NovelToon NovelToon
Pelakor Halal

Pelakor Halal

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:336.4k
Nilai: 5
Nama Author: Choco 33

Kedekatannya dengan seorang murid, membuat nya harus di cap menjadi pelakor di kala hubungan sang wali murid dengan pasangannya sudah berada di ujung tanduk dan tidak bisa di selamatkan lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choco 33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Menghindari Fitnah

Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu, Riana lebih memilih menghindar saat bertemu dengan Andrei.

Sebisa mungkin gadis itu menolak ajakan Dhika untuk les privat di bengkel Andrei, hingga Riana memilih sekolah lah menjadi tempat nya memberikan les privat nya.

Bukan hanya itu saja, Riana juga memberikan les privat kepada beberapa murid lain nya, untuk mengurangi aktifitas serta intensitas pertemuan nya dengan Dhika.

Selepas memberikan les kepada Dhika dan beberapa murid. Kalau tidak ada kuliah, Riana lebih memilih kembali melanjutkan les privat kepada murid yang lain di bandingkan menemani Dhika di bengkel ataupun membawa Dhika ke rumah nya.

Sebenarnya Riana sangat tidak tega saat harus menghindari Dhika, tapi apa mau dikata lebih baik dari sekarang Dia mulai menjauh dari Dhika, karena Riana tidak ingin kedekatan nya dengan Dhika membuat nya juga harus dekat dengan Andrei.

Tuduhan Andini yang mencap nya sebagai Pelakor membuat gadis itu lebih baik menghindari fitnah tersebut.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Riana berjalan dengan sangat tergesa-gesa. Tubuh lelah setelah mengajar di lanjutkan kuliah tak membuat langkah nya menjadi surut. Bahkan tanpa saudara langkah nya tersebut sudah menjadi sebuah lari kecil menyusuri lorong sepi sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak di kota nya.

Hati nya begitu kalut setelah Dia terpaksa mengangkat puluhan kali panggilan dari nomor telepon Andrei.

Sorot mata panik dan butiran air mata yang mulai keluar dari kedua sudut bola mata nya tak jua membuat kedua bola mata gadis itu lelah mencari nomor kamar ruang inap.

Setelah tiba di depan ruang inap yang di cari nya. Gadis itu mengatur nafas nya dan kemudian mengetuk pintu ruang rawat yang di tuju nya.

Tok Tok Tok

" Masuk ". Entah mengapa sebuah perasaan bersalah menyelimuti hati Riana saat mendengar suara izin dari dalam kamar.

" Assalamu'alaikum ".Sapa Riana.

" Waalaikumsalam ". Dari dalam terdengar suara Andrei membalas salam.

Setelah mendapat izin masuk dari pemilik kamar Riana membuka pintu ruang rawat inap.

Sesosok bocah yang sejak kemarin Riana cari keberadaan nya di sekolah tampak tergolek dengan lemah di atas bangkar, dengan tangan kanan nya menempel jarum yang mengalirkan cairan infus.

Kedua bola mata biru itu menutup dengan sempurna, rambut coklat yang biasa di sisir nya itu tampak lepek dengan peluh yang tampak mengucur di area wajah nya.

Tak ada sapa yang memanggil nya. Tak ada senyuman juga deretan gigi ompong yang terlihat di wajah bocah tersebut.

Hati Riana semakin sakit saat teringat sikap nya 2 hari yang lalu, saat menolak keinginan bocah kecil tersebut ikut ke rumah nya.

Kaki nya sudah menghentikan langkah tepat di samping kiri bocah yang masih setiap memejamkan mata nya.

Perlahan tangan Riana mengusap peluh yang membasahi kening bocah yang biasa nya ceria tersebut.

Suhu tubuh bocah itu masih terasa panas ketika Riana menghentikan punggung telapak tangan kanan nya di kening bocah yang sudah hampir sebulan ini tidak membeli roti goreng kesukaan.

" Maafin Bunda Dhika ". Tanpa sadar kedua mata Riana mengeluarkan air mata dan semakin deras saat tak ada reaksi yang di berikan Dhika, murid kesayangan nya.

" Maaf kalau harus menganggu kegiatan Anda Bu ". Riana tak mengalihkan pandangan dari Dhika saat Andrei orang yang membuat Riana menjauhi Dhika itu berucap.

Riana mengusap lembut wajah Dhika hingga kedua bola mata yang tertutup rapat itu mulai mengerjap.

Riana segera menghapus air mata yang masih menetes keluar dari kedua bola mata nya saat kedua bola mata kecil itu mulai terbuka secara perlahan.

Seulas senyum Riana hadiahkan saat kedua bola mata kecil itu terbuka dengan sempurna.

" Bunda ". Pekik Dhika merentang kedua tangan nya lebar lebar.

Riana pun menyambut rentangan tangan itu dengan memeluk tubuh bocah yang masih di posisi tertidur di atas bangkar.

" Dhika kangen sama Bunda ". Rengek Dhika memeluk tubuh Riana dengan erat.

