NovelToon NovelToon
Aaliyah: Siapa Yang Kau Cinta?

Aaliyah: Siapa Yang Kau Cinta?

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina As

Aaliyah, takdir mempertemukannya dengan Hadi, disaat Hadi telah memiliki Clarissa dan sudah siap untuk menikahi Clarissa.

Namun kekuatan takdir telah mengubah arah hati Hadi, pada akhirnya ia memilih Aaliyah menjadi istrinya.

Tetapi Clarissa, perempuan yang memiliki pengaruh yang kuat, perempuan yang membuat percaya diri Aaliyah jatuh pada titik nol, selalu membayangi kisah cinta mereka.

Kisah mereka diuji dengan kesetiaan, kesabaran, dan perjuangan cinta. Akankah mereka lulus dari ujian itu?

Clarissakah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Aaliyah?

atau Aaliyah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Clarissa?

Jawabannya adalah siapa yang terakhir hidup bersama Hadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Rasa Yang Tak Biasa (Rev 2)

HADI

----------

Aku duduk mendekatinya untuk mendekatkan jarak kami. Aaliyah semakin grogi jadinya.

Dan ... Ia pindah ke sofa bulat.

"Kok pindah Al, takut ya?" aku tertawa melihat tingkahnya.

"Risih, Mas."

Wajah gadis itu memerah kembali disertai dengan senyum malu-malunya. Menurut sebuah penelitian orang yang mukanya memerah dianggap dapat dipercaya dan lebih murah hati dibanding mereka yang tak bereaksi sama sekali.

"Aaliyah!" Aku menyebut namanya.

"Ya mas" Jawabnya singkat.

"Sudah punya pacar ya?" tanyaku.

Ilmu intelijenku mulai diaktifkan. Mulai dari tahapan mencari, mengumpulkan, dan mengolah data.

Aaliyah tersenyum dan menyipitkan mata mendengar pertanyaanku.

"Belum," jawabnya.

"Masa sih? cantik-cantik kok belum punya pacar. Pasti banyak yang naksir!" Aku mulai menginterogasi. Kurang begitu percaya.

"Yang naksir ada sih, tapi gak banyak. Cuman Aaliyah gak ada hati dengan mereka."

"Memang ada cowok yang buat Aaliyah ada hati ya?" Aku ingin mengetahui seperti apa type pria yang disukai Aaliyah.

"Adalah" dengan senyum malu-malunya.

"Kenapa Aaliyah bisa menyukai dia? Seperti apa dia?"

"Kenapa ya?" Aaliyah diam sejenak tampak berpikir. "Karena ... di setiap waktu sholat aku liat dia nggak pernah alpa di Masjid, trus meski sementara ngumpul dengan teman-temannya, atau sedang kuliah, dia akan tinggalkan teman maupun kuliahnya menuju Masjid. Aaliyah juga sering lihat dia ikut kajian keagamaan di kampus," Aaliyah menjelaskan dengan mata menatap ke tempat lain bukan ke arahku. Ia menghindari tatapanku.

Rupanya type pria idaman Aaliyah adalah sosok pria yang alim. Dan aku? Terus terang diluar kategori itu. Type pria seperti diriku mulai tereliminasi. Percaya diriku mulai tergerus pelan-pelan.

"Kenapa belum jadian?" rasa ingin tahuku semakin besar.

Aaliyah tergelak dengan mata yang menyipit. "Gimana bisa jadian mas, kenal sama aku aja nggak. Dia sebatas idola. Idola itu kan gak harus dimiliki."

Aku ikut tergelak dengan kepolosan Aaliyah. Agak lega juga, mereka belum jadian.

"Tapi kan ada yang namanya ikhtiar," lanjutku

"Aaliyah perempuan Mas. Masa perempuan ngejar laki-laki. Lagian orang seperti dia biasanya gak kenal pacaran. Mereka taarufan. Dan ketemunya sesama orang alim. Bukan seperti Aaliyah, pakaian aja aurat masih kebuka, belum berhijab. Lagian juga Aaliyah percaya dengan jodoh, kalau memang dia jodoh Aaliyah, maka Tuhan akan membawa dia kepadaku."

Ternyata Aaliyah agak konservatif. Masih mempertahankan tradisi bahwa wanita ditakdirkan untuk menunggu bukan mengejar seseorang.

Mungkin terdengar sangat kuno untuk zaman sekarang. Tetapi wanita sejatinya kaum yang berharga tinggi. Dilahirkan sebagai putri yang harus diburu, bukan memburu.

Kekagumanku mulai muncul pada sosok Aaliyah.

"Dari tadi aku terus ditanyain sama Mas Hadi, sekarang giliran Aaliyah yang wawancara Mas Hadi. Boleh?" Aaliyah mulai berani menatap aku, meskipun tidak mampu menatap lama.

"Boleh. Mau nanya apa Bu?" sahutku. Mataku menatap dalam mata Aaliyah.

"Hmmmmm hari Minggu kemarin Mas ngapain?" Aaliyah mulai bertanya.

