adult romance ❤
Kecantikan Alya Sanjaya yang membuat kaum adam rela bertekuk lutut,bahkan kecantikannya membuat Daffa Rahardian, suami Alyza Putri Pratama, kembar tidak identik dari Alya, mengejarnya untuk mendapatkannya dan menjadikannya istri dan ibu dari anaknya.
"Aku berharap akulah yang dipilih papa Reza dan mama Emy untuk diasuh mereka, tapi mereka malah memilih Alyza dan membuangku..."*Alya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Dinner (1)
Daffa duduk di samping Alya dan memeluk bahu Alya, menarik kepala Alya ke dadanya dan mengecup kening Alya dengan penuh perasaan cinta.
“Terimakasih,All..” kata Daffa lagi. Kata terimakasih Daffa membuat Alya menjadi jengah.
“Cukup acara terima kasih nya, kak!!… sekarang Alya harus membangunkan baby El untuk memandikannya.” Kata Alya sambil berdiri dan menghampiri box baby El, tetapi sebelum Alya bisa beranjak, ada sebuah tangan besar yang melingkari pinggangnya dan merengkuhnya dalam pelukkannya serta mencium keningnya lagi dengan lembut. Herannya, Alya menikmati pelukkan hangat Daffa, dan tidak menolaknya. Perasaan apa ini? Dulu dengan Arco, mantan pacarnya, Alya
tidak pernah merasakan getaran yang sama.
“Kak, udahan dong, Alya mesti bangunin baby El, dia harus mandi, ini udah sore loh kak!” seru Alya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Daffa.
“Hmm iya… oh ya aku lupa, nanti malam kita akan dinner, kamu siap siap aja.” Kata Daffa sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit.
“Dinner berdua?” Tanya Alya sambil lalu, dia sudah menggendong baby El yang tertawa tawa setelah bangun tidur.
“Enggak! Itu seperti pertemuan 2 keluarga gitu, ada keluarga besar kakak dan keluarga besar Pratama.” jawab Daffa sambil siap siap menaruh baby bath tube nya baby El yang ada di samping kamar mandi miliknya.
“Apa? Kakakkkkkk kenapa baru bilang? Alya kan gak bawa baju formal buat dinner! Semua baju baju formal Al ada di Singapura, kak!” seru Alya dengan sedikit sewot karena terkejut dengan segala rencana yang menurutnya begitu tiba tiba.
“Tenang aja Al… semua sudah kakak siapin. Kamu tinggal pakai saja, dan dandan yang cantik…Oh ya kamu mesti ganti nama panggilan kamu ke kakak…”kata Daffa sambil menggoda buah hatinya yang sudah tertawa tawa di baby tafel change table*) yang terletak di samping baby bath tubenya baby El.
“ Nama apa? “ kata Alya sambil menyiapkan baju baby El yang emang selalu dia bawa di perlengkapan perangnya baby El, selain susu bayi dan botolnya.
“Misalnya kamu panggil kakak dengan sebutan Say, Sayang, Cinta, my love, pipi…” lanjut Daffa menjelaskan sambil matanya menatap ekspresi Alya yang sekarang malu malu.
“Kak? Apa itu gak terlalu alay ya?” Tanya Alya sambil menatap Daffa dengan penuh keheranan. Masa ganteng ganteng alay … Alya yang disuruh manggil gitu aja kayak gimana gitu.
“Masa mau manggil kakak? Kayak berasa tua aja…” sergah Daffa sambil manyun.
“Ya udah dipanggil Daddynya El aja ya? “ sahut Alya menyerah, melihat Daffa udah sewot karena permintaannya gak dipenuhin.
“ Lhah nanti kalau kita punya adeknya El gimana dong?”potong Daffa masih dengan mulut yang manyun, Alya lihatnya jadi gemes, habis biasanya Daffa kan cool, ini mah udah manjah berasa kayak ngomong sama anak kecil.
“Yaudah daddy saja, gimana?” Jawab Alya sambil mencubit pipi daffa dengan gemas. Kemudian Alya menggendong baby El ke box bayinya. Tapi rupanya baby El tidak mau kalah bermanjah sama mommynya, sehingga ketika di taruh di box nya langsung rewel minta digendong lagi sama mommynya.
“Ya udah deh… Daddy juga boleh, prakteknya mulai sekarang ya, biar nanti malam udah lancar manggil ‘daddy’nya” kata Daffa sambil mengambil baby El dari gendongan Alya, karena melihat Alya yang sangat kerepotan bikin susu sambil menggendong baby El.
“El sama daddy dulu yaaa.. mommy sebentar lagi selesai bikin susunya… uuuu anak mommy yang cantik” goda Alya sambil tangannya sibuk membuat susu
untuk baby El, sedangkan baby El tertawa tawa di gendongan daddynya yang
tampan. Daffa pun tersenyum senang mendengar panggilan daddy dari Alya yang
terdengar merdu di telinganya.
