Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Itu membuat Syara berpikir sejenak. Setelah itu Suara pun mengangkat panggilan telpon dari dosennya. Ada rasa tak nyaman di hati Syara. Namun Syara tak mungkin bisa menghindari panggilan dari dosen pembimbingnya itu.
" Ya pak saya sendiri " jawab Syara gugup.
" Bisa kira bertemu nanti malam?" kata Pak Angga dari sebrang sana terdengar sangat jelas. Membuat Mini mendekat dan menguping di dekat telinga Syara
" Ya boleh dimana pak?" tanya Syara
" Terserah Syara mau bertemu di mana " jawab Ken sambil menyesap minumannya. Yang duduk santai di sofa samping bersama Mark. Karena Ken masih berada di rumah Syara.
" Baik pak, nanti saya kirim alamatnya. Tapi apa saya boleh memindahkan jam bimbingan belajar saya pak ?" kata Syara
" Ya boleh, ok sampai bertemu." kata Ken menyudahi pembicaraannya. " Astaga anak ini dia tak punya rasa bersalah sama sekali. Setelah meninggalkan ku," kata Ken mengomel. Sehingga membuat Mark terkekeh pelan.
" Gadis muda memang begitu pak, kadang bisa membuat kita sedikit pusing," kata Mark tersenyum. Sembari ikut menyesap minumannya.
" Masalahnya bukan karna kenakalannya Mark. Syara sedang pusing dengan tugas tugasnya. Itu yang membuatnya bingung," kata Ken yang Sudah mendengar sendiri karakter Syara dari mami mertuanya. Karna sedari dulu Syara memang belum pernah berpacaran. Bukan karna tidak laku. Tapi karna jadwal kuliahnya sangat padat. Begitu juga dengan Ken yang juga sibuk dengan urusan bisnisnya.
" Apa tuan akan menemuinya malam ini?" tanya Mark
" Ya aku ingin memberitahukannya, jika aku ini adalah suaminya. Aku tidak seperti apa yang dia pikirkan selama. Ini. Dan aku akan berusaha untuk bisa mengerti dirinya," kata Ken. Karna tahu Syara memang gadis aktif. Dari dulu semasa Syara masih kecil. Bahkan Syara terlihat sangat ceria dan aktif ketika mereka bermain bersama. Itu yang menyebabkan Ken menyukai Syara apa adanya. Karna gadis itu jujur dan sangat polos.Apalagi Syara jarang mau bercerita pada orang lain. Kecuali dengan orang terdekatnya.
" Ya tuan muda benar, mungkin ini sebuah tekanan untuknya. Sebab itu nona belum bisa menerima kenyataan. Memang seharusnya nona Farah lah yang menikah lebih dulu, tapi kenapa Tuan muda memilih nona Syara?" tanya Mark heran
" Hmm.....aku menyukainya Mark, aku memang dekat dengan Farah tapi aku lebih merasa nyaman dengan Syara. Walau selama. Ini kita tidak dekat. Tapi aku merasa dekat dengannya Mark. Kami selalu terhubung. Begitu juga saat ini, hanya saja dia tidak pernah menyadari siapa diriku," kata Ken
" Begitu ya, ya mungkin tuan muda benar. Bahkan tuan muda sekarang sudah menjadi dosennya. Padahal tuan muda tidak tahu kan sebelumnya. Jika akan bertemu nona Syara ," kata Mark
" Itulah yang dinamakan takdir Mark, kita tidak mengenal satu sama lain. Padahal jarak diriku dan Syara hanya sejengkal. Itu karena dia hanya fokus dengan kesibukannya. Hingga tidak sadar, orang terdekatnya begitu dekat. Begitu juga dengan diriku awalnya yang tidak menyangka gadis aneh itu ternyata pilihan hatiku sendiri," Kata Ken sembari menghela. nafas kasar.
" Hahaha ......tapi ini cerita yang menarik tuan, saya yakin nona muda pasti akan kaget. Jika tahu dosen nya sendiri adalah suaminya. Bahkan ini bisa di buat novel. Dosenku suamiku," tawa Mark. Yang sangat tahu Ken biasanya sangat dingin dan cuek terhadap wanita. Tapi berbeda dengan Syara. Yang bisa menarik perhatian Ken. Gadis itu membuat tuan mudanya itu penasaran. Bahkan Ken berusaha menyelidik gadis itu kapan saja. Saat Ken tidak mendengar kabar dari Syara
Ken pun hanya tersenyum mendengar perkataan Mark, lalu mereka pun ngobrol masalah yang lain. Sambil menikmati hari libur di hari pernikahannya. Walau tanpa mempelai wanita dan resepsi. Ken tetap bisa tertawa bahagia. Karna suasana hatinya sedang berbunga bunga.
