Bisa menjalani sebuah pernikahan yang bahagia, mungkin adalah dambaan bagi setiap wanita yang ada di dunia ini. Namun apalah jadinya nasib dari sebuah pernikahan itu apabila sang suami sudah tak mempercayai istrinya?...
Maura Vinaya, seorang gadis yatim piatu yang berparas cantik. Sungguh memilukan nasib yang harus diterimanya. Di malam pertamanya, sang suami malah menuduhnya dengan tuduhan yang begitu sangat melukai hati dan juga harga dirinya.
Entah apa yang terjadi, laki - laki yang masih belum genap satu hari resmi menikahinya itu, malah dengan begitu teganya menuduh jika dirinya sudah tak suci lagi.
Sungguh memang nasib, akibat dari kesalahpahaman itu, membuat dirinya dan juga sang suami menjadi harus berpisah.
Namun sungguh sayang seribu kali sayang, disaat dirinya dan sang suami telah berpisah, dirinya malah dinodai oleh mantan suaminya sendiri.
Hingga dari kejadian yang begitu memilukan itu, telah mampu menghadirkan adanya malaikat kecil di dalam rahimnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Tak Berharga
Selamat Membaca
🌿🌿🌿🌿🌿
Sinyal - sinyal alam sudah mulai mengusik terlelap nya Maura. Waktu masih belum memasuki subuh yang menandakan jika waktu sekarang telah memasuki dini hari.
Maura sudah mulai tersadar, ia sudah mulai membuka sepasang kelopak matanya yang entah kapan pernah terpejam.
Baru sepersekian detik dirinya tersadar, rasa sakit di sekujur tubuhnya sudah terasa begitu menjalar.
Tubuh mungilnya terasa remuk dan sakit luar biasa seolah seperti selesai mendapatkan hantaman yang bertubi - tubi.
Selain itu terasa seperti ada sebuah tubuh besar yang memeluk tubuh mungilnya. Maura bertanya - tanya apa yang menimpa tubuhnya ini, mengapa terasa agak berat seperti ini, hingga pada akhirnya reflek Maura pun mulai mengarahkan pandangannya itu ke arah samping.
Maura terdiam kala melihat sosok yang memeluknya ini, hingga sesaat setelah itu Maura pun akhirnya menjadi tersadar. Maura tersadar jika dirinya sudah tidur dengan mantan suaminya Rendra, Maura sudah ingat jika tadi malam dirinya sudah di nodai oleh mantan suaminya sendiri.
Dan tanpa terasa, air matanya telah terjatuh. Maura benar menangis ketika menyadari akan semuanya. Hati Maura begitu terasa hancur berkeping-keping.
" Ya Tuhan, aku sudah hancur ". Batin Maura yang menangis.
Perasaan hancur dalam hati Maura sudah tak bisa diukur. Maura merasa dirinya sudah tak berharga lagi. Sungguh malang nasibnya ini. Di malam pertamanya suaminya Rendra telah menuduhnya sudah tak suci lagi, hingga pada akhirnya dirinya diceraikan karena hal itu. Namun yang lebih menyakitkan dari semua itu adalah, pria yang sudah menjatuhkan harga dirinya dan menceraikan nya secara tidak terhormat ini, yang telah menjadi mantan suaminya ini malah menodainya dengan begitu sangat keji tanpa memikirkan bagaimana penderitanya.
" Kamu tega mas, kamu sudah menghancurkan hidupku, kamu memperlakukan ku seolah aku ini adalah wanita yang tak pantas untuk dihargai ". Batin Maura.
Sungguh, Rendra ini adalah satu - satunya orang yang paling menyakiti dirinya.
Maura sudah tak sanggup dengan keadaan ini, Maura ingin segera pergi dari tempat ini. Lebih baik dirinya pergi dan menjauh dengan sejauh - jauhnya dari Rendra, pria yang sudah menghancurkan hidupnya berkeping - keping.
" Hiks hiks hiks... hiks hiks hiks... ". Isak tangis Maura yang merasa sangat sedih akan nasibnya.
