NovelToon NovelToon
MY PERFECT BOSS

MY PERFECT BOSS

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:6.2M
Nilai: 5
Nama Author: may leni andiarsi

Skuel/Season 2 dari Novelku # Suamiku Idola Kampus # ya..

Kehidupan Micha Alexander anak dari Zayn Alexander dan juga Alice Angelica Hutomo setelah dirinya beranjak dewasa dia di perebutkan oleh 4 pemuda CEO tampan, ke 4 pemuda tampan ini sudah menjalin hubungan sahabat sejak kecil.

Setelah Micha memutuskan untuk memulai karirnya sendiri dan tidak ingin bergantung terhadap kekayaan orang tua ataupun keluarga kakek neneknya, dia magang di sebuah perusahaan besar yang mana pengelola ataupun pemilik perusahaan tersebut adalah 4 pemuda tampan ini.
Micha yang sangat sulit mempercayakan hatinya pada pria manapun, akhirnya luluh dengan salah satu pemuda tampan itu.

Kira-kira Micha akan jatuh cinta dengan siapa ya?

Yuk baca SIK season 2 ini...Jangan lupa untuk dukungannya..terima kasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon may leni andiarsi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaxson

Sinar matahari mulai terik menyinari hinar binar keramaian kota. Micha menggunakan taxi lagi untuk berangkat ke perusahaan, siapa sangka dirinya harus terjebak macet.

“Oh tidak, jika terus macet seperti ini aku akan terlambat. Dia pasti akan mempersulitku lagi.” Ucap Micha lirih dan panik.

“Pak saya turun disini saja, ini uangnya dan ambil kembaliannya Pak, saya buru-buru soalnya.” Ucap Micha pada sang sopir taxi.

“Baik Non, terima kasih.” Jawab sang sopir taxi sopan.

Micha kemudian menepi dan berlari kecil mengejar waktu agar bisa sampai di perusahaan tepat waktu, mungkin jika menggunakan mobil tinggal 10 menitan lagi dengan kecepatan sedang tapi ini Micha harus berjalan kaki dan mungkin akan membutuhkan dua kali lipat waktu dari mengendarai mobil.

Rong rong rong...!!

Suara motor yang bising membuat Micha yang sedang buru-buru berjalan sangat terganggu.

“Hei kamu?” Panggilnya pada Micha.

Tapi Micha masih tak memperdulikan panggilan itu.

“Hei Micha..!!” Ucapnya lagi membuat Micha langsung berhenti berjalan.

“Ada urusan apa tuan, kenapa anda panggil nama saya?” Tanya Micha heran, karena dirinya tidak bisa melihat wajah orang yang di hadapannya ini karena dia menggunakan helm yang gelap.

“Naiklah.” Perintahnya.

“Tidak akan.” Ucap Micha ketus, lalu pergi dan melanjutkan jalannya lagi.

“Hei..aku Jaxson. Cepat naik jika kamu tidak ingin telat.” Ucapnya lagi.

Micha bukannya cepat naik ke atas motor tapi Micha terus berjalan, dirinya sungguh heran ini sebuah kebetulan atau sudah di rencanakan kenapa dari kemarin dia harus berurusan dan berhubungan dengan atasannya.

“Oh..tuhan sebenarnya apa yang sudah ku perbuat di masa lampau sampai-sampai aku terus berurusan dengan para CEO Arion Group ini.” Ucap Micha dalam hati.

Micha memutar bola matanya karena jengah, dia mengira ini semua sudah di rencanakan sehingga dirinya tetap memilih untuk berjalan kaki lagi dengan lebih cepat atau bisa dibilang setengah berlari. Jaxson yang melihat reaksi Micha pun sempat kaget karena Micha menolak bantuannya mentah-mentah tanpa berkata sepatah kata pun.

Klak

“Awww....!!!” Micha meringis kesakitan.

Karena terlalu cepat berjalan sehingga dirinya tak memperhatikan jalan, sepatu heelsnya meleset dan kakinya terkilir. Untungnya dia tidak sampai jatuh karena masih sanggup menopang tubuhnya. Jakson yang melihat hal tersebut pun, langsung menghampiri Micha dan turun dari motornya dengan buru-buru.

“Kamu baik-baik saja?” Tanya Jaxson dengan nada khawatir.

“Anda seharusnya sudah melihatnya bukan, saya baik-baik saja atau tidak.” Jawab Micha dengan menatap tajam Jaxson kesal.

“Maaf, aku akan bantu kamu.” Ucapnya lagi dan mulai membantu Micha untuk berdiri dan menaiki motornya perlahan.

Walaupun sempat kesal tapi Micha tetap menurut, karena memang kakinya saat ini sungguh sakit.

“Sebaiknya mampir ke apotik dekat perusahaan saja Pak, saya akan turun disana sekalian beli obat tempel pereda nyeri.” Ucap Micha datar.

Jaxson tidak menggubris perkataan Micha, dia langsung membawa Micha melewati parkiran bawah. Lalu menggendongnya melewati lift khusus dari besment bawah. Meski micha berontak tetap saja dia tak berdaya karena kekuatannya lebih besar Jaxson. Saking sudah kesalnya Micha membentak Jaxson yang sudah sedari tadi tidak menggubris semua perkataannya.

“Jaxson lepasin aku...!!!” Teriak Micha dengan keras.

Sedangkan Jaxson yang sudah sampai di ruangannya pun langsung meletakkan Micha duduk di kursi. Jaxson berlalu untuk mengambil kotak P3K yang memang sudah ada di ruangannya. Perlahan membuka sepatu Micha, berhati-hati saat mengompres dan mengolesi obat pada kaki Micha, Jaxson juga sedikit memijat kaki Micha agar rasa nyerinya berkurang. Selagi jaxson sibuk dengan mengobati lukanya, Micha terus berbicara entah memaki atau memarahi Jaxson berusaha agar Jaxson melepaskannya tanpa memperhatikan semua yang sedang di lakukan Jaxson.

