(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 10 - Meminta Persetujuan
"Apa kau mau tinggal bersama ku?" Tanya Gian.
"Hah?"
Hilya dibuat terkejut atas pertanyaan Gian, bagaimana mungkin dia memintanya untuk tinggal bersama, bahkan mereka tidak memiliki hubungan apapun.
"Maksud Bapak apa?"
"Emm Ma... maksudku kau tinggal di masion ku" Ucap Gian tergugup gugup sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Bagaimana bisa aku tinggal disana dan untuk apa juga aku tinggal di masion anda?" Tanyanya seakan akan tak puas.
"Begini kau kan tadi bilang jika orang tua mu jarang ada di rumah, dan kondisimu sekarang masih belum pulih jadi aku menawarimu untuk tinggal bersama ku agar aku juga bisa mengawasi kesehatanmu secara langsung" jelas Gian dengan sangat hati hati berharap Hilya mau tinggal bersamanya.
"hmm.. saya rasa orang tua saya tidak sekejam itu meninggalkan saya disaat kondisi seperti ini" Jawab Hilya.
"Eh maksudku bukan begitu, kau segalanya untuk mereka tapi apa kau tidak merasakan jika sehari mereka bekerja saja akan sangat sibuk sampai jarang tinggal di rumah apalagi sekarang mereka banyak menghabiskan cuti untuk merawatmu, aku yakin pekerjaan mereka pasti sudah sangat banyak apalagi diusia mereka yang sudah tidak muda lagi" Jelas Gian mencoba meyakinkan Hilya.
Mendengar itu Hilya terdiam memikirkan ucapan Gian. Ia merasa apa yang dikatakan Gian ada benarnya apalagi perusahaan sang Papah yang dibangun oleh hasil kerja kerasnya sendiri bisa-bisa menurun.
Hilya tidak mau hal itu terjadi. Ia sangat menyayangi kedua orang tuanya, ia harus kuat agar kedua orang tuanya tidak terlalu khawatir dan banyak fikiran. Itu tidak baik untuk kesehatan mereka.
"Tapi bagaimana jika mereka tidak mengizinkan? apalagi kita ini bisa dibilang orang asing" Tanya Hilya yang seakan akan masih ragu.
"Aku akan coba meyakinkan kedua orang tuamu, aku hanya ingin menebus kesalahan ku dengan merawat dan mengawasi kondisimu"
"... jika kau sudah benar benar pulih kau bisa kembali tinggal di rumah orang tuamu atau di apartemen milikmu" Tambahnya.
"Baiklah, tapi jika kedua orang tua ku tidak mengizinkan aku tidak bisa memaksa mereka" Ujar Hilya.
Mendengar persetujuan hilya entah mengapa hati Gian seakan akan sangat bahagia karna dia mau tinggal bersamanya di masion.
Mereka pun menghabiskan waktu di taman sembari mengobrol dan bercanda, tawa dan senyum yang terukir di wajah mereka seakan akan tak terhitung.
Waktu sudah menujukkan pukul 14.00 mereka sudah berada di kamar inap, orang tua Hilya dan orang tua Gian pun kembali kerumah sakit untuk menjenguk hilya.
Mereka melihat Hilya mulai menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Senyum juga sudah mulai terlihat di bibir manisnya.
"Nak apa Gian menjagamu dengan baik?" Tanya Dewi
"Iya tante"
"Mah, aku pasti menjaga Hilya dengan baik. Kenapa Mamah tidak percaya?" Ucap Gian sambil memasang wajah cemberut.
Semua orang disitu pun tertawa seakan akan ada tontonan yang menghibur disaat kondisi seperti ini.
Seketika Hilya ingat perkataan Gian mengenai tinggal bersama di masion milik pria itu.
"Mah Pah, Pak Gian nawarin aku tinggal di masion nya untuk merawat dan melihat kondisi aku"
Seketika semua orang melihat ke arah Hilya, mereka terkejut atas apa yang di ucapkan Gian, lalu Dewi pun bertanya
"Apa benar Gian? Kenapa kamu menawari Hilya untuk tinggal di masion mu?"
Gian pun menganggukan kepala nya. Lalu ia menjelaskan maksud dan tujuan dirinya mengajak Hilya tinggal bersama lantaran ia ingin merawat dan melihat kondisi Hilya setiap waktu, ia juga menjelaskan bahwa ia dan Hilya tidak mau membuat Arga dan Rita menunda masalah perkerjaan yang pasti sudah menumpuk.
Ia mencoba menyakinkan lagi bahwa di masion mereka tidak hanya berdua, masih ada pembantu, satpam, tukang kebun dan pekerja rumah yang jumlahnya tidak sedikit.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe