Salsabila adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang hidup bersama dengan kedua orang tuanya. Salsa membantu perekonomian keluarga dengan bekerja di perusahaan milik seorang CEO yang ternyata adalah mantannya sewaktu masih SMA. Salsa terkejut saat mengetahui hal tersebut dan memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Namun hal yang tidak terduga terjadi, Mantannya tersebut tidak membiarkannya memundurkan diri dari perusahaan, tapi ia juga sering menyulitkan pekerjaan Salsa. Apa sebenarnya yang di inginkan pria tersebut ? ikuti terus alur ceritanya ya gays.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 10
Sementara itu suara teriakan histeris menggema di ruangan yang tertutup di sebuah rumah mewah.
" Papa, aku tidak terima Edrick menyentuh wanita kampung itu. Aku lebih pantas bergandengan tangan dengannya. Apa apaan ini?." ucap seorang wanita yang tak lain adalah selfie.
Kebetulan hari ini ia sedang tidak ke perusahaan karena jadwalnya untuk ke salon. Tapi ketika membuka ponselnya ia terkejut saat melihat foto foto Salsa dan Edrick sedang bergandengan tangan apalagi Edrick yang duluan menarik tangan Salsa. Rasanya seperti menyaksikan pertunjukkan yang membuat naik darah.
" Pa, aku gak mau tau pokoknya aku mau naik jabatan. Aku mau terus bisa bertemu dengan Edrick. Aku tidak mau melepaskannya." ucap selfie dengan nada memaksa.
" Bisa bisa wanita ini bakalan merebut Edrick dari aku. Oh my good, ga bisa ini ga bisa dibiarin." Celetuk selfie dengan suara berisiknya. Sementara itu ayahnya hanya terdiam sambil menyentuh keningnya di seberang telepon. Ya, sedari tadi Selfi sedang berbicara dengan ayahnya di telepon. Ayahnya adalah seorang manajer di perusahaan Edrick, dan Selfie yang sudah cinta mati pada Edrick rela bekerja demi bisa mendapatkan pria itu.
" Selfi, Papa tidak bisa memberikan jabatan tinggi secepat ini padamu. Kamu belum genap bekerja 1 bulan, apa nanti kata orang orang. Bersabarlah ya nak. Papa mohon". Ucap Josep ayah Selfi.
Mendengar perkataan ayahnya membuat selfie ingin sekali memberontak. Tapi benar juga apa yang dikatakan ayahnya, bisa bisa nanti ayahnya akan di pecat dan mereka jatuh miskin.
" Oke Pa fine, tapi Selfi mau tau dimana keberadaan wanita yang bernama Salsa itu sekarang. Selfi mau menjumpainya sekarang. " Ucap selfie.
" Dia sudah mengundurkan diri hari ini. Jadi dia tidak akan datang lagi ke kantor." ucap Josep.
" Apa?. Baguslah kalau begitu, dia ternyata sadar sendiri posisinya. Tapi apa sebenarnya yang membuat Edrick menarik wanita itu dan membawanya keruangan pribadinya?. Atau jangan jangan Edrick tidak mau wanita itu resign. Oh my good. Aku bisa gila kalau itu benar benar terjadi Pa. " Selfi kembali histeris dengan tebakannya sendiri.
" Enggak mungkin Selfi, dia hanya wanita kampung yang tidak pantas dengan Edrick sang pengusaha muda kaya raya. Yang lebih pantas itu adalah anak papa yang paling cantik." ucap Josep.
" Aku tau Pa, tapi untuk memastikan aku harus mencari tahu siapa Salsa itu sebenarnya. " ucap selfie.
.
.
Salsa termenung sepanjang jalan, masa depan yang sudah direncanakan nya ternyata harus gagal akibat masa lalunya yang datang di saat yang tidak di duga duga.
Ia termenung di lampu merah hingga suara klakson mobil mengagetkannya dari lamunan. Dengan sigap ia menancap gas dan kembali berkendara di jalanan.
Salsa berbelok ke kiri karena jalan menuju rumahnya sudah tidak jauh lagi. Namun saat di perjalanan, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang sedang mengambil tongkatnya yang terjatuh, sementara tongkat itu berada di tengah jalan dan kendaraan berlalu lalang. Akhirnya Salsa memarkirkan motornya dan berlari menuju tempat kakek itu berada.
"Kek jangan ada mobil!." teriak Salsa.
Dengan cepat Salsa menarik lengan kakek itu tepat saat sebuah kendaraan berat hendak menabraknya. Salsa kemudian membawa kakek itu ke pinggir jalan dan mempersilahkan nya untuk duduk.
" Kek, tunggu di sini ya, biar saya ambil tongkatnya. Kakek jangan kemana mana". Ucap Salsa dengan ramah.
Pria tua itu hanya terdiam dan seolah membiarkan Salsa melakukannya.
Salsa berusaha menunggu kesempatan untuk mengambil tongkat itu. Dan saat jalan sedang sepi, Salsa berlari cepat dan mengambil tongkat itu. Setelah berhasil ia kembali kepada kakek tua dan menyerahkan tongkatnya.
Salsa melihat sekeliling dan tidak mendapati seorang pun yang bersama kakek itu. Salsa kemudian memperhatikan kakek itu, kulitnya bersih dan pakaiannya juga bagus. Sepertinya ia tersesat dan bukan orang yang tinggal di jalanan.
Kakek itu memang belum terlalu tua, namun kepalanya juga sudah beruban semua.
