NovelToon NovelToon
BOSKU SUAMIKU

BOSKU SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:473.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Demi membatalkan perjodohan yang dilakukan oleh papanya, Alea terpaksa harus meminjam uang kepada sang Bos, demi melunasi hutang-hutang keluarganya kepada kakek Will.

Bahkan, Alea juga sampai rela memotong urat malunya, demi meminta sang bos, untuk menjadi kekasih bohongannya.

Akan tetapi, takdir berkata lain, apa yang Alea rencanakan semuanya gagal. Dan malah berujung pada pernikahan serius dengan sang bos-nya.

Padahal, bos-nya adalah orang yang paling dihindari Alea sejak SMA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pahlawan Penyelamat

"Apa yang mau dia lakukan. Oh tidak! Apa dia akan menciumku? Tidak aku tidak mau. Tapi kenapa dia terus menatapku seperti itu," batin Alea.

Jantungnya seolah sedang lari maraton, membuatnya begitu dag dig dug tak karuan. Apalagi ketika kedua manik mata berwarna coklat itu terus menatapnya. Bahkan kini tangan Rey terasa menyentuh pinggangnya.

"Pak Rey! Jangan menyentuhku!" teriak Alea spontan. Dan Rey langsung mengerutkan kedua alisnya dengan heran.

"Pakai seat beltmu! Lagi pula siapa yang mau menyentuhmu!" gerutu Rey, sambil memasangkan seat belt kepada Alea.

Alea pun bernafas lega, ternyata dirinya sudah salah sangka. "Untunglah, aku kira akan berakhir dengan adegan seperti di drama Korea yang sering aku tonton," gumamnya dalam hati. Dan Rey pun segera melajukan mobilnya ke suatu tempat yang akan ditujunya.

Kini mereka sudah sampai di sebuah taman hiburan. Rey dan Alea pun segera keluar dari mobil.

"Pak Rey, kenapa kita kemari? Apa ada lokarya disini?” tanya Alea yang masih celingak-celinguk memperhatikan suasana taman bermain yang cukup ramai di pagi menjelang siang ini.

"Bukankah kita sekarang pacaran?" tanya Rey, yang berjalan di depan Alea.

"Pacaran?" gumam Alea mengerutkan kedua alisnya, belum paham.

"Meskipun kita hanya pacar bohongan saja. Tapi sesuai tawaranmu semalam, kalau aku jadi pacarmu, kamu akan menyenangkanku bukan?" tanya Rey membalikkan badannya menatap Alea. Alea masih mengernyit heran.

"Jadi ... sebagai bayaran semalam. Hari ini kau harus menemaniku bersenang-senang," ujar Rey begitu semangat sambil merentangkan kedua tangannya ke atas.

"Tapi Pak Rey, bukankah ini masih jam kerja?"

"Kau kerja dengan siapa? Bos di kantormu siapa?"

"Anda," jawab Alea dengan polosnya.

"Pintar!"

"Sudah cepat senangkan aku hari ini," ujar Rey. Dan Alea pun dengan semangat mengiyakan. Tanpa memikirkan setumpuk kerjaan yang harus ia selesaikan hari ini juga.

Pertama-tama Alea mengajak Rey untuk menaiki wahana permainan, mulai dari bianglala, naik roller coaster, naik komedi putar dan beberapa permainan lainnya.

Ternyata kalau sudah seperti ini, Rey yang wibawanya terlihat arogant, kini malah terlihat sedikit menggemaskan.

Bahkan ia mau saja dipakaikan bandu couple yang sempat Alea beli tadi, dari salah satu stand penjual mainan dan marchindase dari tempat bermain ini.

Alea juga mengajak Rey untuk menikmati ice cream cone kesukaannya. Mereka sekarang benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang melakukan kencan. Bahkan tanpa disadari suasa di antara keduanya terlihat lebih friendly.

"Pak Rey, ayo kita photo box," ajak Alea menarik lengan Rey. Mereka pun segera mengantre menunggu giliran untuk masuk ke dalam photo box itu.

"Hey Lea, kalau mau berfoto-kan bisa pakai kamera handphone saja," ujar Rey, yang berdiri di samping Alea.

"Beda kalau di foto di handphone sama di photo box. Akan lebih menyenangkan Pak Rey," jawab Alea.

Dan kini giliran merekalah yang masuk. Alea segera mengambil dua topi, dua syal dan dua kaca mata unik untuk dirinya dan juga untuk Rey.

Alea memasangkan semua alat pendukung itu di tubuh Rey. "Ya ampun Alea, apa harus aku memakai semua ini?” tanya Rey yang seolah geli melihat tampilannya yang aneh di dalam layar monitor photo.

