NovelToon NovelToon
Rumah Tumbal

Rumah Tumbal

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Rumahhantu / Tumbal / Horor
Popularitas:181.5k
Nilai: 5
Nama Author: Naira.diva

konon, menurut warga setempat siapapun yang masuk ke dalam rumah itu tidak akan ada yang bisa selamat. Rumah itu selalu meregang nyawa siapapun yang masuk ke dalamnya. Sang pemilik mematok harga sewa yang sangat murah, siapapun pasti akan tergiur. Bagaimana tidak, rumah bak istana itu harga nya sangat terjangkau.
Kali ini dari keluarga Mardani yang menyewa rumah tersebut. Tempatnya berada di desa Setu bodas. Mardani pindah kerumah tersebut, karena di pindah tugaskan ke desa Setu bodas.
Mardani membawa istri nya yang bernama asih, serta kedua anaknya yang bernama Cahya dan mentari.
Akankah keluarga Mardani bisa selamat?
Ataukah meregang nyawa juga seperti penghuni-penghuni sebelum nya?
Dan misteri apa yang tersimpan di dalam rumah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira.diva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengorbanan Intan

"aku intan. Mbak yu mu, saudari sepupu mu. Cucu dari eyang Ratmi"

"saudari ku? Cucu eyang Ratmi? Maksud mu bu'de Ratmi?"

"iya. Eyang Ratmi adalah mbak yu nya, Mbah akung kamu" jelas intan

"jadi.. Bapak ku, keponakan nya bu'de Ratmi?" Cahya semakin tidak mengerti dengan semua ini.

Terdengar suara beberapa langkah kaki dengan cepat, suara itu seperti menuju tempat Cahya dan intan berada.

"cepat, ikuti aku" ajak intan

"nggak, bagaimana kalau kamu bagian dari mereka?"

"TIDAK... cepat ikuti aku" ucap intan sambil menarik lengan Cahya

...****************...

Di dalam rumah Mardani, tampak Tara sedang bergelut dengan anak-anak buah Mardani. pasukan mereka terus-menerus semakin banyak, Tara nampak kewalahan menghadapi nya.

dia lupa kalau bapak nya telah mengantongi sebuah serbuk cabai. Lantas dia segera mengeluarkan serbuk cabai itu, lalu melemparkan nya ke arah mata para pasukan berjubah hitam.

Iya, pak'de Harjo membekali serbuk cabai guna untuk melemahkan pandangan mereka.

"aakkhhh... Perih!!" teriak para pasukan jubah hitam

"sialll!! Kejar dia.." teriak yang lainnya

Bergegas Tara masuk ke dalam kamar tamu, tempat dimana ranjang jati itu berada lalu menutup dan mengunci pintu nya rapat-rapat. Lantas menyirami ranjang nya dengan cairan bensin, saat Tara ingin menyalakan api. Sayangnya, para pasukan jubah hitam sudah keburu mendobrak pintu kamar.

Tara segera melempar api itu ke arah ranjang, kemudian Tara bergerak cepat mengikat tali di jendela. Untuk memudahkan dia loncat ke bawah.

Namun salah seorang dari mereka, meluncurkan sebuah anak panah ke arah Tara dan mengenai nya tepat di bagian paha belakang. Seketika Tara ambruk lalu tersungkur ke tanah, dengan sisa tenaga nya ia berusaha untuk bangkit lagi.

Tiba-tiba Cahya juga intan datang dari arah depan Tara.

"intan .. !! Kamu masih hidup? Bukan kah kamu?" ucap tara dengan nada lirih

"Cahya, cepat!! Bawa mas Tara pergi dari sini" ucap intan dengan mata yang berbinar

"nggak..!!!" tolak Tara

"aku nggak mau kehilangan kamu untuk yang ke dua kali, intan." ucap tara

"cepat, Cahya.!! Mereka semakin dekat" teriak intan

Cahya benar-benar di ambang ke bingungan, sebab Tara tidak mau sama sekali di ajak pergi dari rumah itu. Namun intan pun terus mendesak Cahya, agar membawa Tara pergi menjauh.

Ada apa sebenarnya antara intan dengan Tara, Mereka seperti insan yang sempat terpisah.

"pergi!!!" lagi-lagi intan teriak dengan lantang

Bergegas Cahya menarik Tara menjauhi rumah Mardani, Tara masih bersikukuh tidak mau meninggalkan intan.

Nampak sekawan anak buah Mardani mengepung intan.

"kenapa lagi-lagi kamu ikut campur, ndoro putri? Yang lain kejar mereka berdua. Dan kamu, panggil ndoro nyonya Ratmi" teriak salah seorang dari anak buah Mardani.

intan menghantam mereka yang mencoba mengejar Cahya juga Tara.

"BERHENTI!!! Teriak bu'de ratmi dari arah belakang

PPLLAKKK..

Bu'de Ratmi mendaratkan tangan nya tepat di pipi lembut intan.