Aku mulai mengingat-ingat apa yang aku lakukan pada waktu hari Minggu. Lalu menguraikan kepada Aaliyah. Tapi tidak mungkin aku uraikan secara mendetail.

"Hari minggu kemarin pagi-pagi aku fitness, siang ketemu teman, makan siang bersama, lalu malamnya masuk kantor."

"Makan siangnya di mana?" Aaliyah senyum-senyum dengan sorot mata menuduh.

"Detail banget pertanyaannya sayang." Aku tidak boleh terpancing dengan pertanyaan Aaliyah yang seakan ingin menjebak.

"Mas Hadi Di mall kan? Bareng siapa?" Tanya Aaliyah manja, mulai tersenyum nakal kepadaku.

Ups! Sepertinya Aaliyah melihatku di mall bersama Clarissa. Atau mungkin Aaliyah mendapat informasi dari seseorang.

Aku tersenyum tanpa menjawab pertanyaanya.

"Aaliyah ada di mall ya hari Minggu kemarin?" Aku balik bertanya untuk mencegah ia menyudutkanku.

"Kok balik bertanya sih, Mas. Kan giliran aku yang bertanya sekarang. Baiklah kalau mas nggak mau menjawab pertanyaan tadi."

Aaliyah menambahkan lagi,

"Next question. Kemarin nya Mas Hadi jalan dengan dokter Clarissa di mall, mesra banget. Kok besoknya Aaliyah yang dilamar bukan dokter Clarissa?"

Aaliyah berhasil menyudutkanku. Aku seperti pencuri yang tertangkap basah.

Aku berusaha menjaga sikapku tetap tenang, meskipun rasa malu sudah muncul ke permukaan.

Sementara Aaliyah tersenyum penuh kemenangan.

Aaliyah! Aaliyah!

Cerdas sekali kamu. Menggiringku pelan-pelan ke dalam perangkap pertanyaan.

Aku semakin gemas melihatnya. Seandainya Ia pacarku, mungkin sudah kupeluk dan kucium sampai kehabisan nafas.

Aku tatap matanya dalam-dalam dengan serius sambil tersenyum kecil untuk mematikan keberaniannya padaku. Namun ternyata Aaliyah juga mulai berani lama-lama balas menatapku.

Aku menjawab pertanyaanya.

"Aaliyah, kamu dan aku mempunyai keyakinan yang sama. Soal jodoh Tuhan telah mengaturnya. Nama yang tertulis di Lauhul Madfuz adalah rahasia terbesar. Dan nama yang tertulis di sana tidak mesti nama idolamu ataupun nama pacarku Clarissa."

"Seberapa kuatnya Ikhtiarku untuk menjadikan Clarissa istriku, dan seberapa besarnya kepasrahan dirimu menunggu pria alim idolamu, karena kamu wanita yang tidak ingin mengejar pria, tetapi jika takdir berkehendak lain, maka kita tidak akan berjodoh dengan mereka."

Aaliyah tertegun menatapku.

Aku lanjutkan lagi. "Dan kamu Aaliyah, apabila namamu tertulis di Lauhul Mahfudz untukku, maka kamu harus siap dan ikhlas menjadi istriku, meskipun kita tidak melewati proses berpacaran."

Aaliyah agak tersentak mendengar ucapanku, dan ia tertunduk malu.

Setelah itu, aku lanjutkan pembicaraan dengan obrolan yang ringan dan penuh canda untuk menghilangkan kecanggungan Aaliyah kepadaku.

Pukul sepuluh malam aku mulai pamit pulang pada Aaliyah dan bundanya meskipun rasa hati ingin tetap tinggal. Mereka mengantarku sampai ke pintu pagar.

Aku harus berjalan kaki keluar gang karena mobil terparkir di luar gang.

Sambil mengendarai mobil aku terus terbayang wajah Aaliyah. Wajah cantik tanpa make up, senyumnya yang manis, kadang-kadang lugu, kadang-kadang cerdas. Satu hal yang menarik darinya, ketika orang lain menggantungkan cita-citanya setinggi langit, Aaliyah tetap membumi.

********

AALIYAH

Aku membolak-balikkan badan di atas tempat tidur, tetap saja tidak bisa tidur. Ingatanku hanya Mas Hadi, Hadi dan Hadi.

Serta ucapan Mas Hadi yang tak bisa aku lupa

"Dan kamu Aaliyah, apabila namamu tertulis di Lauhul Mahfudz untukku, maka kamu harus siap dan ikhlas jadi istriku, meskipun kita tidak melewati proses berpacaran."

Aku tersenyum mengingatnya. Rasanya aku senang sekali dengan kunjungan Mas Hadi. Pesonanya luar biasa. Tatapan matanya menusuk ke jantungku.

Tuhan, seandainya saja namaku tertulis untuknya di Lauh Mahfudz, maka mungkin aku menjadi orang yang paling bahagia di dunia.

Ada rasa yang tak biasa mulai tumbuh di hati ini. Rasa itu kemudian membuatku takut, karena Mas Hadi sudah memiliki kekasih. Aku takut mengharapkan sesuatu yang tidak bisa aku miliki.