“Sudah.” Ucap Jaxson yang langsung membuat Micha terdiam, saat kakinya merasa lebih baik. Micha sedikit merasa malu karena sudah memaki Jaxson.

“Maaf.” Ucap Micha lirih, hampir tidak terdengar.

“Tidak apa-apa, aku yang harusnya minta maaf karena tidak sopan padamu.” Ucap Jaxson lembut.

Hal itu sedikit membuat Micha merinding, karena selama ini yang dia tahu atasannya yang bernama Jaxson ini lebih dingin dan pendiam dari yang lainnya tapi pada kenyataannya sekarang Jaxson yang di hadapannya menjadi pria yang lembut dan sopan.

“Ma..maaf Pak Jax, bolehkah saya pergi sekarang.” Tanya Micha dengan hati-hati dan waspada.

“Kamu takut padaku Micha?” Tanya Jaxson yang mana membuat Micha gelagapan.

“Ti..tidak Pak hanya saja ini sedikit terasa aneh dan saya tidak terbiasa.” Ucap Micha sedikit bingung untuk menjelaskannya.

“Cukup kamu yang tahu saja aku yang seperti ini Micha.” Jawab Jaxson karena sudah mengerti akan gelagat bingungnya Micha.

“Ah...baik Pak, saya akan menjaga rahasia ini dan terima kasih sudah merawat saya dan menolong saya.” Ucap Micha sopan.

“Sepatumu rusak, pakailah sepatu ini heelsnya yang tidak tinggi.” Ucap Jaxson sambil menyodorkan sepatunya.

Micha semakin ternganga melihat apa yang di perbuat Jaxson padanya. Dia sungguh heran sejak kapan pria di hadapannya ini begitu terlihat mempesona.

“Kapan anda membeli ini?” Tanya Micha penasaran tapi masih menjaga jarak aman.

“Umm..itu memang sudah aku simpan untuk aku berikan padamu.” Ucap Jaxson sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Micha menelan salivanya karena bingung harus berkata apa lagi, dia bahkan tidak mempercayai apa yang di katakan oleh salah satu atasannya itu. Bibir Micha terasa tercekat seakan tak bisa untuk menjawab pernyataan Jaxson lagi.

“Haha..te..terima kasih banyak Pak, saya permisi dulu kalau begitu.” Ucap Micha dengan tawa yang sangat kikuk dan canggung.

Tanpa aba-aba lagi Micha memakai sepatu yang memang sangat pas pada kakinya, lalu sedikit mempercepat jalannya dan keluar dari ruangan atasannya itu. Sedangkan Jaxson hanya menatap nanar Micha yang sudah pergi dari ruangannya.

“Apa dia lupa terhadapku?” Tanyanya pada diri sendiri.

Jaxson menemukan malaikat kecil yang menolongnya saat itu. Setelah melihat tanda lahir di belakang telinga Micha saat rambutnya di ikat, akan tetapi pada kenyataannya Micha bahkan tidak ingat terhadapnya, ingin rasanya dia mengungkapkan hal itu tapi melihat reaksi Micha yang seperti itu akhirnya Jaxson mengurungkan niatnya.

“Argghh...!! Sebenarnya aku ini sedang beruntung atau ketimpa sial,dari kemarin ada saja hal-hal yang terjadi di luar dugaan dan kenapa aku selalu harus berurusan dengan atasanku, sungguh menyebalkan.” Ucap Micha lirih.

“Oh tidak aku telat masuk ke ruanganku.” Micha semakin cepat melangkahkan kakinya walau sedikit berusaha menyeret kakinya yang sedang terkilir dan mencoba menahan rasa sakitnya.

Sedangkan sang manager keuangan dan ketua team keuangannya sudah Jaxson beritahu tentang Micha yang terlambat karena dia terluka atas ulah Jaxson, dan tadi dia harus membawa Micha untuk di obati dulu. Kini Micha tergesa-gesa masuk dalam ruangan kerjanya.

“Mohon maaf Pak Vero saya terlambat.” Ucap Micha pada ketua team.

“Tidak apa-apa Micha, Pak Jaxson sudah menjelaskan kepada saya bahwa kamu mengalami kecelakaan kecil tadi.” Ucap sang manager tenang.

“Baik Pak.” Micha hanya menundukkan kepalanya dan menuju meja kerjanya.

“Apa yang terjadi Micha?” Tanya Yora lirih, dia penasaran apa yang terjadi pada Micha sampai-sampai Pak Jaxson turun tangan langsung.

“Nanti istirahat akan ku ceritakan Yor.” Jawabnya sedikit berbisik, Yora pun hanya mengangguk.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.....

Jangan lupa dukung author ya.

Klik 👍 Klik❤️ Klik 5 🌟 dan jangan lupa Vote nya juga.

Terima Kasih 🙏🙏

1
bella
Luar biasa
Ayi
luar biasa
susi 2020
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
susi 2020
😍😍🤩
susi 2020
😲😲😔🙄
susi 2020
😘😘😲😔
susi 2020
🙄🙄🙄
susi 2020
😲😲😔
susi 2020
😍😍😍🤩😘
susi 2020
🤩🤩😘
susi 2020
🙄😲😲😲😔
susi 2020
😭😭😭
susi 2020
🙄🙄🙄🙄
susi 2020
😀😀😀😀
susi 2020
🤭😘🤩
susi 2020
🥰😀😘
susi 2020
😍😍😍
susi 2020
,😲😲
susi 2020
😀😀😀
susi 2020
🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!