Di Ibu Kota Jakarta, Ilham Alamsyah seorang pemuda yang menjadi menantu sampah, dibunuh oleh kekasih dari istrinya dan bereinkarnasi di dunia kultivator.
Hahahaha AKU??
AKU ADALAH XINCHEN
Aku akan membantai kalian semua yang ingin menjadi musuhku!!!
APAA? PARA DEWA???
Hahahaha akan ku injak-injak para dewa sialan itu!!!!!
Karya pertama
Jadi maaf, masih banyak salahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Semartis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 10 - Bertemu Kaisar dan Leluhur Kekaisaran Shu
Zhu Lan adalah orang yang cukup cantik dan dia adalah seorang jenius dengan Tubuh Air langit. Sangat cocok bila disandingkan dengan Yan Mo.
Karena Yan Mo juga memiliki kondisi spesial yaitu Tubuh Api. Mereka berdua sama-sama jenius.
Zhu Lan yang masih berusia kurang dari 19 tahun sudah di ranah Transformasi*2. Sedangkan Yan Mo yang berusia 22 tahun berada di ranah Transformasi*4.
Kembali ke MC.....
"Paman, apakah kau tahu siapa yang melakukan pembunuhan ku. Karena ku yakin klan Yan maupun klan Zhu tidak akan langsung turun tangan untuk membunuhku" Tanya Xinchen sambil meminum teh yang ada di depannya.
"Menurut informanku, mereka dari Organisasi Pembunuh cabang kekaisaran ini" Jawab Ming Song
"Apakah paman tahu lokasi tepat dari pusat Organisasi Pembunuh itu dimana?" Tanya Xinchen yang kembali meminum teh.
"setahuku mereka ada di Benua Kong Guan, tapi lokasi tepatnya aku tidak tahu. Nak, aku tahu kau kuat, bahkan aku tak bisa mengukur Kultivasi mu. Tapi Organisasi Pembunuh adalah salah satu eksistensi puncak di Dunia Rendah ini, jadi lebih baik berpikir kembali jika kau ingin balas dendam" Jelas Ming Song dengan nada khawatir.
Organisasi Pembunuh adalah salah satu eksistensi puncak dan organisasi yang sangat misterius. Karena baik tidak ada yang tahu asal usulnya.
Bahkan tidak ada yang tahu, berada di ranah apa pemimpin Organisasi Pembunuh tersebut.
Mendengar nasehat Ming Song Xinchen menaruh kembali cangkir tehnya. "Mereka ingin membunuhku, jadi akan kubunuh mereka semua!" Jelas Xinchen sembari memasang senyuman misterius.
Ming Song yang mendengar dan melihat senyuman misterius Xinchen bergedik ngeri. Karena dia tahu bahwa pemuda tampan didepannya itu serius dengan ucapannya.
"Hah sudahlah, Sebenarnya aku juga ingin bertanya tentang api asli mu itu. Dimana kau menemukan nya?" Ming Song menghela nafas dan bertanya kepada Xinchen.
"Oh api itu aku temukan di Hutan Terlarang, Paman kan juga punya api asli kan?" Jawab dan tanya Xinchen.
"Benar, aku juga punya api asli. Api itu aku temukan di gunung dasar laut sewaktu aku masih muda dulu dan sudah aku rawat selama ratusan tahun. Namanya Api Magma" Jelas Ming Song sembari meminum tehnya.
"Apakah sulit untuk menemukan dan menundukkan api itu paman?" Tanya Xinchen.
"Untuk menemukannya memang sulit, tapi untuk menundukkannya bahkan lebih sulit dari mencarinya" Jelas Ming Song sembari meletakan kembali cangkir teh.
Setelah menjawab pertanyaan Xinchen, Ming Song berdiri. "Nak ayo ikut aku ke istana kekaisaran Shu. Leluhur Kekaisaran Shu juga mempunyai api asli".
"Oh ternyata leluhur Kekaisaran Shu juga punya api asli?" Tanya Xinchen dengan ekspresi biasa.
"Benar, bahkan api aslinya lebih kuat dari punyaku" Jelas Ming Song.
Setelah itu, Ming Song kembali memegang pundak Xinchen dan berteleport ke istana kekaisaran Shu.
Hanya beberapa saat mereka berdua sudah sampai di depan istana kekaisaran Shu.
Para penjaga yang melihat Xinchen dan Ming Song tiba-tiba berada di sana langsung mengerubungi mereka.
"Tunjukan identitas kalian" Tanya salah satu penjaga dengan nada tegas.
Ming Song langsung mengeluarkan lencana pemimpin Serikat Perdagangan yang berwana emas.