Pukul 23.50.

Aku belum juga bisa tidur. Mataku seterang lampu stadion. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Bunyi pesan dari sebuah aplikasi pesan.

Siapa sih yang mengganggu malam-malam begini?

Aku pun membaca nama pengirimnya.

Mas Hadi.

Sontak aku langsung bangun membuka pesannya.

HADI:

Assalamualaikum WR WB Aaliyah.

Aku senyum-senyum membacanya, dan segera kubalas:

AALIYAH:

Waalaikumsalam WR WB Mas Hadi

HADI:

Belum tidur Aaliyah?

AALIYAH:

Belum mas

HADI:

Sudah jam 12 malam sayang, tidur ya!

Kata sayang itu membuatku terbang entah kemana, badanku terasa ringan tidak menyentuh bumi.

AALIYAH:

Iya Mas, Mas kok belum tidur juga?

Rasanya belum ingin mengakhiri pesan ini

HADI:

Mas Hadi baru tiba di rumah. Tadi sempat singgah di minimarket, cek kondisi. Aaliyah istirahat ya sudah larut malam.

AALIYAH:

Iya mas. Mas Hadi istirahat juga.

HADI:

Iya sayang. Assalamualaikum WR WB

Oh Tuhan, kata sayang lagi........

AALIYAH:

Waalaikumsalam WR WB Mas.

Tuhan, aku berbunga-bunga.

***********

Hadi memarkir mobilnya di basement apartemen Clarissa dan naik ke atas menggunakan access card yang dimilikinya.

1
Dinda Gusti
laki2 klo d tolak mlah merasa tertantang unt menakhlukan,tp prcyalah d dunia nyata laki2 yg gila perempuan kbanyakn wlau sdh menikah ttp main prempuan
Rusma Yulida
keliatankn brengsekmu hadiiiiii
Rusma Yulida
saat bermasalh skidipapap dgn klarisa
tnngung jwb ktnya mlh kaya gini setan emng hadi🤣🤣
Rusma Yulida
terlalu egois jdi lki2 berasa raja
Rusma Yulida
lki gini masih aja di harapkn aliya ,doa ngersa ganteng pngkt dan bosa dapetin wanita dmm aja anjinggggg bnget🤣🤣🤣🙏
Rusma Yulida
hamil clarisa
Rusma Yulida
kasian jdi aliyah
jadi clarisa juga sakit, apa lgi nanti yg jg nanti di poligami si akiya dan brengseknya lgi punya ank pula sakit g berdarah nembus sampai yg baca sakit bnget
Ira Suryadi
Luar Biasa
Jong Nyuk Tjen
akhirnya selesai jg aku bacany utk yg ke 2 kali. Terimakasih thor utk novel2 ny yg bagus2 tp aku lbh memilih reuni sebagai yg teratas krn bimasena bkn main gentle ny sebagai laki2. Salam sehat sejahtera n bahagia selalu bersama keluarga tercinta
Jong Nyuk Tjen
gila ya s clarissa , ud mw nikah aja msh mw ketemuan am hadi d hotel ? psti msh mw merasakan permainan ranjang ny s hadi yg bikin s clarissa ketagihan terus smpe jd pny anak
Jong Nyuk Tjen
s hadi mah emang susah bnget mw hilangkan rasa ke clarissa , ud mw dpt anak lg dr aaliyah tp msh deg deg kan ketemu mantan terindah ny . Kl ud jd sifat seseorang tetap aj sifatnya susah d hilangkan.
Jong Nyuk Tjen
thor ini gmna sih ? kpn s hadi dpt karmany ud nyakitin s aaliyah sedemikian rupa ? D selingkuhin , kdrt yg brutal n ud d talak pula
Jong Nyuk Tjen
hadi lemah iman n gampang bnget on ny , gmna bs msh bilang syng n akan memberi kebahagiaan ke aaliyah kl hyper gitu . Kasian aaliyah kl balik ke hadi , hadi ga kuat nahan nafsu sexny
Jong Nyuk Tjen
sakit kan hatimu hadi aaliyah ud menikah lg . Coba kamu rasakan gmna sakit hatiny aaliya begitu tau kamu menikah lg am clarissa sembunyi2 lg
Jong Nyuk Tjen
jngan drama deh hani , kl aaliya itu begitu berarti d hidup mu , kok kamu bs sih tega2 ny nikah lg am clarissa tnpa setau n seijin aaliya?
Jong Nyuk Tjen
bunder aaliyah , cebur ke sungai yg airny deras
Jong Nyuk Tjen
bimasena no 1 , laki2 sejati kl s hadi laki2 pengecut gila sex , ga cukup am satu istri
Jong Nyuk Tjen
cinta tp berkhianat terus angga
Jong Nyuk Tjen
nah kan inget lg am s clarissa . Gmna mw beres kl msh inget am mantan terindah
Jong Nyuk Tjen
mkny aaliyah kl msh mw sama hadi , kamu itu ky kedelai dungu berbentuk manusia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!