Ray... Seorang pria dengan masa lalu percintaan yang kelam karena harus ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya, karena demi melindunginya, Bella kekasihnya rela mengorbankan nyawa sendiri untuk melindunginya, dan kini hadir Anna, wanita cantik yatim-piatu yang dijodohkan dengan nya oleh orang tuanya... bagaimana perjalanan kisah cinta mereka, dan bagaimana Anna menarik Ray dari kegelapan hati Ray yang sudah menguasai seluruh dunianya...?
Yuk ikuti kisahnya...😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10
10
Ray kembali memasuki mobilnya dan meminta Anna yang tidak turun dari mobil untuk segera membawa mobilnya pergi dari sana.
"Ke kantor" perintah Ray yang langsung dijalankan oleh Anna.
Anna membawa mobilnya dengan kecepatan sedang, dulu dia sering membawa mobil box milik tetangganya karena dia ingin segera bisa menyetir mobil, dan akhirnya dia juga bisa mendapatkan SIM dan bisa bekerja pada Ray seperti sekarang ini, itu juga karena gajinya yang terbilang luar biasa.
Awalnya, tidak sengaja dia mendengar jika putra sulung dari Danu Adiputra Darma selalu mencari supir, dan entah sudah yang ke berapa, akhirnya Anna penasaran dan ikut mendaftar dirinya dan akhirnya dia bertahan sampai saat ini.
Anna membawa mobilnya kearah kantor, setelah sampai disana Ray segera turun dan diikuti oleh Anna, wajah raya sekarang semakin mengerikan di bandingkan dengan yang biasanya.
Semua orang yang di lalui nya sama sekali tidak berani menatap padanya, yang terlihat begitu dingin dan berbahaya
Mereka berdua memasuki lift khusus direktur, dan disana juga sudah Amanda yang memang sudah menunggu lebih awal dari mereka berdua, Amanda adalah sekretaris Ray, dan sekarang dirinya tengah hamil tujuh bulan.
Lift sudah mulai bergerak naik, namun tiba-tiba, Amanda memegangi perutnya dan merintih kesakitan.
"Aduuh... Sakit, tolong, perut saya sakit, sepertinya saya mau melahirkan...." Rintihnya
Ray dan Anna merasa panik melihat Amanda yang sudah terduduk dilantai sembari memegangi perutnya.
"Anna, tolong saya, sepertinya saya mau melahirkan Anna tolong..." Ucap nya lagi.
"Iya mbak, biar saya telfon rumah sakit." jawab Anna dengan panik.
Amanda terus merintih kesakitan dan mengelus-elus perutnya, keringatnya bercucuran, air matanya mengalir membasahi pipinya, Ray melihatnya menjadi merasa sakit di hatinya, dia mengingat betapa kasarnya dia berkata-kata pada Luna pagi ini.
Amanda menarik tangan Ray dan mencengkeram dengan kuat, "Pak, tolong saya, rasanya sakit..." ucapnya.
Ray tidak bisa mengatakan apapun, dia melihat bagaimana Amanda kesakitan dan seperti sedang diambang kematiannya
Amanda menekan tombol lift agar lift kembali turun, dia menekan berkali-kali karena begitu merasa panik.
"Disini enggak ada sinyal mas Ray... gimana ini?" Tanya Anna yang benar-benar sudah panik.
"..." Ray tidak mengatakan apapun, tangannya masih dicengkeram kuat oleh Amanda.
Begitu pintu lift terbuka Anna langsung memanggil bantuan dan beberapa orang datang untuk menolongnya membawa ke rumah sakit.
"Mas Ray? Mas Ray enggak apa-apa?" tanya Anna setelah Amanda di bawa ke rumah sakit oleh para staf yang lain.
"Enggak!" jawab Ray singkat, hanya saja nadanya kali ini terdengar sedih.
Anna tahu penyebabnya, mungkin Ray merasa sangat bersalah dan menyesal setelah melihat Amanda merasakan sakit yang luar biasa seperti tadi saat akan melahirkan, dan Ray mengingatkan jika saja posisi Luna berada di posisi Amanda saat ini saat melahirkannya.
Ray mengepalkan tangannya dan kembali masuk kedalam lift, tidak lupa dia menarik lengan Anna untuk mengikutinya.
"Kita mau kemana mas Ray?" Tanya Anna pada Ray yang tiba-tiba menariknya seperti itu.
"Ke rumah utama!" jawab Ray tanpa ingin di tanya lebih lanjut.
"Iya!" jawab Anna mengikuti keinginan Boss-nya.
Setelah mereka sampai di parkiran Anna membawa mobilnya menuju ke rumah utama keluarga Darma, tak butuh waktu lama, sepuluh menit saja mereka sudah sampai disana.
Ray segera turun dari mobilnya dan bergegas masuk kedalam rumah yang tidak di kunci.
"Ray? Kamu disini?" Tanya Danu saat melihat putranya ada di hadapannya.
-----------
maaf baru bisa up, mulai besok diusahakan bisa up setiap hari 🤗
jangan lupa tap jempolnya 😉
MATAMU🤣
Rey...rey