"Sudah jangan dilepas, ayo kita mulai." Alea pun segera berfoto dengan memasang ekspresinya yang begitu unik dan lucu. Tapi tidak dengan Rey yang malah memasang wajah bad mood-nya, karena tidak menyukai tampilannya. Namun meskipun begitu, ternyata hasil dari photo box tadi lumayan juga.

Ini untuk pertama kalinya Rey berfoto dengan seorang wanita. Bahkan ia tak menyangka bahwa dirinya bisa berfoto dengan karyawannya sendiri.

***

Jam di pergelangan tangan kiri Rey, sudah menunjukkan pukul 15.00 sore. Setelah lima jam mereka berkeliling menaiki semua wahana permainan, menikmati jajanan dan makanan yang tersedia di tempat bermain ini. Alea yang terlihat sudah kelelahan sedari tadi mengajak Rey untuk segera pulang. Rey yang sebenarnya masih ingin menikmati suasana bebas seperti ini, dengan terpaksa ia pun mengiyakan ajakan Alea untuk kembali ke kantor.

Sesampainya di kantor, semua karyawan melihat Rey dan Alea seolah menahan tawa. Alea pun terheran-heran. Dan sebagian lagi, malah berbisik-bisik, seolah ada sesuatu yang menonjol di anatara mereka berdua.

Tiba-tiba, Minke si gadis berpostur tubuh gemuk dan dengan dandanannya yang selalu menor, ia begitu heboh ketika mendapati suatu keanehan dari Rey dan Alea.

"Ya ampun Pak Rey, Alea, kenapa kalian bisa couple-an begitu?" tanya Minke dengan heboh, sontak suara Minke yang cukup menggelegar membuat ruangan sebelah, yang tak lain adalah ruangan team kerja Alea membuat Miley yang berada di dalamnya segera menengok keluar jendela. Dan betapa Miley terkejut saat mendapati Rey dan Alea yang sama-sama memakai bandu couple yang unyu-unyu, menggemaskan.

"Couple apa?" tanya Alea dan Rey secara bersamaan.

"Lihatlah kepala kalian!"

Rey dan Alea pun sontak baru tersadar, bahwa sedari tadi mereka berdua tak melepas bandu itu. Dan akhirnya mereka berdua pun segera melepas bandu yang menempel di kepala mereka masing-masing.

"Alea!" pekik Miley di ambang pintu menatapnya dengan tatapan penuh pertanyaan.

Rey yang sudah merasa tidak enak akan suasanya ini, ia pun berencana untuk pamit terlebih dahulu menuju ruang kerjanya. Namun sebelum ia akan menghindar, datanglah Nando yang dengan tergesa-gesa memberi tahu Rey, agar dirinya segera bersiap-siap untuk menghadiri meeting sore ini. Dan tanpa berlama-lama akhirnya Rey pun segera berlalu meninggalkan mereka tanpa pamit.

Kini tatapan tajam dari Miley Alea dapati.

Ketika Alea hendak masuk ke ruang kerjanya. Lagi-lagi Miley menghalanginya.

"Katakan padaku! Kenapa kalian bisa memakai bandu yang sama?" tanya Miley tak ramah sambil memelototkan kedua matanya.

"A-aku juga tidak tahu, permisi aku mau masuk." Alea hendak menerobos namun ternyata benteng pertahanan dari tangan Miley cukuplah kuat.

"Jawab jujur Alea! Kalian habis dari mana? Habis ngapain?"

"Apa sih kepo banget deh sama urusan orang!" gerutu Alea, yang kemudian lebih memilih menerobos lewat bawah tangan Miley yang menghalanginya. Dan akhirnya Alea pun bisa kembali duduk di kursi kerjanya. Meskipun Miley masih penasaran padanya dan tak henti-hentinya terus menggerutu kesal.

Alea baru di sadarkan akan setumpuk pekerjaannya yang masih menggunung. Dan dengan cepat ia pun kembali fokus dalam pekerjaannya. Bahkan Yaya yang sedari tadi mencoba bertanya padanya pun ia acuhkan begitu saja.

***

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 21.30 malam. Dengan dinginnya malam dan suasana kantor yang sudah sepi karena yang lainnya sudah pulang, dan tersisa hanya ada beberapa orang saja yang lembur. Sementara Alea ia harus lembur bekerja, karena pekerjaannya yang harus di selesaikan malam ini juga.

"Ah... akhirnya selesai juga." Alea merentangkan kedua tangannya ke atas. Menggeliat, sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku dan pegal.

Ia pun segera berbenah dan bersiap untuk pulang. Sebagian ruangan kerja terlihat begitu gelap, dan hanya ada tiga ruang saja yang masih terlihat terang.

