Sisca juga sudah tidak kontak dengan papa."
"Makanya papa datang mau minta maaf. Itu salah papa bukan kamu Roy. Papa mohon terimalah uang ini, hadiah buat kamu dan istrimu."
Akhirnya mobil yang di ambil kakaknya Roy, dikembalikan papanya dalam bentuk uang, besoknya akan papa masukan ke rekeningnya Roy yang ATM nya di pegang oleh istri tercintanya. Setelah papa pulang, Roy menutup pintu pagar dan merapikan ruang tamu sebelum di kunci, sementara Mia membersihkan piring - piring kotor yang dipakai makan tadi. Mia senang, karena masakannya habis dan disukai suami dan mertuanya. Selesai membersihkan dapur. Roy ke dapur mengendong istrinya dan mematikan lampu - lampu yang tidak perlu di nyalakan dan langsung membawa Mia ke kamar.
"Kaka mau sayang."
"Aku milikmu sayang."
Roy langsung mencium istrinya memberi stimulan pada tubuh istrinya sehingga muncul getaran - getaran menggairahkan. Dalam waktu sekejap tubuh istrinya sudah tidak berkain. penyatuan terjadi, terdengar suara rintihan kecil waktu rudal suaminya memasuki sasaran keintiman yang sudah basah. Ronde pertama berhasil dilewati oleh Roy dan Mia.
"I love you sayang. Kamu dewasa sekali, kaka beruntung punya kamu sayang."
Roy mencium kening istrinya dan bibirnya. Dia mengakui istrinya adalah pengingat buatnya, meskipun dia di katai oleh mama susi dan saudaranya namun dia tetap tenang. Dan yang istimewanya dia tidak mau suaminya membalas kejahatan dengan kejahatan.
"Terima kasih sayangku kamu cantik sekali."
"I love you suamiku. Tadi kamu hebat bisa menaham emosi mu."
"Aku tidak akan maafkan orang yang menyakiti kamu sayang."
Roy mengendong istrinya ke kamar mandi. Setelah mandi, Roy mengkompres organ intim istrinya agar tidak bengkak. Namun Roy yakin istrinya sudah mulai terbiasa dengan rudalnya. Kemudian digendong kembali ke tempat tidur mereka tidur sampai pagi.