" Dhika janji nggak bakal nakal. Asal Bunda jangan marah lagi sama Dhika ". Riana melerai pelukan lalu menangkup wajah mungil Dhika dengan kedua telapak tangan nya.

Wajah pucat Dhika semakin pucat saat bocah itu menangis.

" Bukan Dhika yang nakal. Bunda yang nakal Sayang ". Riana mengusap dengan lembut lelehan air mata yang menetes di wajah Dhika.

" Maafin Bunda ya Sayang ". Riana kembali memeluk tubuh Dhika yang masih terasa panas.

" Bunda jangan pergi lagi ya. Temenin Dhika ". Riana menganggukkan kepala nya.

" Dhika sayang sama Bunda ". Ucap Dhika.

" Sekarang Dhika istirahat lagi ya. Maaf Bunda jadi ganggu bobo nya Dhika ". Riana melerai pelukan nya lalu merapikan selimut Dhika.

" Nggak mau. Nanti kalau Dhika bobo, Bunda nya pergi lagi ". Rajuk Dhika mengenggam erat tangan kiri Riana.

" Nggak, Bunda nggak akan pergi. Bukan akan temenin Dhika sampai sembuh ". Ucap Riana seraya mengusap lembut surai Dhika yang tampak mulai panjang.

" Berarti kalau Dhika udah sembuh Bunda pergi lagi? ". Riana terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Dhika.

" Kalau gitu, Dhika mau sakit terus supaya Bunda nggak pergi lagi ". Riana tersenyum kecil saat melihat Dhika memalingkan wajah nya tak mau melihat wajah Riana.

" Bunda janji, setelah Dhika sembuh Bunda nggak bakal pergi ". Dhika kembali menatap kepada Riana yang tengah tersenyum sambil mengacungkan jari kelingking kanan nya.

" Janji? ". Riana mangangguk menjawab pertanyaan Dhika.

" Janji ". Ucap Riana saat Dhika mengaitkan jari kelingking kanan nya dengan jari kelingking Dhika.

1
Nenden Zakiah Bahasuan
awas loh bunda udah KB belum ntar baby el punya adik sebelum waktunya
lee zha
bagussss 👍👍👍
Raditya
Luar biasa
Partini Minok Nur Maesa
mama shinta paling ibunya andrei
Partini Minok Nur Maesa
dika udah gx cedal gr2 demam tinggi
Sandisalbiah
Ana hamil.. sukses dong A'a nya...
Sandisalbiah
kiyai Ahmad dan Andini tentunya sebagai sponsor utama...
Sandisalbiah
ada kiyai model gini.. hais.. sekeluarga udah gak bener semua... dan lagi ngapain si Andini masih muncul disini..? emang ada yg mengharap dia nongol..? kirain dia udah jd sampah daur ulang.. nyatanya masih aja jd kotoran yg bikin semak dan merusak pemandangan..
Sandisalbiah
pelakor jaman now itu ada banyak model nya.. ada yg model perampok.. ada yg model jalang dan Fatimah ini model selow tp memuakan.. yg pasti apa pun modelnya yg namanya pelakor itu gak ada yg terhormat.. alias perbuatan tercela dan nista... apa lagi sampai menyakiti org lain demi ego sendiri..
Sandisalbiah
perlahan tapi pasti ya A'.. 😁😁
Sandisalbiah
gelar kiyai.. kelakua kaya gitu...aneh.. untung buat Zaki, ustd mirza danustd Anwar bisa berlapang dada..
Sandisalbiah
drama baru nih..kiyai Ahmad dan Fathima... dan makasih thor dr part di atas jadi tau pernikahan yg bagaimana yg di larang dan antara Dika dan Ara bukanlah saudara se susu begitu juga Andrei dan Mysha...jd antara Ara dan Dika syah utk menikah.. jd tambah ilmu ..
Sandisalbiah
lah... emang boleh thor..? jujur aku gak faham dgn ini cuma pernah dgn kalau org yg udah diangkat ank katanya.. ini baru katanya loh ya.. itu gak boleh dinikah kan dgn ank sendiri.. tp kan itu gak ada dalih yg menguatkan nya jd tolong di bantu kebenaranya gimana..?
Sandisalbiah
ternyata masalah yg di hadapi ank² lebih serius...
Sandisalbiah
ini akibat dgn sengaja merwbut hak ank yatim piatu.. belumpun menikmati hasilnya udah langsungbdpt azab... selamat gak tuh..??
Sandisalbiah
haredang euyy..
Sandisalbiah
hadehh.. kok aku yg jadi deg degan.. jd inget lahiran si kecil walau udah 11 thn yg lalu. 🤭🤭🤭
Sandisalbiah
ngeyel banget nih org tua... awas darah tinggian loh pak.. bahaya loh... uang angsuransi gak dapet.. eehhh.. strok iya... ngenes entarr..
Sandisalbiah
wah.. jd selegram dadkan nih keluarga Sutisna...
Sandisalbiah
sutisnya ini contoh orng yg dlm arti TUA-TUA DI CELANA... umur aja udah ujur tp kelakuan kek bocah... miris banget.. lihat org yg sibuk menuntut hak tp lupa akan tanggung jawab...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!