Selain rasa sakit di sekujur tubuhnya, ternyata tidak ada sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya ini, dan Maura baru menyadarinya.
Ini benar - benar sudah sangat memuakkan. Lebih baik dirinya harus segera pergi dari tempat terkutuk ini sebelum Rendra sadar. Maura tak ingin melihat Rendra sadar, karena dirinya tidak akan sanggup jika harus menatap kedua mata Rendra.
" Aku sudah tidak sanggup lagi, aku mau pergi akh.... ".
" Ya Tuhan, sakit... ". Rintih Maura yang berusaha menahannya.
Maura merasa sangat kesakitan kala dirinya berusaha untuk bangkit, apalagi di bagian sensitifnya benar - benar terasa sangat sakit dan perih.
Nampak di bawah lantai sana pakaiannya dan juga pakaian Rendra telah berserakan tak karuan, dan itu semakin menambah luka di hati Maura. Namun apapun itu dirinya harus kuat, dirinya harus segera pergi dari kamar ini sebelum Rendra terbangun.
Namun yang menjadi masalah adalah dirinya tidak punya cukup tenaga untuk bangkit, semua tenaganya seolah menjadi hilang. Iya, Maura mengingatnya jika semalam Rendra melakukannya berkali - kali, entah berapa kali mantan suaminya itu melakukan aksi bejatnya.
Namun yang pasti, disaat Rendra melakukannya untuk yang ketiga kalinya, membuat Maura sudah benar - benar tak mampu untuk menahannya lagi hingga pada akhirnya Maura pun jatuh pingsan. Entah setan apa yang telah merasuki jiwa Rendra.
Dengan langkahnya yang tertatih - tatih Maura mencoba meraih satu persatu pakaiannya, namun ada yang aneh yang dirinya rasakan kala perlahan melangkah, ada sesuatu yang basah seolah mengalir dari pangkal paha hingga kakinya. Maura tak mengerti apa itu.
" Hiks... hiks... sakit... ". Rintihnya yang menangis.
Ini sungguh menyakitkan, benar - benar sangat menyakitkan. Dirinya sudah tidak kuat untuk menahan rasa sakit ini, dan benar saja, pada akhirnya Maura pun terjerembet jatuh di atas lantai yang dingin itu.
Semakin deras saja lelehan air mata yang membasahi kedua pipi putihnya.
" Hiks hiks... hiks hiks... yang kuat Maura, kamu harus pergi dari tempat ini sebelum semua orang tahu ". Tangisnya yang memang terdengar lirih.
" Kamu jahat mas, kamu benar - benar jahat, kamu sudah menghancurkan hidupku, semuanya sudah kamu hancurkan ". Batin Maura yang begitu terasa sangat memilukan.
*****
Sinar sang mentari pagi sudah sangat begitu cerah bahkan sudah tak menampakkan semburat merahnya lagi, mentari di pagi ini sudah bersinar dengan posisinya yang sudah agak tinggi.
Ya, waktu di pagi ini sudah menunjukkan pukul delapan. Sudah menjadi rutinitas bagi Audi untuk menjual kue - kue hasil buatannya di toko kue almarhum kedua orang tuanya.
Dari semenjak pukul tujuh tadi toko kuenya di buka, sudah terdapat sepuluh orang pembeli yang menginginkan kuenya, dan itu sangat memberikan keuntungan bagi usaha toko kue milik Audi, baru buka sekitar satu jam an saja sudah cukup banyak orang yang membeli, dan Audi sangat bersyukur akan hal itu.
Namun hari ini ada hal yang sangat membuat hati Audi bertanya - tanya dan sedikit agak cemas. Audi memikirkan sahabatnya Maura. Mengapa di waktu yang sudah agak siang seperti ini sahabatnya Maura masih tak kunjung datang ke toko kuenya. Tidak biasanya Maura seperti ini. Biasanya Maura akan tiba di toko kuenya sekitar setengah jam lebih awal sebelum toko kuenya di buka, tapi kini apa, sudah masuk pukul delapan saja Maura masih tak kunjung datang. Sebenarnya ada apa dengan Maura, saat dihubungi handphone milik Maura pun juga tak aktif.