" Kek, tadi sama siapa?. Apa kakek mengenal seseorang di sekitar sini. Atau kakek tau tempat tinggal kakek biar saya antar pulang ." ucap Salsa.
Kakek itu tidak menjawab dan hanya terdiam. Selang beberapa saat, ada 2 orang laki-laki yang berbaju hitam dan sepertinya mereka adalah bodyguard.
Setelah melihat ke arah Salsa dan kakek itu mereka segera berlari cepat.
" Tuan besar sudah ditemukan." ucap mereka di wolki tolki.
Salsa hanya terdiam dan memperhatikan gerak gerik orang itu.
" Terimakasih sudah menjaga tuan besar. Anda mau apa sebagai imbalan?." tanya bodyguard tersebut.
Salsa yang mendengarnya sangat kaget, ia tidak pernah menyangka orang yang ia tolong ternyata bukan orang biasa.
" Maaf mas, saya tidak butuh apa apa. Lain kali lebih hati-hati saat menjaga orang tua. Ini jalan raya sangat berbahaya." ucap Salsa. Kemudian ia pergi dan sebelum itu ia juga berpamitan kepada kakek yang ia tolong.
Setelah berjalan beberapa langkah, kakek itu memanggilnya dan itu membuat Salsa kembali menoleh ke belakang.
Kemudian kakek itu berjalan pelan yang membuat Salsa akhirnya kembali untuk menemui kakek itu.
" Terimakasih sudah membantu saya, kamu anak yang baik. Suatu saat saya pasti akan mengingat kebaikan mu. " ucap kakek itu.
" Sama sama kek, semoga kita bisa bertemu lagi." ucap Salsa dengan senyuman ramah.
Kemudian Salsa akhirnya pergi dan kembali mengendarai sepeda motornya di jalan raya. Salsa berencana untuk pulang ke rumah, tapi ia berpikir dua kali karena bisa saja orang tuanya akan curiga kalau dia sudah tidak bekerja di perusahaan.
Akhirnya Salsa memarkirkan motornya di sebuah wisata pantai. Ia termenung di pinggir pantai sambil menunggu waktu jam pulang kantor.
" Aku harus mencari pekerjaan lain, aku tidak ingin ayah sama ibu kecewa dan sedih. Lagipula enggak mungkin aku bilang kalau aku resign gara gara yang punya perusahaan mantan aku. " gerutu Salsa sambil memainkan pasir pantai yang ada di tangannya.
Tiba tiba ada secarik brosur yang melayang tepat di wajahnya. Ia segera membaca brosur tersebut dan ternyata itu adalah lowongan pekerjaan di cafe.
Salsa sangat sumringah dan ia langsung bangkit untuk pergi ke cafe yang ada di brosur itu.
.
.
Di sebuah mansion mewah Tiara memeluk seorang pria tua yang ternyata itu adalah ayahnya. Ia bernama Dirgantara yang tak lain adalah seseorang yang baru saja di tolong oleh Salsa beberapa jam yang lalu.
" Papa, maafkan kelalaian suster papa yang sudah membuat papa menghilang. Tiara tidak bisa membayangkan jika harus kehilangan papa." Tiara menangis sambil terus bersimpuh di lutut ayahnya yang duduk di atas kursi roda tersebut.
" Papa sudah katakan kepadamu kalau Papa tidak butuh suster tapi kamu memaksa dan ini yang terjadi. Papa ditinggal di jalanan sementara wanita itu kabur membawa jam tangan papa. Jaman sekarang memang susah mempercayai orang." ucap Dirgantara dengan nada ketus.
" Pa, Tiara ingin sekali merawat papa dan memenuhi segala kebutuhan Papa. Tapi papa tau kan Tiara benar benar sibuk, apalagi mas Aryo Sudah tiada jadi Tiara yang mengurus cafe dan restoran kita." ucap Tiara dengan nada lesu.
" Sudahlah papa mau istirahat. " kemudian salah seorang bodyguard mendorong kursi roda dirgantara untuk masuk ke dalam kamarnya.
Tiara Sudah menyuruh pihak kepolisian untuk mencari wanita yang sudah menipu ayahnya itu. Wanita itu sengaja membawa ayahnya jalan jalan ke taman kota dan di sanalah dia beraksi dengan meninggalkan ayahnya yang sudah tua sendirian di sana sementara wanita itu membawa jam tangan mahal milik ayahnya. Membayangkan itu membuat hati Tiara sakit, untung saja wanita itu tidak mencelakai ayahnya.
" Oh ya, Jon tadi kamu bilang ada wanita yang menyelamatkan ayah saya dari kendaraan di jalan raya. Siapa wanita itu?. Saya ingin bertemu dengannya dan memberikan imbalan." ucap Tiara pada salah seorang bodyguard yang berjaga di ruang tamu.
" Maaf nyonya, saya tidak mengenalnya. Tapi jika bertemu lagi pasti saya bisa mengingat wajahnya." ucap Jon.
Tiara kemudian terdiam dan ia akhirnya meninggalkan Mension itu.
" Jaga ayah saya, jangan biarkan siapapun masuk kecuali atas izin saya." ucap Tiara sebelum ia benar benar meninggalkan Mension itu.
sukses dan sehat selalu utk kak authornya
tapi kadang hidup memang spt itu
ya sudahlah anggap saja kesempatan utk edrick sudah habis
udah part 80an belum bisa menebak endingnya
kadang kalo pemeran prianya udah terlalu nyakitin aku lebih suka sad ending 🤭🤭🤭
kenapa semua CEO otaknya ga sat set sih