Para penjaga tentu menyadari lencana tersebut langsung berlutut. "Selamat datang dan maaf kami tidak tahu jika anda pemimpin Serikat Perdagangan" Ucap para penjaga dengan hormat.
"Kami ingin bertemu kaisar" Ucap Ming Song dan langsung diantar oleh salah satu prajurit menuju kaisar yang sedang berada di aula.
Didalam aula istana, Jenderal Song dan Jenderal Yan sedang melaporkan masing-masing tugasnya.
"......Jadi begitu Kaisar, leluhur" Jenderal Song yang telah melaporkan tugasnya di kediaman klan Yan.
"Aku rasa dengan kepribadian Xinchen ini, tidak mungkin ia tidak balas dendam dengan orang-orang menyakitinya dulu" Ucap Kaisar Shu yang telah mendengar laporan Jenderal Song.
Disaat mereka tengah berbincang, tiba-tiba seorang pria paruh baya dan seorang pemuda tampan datang masuk kedalam aula tersebut.
"Semuanya lama tak jumpa ya" Ucap Ming Song. Xinchen yang disebelahnya hanya tersenyum.
Melihat mereka berdua tiba-tiba masuk semua orang yang ada didalam segera menghentikan obrolannya.
"Hahaha Ming Song, lama tak bertemu dan siapa dia?" Kaisar Shu sembari memandang Xinchen dari kejauhan.
"Cihh dasar, anak sama ayah sama saja. Tidak sopan santun" Ucap leluhur Shu bercanda.
"Oh dia adalah Xinchen, si sampah Klan Yan" Ucap Ming Song dengan jelas. Xinchen yang mendengar nya hanya mengerucutkan bibirnya.
Kedua Jenderal Besar yang melihat 2 orang yang ia kenali juga memberi hormat dengan membukukan badan sedikit.
"Salam pemimpin Ming, salam tuan muda Xinchen" Hormat kedua jenderal besar.
Ming Song hanya mengangguk dan Xinchen hanya tersenyum.
"Hahaha memang pemuda yang menakutkan, bahkan aku tidak bisa merasakan ranah Kultivasi nya" Jelas leluhur Shu dan itu membuat semua orang yang ada di sana membatin.
'Bahkan leluhur Shu saja tidak bisa merasakan ranah kultivasinya? Sejauh apa Kultivasi dia?' Batin kedua jenderal besar, kaisar Shu, dan Ming Song.
"Tak disangka leluhur Shu sudah berada di ranah ksatria suci*4" Ucap Xinchen yang dapat didengar jelas oleh semua orang.
Mendengar itu, semua orang tambah terkejut. Kultivasi Xinchen tidak dapat dibaca oleh leluhur Shu dan Xinchen dapat mengetahui Kultivasi leluhur Shu hanya dalam sekilas.
Kedua hal itu sudah membuktikan bahwa kultivasi Xinchen berada di atas leluhur Shu.
"Nak, kau memang sangat mengerikan. Kecuali aku dan kedua jenderal besar ku, tidak ada yang tahu ranah Kultivasi ayahku" Ucap kaisar Shu yang masih terkejut.
"Hahaha sudahlah, Kami kesini karena ingin berbincang dan melihat api darah milik mu paman Shu. Karena Xinchen juga memiliki api asli" Ucap Ming Song sembari ketawa.
Mendengar ucapan Ming Song, semua orang yang hadir terkejut kembali.
Bagaimana tidak terkejut, api asli tidak seperti batu kerikil yang dapat dijumpai dimana saja. Api asli sangat sulit ditemukan dan sangat sulit juga untuk menundukkannya.
Meskipun dapat menemukan api asli, tapi belum tentu dapat memilikinya atau menundukkannya.
Seperti contoh Api Langit di Sekte Langit, banyak orang yang ingin memilikinya. Tapi semua orang yang hendak menundukkan nya mati mengenaskan.
Di dunia rendah ini, hanya beberapa orang yang memiliki api asli dan semua orang yang memiliki api asli adalah orang-orang yang memiliki identitas kuat seperti grand master alkemis, kaisar penguasa benua, leluhur tua, dan pemimpin sebuah sekte besar.
"Lebih baik kita bicara di ruangan pribadiku saja ayo" Ajak leluhur Shu, karena sekarang masih ada di aula dan mungkin saja ada pejabat tinggi lain yang masuk secara tiba-tiba dan itu akan menanggung obrolan nanti.
Setelah itu, semua orang termasuk kedua jenderal besar segera menuju ruangan pribadi leluhur Shu.....
...Bersambung.........