Alea pun berjalan dari lobby menuju keluar. Ia baru sadar kalau dirinya pulang terlalu larut. Sepanjang berjalan menyusuri trotoar, ia berharap bisa mencegat taksi. Namun beberapa menit ia berjalan, perasaan waswas dan takut tiba-tiba menghantuinya. Di tambah jalanan di kawasan gedung Senwell yang begitu sepi, membuat Alea seakan ketakutan ketika ada seorang lelaki berjaket hitam menguntitnya dari belakang.

"Ya Tuhan selamatkan aku, tolong aku, jangan sampai orang di belakang itu berbuat jahat kepadaku," gumam Alea, sambil mengeratkan tangannya memegang tali tas yang menyilang di bahunya.

Langkah demi langkah, orang yang bertubuh jangkung itu semakin dekat jaraknya dengan Alea, dan tiba-tiba orang itu pun dengan santainya menepuk pantat Alea, membuat Alea menjerit histeris karena orang itu ternyata orang cabul.

Karena mendengar teriakan dari Alea, lelaki cabul itu pun langsung membekap mulut Alea menggunakan telapak tangannya, bahkan kini sebelah tangan Alea di tarik olehnya ke belakang. Hingga membuat Alea menangis kesakitan.

"Jangan menangis Beby, suara tangisanmu itu bisa memicu hasratku," bisik lelaki itu, membuat Alea semakin menderaikan air matanya. Alea pun sebisa mungkin menahan tangisannya hingga ia sesenggukan.

"Ayo temani aku malam ini Beby," bisik lelaki itu, dengan nafasnya yang begitu menyengat bau alkohol.

"Tidak... lepaskan aku! Tolong... tolong...." Alea sebisa mungkin berteriak, namun semakin Alea berteriak, lelaki cabul ini malah semakin mengeratkan cengkeramannya di lengan Alea hingga membuat Alea semakin kesakitan.

Bugh!

Tiba-tiba sebuah tendangan entah dari arah mana, berhasil menjatuhkan penjahat itu, Alea pun ikut tersungkur, namun sebisa mungkin ia segera menjauh dari penjahat itu.

"Beraninya kau kepada wanita! Dasar brengsek!" Lelaki itu kemudian menghantam wajah si penjahat dengan pukulan-pukulan penuh energi dan kekuatan dari tangannya. Terlihat sekali lelaki itu begitu emosi.

Dan si penjahat pun kembali bangkit berusaha memukul sang pahlawan, namun pukulannya meleset. Hingga akhirnya pergulatan di antara keduanya terjadi begitu sengit. Sampai akhirnya si penjahat cabul itu kabur dan lari sejauh mungkin. Bahkan Alea pun sudah tak dapat melihatnya.

Alea masih duduk ketakutan di jalanan trotoar itu. Lelaki itu pun menghampiri Alea.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya lelaki itu.

.

.

.

Bersambung....

Jangan lupa kasih like, komen dan vote yang banyak ya, biar author semangat lanjutin ceritanya.

Kira-kira menurut kalian siapa tuh yang menolong Alea? Ada yang bisa nebak gak?

1
y_setia
baru baca.. udh suka nih,, semangat thor
Dewi Lestari
lamjut
Christina Hartini
kok lama amat up nya Thor ....apa sdh tamat kok tanggung banget kl tamat
Rustan Sarny Apul Sinaga
curiga si edwin suruhan si Marvel yaaa
Rustan Sarny Apul Sinaga
ngawur thor, bukan ngelawur
ha ha ha
Rustan Sarny Apul Sinaga
Ada misteri masa lalu Rey dan Marvel nih... jidi pinisirin
Rustan Sarny Apul Sinaga
awas aja bentar lagi lo hokcay miley... ha ha ha
Rustan Sarny Apul Sinaga
setuju nikahin aja mrk thor, biar si Miley molohok hokcay
ha ha ha
Reiva Momi
kakek will kyak nya
Reiva Momi
mampir thor
Hanny Hartoko
untung liat akhirnya dulu. trnyt blum end
Andriyani Al Ibtisam
penazaran
Sulastri
tidak ada kelanjutannya thor
Tiwik Firdaus
jangan2 orang suruhan marvel untuk nendekati alea
Jazzy Putra
infonya dh tamat.. tapi...
Christina Hartini
jangan2 Edwin ini suruhan Marvel musuh Rey🤣
Christina Hartini
jangan sampai ada pelakor2 yg menggoda ya Thor 🤣
Christina Hartini
kl komunikasi gk jelas ya begitulah....akhirnya mau batalin perjodohan malah akhirnya dipercepat pernikahannya😄😄😄😄😀😘
Christina Hartini
seru...makin ingin cepat bacanya😘
Christina Hartini
menarik masih baru baca, semoga menarik terus🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!