"lancang sekali kamu, selalu ikut campur urusan ibu. ohh.. Atau kamu saja yang jadi tumbal berikutnya" teriak bu'de ratmi dengan lantang

"iblis itu sudah lenyap, sebab Tara sudah membakarnya" jawab intan sambil tersenyum kecut

Reflek, bu'de Ratmi langsung menoleh pada sudut jendela kamar tamu.

"aakkhhh.. Anak sialan, gak tau di untung" PLAKK..

Lagi-lagi bu'de Ratmi menampar nya.

"kalian semua juga bod*h, kenapa lawan satu orang saja tidak becus" teriak bu'de ratmi

Wajah nya mulai nampak murka, dia menarik rambut intan lalu menyeretnya dari rumah Mardani hingga ke rumah bu'de Ratmi.

Sesampainya di rumah.

"bagaimana dia bisa lepas?" teriak bu'de ratmi ke pelayan-pelayan nya.

"kurung dan pasung dia lagi" titah bu'de Ratmi

"iblis yang sesungguhnya adalah ibu, setelah ini. Ibu lah yang akan di habisi" teriak intan sambil sesenggukan

...****************...

Tara berhasil membakar ranjang jati itu, Tara dan Cahya pun berhasil keluar dari rumah itu berkat intan. Cahya nampak sedang memapah Tara, sebab paha belakang nya terkena anak panah tadi.

"kita istirahat dulu disitu" ajak Cahya sambil menunjuk ke arah pohon nan rindang

"kamu bertemu dimana dengan intan?" tanya Tara

"tepat di tempat persembunyian ku tadi, tiba-tiba mbak intan datang dan mengatakan kalau dirinya adalah saudari sepupu aku"

"iya, memang kalian sepupuan"

"Tara.. memang nya apa yang pernah terjadi terhadap mbak intan?" tanya Cahya

"ceritanya panjang, lebih baik kita lekas pulang. Takutnya ibu ku dan Bu asih sedang menunggu kita dirumah" ajak Tara

Cahya kembali memapah Tara, hingga mereka sampai di pemukiman penduduk. Bahkan mereka hampir sampai di halaman rumah Tara yang sangat sederhana.

Tampak ibu nya Tara sedang menunggu di depan pintu, dengan wajah penuh kekhawatiran. Namun saat melihat putra nya juga Cahya, ia menampakkan senyuman nya. Menandakan lega di hati nya.

"Tara.. Kamu kenapa le?" tanya ibu nya tara

"tadi.. Tadi kena tusukan anak panah bu'de, maaf yaa bu'de. Sebab ini semua salah aku" ucap Cahya merasa bersalah

"sudah.. Sudah.. Mari masuk dulu nduk" ajak nya

Baru saja mereka menyandarkan punggungnya di kursi rotan, tiba-tiba. Di luar rumah Terdengar suara seseorang menggeram sangat kencang.

Aaarrgghhh.. Aarrgghh..

"Mbah Jambrong, kenapa dia belum musnah" tanya pak'de Harjo sambil menatap heran ke Cahya dan tara

1
Gusti Anisha
keren cerita horornya 👍
Syamsudin Fachry
next
DeZigur
werewolf ini
DeZigur
sspertinya menarik.
DeZigur
hmm angker ky nya ni kamar
neng ade
Innalillahi wa innailaihi rojiuun.. 😢
neng ade
semoga Kabayan dan Yogi berhasil membawa raga Cahaya dan teman2 nya.. dan semoga Tara juga berhasil membawa sukma Cahaya dan teman2 nya.. sedangkan Maura tak bisa diselamatkan karena dia tak mendengarkan perkataan Kanaya dan Yogi hingga harus berakhir tragis
neng ade
saking tegang nya baca di bab ini sampe nahan nafas thor ..
neng ade
Cahya jngn gegabah eyang Harjo lebih tau begitu juga dngn Tara .. jadi menyurutkan jngn keras kepala demi keselamatan semua nya
neng ade
semoga semua cepat berakhir ..
utk othor nya semoga cepat pulih dan sehat kembali seperti semula
neng ade
Cahya dan teman2 nya dalam bahaya .. sementara Yara pun msh menjalankan ritual puasa mutih nya .. semoga aja ada yg menolong mereka
neng ade
semakin seru dan tegang ..
neng ade
jadi begitu cerita nya .. pantas aja Nti Dasimah murka dan ingin membalas dendam karena ayah nya yg siluman serigala itu udh di bunuh sm Cahya
neng ade
mungkinkah bu'le Karlina di sembunyikan di ruang bawah tanah itu .. semakin bnyk misteri nya yg blm terungkap
neng ade
Yogi masih aja pecicilan.. dia selalu ngomong sembarangan .. semoga aja tak terjadi apa2 sm mereka
neng ade
makin di buat penasaran tapi bikin merinding .. ada apa dngn makhluk2 yg Cahya lihat itu.. apakah mereka para korban yg di tumbalkan Ratmi
neng ade
Tara kamu harus selu bersama Intan agar dia tak di pengaruhi sm nenek tua itu .. ayo cepat Tara ..
neng ade
Intan udh di tandai sm nenek Dasimah utk jadi penerus Ratmi ..
hayyu awwaliyah
Luar biasa
hayyu awwaliyah
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!