" Ada apa sih sama kamu Maura?, kenapa tidak menghubungi ku kalau kamu memang mau libur kerja hari ini?, heeh... dasar Maura ". Keluh Audi.
Audi mencoba memahami kondisi sahabatnya saat ini, kemungkinan sahabatnya Maura masih sedih karena hubungannya yang sudah berakhir dengan suaminya.
Sudah menjadi kebiasaan Maura yang menjadi lebih suka menyendiri dan meluangkan waktu untuk berdiam jika ada masalah, dan mungkin inilah yang saat ini Maura lakukan.
" Selamat pagi - selamat pagi ". Seru sapa seorang pria yang nampaknya tak asing di pendengaran Audi.
Deg...
" Selamat pagi Audi ". Sapa pria itu lagi.
" Reyhan... ya Tuhan, kamu sudah pulang Rey? ". Audi sangat terkejut kala sahabatnya Reyhan sudah tiba di toko kuenya.
Audi pun langsung keluar dari dekat etalase kuenya, ia ingin menghampiri sahabatnya yang selama beberapa bulan ini tengah tinggal di Jermann karena mengurus perusahaannya.
" Ya Tuhan, Rey, bahagianya aku bisa melihat kamu lagi ". Audi pun memeluk Reyhan karena rasa rindunya.
" Sebegitu rindunya kamu sama aku, seperti aku tidak akan pernah kembali ke sini saja ". Sahut Reyhan.
Reyhan merasa gemas dengan tingkah Audi.
" Oh ya, sorry, aku tidak datang ke pernikahan Maura, maklum, selama beberapa bulan ini aku sibuk dengan bisnis dan perusahaan ku ". Lanjut Reyhan.
Seketika itu senyuman di kedua sudut bibir Audi langsung memudar. Reyhan sahabatnya masih belum tahu akan nasib pernikahan Maura yang telah berakhir.
Dan tak lama dari itu, Audi pun mulai melepaskan pelukannya dari Reyhan. Tiba - tiba saja Audi langsung berubah mood karena pertanyaan dari sahabatnya ini.
" Ada apa?, apa aku salah bicara? ". Tanya Reyhan.
Reyhan merasa agak sedikit aneh dengan Audi. Mungkinkah dirinya salah dalam berucap sehingga membuat raut Audi menjadi agak berubah seperti ini.
" Oh iya, kabar adikmu Tania bagaimana?, dia sehat kan? ". Tanya Reyhan lagi.
Reyhan ingin mengalihkan pembicaraannya agar Audi tak lagi diam seperti ini.
" Ada, adikku Tania ada di rumah, satu minggu yang lalu dia sudah dinyatakan lulus dari sekolahnya ". Sahut Audi.
" Wah, hebat sekali, akhirnya bocah itu lulus juga ". Sahut Reyhan.
" Adikku bukan bocah Reyhan, dia sudah lulus SMA, usianya sudah tujuh belas tahun, Tania bukan bocah ". Sahut Audi yang tak suka karena adiknya masih dianggap sebagai anak kecil oleh Reyhan.
" Jangan kesal seperti itu, aku kan hanya bercanda, dasar sensitif, kamu mau datang bulan ya? ".
" Ayo, kapan kamu mau mengajakku duduk? ".
" Eh iya, aku sampai lupa, ayo duduk dulu Rey, akan aku siapkan kue dan minuman dulu ". Sahut Audi, lalu ia pun kembali pada etalase untuk mengambil beberapa kue serta membuatkan minuman untuk sahabatnya Reyhan.
" Rencana Tania akan kuliah di mana setelah ini Audi? ". Tanya Reyhan.