***************
Malamnya Syara sudah berpakaian rapi untuk pergi ke cafe tempat Mini bekerja. Karna Syara ingin bertemu dosen nya itu di sana. Agar mudah bisa pulang bersama Mini.
" Apa sudah rapi" kata Syara membolak balikkan badannya. Takut penampilannya awut awutan.
" Astaga ...kenapa aku jadi genit sama tuh dosen," kata Syara bingung sendiri. Karna biasanya dia tak pernah memperhatikan penampilan selama ini.
" Ah bodoh amat, yang penting pak Angga bisa membantuku mempercepat bimbingan Agar saat aku praktek di rumah sakit. Supaya urusan manajemen bisnis ku sudah selesai," kata Syara berharap semua permasalahannya cepat terselesaikan
Setelah merasa rapi Syara pun mengambil tas salempang nya. Lalu cepat keluar dan pergi meninggalkan kamar kostnya.
Ken yang sudah menunggu dan me reservasi tempat di cafe itu. Duduk sembari memesan minuman.Sesekali mata Ken melirik Mini yang sedangkan bekerja di meja lain.
" Min ...." panggil Ken saat Mini mengantar minuman ke meja sebelah
" Ya pak, apa bapak butuh yang lain?" tanya Mini sembari melangkah ke meja yang ditempati Ken.
" Apa makanan kesukaan Syara disini. Buatkan sebelum dia datang," kata Ken
" Baik pak, apa ada tambahan lain lagi pak?' tanya Mini
" Tidak, buat kan saya makanan pesanan untuk Syara," jawab Ken
" Baik pak, tunggu ya pak. Syara pasti akan datang sebentar lagi," kata Mini sembari mengernyit dahi dan meninggalkan meja Ken dengan seribu pertanyaan di benaknya
" Kenapa pak Angga begitu perhatian sama Syara ya ?? Apalagi beliau meminta makanan yang disukai Syara," pikir Mini sembari melangkah meninggalkan meja Ken.
Di luar cafe Syara baru saja keluar dari mobilnya. Syara pun langsung melangkah masuk ke dalam cafe. Sambil mencari nomor. meja yang sudah di pesan dosennya.
" Rupanya pak Angga sudah datang duluan, waduh .....pasti tadi beliau sudah lama menunggu ku disana.," kata Syara berjalan cepat menuju meja yang berada di sudut ruangan Karna meja itu berada di kelas VVIP.
" Malam pak, maaf saya datang terlambat," kata Syara meminta maaf, ketika sudah berdiri di depan Ken.
" Tidak masalah, duduklah!!!" kata Ken ketika tiba tiba saja Syara sudah berdiri di depannya.
Syara pun menarik kursi dan duduk di depan Ken. Sehingga tanpa sengaja kedua mata mereka berdua beradu pandang.
" Maaf pak, apa ada yang aneh di wajah saya," kata Syara keheranan. Ketika Ken menatapnya.
" Tidak kau terlihat cantik," kata Ken.
" Bluss.......". Wajah Syara pun langsung merona merah saat pujian dari dosennya itu terlontar kepadanya. Lalu Syara pun menunduk kan kepalanya tersipu malu.
" Kenapa , apa ada yang salah," kata Ken
" Ah tidak pak, tadi saya hanya tersanjung. Oh ya apa jam bimbingan saya bisa berubah di malam hari. Seperti saat saat seperti ini," kata Syara. Mencoba mencairkan suasana setelah merasa canggung.
" Terserah, kau atur saja kapan Syara bisa. Bahkan tengah malam pun tidak masalah," kata Ken tersenyum.
" Hah....tengah malam. Apa ada jaman sekarang, bimbingan belajar sampai tengah malam pak?" tanya Syara kaget, dengan wajah polosnya .
Membuat Ken hampir saja tertawa. Namun ia tahan. Karna tak ingin di anggap membuat lelucon.
" Jelas ada kalo untuk mu gadis tengil," kata Ken. Tapi hanya di dalam hati. Karna tak mungkin ia menakuti Syara. Yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Lalu Ken pun tersenyum tipis
" Ada ...itu jalur khusus dan singkat," kata Ken
" Hah apa iya pak, berarti jika bimbingan nya. sampai tengah malam. Proposal Syara cepat kelar kan pak" kata Syara.
" Ya ...begitu lah," kata Ken terkekeh. Menanggapi wajah imut Syara yang terlihat imut dan polos. Karna Syara berpikir ada bimbingan belajar sampai larut malam.
" Astaga gadis ini," batin Ken.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?