“Mommy… habis ini kamu langsung mandi dulu ya… Sini susunya,
biar Elena, aku yang jaga, baju buat dinner juga udah ku siapin dan ada di
walking closet samping kamar mandi. “ kata Daffa sambil menunjuk sebuah arah
dengan pandangannya. Alya pun mengangguk tanda dia mengerti.
“Jadi kita berangkatnya dari sini ya, K.. ehm Dad..”
“Gak boleh salah manggil ya, kalau salah manggil bakal kuhukum loh..” sahut Daffa sambil menaruh baby Elena di tempat tidurnya, dan menepuk nepuk punggung anaknya dengan lembut, sedang baby El sedang memandang daddynya dan asik meracau sembari memainkan botol yang ada di bibirnya yang mungil. Bikin Daffa tambah gemas dengan putrinya yang lucu itu. Alya pun memandang keharmonisan itu dengan senyum yang lebar dan melangkahkan kakinya kamar mandi.
“Baby El, kita sudah dapat mommy Al nih… kamu seneng gak? “ Tanya Daffa sambil mencubit hidung baby El yang mancung. Padahal baby El yang diajak ngomong aja gak ngerti, malah sibuk memainkan botol susunya. Sehingga Daffa pun menjadi gemas dan mencubit pipi chubby baby El.
Lima belas menit berlalu, Alya pun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan hanya menggunakan bathrobe yang tersedia di kamar mandi. Daffa pun memandang Alya yang keluar hanya menggunakan bath robe pendek,
yang tidak bisa menutup paha dan kakinya yang panjang membuat jiwa kelaki
lakiannya meronta ronta minta dibebaskan.
Tapi kepolosan Alya membuatnya tidak mengerti bahwa posisinya saat ini saat menggoda kaum adam yang melihatnya. Alya dengan santai membuka walking closet yang cukup luas, dimana satu sisinya berisi semua keperluan Daffa, mulai dari rentetan kemeja dan celana, serta jas jas nya. Di sisi
sebrangnya ada beberapa pakaian wanita, gaun , pakaian dalam bahkan lingerie
juga ada. Alya bingung, dia berpikir bahwa itu pasti milik mendiang Alyza yang
masih ada di sini.
Tiba tiba Alya kaget karena ada tangan yang melingkar di pinggangnya yang ramping dan memeluknya dari belakang. Alya pun menoleh
kebelakang dan menemukan kepala Daffa yang disandarkan di bahunya yang hanya
terbalut bath robe. Alya seperti kena listrik aliran tinggi. Pipinya memerah, tapi Daffa seperti tidak menyadarinya.
“Sayang, ini baju wanitanya kok banyak, emang punya siapa? Punya Alyza kah?” Tanya Alya dengan wajah kebingungan, melihat pakaian yang lumayan banyak, mulai dari pakaian dalam sampai gaun malam untuk acara formal.
“Enggak… itu semua pakaian baru kok… itu milikmu!” kata Daffa sambil masih memeluk tubuh ramping Alya. Seakan tidak mau lepas. Alya pun kaget, baju baju yang sebegitu banyak, kapan Daffa belanjanya coba.
“Emang kamu tahu ukuran ku? “ Tanya Alya dengan heran.
“Ha ha ha gak perlu sampai segitunya, cukup kirim foto kamu, kirim ke butik langganan, mereka sudah bisa memprediksikan ukuran kamu berdasar pengalamannya.”
“Masa?? Luar biasa banget ya…” ‘Apa sih yang gak bisa, asal punya uang mah semuanya
bisa..’ batin Daffa sambil menarik lengkung bibirnya semakin dalam melihat
tingkah Alya yang begitu polos. Daffa pun semakin tergoda melihat gaya Alya
yang lucu dan imut saat memilih pakaian yang akan dibuatnya pergi dinner malam ini.
Segera Daffa mencuri ciuman di pipi Alya yang mulus, karena tidak tahan melihat
Alya yang begitu cantik dan jangan lupa mereka hanya berduaan di kamar, kata nenek kalau berduaan yang ketiga adalah setan!!!
.
.
.
TBC
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
baby tafel change table*) meja untuk mengganti popok atau mengganti baju, biasanya disampingnya juga ada baby bath tube yang biasa digunakan untuk memandikan bayi.
jangan lupa like nya yaaaa....Kalau Daffa jadi pengemis cinta karena bucin ama Alya, thor jadi pengemis like , komen ama poin ya... ha ha ha ha kasian banget si thor nya
mudah banget muve on...bedalah sama perempuan suka mikir 2x
mksih byk
maap
:)