" Aku mengikuti adikku saja Rey, terserah dia saja maunya kuliah di mana, yang harus aku lakukan adalah menyiapkan biaya kuliah adikku itu dengan sebaik mungkin ". Sahut Audi.
" Sudah, kalau untuk urusan biaya kuliah Tania kamu jangan terlalu khawatir, biar aku yang membiayainya, bahkan hingga Tania kuliah sampai S3 ". Sahut Reyhan.
" Apa sih kamu Rey, sudah, kamu jangan membantu apapun lagi, kamu sudah terlalu banyak membantuku, Maura, adikku, sudah kamu jangan membantu apapun lagi ". Sahut Audi.
" Suka - suka akulah Audi, aku yang berniat membantu, jadi ya terserah aku ". Sahut Reyhan.
Ya, dialah Reyhan Saputra, sahabat Maura dan juga Audi. Selain tampan dan juga sangat sukses, Reyhan juga sangat dermawan pada sesama. Apalagi pada sahabat dekatnya.
Reyhan sangat suka membantu Maura dan juga Audi termasuk adik kandung Audi Tania. Reyhan sering membantu mereka dalam hal finansial, meski sering ditolak karena ingin membantu, namun tetap saja Reyhan selalu dan selalu membantu mereka.
Apalagi jika sudah menyangkut biaya sekolah, hampir semuanya Reyhan lah yang membantu keuangan ketiga sahabat terbaiknya itu. Memang Reyhan adalah sosok sahabat terbaik dalam hidup mereka.
" Ini, di makan dan di minum dulu hidangannya Rey, ini menu kue baru, aku baru mengeluarkan varian kue seperti ini sekitar dua mingguan yang lalu ". Ujar Audi.
" Wah, terima kasih Audi ini sepertinya sangat enak ". Sahut Reyhan.
Dan kedua sahabat itupun akhirnya duduk bersama. Reyhan sangat suka dengan kue yang dihidangkan oleh sahabatnya ini, hal itu terlihat dari bagaimana Reyhan menyantap kue itu.
" Kamu makan kuenya lahap sekali Rey, enak ya? ". Audi cukup senang karena sepertinya Reyhan begitu menyukai kue varian baru buatannya.
" Iya, ini sangat enak, kamu memang ahlinya dalam membuat kue Audi ". Sahut Reyhan.
" Iya dong, aku begituloh ". Sahut Audi dengan begitu bangganya.
" Oh iya, bagaimana Maura?, pasti kamu datang kan ke pernikahannya?, semenjak menikah, sepertinya Maura sulit untuk dihubungi ". Rupanya Reyhan masih begitu penasaran dengan kabar dari sahabatnya Maura.
Lagi - lagi Audi terdiam kala Reyhan menanyakan tentang Maura. Apa yang harus dirinya jawab tentang kondisi sahabatnya itu.
" Audi, kamu kenapa?, kenapa kamu diam?, apa aku salah bicara lagi, aku kan hanya bertanya tentang Maura, apa itu salah? ". Reyhan merasa heran dengan sahabatnya ini.
" Benar kamu ingin tahu tentang Maura Rey? ". Sahut Audi.
" Iyalah Audi, jika tidak untuk apa aku bertanya? ". Sahut Reyhan.
" Ya sudah, kamu selesaikan dulu makan kuenya, kalau kamu sudah selesai makan kuenya, baru aku akan menceritakan semuanya tentang Maura ". Sahut Audi.
" Baiklah, okey, mau menjawab saja harus menunggu aku selesai makan kue, terlalu berbelit - belit kamu ". Sahut Reyhan.
Audi harus menggunakan waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya tentang nasib Maura pada Reyhan. Setelah Reyhan mengetahui semuanya, pasti Reyhan akan sangat marah. Daripada Reyhan marah disaat masih memakan kuenya lebih baik Reyhan marah setelah kuenya habis dimakan.
" Setelah aku menceritakan semuanya, pasti kamu akan sangat terkejut Rey ". Batin Audi.
Bersambung.........
🙏🙏🙏🙏🙏
❤❤❤❤❤