Kartel Varo Sinaloa
Pria 29 tahun yang tumbuh sebagai pewaris sementara Sinaloa Group sebab adiknya lah pemegang tahta tertinggi dalam keluarga yang telah berantakan tersebut sedangkan Varo adalah seorang mafia yang berhasil mendirikan kelompok besar sehingga dihindari oleh beberapa kelompok lain.
Valerie Ishana
Gadis 19 tahun yang merupakan putri dari seorang mafia, dia terpaksa harus ditahan karena ulah papanya yang mencari masalah dengan Kartel Varo Sinaloa, seiring berjalannya waktu melewati rintangan menemukan sebuah kebenaran dibalik misteri keduanya sering dipertemukan hingga perlahan rasa itu muncul dalam diri masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
pagi hari lina bangun dan langsung ke kamar mandi, 30 menit kemudian lina keluar berjalan menuju lemari, kali ini lina hanya menggunakan handuk yang dililit sampai dada hingga bahu putih dan mulus lina terlihat sangat jelas,,
ceklek
tiba tiba pintu terbuka sontak keduanya membulatkan mata, lina karena terkejut sedangkan alfin karena melihat lina yang masih menggunakan handuk
"aaaaaaaaaa!!!" teriak lina histeris
namun bukannya keluar alfin malah mendekat dan menutup rapat bibir lina dengan tangannya
"aiisshh bisa tidak jangan berteriak teriak, nggak sakit apa tenggorokan" ucap alfin kesal
lina hanya menggelengkan kepala sambil menepuk tangan alfin yang membungkam mulutnya,,, alfin yang menyadari hal tersebut melepas tangannya namun jarak di antara mereka masih sangat dekat
"bisa mundur sedikit, aku nggak bisa nafas" ucap lina membuang pandangan
namun alfin masih berdiri dan tidak mundur selangkah pun, lina menyadari bahwa alfin tidak mungkin bergerak berinisiatif sendiri untuk bergerak namun lagi lagi dihadang oleh tubuh alfin
"keluar dari sini, aku mau pake baju" ucap lina pelan
"cium" kata alfin, satu kata yang membuat lina membulatkan mata
"mimpi saja, pernikahan ku dengan mu saja tidak ku terima apalagi mencium mu" ucap lina santai
tanpa sadar hal tersebut membuat dirinya masuk kedalam masalah, wajah alfin memerah dipenuhi amarah,,, tanpa meminta izin alfin mencium bibir mungil lina me****at, dan menyesapnya dengan paksa hingga membuat bibir lima sedikit bengkak
tak hanya itu alfin mengambil kesempatan mencium leher lina dan menggigit nya pelan lalu menyesapnya hingga membuat tanda merah untuk mengakhiri ciuman nya,,,, lina yang tadinya memberontak sekarang hanya diam dengan tatapan kosong
"jangan membantah atau aku akan melakukan lebih dari ini" ancam alfin lalu pergi meninggalkan lina yang masih bengong
berawal dari siluman es dan sekarang berubah menjadi siluman mesum, dasar presdir psikopat. batin lina
setelah berpakaian lina turun untuk sarapan dan melihat alfin sudah menunggu, lina melihat seringai psikopat dalam wajah alfin
cih setelah mencium paksa dan membuat tanda di leher ku dia masih berani tersenyum benar benar siluman. batin lina
"sarapan!!" titah alfin
"jangan tatap aku seperti itu, nafsu makan ku hilang melihat mu" tutur lina sambil memakan makanannya dengan wajah bar bar agar alfin ilfeel terhadapnya
"baiklah, setelah ini ikut aku ke kantor dan jangan katakan aku adalah suami mu" ucap alfin tegas
"maaf bapak presdir yang terhormat saya juga tidak akan menganggap anda sebagai suami saya baik sekarang ataupun lusa dan seterusnya" kata lina memandang alfin sambil memasukkan makanannya dengan kasar
walaupun sedikit kesal alfin hanya tersenyum tipis melihat tingkah lina
beberapa menit kemudian mereka selesai sarapan
"aku jalan, dan jangan ikuti aku, gunakan mobil yang lain" ucap alfin
cih benar benar siluman, baiknya hanya sebentar setelah itu balik lagi kesifat aslinya, dasar siluman es, seandainya bisa, sudah kirim kamu ke kutub utara, hahaha tinggal lah disana dengan sesama siluman disana. batin lina
"bapak presdir saya juga ogah satu mobil dengan anda" ucap lina sambil berjalan menuju gerbang mansion
"hey aku menyuruh mu untuk menggunakan mobil yang lain" teriak alfin yang melihat lina sudah jauh
"tidak butuh pak presdir bapak tenang saja saya akan sampai diruangan bapak tepat pada waktunya" ucap lina yang juga berteriak sambil melambaikan tangan
gadis ini kenapa sangat suka berteriak sih, tidak bisa apa berbicara baik baik. batin alfin
30 menit perjalanan menuju kantor, alfin disambut oleh karyawan dan sekertaris atas kembalinya sang Presdir lalu mereka masuk ke dalam ruangan
"bro, selamat datang kembali" ucap sekertaris nya yang langsung memeluk alfin
"jangan sok kenal, sok dekat" ucap alfin yang cuek bebek dengan sekertaris nya
"yaellaah disambut doang salah" ucap sekertarisnya yang bernama dion
"bacakan jadwal ku hari ini" perintah alfin
"siap bos, jadwal anda hari ini bertemu dengan klien dari jepang dan jam 1 siang anda memiliki jadwal makan siang dengan reksa lalu,,,,,,," dion membacakan seluruh jadwal alfin hari ini
memang jika menyangkut pekerjaan dion sangat serius dan kembali menggunakan bahasa yang baku
ngulangnya tiap episode sampe lebih dari 4x
apa iya kayak aq yg baru nemuin jd bawaannya maraton deh bacanya